Review Lost Soul Aside - Ekspektasi Seadanya yang Masih Gagal Terjawab!

Setelah hampir 10 tahun lamanya menanti, siapa sangka kalau Lost Soul Aside akhirnya berhasil dirilis. Dibalik pengumuman awalnya yang sempat mengebohkan komunitas game berkat kualitas fantastis apalagi dari hasil garapan developer solo bernama Bing Yang, perlahan namun pasti antisipasi akan game ini semakin menurun karena minimnya update serta perilisan yang tidak kunjung datang. Kami termasuk yang juga sempat mengantisipasi game ini dengan penuh harapan, tapi setelah berkesempatan menjajalnya langsung, apa yang ditawarkannya memang cukup mengecewakan.

Ini bukan berarti Lost Soul Aside adalah game yang buruk dan harus dihindari, karena kami juga mendapati adanya beberapa aspek yang bisa jadi nilai jual tersendiri, khususnya untuk penggemar game action murni. Tapi untuk mendapat gambaran lebih jelas akan kualitasnya secara menyeluruh, berikut ini kami sarankan kamu untuk baca langsung review lengkap gamenya!

Jalan Cerita

Ceritanya berfokus pada seorang pemuda bernama Kaser, yang mana dia dan adiknya yaitu Louisa memutuskan bergabung dengan kelompok pemberontak bernama Glimmer dalam ambisi untuk melawan kekuasaan Empire yang menjatuhkan rakyat kecil. Tapi dalam suatu misi yang bertujuan untuk mengacaukan parade besar Empire, kerajaan mereka justru terkena invasi tidak terduga dari ras monster berbahaya bernama Voidrax yang dapat menghisap jiwa. Tragedi tidak terduga ini ikut menyeret Kaser dalam takdir baru di mana dia berhasil menyatukan dirinya dengan sosok Dragon Lord bernama Arena.

Sementara itu sang adik yang dicintainya justru berada dalam kondisi koma karena jiwanya terhisap oleh Voidrax dari insiden tersebut, tapi masih ada kesempatan untuk bisa menyelamatkannya yang kemudian jadi ambisi utama Kaser dalam memulai petualangan menantang sembari mengungkap rahasia dibalik Voidrax. Setidaknya itulah rangkuman sinopsis dari game ini yang memang tidak begitu rumit, tapi bergantung dari eksekusi serta penyampaiannya bisa saja jadi sesuatu yang spesial.

Lalu apakah gamenya berhasil menyuguhkan cerita yang seru untuk diikuti? Jawabannya adalah tidak, atau bisa dibilang sama sekali tidak mendekati. Untuk bagian yang satu ini kami mendapati begitu banyak masalah mulai dari sisi pacing yang sangat tidak konsisten, karakter hambar kecuali mungkin Gethya yang setidaknya sedikit menarik, kualitas cutscene standar dengan animasi facial yang kaku, voice acting bahasa Inggris yang buruk, hingga alur plot yang mudah diprediksi dan penuh momen klise.

Sulit rasanya mencari bagian apa yang bisa kami apresiasi di sisi cerita. Upaya mereka untuk memperluas worldbuilding di gamenya berujung tidak dieksekusi dengan baik dan lebih mengandalkan lore dump hingga teks dokumen, sesuatu yang justru bisa merusak pacing di game action seperti ini yang seharusnya selalu bergerak dengan cepat untuk membawa pemain ke porsi gameplay selanjutnya. Tapi seperti yang kami bilang tadi, setidaknya ada karakter seperti Gethya yang cukup menarik atau Zana yang terutama sangat waifuable, sehingga kemunculan mereka bisa jadi penyegar di sela-sela momen cerita membosankan.

Kurangnya Polesan di Banyak Aspek

Masuk ke game utamanya sendiri, Lost Soul Aside dikemas dalam format linear di bagian progressnya yang membawamu ke berbagai wilayah dengan struktur level serta tantangan puzzle sederhana. Kamu tidak akan menghabiskan terlalu banyak waktu berusaha memecahkan puzzle atau kehilangan arah meski tanpa melihat mini map, sehingga desain semacam ini setidaknya sudah relatif cocok dengan game action murni. Hanya saja ada porsi di mana gamenya terasa lebih seperti “open world” tanpa alasan jelas selain memberimu ruang bermain lebih luas, tapi ini sama sekali tidak memfasilitasimu dengan rahasia menarik untuk dieksplor dan hanya jadi penghambat progress.

Selama jalannya sesi permainan, kami merasa kalau gamenya tidak memberi kesan yang dipoles dan ini bisa kamu rasakan langsung. Ini sudah mencakup sisi visualnya, kualitas animasi, kontrol karakter yang terasa “floaty”, terutama hingga bagian desain suara yang sangat buruk dan absen di banyak tempat. Sebagai contoh hantaman objek, gerakan karakter, bahkan hingga musik background bisa hilang begitu saja, dengan potongan yang terasa kasar saat adanya transisi loading ke area atau scene baru. Hasilnya ini membuat game terasa sunyi dan kurang dramatis, yang mana meski sudah didukung dengan tambahan efek suara pun, kualitasnya terasa masih kasar yang mana pihak developer Ultizero Games pun sampai mengakuinya hingga mereka harus membawa perombakan di bagian ini lewat update terbaru gamenya.

Kesan amatiran juga kami rasakan saat adanya jeda loading di setiap kali keluar dari menu utama atau bahkan saat membuka mini map, yang terutama memang aneh karena tampilan in-game sudah terlihat di belakang dengan efek transparan, tapi mereka malah terus memuat ulang gamenya setiap kali kamu keluar dari menu-menu ini. Apa yang terutama paling membuat kami frustasi adalah crash konsisten di satu cutscene spesifik dan berujung membuat kami tidak bisa melanjutkan progress gamenya. Permasalahan ini baru teratasi lewat rilis Patch terbaru yang akhirnya juga ikut menambah opsi skip cutscene.

Combat yang Bahkan Masih Nanggung

Ok anggap saja kalian tidak peduli dengan semua aspek yang sudah kami bahas tadi dan lebih mementingkan combat, apakah Lost Soul Aside sudah memenuhinya dengan baik? Untuk ini kami bisa katakan kalau gamenya memang cukup seru. Dengan style hack and slash, dalam game ini kamu bisa melakukan beragam manuver lincah termasuk air juggling, follow up super cepat, ragam skill dan power up, hingga manajemen stamina saat melakukan dodge. Karaktermu bahkan dibekali dengan varian senjata dengan moveset serta strategi yang sangat berbeda saat digunakan mulai dari pedang, greatsword, poleblade, hingga scythe. Kami berujung terlalu banyak menggunakan pedang standar, tapi bereksperimen dengan senjata lain bisa semakin menambah keseruan serta fleksibilitas dalam combat, terutama saat menjajal konten di tingkat kesulitan tinggi.

Secara keseluruhan combatnya terasa flashy dan didukung animasi super keren, tapi ini termasuk bagian yang tidak lepas dari kurangnya polesan. Apa yang paling kami sayangkan adalah kontrol kurang responsif di beberapa skenario. Contohnya saat kamu melakukan eksekusi serangan, command cancel hanya berlaku saat akan melakukan manuver dodge saja, sehingga aksi lain seperti melompat tidak bisa kamu eksekusi kecuali sampai animasi serangan benar-benar berhenti sepenuhnya. Jadi semisal kamu ingin terlibat dalam combat di udara, opsi yang ada hanya antara mengawali serangan dengan melompat lebih dulu atau menggunakan follow up uppercut dari serangan normal.

Gamenya ikut memberi visual cue yang bisa lumayan membantu saat musuh akan melancarkan serangan besar, dan ini adalah momen yang sangat pas untuk menangkisnya. Hanya saja dalam game ini mereka menamainya sebagai “block” meski cara kerjanya lebih mirip parry, karena aktivasinya hanya sesaat dan ikut mengonsumsi stamina. Kami juga kesulitan menentukan timing yang pas, karena mengandalkan visual cue bisa terasa menipu karena gerakan musuh yang terlalu cepat dan bagaimana eksekusi block tidak cukup cepat untuk mengantisipasinya. Mungkin sebagian orang akan langsung mengasosiakannya dengan skill issue, tapi kami bahkan sudah bereksperimen langsung dan memang ada ketidakonsistenan bergantung dari jenis musuh. Mengesampingkan itu, kami setidaknya bisa memberi poin plus karena eksekusi block bisa diaktifkan kapan saja termasuk saat berada di tengah animasi serangan.

Selebihnya, sensasi menyerang musuh terasa kurang memiliki impact atau mirip seperti memukul kardus. Dengan fokus lebih pada pertarungan boss dan jenis musuh yang punya pertahanan tebal, kami jadi kekurangan momen untuk melakukan aksi juggle keren yang ikut membuka peluang untuk eksperimen combo.  Dan seperti yang sempat kami sebut tadi, pergerakan karakter yang “floathy” membuat sensasi combat secara keseluruhan ikut terdampak saat kamu tidak lagi terikat dalam animasi. Jadi secara singkat, game ini punya banyak animasi dan manuver keren yang sudah memadai, tapi dari sisi eksekusi hingga sensasi kontrolnya yang malah terasa kurang memuaskan atau memiliki impact. Eksekusi serangan di gamenya juga relatif mudah, sehingga tidak menuntutmu untuk menguasai skill tersendiri seperti yang bisa didapat seperti di game-game Devil May Cry misalnya.

Ternyata Ada Elemen RPG

Jika ada satu bagian yang cukup membuat kami terkejut, maka ini berhubungan dengan elemen RPG yang bisa didapati di gamenya. Bukan berarti kami mendapat kesan positif, karena ini lebih ke pengaplikasiannya yang terasa dipaksakan atau tidak perlu. Elemen RPG ini bisa kamu dapati di sisi kustomisasi karakter di mana Kaser memiliki beragam stats khusus hingga resistance yang sebagian besar dipengaruhi senjata utama. Kamu bisa meningkatkan stats dari senjata dengan menambahkan aksesoris dengan maksimal enam slot. Kerennya setiap aksesoris harus dipasang langsung ke senjata yang posisinya bisa kamu atur dengan bebas dan akan terlihat secara fisik, sebuah opsi kustomisasi yang menurut kami harus lebih banyak diimplementasikan ke game lain untuk menambah sentuhan personal ke equipment.

Selain itu kamu bisa ikut menambah stats berupa bonus situasional dari Trinkets, contohnya yang bisa meningkatkan seranganmu selama beberapa detik saat berhasil mengeksekusi perfect dodge. Tidak ketinggalan ada tambahan skill tree yang tidak hanya berguna untuk membuka skill baru, tapi juga peningkatan stats pasif. Tiap senjata sudah dibekali skill tree masing-masing, sehingga ini termasuk bagian yang bisa memaksimalkan replayability gamenya semisal kamu ingin berfokus ke satu senjata saja untuk tiap playthrough. Selebihnya kustomisasi di game ini mencakup akses ke ragam kekuatan Arena dengan slot maksimal tiga skill, jadi kamu tidak bisa menggunakan semuanya dan mungkin harus switch dari waktu ke waktu, apalagi saat berhasil mendapat skill yang lebih tangguh.

Lalu kenapa kami menyebut elemen RPG di gamenya tidak perlu atau terasa dipaksakan? Ini karena dalam skenario combat langsung, kami sama sekali tidak merasakan adanya perbedaan signifikan. Dengan pacing combat super cepat yang lebih mengandalkan seberapa efisien gaya bermainmu, semua stats yang berusaha kamu maksimalkan hanya terasa seperti bonus sampingan. Beda cerita jika kamu memang suka game dengan elemen RPG terlepas dari seberapa signifikan efeknya, maka ini mungkin termasuk bagian yang bisa kamu apresiasi dari Lost Soul Aside, apalagi dengan sentuhan kustomisasi keren untuk aksesoris senjata yang menurut kami juga termasuk ide keren.

Kesimpulan

Meski keluar dengan impresi yang lebih negatif, kami merasa kalau Lost Soul Aside masih punya daya tarik di beberapa bagian terutama pada combatnya yang relatif seru meski tidak lepas dari kurangnya polesan di sisi kualitas. Tapi sebagian besar aspek lain bahkan hingga permasalahan teknisnya menurut kami benar-benar sangat mempengaruhi pengalaman bermain. Sebagai game yang sudah melalui fase pengembangan super panjang hingga mendapat dukungan dari Sony sebagai bagian PlayStation China Hero Project, tidak salah tentunya bagi siapa saja untuk mengharapkan kualitas lebih tinggi, apalagi untuk game yang sampai dibanderol di harga penuh sesuai standar AAA modern.

Melihat bagaimana gamenya terlihat lebih dipoles pada build di tahun 2018 lalu, ini tentu membuat kami penasaran mengenai apa yang sebenarnya terjadi di fase pengembangan dan semisal pihak developer harus terus melakukan revisi secara konstan. Apapun alasannya, sisi quality control mereka di sini memang patut dipertanyakan dan semoga bisa lebih berkembang baik pada proyek barunya di masa depan.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.



Borderlands 4 Rilis 12 September!


Ingin mendapat update terkini dari Borderlands 4? Halaman all-in-one kami sudah merangkum berita, gameplay, ulasan, hingga perbandingan edisi penjualan yang bisa membantumu mendapat semua informasi sebelum memutuskan untuk terjun ke gamenya!



Kunjungi Halaman


Sampai jumpa di Kairos!



Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun Twitter dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

The Review

Lost Soul Aside

PROS

  • Penuh karakter wanita yang waifuable
  • Kustomisasi senjata dengan gimmick menarik
  • Combat yang terkadang lumayan seru
  • Sisi replayability yang cukup kuat

CONS

  • Jalan cerita dengan pacing buruk, momen klise, dan karakter yang kurang berkesan
  • Beberapa permasalahan teknis yang cukup menganggu hingga menghambat progress
  • Pergerakan karakter yang “floaty” dan terkadang kurang responsif
  • Elemen RPG yang terasa aneh untuk diimplementasikan
  • Kurang polesan di semua aspek

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-lost-soul-aside-ekspektasi-seadanya-yang-masih-gagal-terjawab/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *