Ketika memikirkan Dragon Quest VII, kata “modern” mungkin bukan hal pertama yang muncul di benakmu. Namun setelah sekitar satu setengah jam memainkan demo tertutup PS5-nya, jelas bahwa versi reimagined ini bukan sekedar memoles ulang klasik lama, melainkan membangunnya kembali dengan kenyamanan dan alur ala JRPG modern. Rasanya nostalgik tanpa terasa ketinggalan zaman, yang mana gamenya membawa kesan familiar tapi mengejutkan dengan banyak hal baru. Remake ini tidak sekedar kembali ke masa lalu, tetapi menafsirkannya ulang untuk pemain baru sambil tetap menghormati jiwa dari versi orisinalnya.
Penyesuaian Cerita
Demo ini terdiri dari dua arc terpisah: Emberdale / Glowering Inferno dan Wetlock / Pertempuran Gracos. Bagian pertama menjadi pembuka yang kuat, menempatkan pemain di tengah desa yang dikutuk oleh ramalan palsu hingga membawa mereka pada penyembahan yang juga menjerumuskan mereka ke kehancuran. Ada momen emosional kecil yang langsung menetapkan nada cerita.

Chapter Wetlock kemudian mengubah tempo secara drastis, memperkenalkan banyak penugasan job dan gaya penceritaan yang lebih sinematis. Menariknya, Aira hadir lebih awal dibandingkan rilis asli, dan ada subplot baru yang menghubungkan Old Master dan Jean demi memberi sesuatu yang baru bagi pemain lama.
Yang lebih menarik adalah bagaimana remake ini mempertahankan humor klasik Dragon Quest sambil menambahkan momen baru yang terasa lebih “self-aware”. Dalam satu adegan ringan, seorang penduduk berteriak “Encore!” setelah seorang kakek menyelesaikan pertunjukan musik, yang mana ini jadi lelucon modern yang lumayan cocok dengan pesona klasik game ini. Sentuhan kecil seperti ini membuat dunianya terasa lebih hangat dan hidup.
Presentasi yang Menawan
Peningkatan visual adalah bagian yang benar-benar membuat label “Reimagined” terasa pantas. Semuanya dibangun dengan estetika ala diorama, memberi kesan dunia miniatur yang seolah-olah dibuat dengan tangan, lengkap dengan pencahayaan lembut dan depth of field yang indah. Tiap area terasa seperti dunia kecil yang bisa kamu sentuh. Meski berasal dari era PS1, game ini terlihat dan bergerak seperti rilis modern penuh sehingga banyak orang mungkin tidak akan menyangka bahwa dasarnya adalah game berusia lebih dari dua dekade.

Cutscene dan penceritaan sekarang lebih dinamis, ditingkatkan dengan sedikit voice acting dan kerja kamera yang jauh lebih baik, membuat adegan sederhana pun terasa lebih sinematis. Meski begitu, beberapa urutan terutama di awal bagian Emberdale saat desa merayakan kemenangan masih memakai gaya narasi teks hitam ala game lama. Terasa seperti placeholder, semoga digantikan cutscene penuh pada versi final. Dari sisi audio, presentasinya sangat atmosferik, dengan gema halus di dungeon ketika karakter berbicara di ruang tertutup. Voice track Jepang maupun Inggris terdengar bersih dan ekspresif.
Sistem Pertarungan dan Peningkatan Quality of Life
Sistem pertarungan di Dragon Quest VII Reimagined dirombak total, menciptakan keseimbangan yang bagus antara pacing turn-based klasik dan kenyamanan modern. Game ini kini punya pengaturan kecepatan pertarungan, dari lambat khas seri lama hingga Fast dan Ultra Fast yang sangat mengurangi rasa grind. Auto-Battle Tactics memungkinkan pemain memberi pola perilaku pintar ke seluruh party atau anggota tertentu sehingga menghemat MP, all-out menyerang, atau menjaga ritme seimbang antara offense dan defense.

Sistem “Getting Worked Up / Let Loose” menambah lapisan strategi baru. Karakter membangun tension melalui aksi berulang atau tantangan tertentu, dan ketika diaktifkan, mereka mendapat buff sementara sesuai vocation-nya. Misalnya, Arus bisa meniadakan semua serangan masuk untuk satu serangan berikutnya, Maribel bisa menurunkan resistensi elemen lawan, dan Kiefer mendapat peningkatan serangan serta peluang critical. Timing manual fitur ini memberi kedalaman taktis, terutama pada pertarungan boss.

Meski banyak peningkatan, beberapa ciri klasik tetap dipertahankan. Tidak ada HP bar pada musuh; kondisi mereka ditunjukkan lewat perubahan warna nama dari putih–kuning–oranye, menjaga ketegangan tetap terasa. Save point muncul sebelum boss besar untuk mengurangi frustrasi. Random encounter juga dihilangkan, salah satu QoL terbesar di remake ini di mana musuh kini berkeliaran di overworld untuk kamu hadapi sesuai keputusan sendiri. Menyerang lebih dulu memberi sedikit damage awal, tapi bukan first-strike penuh, dan tentu saja kamu bisa menghindari mereka. Pemain juga bisa melihat resistensi musuh saat pertarungan melalui ikon jempol naik atau turun sesuai skill yang dipilih, sehingga mendorong strategi yang lebih cerdas.

Fitur aksesibilitas juga diperhatikan. Pemain bisa mengatur tingkat kesulitan kapan saja dari menu pause: menyesuaikan damage, EXP, gold, rate proficiency, hingga kekuatan musuh. Ada preset seperti Easy Going, Happy Medium, dan Tough Going, atau bisa mengatur semuanya manual. Ada juga mode color-blind dengan filter, pengaturan HUD, serta opsi menghilangkan objective marker untuk mereka yang ingin mengandalkan party chat ala klasik. Chest kini muncul di peta, mengurangi rasa takut ketinggalan item, walau item di tanah tetap tidak ditandai yang memberi pengalaman rewarding untuk eksplorasi.
Vocation dan Progression
Sistem job yang jadi tulang punggung Dragon Quest VII kembali dengan fleksibilitas lebih besar. Karakter kini dapat memasang dua vocation sekaligus, dengan vocation kedua disebut Moonlighting, sangat mengurangi grind. Setup ganda ini juga memberi akses skill dari kedua job, membuka banyak kombinasi kreatif dalam pertarungan. Seperti versi sebelumnya, menguasai berbagai job akan membuka job lanjutan. Dari demo, tampaknya tidak ada batasan besar; semua karakter bebas menjelajahi semua job.

Namun tetap ada beberapa job eksklusif, seperti Fledgling Fisherman untuk Arus atau Mini Mayoress untuk Maribel, memberi sentuhan kepribadian pada tiap anggota party. Vocation juga bisa diganti kapan saja, bahkan di dalam dungeon, membuat eksperimen jauh lebih mudah. Visual senjata dan off-hand kini berubah sesuai equipment, meski armor dan aksesori tetap statis dengan memberi sedikit variasi tanpa mengubah desain karakter secara drastis.
Impresi Sejauh Ini

Dragon Quest VII Reimagined tampil sebagai remake yang setia namun berpikiran maju, yaitu dengan merayakan segala hal klasik dari serinya sekaligus memangkas berbagai kekakuan lama. Sistem modern dan fitur QoL-nya membuatnya ramah bagi pendatang baru, sementara fleksibilitas taktis dan visual diorama-nya memberi nostalgia yang hangat untuk para veteran.
Meski beberapa elemen, seperti adegan cerita berbasis teks, masih terasa kurang menyatu dengan presentasi modernnya, keseluruhan paketnya terasa seperti kebangkitan yang sesungguhnya dan bukan sekedar remaster. Ini adalah jembatan yang indah antara dua era JRPG modern dengan klasik sekaligus pengingat hangat mengapa pesona Dragon Quest tetap bertahan bahkan setelah puluhan tahun.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/nyobain-dragon-quest-vii-reimagined-wujud-remake-yang-sangat-ideal/