Saat berbicara soal genre simulasi racing, hal pertama yang terlintas di benak banyak orang pasti akan langsung mengarah ke nama-nama besar seperti Gran Turismo hingga Forza Horizon. Tapi bagaimana kalau ada pendatang baru yang lumayan punya potensi untuk bersaing? Dari sinilah Project Motor Racing besutan Straight4 Studios terlahir sebahai game sim racing terbaru yang menjanjikan physic realistis, cuaca dinamis, dan handling mobil yang autentik.
Tim kami sendiri kebetulan sudah memainkan gamenya lebih dulu dan mendapat impresi yang cukup berbeda dari ekspektasi awal. Jadi bagi yang penasaran dengan kualitasnya, langsung saja simak rangkuman review kami untuk Project Motor Racing di artikel berikut!
Mode Gameplay yang Beragam
Project Motor Racing menawarkan dua mode gameplay utama yang terbagi antara multiplayer dan single player. Dimulai dari single player, dalam mode ini kamu bisa memilih untuk memulai Career Mode atau Race Weekend. Apa yang menarik dari Career Mode di Project Motor Racing adalah bagaimana kamu bebas memilih seri balap tempat kamu ingin bersaing. Caranya hanya dengan membuat tim terlebih dahulu, lalu dari sana kamu hanya perliu memilih tingkat Sponsorship.

Sponsorship adalah sumber pendapatanmu selama jalannya karir dan setiap model sponsor memiliki aturan berbeda. Ada sponsor yang membayar berapa pun posisi kamu di akhir balapan, dan ada yang hanya membayar jika kamu berhasil menang. Karena kontrak sponsor hanya bisa diganti saat off-season, memilih model sponsor (dari 8 pilihan) yang sesuai gaya balapmu tentunya sangat penting.
Setelah itu, kamu harus memilih budget awal antara100 ribu, 650 ribu, atau 2 juta dolar. Budget ini menentukan seri balap mana yang bisa kamu ikuti. Pada dasarnya kamu harus membeli mobil yang digunakan di seri tersebut untuk bisa mulai bertanding. Misalnya dengan budget 650 ribu, kamu sudah bisa masuk ke hampir separuh seri balap yang tersedia. Dengan budget 100 ribu, pilihanmu terbatas pada MX-5 Trophy atau Porsche 964 Trophy, dua seri termurah. Jadi kalau kamu ingin pengalaman bermain sebagai “driver petualang”, kamu bisa mulai dari tingkatan bawah. Kalau tidak, maka 650 ribu seharunys asudah lebih dari cukup.

Setelah membeli mobil, tergantung sponsor yang kamu pilih, kamu akan dikenakan biaya masuk untuk mengikuti balapan. Dan tentu saja, kerusakan mobil selama balapan harus kamu bayar untuk diperbaiki. Kamu juga bisa membeli hingga tiga mobil jika ingin mengikuti beberapa seri sekaligus. Mode single player lainnya yang tersedia adalah Race Weekend. Sesuai namanya, mode ini tidak membutuhkan biaya apa pun (secara in-game). Kamu hanya melalui akhir pekan balap biasa melalui sesi latihan, kualifikasi, lalu lanjut ke balapan di seri yang kamu pilih.
Sejak awal kamu akan mendapat akses ke sampai 9 seri balapan yang merupakan campuran antara seri balap klasik dan modern. Sementara untuk seleksi kendaraan yang tersedia, Project Motor Racing menghadirkan 70 mobil dari 13 kelas ikonik. Meski jumlahnya tidak terlalu banyak, pemilihan mobilnya sudah cukup solid, terutama hadirnya legenda rotary seperti Mazda 787B.
Sensasi Bermain yang Tidak Konsisten

Bagian paling penting dalam sebuah game simulasi balap tentu saja berhubungan dengan physic. Ini adalah bagian yang bisa membuat pengalaman terasa benar-benar realistis, atau justru merusaknya. Sebagai catatan, kami memainkan game ini sepenuhnya dengan kontroler DualSense di PlayStation 5. Dengan setup tersebut, physic mobil yang kami rasakan jujur kurang konsisten. Ada mobil yang terasa mudah dikendalikan, ada juga yang terasa “aneh”.
Beberapa mobil memberi feedback yang jelas dan dapat diprediksi, tapi beberapa lainnya terasa tidak natural. Contohnya saat menggunakan hypercar, kami kesulitan menjaga racing line karena mobil sering melebar atau sulit dikontrol. Tapi dengan mobil yang lebih lambat, semuanya terasa lebih natural karena kami bisa mengarahkan mobil tepat ke apex tanpa takut kehilangan kendali secara tiba-tiba.

Masalah ini semakin terasa ketika memakai kontroler. Mobil cepat atau modern sering tidak mau belok saat diminta, dan tiba-tiba malah oversteer mendadak sehingga sulit diselamatkan. Ini paling terasa di tikungan cepat yang seharusnya bisa diatasi. Sementara pada mobil lambat, masalahnya muncul saat keluar tikungan. Ketika mobil mulai lurus dan kamu menambah gas, mobil sering langsung oversteer sehingga kamu harus melakukan counter-steer. Masalahnya mobil sering malah berputar ke arah sebaliknya karena aksi tersebut.
Pengguna kontroler steering wheel mungkin bisa menangani berbagai masalah ini dengan lebih mudah, tapi dengan kontroler, akurasi gerakan memang sangat terbatas. Kami sendiri sudah mencoba berbagai pengaturan kontroler tapi perbedaannya tidak terlalu signifikan.
Kualitas Visual dan Audio
Presentasi visual dalam game sim racing sangat penting untuk membangun kesan imersif, meski di saat bersamaan ini tetap menjadi prioritas kedua setelah physic. Bagi kami, grafis dalam Project Motor Racing terlihat cukup baik dan enak dipandang. Ada beberapa bagian yang kasar tapi tidak sampai mengganggu pengalaman bermain, karena kami jujur lebih memperioritaskan stabilitas frame rate.

Cuaca juga berperan besar dalam menambah kesan imersif tersebut. Dengan cuaca dinamis, kondisi di lintasan balap bisa menjadi lebih tidak terduga. Saat hujan, penadanganmu akan menurun, tapi justru ini bisa memberi sensasi balap sebenarnya. Elevasi lintasan juga terasa cukup baik bahkan dengan kontroler pun kami masih bisa “merasakan” perubahan kontur lintasan. Meski begitu di waktu tertentu, pencahayaan tampil dengan efek yang terasa usang meski bagi kami gameplay tetap lebih penting dari visual.
Tampilan UI terlihat standar, simple dan tidak mencolok. Kadang navigasi bisa sedikit membingungkan di awal, tapi ini tidak sampai menjadi masalah besar. Sementara untuk audio, ini bagian yang benar-benar memuaskan. Mendengar mesin rotary Mazda 787B meraung membuat kami cukup merinding seolah benar-benar duduk di dalamnya. Detail kecil seperti suara ban hingga gesekan juga terdengar sangat baik untuk memaksimalkan kesan imersif tadi.
Kekurangan Pada AI

AI di game ini sebenarnya tidak buruk, tapi terkadang terasa robotik. Ada momen ketika mereka mengambil keputusan seperti pembalap asli, tapi di sisi lain mereka bisa tiba-tiba menjadi agresif dan mencoba mendorongmu keluar lintasan. Saat menghadapi AI, mereka sering berusaha menyenggol kami keluar, dan pada akhirnya kami justru sampai terkena penalti karena itu. Ini termasuk salah satu skenario paling menjengkelkan di gamenya yang semoga saja bisa diperbaiki lewat update.
Kesimpulan
Project Motor Racing pada akhirnya dikemas sebagai game simulasi balap dengan ambisi besar dan pondasi yang lumayan solid. Game ini menawarkan kombinasi mobil dan seri balap yang menarik, career mode yang matang, desain audio yang luar biasa, hingga sistem cuaca yang imersif. Atmosfer balapnya terasa autentik dan jelas dibuat oleh tim yang mencintai motorsport.

Hanya saja kami merasa kalau bagian krusial seperti physic masih terasa tidak konsisten, terutama saat bermain dengan kontroler. Mobil berperforma tinggi menjadi sulit dikendalikan dan handling yang tidak bisa diprediksi membuat pemain mana saja bisa kehilangan rasa percaya diri untuk melakukan manuver. AI juga kadang terasa solid, tapi di momen lain bisa sangat menganggu hingga berujung pada momen yang cukup membuat frustasi.
Meski begitu kami masih bisa merasakan potensi besar dari game ini. Dengan update dan perombakan pasca rilisnya, tidak menutup kemungkinan Project Motor Racing bisa menjadi pesaing kuat di genre sim racing. Jika tertarik dengan gamenya, Project Motor Racing sudah rilis mulai hari ini di platform PlayStation 5, Xbox Series, dan PC.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
Project Motor Racing
PROS
- Variasi seri balap dan mobil yang memuaskan
- Desain audio yang sangat solid, terutama suara mesin dan kokpit
- Mode career yang menarik dengan adanya konsekuensi di sisi finansial
- Visual yang cukup menawan dengan cuaca dinamis dan kondisi lintasan yang berubah-ubah
CONS
- Physic yang tidak konsisten terutama saat bermain dengan kontroler
- AI yang bisa tiba-tiba jadi agresi di momen tidak terduga
- Penalti untuk track limit yang berlebihan
- Visual bisa terkesan ketinggalan zaman bergantung dari kondisi pencahayaan
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-project-motor-racing-simulasi-balap-yang-masih-butuh-banyak-polesan/