5 Rekomendasi Game Grinding Terpopuler dan Terseru
Ringkasan Artikel

  • Game grinding: gameplay loop berulang seperti farming, naik level, loot, dan crafting untuk mendapatkan progress signifikan.
  • Memberi kepuasan lewat progress nyata, ritme santai, dan pencapaian yang bikin pemain betah bermain berjam-jam.
  • Risiko: desain buruk membuat monoton, menyebabkan burnout, atau mendorong pembelian booster lewat microtransaction.
  • Rekomendasi: Stardew Valley, Monster Hunter: World, Warframe, Path of Exile, Genshin Impact.

5 Daftar Game Grinding Terpopuler dan Terseru

Bagi kamu yang ingin bermain lama tetapi dengan progress yang berasa, kamu bisa memainkan game grinding.

Game grinding adalah game yang mengajak pemain untuk mengulang aktivitas tertentu seperti farming item, naik level, mencari resource atau upgrade karakter supaya lebih kuat.

Meskipun repetitive, inilah yang menjadi keseruannya untuk mendapatkan hasil atau progress signifikan.

Dengan mendapatkan item langka, naik level atau build karakter bisa membuat pemain betah memainkannya.

Genre ini memberikan keseruan dan kepuasan kepada setiap pemainnya. Bagi beberapa pemain, proses menuju pencapaian yang membuat ketagihan.

Di artikel ini adalah daftar game grinding terpopuler dan terseru yang bisa kamu coba mainkan ketika waktu luang!

Baca juga:

Apa itu Game Grinding?

game grinding (3)
Noita (Sumber: Krypto Mac/YouTube)

Game grinding merupakan game yang berfokus pada proses mengulang aktivitas tertentu untuk mendapatkan progress.

Biasanya, aktivitas tersebut seperti melawan musuh berkali-kali, farming item, mengumpulkan resource, naik level, upgrade gear, crafting hingga unlock fitur baru.

Jadi, kamu yang berusaha supaya karakter atau akun-mu semakin kuat. Bagi beberapa orang, sangat suka game grinding karena bisa improve secara terus menerus.

Model game grinding cukup beragam seperti levelling yang harus mengumpulkan EXP untuk naik level atau unlock area baru, lalu loot grinding untuk mengumpulkan item langka, senjata OP atau armor terbaik.

Selain itu, ada resource grinding untuk mengumpulkan bahan untuk crafting, membangun base atau upgrade equipment. Lalu ada rank grinding seperti push tier atau leaderboard. Terakhir, ada grinding kosmetik seperti mendapatkan skin, mount, title atau achievement.

Genre yang sering digunakan di game grinding adalah Role-Playing Games (RPG), Massively Multiplayer Online Role-Playing Game (MMORPG), Survival, Open-World, Action, Looter Shooter, Strategy hingga Life Simulation.

Semua genre ini cocok karena memiliki progress panjang. Jadi semakin lama bermain, maka akan semakin banyak hal yang bisa dibuka.

Dengan gameplay loop yang berulang akan memberikan rewards di akhir game. Kamu bisa melakukan hal yang mirip berkali-kali dan setiap sesi-nya akan memberikan hasil seperti level naik, inventory full, damage semakin besar, unlock skill dan resource bertambah.

Oleh karena itulah, game grinding ini memiliki banyak pemain yang betah memainkannya dalam jangka waktu lama.

Kelebihan dari game grinding karena memberikan kepuasan kepada pemainnya. Semua pencapaian lebih terasa, bukan mendapatkan secara cuma-cuma.

Banyak pemain yang memainkan game grinding sambil santai karena ritmenya stabil dan tidak harus mikir.

Selain itu juga, game grinding ini membuat pemain bisa belajar efisiensi, membangun build, mengatur resource dan konsisten.

Namun kekurangannya, jika desain game buruk, grinding bisa menguras mental player-nya. Gameplay atau aktivitas terasa monoton, progress lama dan buang-buang waktu.

Terkadang, ada game yang sengaja membuat grind lebih lama supaya pemain harus membeli booster menggunakan uang sungguhan.

Jadi jika repetitive tanpa variasi, akan membuat pemain lebih mudah burnout dan bosan hingga akhirnya tidak loyal pada game tersebut.

Adapun hal menarik dari game grinding karena progress-nya. Jadi, akan mengalami peningkatan progress dan memberikan kepuasan kepada pemain.

Daftar Game Grinding Terpopuler

game grinding (4)
Noita (Sumber: Krypto Mac/YouTube)

Di bawah ini adalah beberapa daftar game grinding terpopule dan terseru yang bisa kamu mainkan sekarang juga, yaitu di antaranya sebagai berikut:

Stardew Valley

Stardew Valley
Stardew Valley (Sumber: Steam)

Game grinding pertama adalah “Stardew Valley” yaitu game simulasi pertanian dengan unsur Role-Playing Game (RPG) dan Life Simulation yang menjadi salah satu game grinding terbaik sepanjang masa.

Stardew Valley dikembangkan oleh Eric Barone dan diterbitkan oleh ConcernedApe untuk Microsoft Windows pada 26 Februari 2016. Lalu ke Linux, macOS, PlayStation 4, Xbox One, Nintendo Switch, PlayStation Vita, iOS, Android dan Nintendo Switch 2.

Jika melihat ratingnya di IMDb memperoleh 8.5/10, di Metacritic memperoleh score 89, di IGN memperoleh nilai 10/10 dari para pemainnya dan di Steam mendapatkan rating 98% “Overwhelmingyly Positive” dengan 858,984 reviews positif dari pemainnya.

Di Google PlayStore mendapatkan rating 4,7/5 dengan 198 ribu ulasan serta telah diunduh lebih dari 5 juta.

Sementara di App Store, memiliki rating sekitar 4,8/5 dengan lebih dari 63 ribu penilaian.

Selain itu juga, sepanjang 2026 ini, Stardew Valley telah meraih penjualan hingga 50 juta copy di semua platform dengan 26 juta copy di PC.

Untuk ukuran Stardew Valley cukup ringan, hanya sekitar 400 MB untuk Android, 463 MB untuk iOS dan 500 MB untuk PC.

Tipe game-nya berbayar dengan harga normal sekitar US$14.99 atau Rp. 115.999 di Steam (region Indonesia). Sementara di Google PlayStore seharga Rp. 70.000 dan di App Store seharga Rp. 89.000.

Genre utamanya adalah Farm Life Simulation dengan mode Single-Player dan Multiplayer.

Ceritanya, kamu akan mendapatkan warisan lahan pertanian dari kakek-mu. Di mana, kamu berasal dari kota dan pindah ke desa bernama Pelican Town untuk memulai hidup baru.

Dari ladang kosong yang tidak terurus, kamu akan membangun lahan perkebunan dan pertanian. Di sana kamu akan berkenalan dengan warga desa, membangun hubungan pertemanan, menikah, mengikuti festival, memancing, memasak, melawan monster, mencari rahasia Pelican Town hingga membantu komunitas.

Gameplay-nya berulang etapi bikin ketagihan, kamu harus bangun pagi untuk menyiram tanaman, memanen, menjual hasil kebun, membuat bibit baru, upgrade alat, mengeksplor tambang, mengumpulkan resource dan tidur.

Dari yang tadinya memiliki sedikit uang, lama-lama kamu akan menjadi kaya raya karena mendapatkan penghasilan dari penjualan kebun.

Jadi semua progress permainan-mu terlihat lebih jelas dan membuat-mu ingin terus bermain hingga berjam-jam.

Stardew Valley disebut game grinding karena keseruannya terletak pada progress bertahan melalui aktivitas berulang.

Kamu akan terus farming tanaman untuk dijual dan mendapatkan penghasilan, mining material, memancing, meningkatkan skill level, mencari item langka dan unlock area baru.

Setiap Season membuat target baru, setiap upgradenya membuat hidup lebih mudah dan setiap pencapaian selalu membat terasa lebih puas. Jadi, tidak akan merasa lelah karena kamu akan mendapatkan hasilnya.

Hal yang membuat Stardew Valley menjadi favorit hingga saat ini karena sistem grind-nya terasa chill dan bermakna.

Kamu tidak akan mengejar angka atau item, tetapi membangun kehidupan yang tentram dan nyaman di sana.

Monster Hunter: World

Monster Hunter: World
Monter Hunter: World (Sumber: Steam)

Game grinding kedua adalah “Monster Hunter: World” yaitu game Role-Playing Game (RPG) dengan tema berburu monster raksasa sekaligus menjadi salah satu series Monster Hunter tersukses karena lebih friendly untuk newbie.

Monster Hunter: World dikembangkan dan diterbitkan oleh Capcom untuk PlayStation 4 dan Xbox One pada 26 Januari 2018, lalu ke Microsoft Windows pada 9 Agustus 2018.  

Apabila melihat ratingnya di IMDb memperoleh 7.5/10, di Metacritic memperoleh score 90, di IGN memperoleh nilai 9.5/10 dari para pemainnya dan di Steam mendapatkan rating 92% “Very Positive” dengan 310,589 reviews positif dari pemainnya.

Penjualan globalnya telah tembus hingga puluhan juta copy hingga menjadi salah satu game terlaris dari Capcom.

Untuk ukuran Monster Hunter: World berkisar 52 GB untuk PC, sementara di Xbox dan PlayStation 4 berkisar 30+ GB.

Monster Hunter: World memiliki ukuran game yang cukup besar, apalagi jika ditambah expansi Iceborne sehingga harus menyiapkan storage puluhan GB.

Tipe gamenya berbayar dengan harga normal sekitar US$29.99 atau Rp. 389.000 di Steam (region Indonesia). Sementara, di PlayStation Store seharga Rp. 279.000 dan di Xbox Store seharga US$ 19,99 atau Rp. 345.000.

Genre utamaya adalah Action Role-Playing (RPG) dengan mode Single-Player dan Multiplayer.

Cerita Monster Hunter: World ini berfokus pada ekspedisi ke wilayah baru bernama New World. Kamu berperan sebagai Hunter yang mengikuti Research Commission untuk menyelidiki migrasi misterius pada Elder Dragon terutama monster bernama Zorah Magdaros. Kamu juga akan berburu monster dan berkembang menjadi Hunter Life.

Gameplay-nya akan membuat ketagihan, kamu akan mengambil quest, melacak monster melalui jejak, melawan monster di map, mengambil material dari hasil buruan.

Material tersebut digunakan untuk membuat armor dan senjata baru. Setelah gear-mu kuat, kamu bisa melawan monster yang lebih mengerikan.

Ada 14 jenis senjata dengan style bermain yang berbeda, di mana kamu bisa memiliki identitas sendiri. Bisa menggunakan pedang besar, panah, hammer, tombak hingga senjata hybrid yang bisa dimiliki.

Monster Hunter: World disebut game grinding karena progressnya berawal dari proses farming dan rewarding.

Kamu akan terus menjadi Hunter Monster untuk mendapatkan tanduk langka, ekor rare, gem susah drop atau material spesifik untuk craft gear supaya lebih kuat.

Adapun yang membuat Hunter Monster: World ini berbeda karena harus nge-grind dengan skill sehingga harus memahami serangan monster, timing dodge, posisi menyerang, penggunaan trap, item dan koordinasi bersama tim.

Jadi, progress-mu meningkat, baik dari angka damage ataupun skill. Oleh karena itu, banyak pemain yang merasa puas setelah berhasil mengalahkan monster.

Warframe

Warframe
Warframe (Sumber: Steam)

Game grinding ketiga adalah “Warframe” yaitu game action-RPG bertema Sci-Fi yang menggabungkan tembak-tembakan, melee combat, parkour super cepat dan sistem loot/grinding.

Warframe dikembangkan dan diterbitkan oleh Digital Extremes untuk Microsoft Windows pada 25 Maret 2013, lalu ke PlayStation 4, Xbox One, Nintendo Switch, PlayStation 5, Xbox Series X/S, iOS, Android dan Nintendo Switch 2.

Jika melihat ratingnya di IMDb memperoleh 7.2/10, di Metacritic memperoleh score 64, di IGN memperoleh nilai 8.6/10 dari para pemainnya dan di Steam mendapatkan rating 91% “Very Positive” dengan 660,237 reviews positif dari pemainnya.

Di Google PlayStore mendapatkan rating 4,3/5 dengan 24,7 ribu ulasan serta telah diunduh lebih dari 1 juta.

Sementara di App Store, memiliki rating sekitar 4,9/5 dengan lebih dari 23 ribu penilaian.

Jumlah pemain aktifnya stabil, di momen update besar untuk peak concurrent player di Steam mencapai lebih dari 175 ribu.

Ukuran game ini membutuhkan storage 50 GB di PC, sementara di Xbox dan PlayStation berkisar 45 – 50 GB, di Nintendo Switch berkisar 20 – 22 GB, di Android dan iOS berukuran 4 GB.

Tipe game-nya adalah Free-to-Play (F2P) alias gratis diunduh dan gratis dimainkan, namun dengan In-Game Purchases (Microtransaction) opsional untuk pembelian kosmetik, slot inventory atau item tertentu.

Genre utamanya adalah Action Role-Playing (RPG), Third-person shooter, Massively Multiplayer Online (MMO) dengan mode Single-Player dan Multiplayer.

Ceritanya berada di masa depan jauh ketika tata surya dikuasai berbagai faksi seperti Grineer, Corpus dan Infested.

Kamu berperan sebagai Tenmo sang prajurit misterius yang mengontrol armor biomekanik bernama Warframe.

Setiap Warframe memiliki skill unik, jadi seperti memiliki banyak karakter dalam satu akun. Seiring berjalannya cerita, kamu akan mengetahui rahasia asal-usul Tenmo, konflik antar faksi hingga ancaman besar yang bisa mengubah nasib galaksi.

Gameplay-nya cepat, flashy dan bikin ketagihan. Kamu akan menjalankan misi, membunuh musuh, melompat dinding, slide, dash, spam skill dan mengambil resource serta blueprint.

Dari hasil misi tersebut, kamu bisa membuat senjata baru, Warframe baru, companion, kendaraan hingga build.

Selain itu juga, ada banyak mode seperti story quest, open-world, survival, defense, boss hunt, relic farming, clan system, tranding dan seasonal event.

Warframe menjadi game grinding karena progressnya berasal dari proses farming terus menerus yang memberikan rewards di akhir.

Kamu akan mengulang misi untuk mencari material langka, membuka relic demi part rare, meningkatkan rank equipment, mengumpulkan mod, craft Warframe baru dan membuat build OP.

Hampir semua pencapaian besar membutuhkan waktu lama, strategi dan konsisten. Jadi, setiap run selalu berpeluang untuk mendapatkan sesuatu berguna supaya akunmu semakin kaya, koleksi lengkap dan damage semakin besar.

Adapun yang membuat game grinding ini berbeda karena kamu bisa menjadi kolektor, trader, speedrunner, pemburu lore atau builder.

Itulah alasannya mengapa banyak pemain yang betah memainkan Warframe hingga berjam-jam.

Path of Exile

Path of Exile
Path of Exile (Sumber: Steam)

Game grinding keempat adalah “Path of Exile” yaitu game Action-RPG online bertema dark fantasy yang menjadi ‘Raja’ di game grinding genre ARPG.

Sejak awal, Path of Exile populer karena memiliki build super dalam, loot berlimpah dan progress yang membuat pemain betah.

Path of Exile dikembangkan dan diterbitkan oleh Grinding Gear Games untuk Microsoft Windows pada 23 October 2013, lalu ke Xbox One, PlayStation 4 dan macOS.

Jika melihat ratingnya di IMDb memperoleh 7.8/10, di Metacritic memperoleh score 86, di IGN memperoleh nilai 7.6/10 dari para pemainnya dan di Steam mendapatkan rating 88% “Very Positive” dengan 246,760 reviews positif dari pemainnya.

Jumlah pemain aktif-nya stabil bahkan saat ada update besar bisa meningkat. Selain itu juga peak concurrent player di Steam mencapai lebih dari 228 ribu.

Ukuran game ini membutuhkan storage 40 GB di PC, di Xbox One berkisar 8 GB dan PlayStation berkisar 15 GB.

Tipe gamenya adalah Free-to-Play (F2P) alias gratis di download dan dimainkan, namun dengan monetisasi kosmetik, stash tab dan item.

Genre utamanya adalah Action Role-Playing (RPG), Hack and Slash, Dungeon Crawler, Loot-Based RPG dengan mode Single-Player dan Multiplayer. Bagi kamu yang suka dengan game suasana dunia rusak full monster, magic dan mystery kamu bisa memainkan game ini.

Ceritanya dimulai ketika kamu diasingkan ke benua terkutuh bernama Wraeclash. Kamu adalah seorang ‘Exile’ yaitu orang yang dibuang tetapi harus bertahan hidup di tempat full monster, bandit dan kekuatan kuno.

Dari yang awalnya orang buangan biasa, kamu akan menjadi sosok kuat yang bisa melawan dewa, makhluk seram dan ancaman besar.

Gameplaye-nya cukup mendalam, kamu bisa memilih class dasar, build karakter melalui passive skill tree raksasa. Skill-nya pun menggunakan gem yang dipasang ke equipment.

Jadi, skill karakternya dari Class, kombinasi skill gem, support gem, gear dan strategy build. Selain itu juga, ada build summon, racun, ledakan api, petir, tank, speed clear hingga build absurd.

Path of Exile menjadi game grinding karena progressnya berawal dari farming yang terus-menerus. Kamu akan masuk ke map, membunuh musuh, mencari currency, loot item langka, re-roll equipment, crafting gear dan mengulang dungeon untuk mendapatkan hasil lebih baik.

Semakin lama kamu bermain, maka kamu akan memiliki resource lebih banyak dan build-mu semakin kuat.

Adapun yang membuat Path of Exile lebih baik karena grind-nya sangat seru, kamu bisa mengejar level, mengejar ekonomi, memaksimalkan build, rare drop, mengalahkan boss dan farming.

Bagi kamu yang suka mikir, mengulik atau senang melihat karakter menjadi mesin pembantai, kamu bisa memainkan Path of Exile.

Genshin Impact

game grinding (1)
Genshin Impact (Sumber: Google PlayStore)

Game grinding terakhir adalah “Genshin Impact” yaitu game RPG-Open World bertema fantasy yang mengombinasikan explorasi luas, pertarungan elemen, story panjang dan sistem progress karakter yang mendalam.

Sejak awal perilisannya, game ini langsung hype karena visual-nya setara dengan game konsol meskipun bisa dimainkan di smartphone.

Genshin Impact dikembangkan miHoYo dan diterbitkan oleh miHoYo (China) serta HoYoverse (Global) untuk Android, iOS, PlayStation 4 dan Microsoft Windows pada 28 September 2020. Lalu, PlayStation 5, Xbox Series X/S dan HarmonyOS NEXT.

Ratingnya di IMDb memperoleh 7.4/10, di Metacritic memperoleh score 81, di IGN memperoleh nilai 9/10 dari para pemainnya.

Di Google PlayStore mendapatkan rating 4,0/5 dengan 5,11 juta ulasan serta telah diunduh lebih dari 100 juta.

Sementara di App Store, memiliki rating sekitar 4,3/5 dengan lebih dari 564 ribu penilaian.

Selain itu juga, Genshin Impact telah menghasilkan miliaran dollar dari platform mobile bahkan sempat menjadi salah satu game mobile berpendapatan tinggi di dunia.

Ukuran game ini membutuhkan storage 9 GB di PC, di Xbox X/S dan PlayStation berkisar 100 GB, HarmonyOS NEXT berkisar 25GB, di iOS berkisar 4 GB dan Android berkisar 592 MB.

Tipe gamenya adalah Free-to-Play (F2P) alias gratis di download dan dimainkan, namun dengan sistem In-Game Purchases (Microtransaction) opsional melalui gacha untuk mendapatkan karakter dan senjata tertentu.

Genre utamanya adalah RPG-Open World Adeventure, Anime RPG dan Live Service Game dengan mode Single-Player dan Multiplayer. Dunia Genshin Impact bernama Teyvat yaitu tempat yang terbagi ke dalam beberapa region dengan culture, elemen dan story berbeda.

Kamu akan berperan sebagai Traveler yaitu anak dari dunia lain yang terpisah dengan saudara kembarnya karena dewa misterius.

Tujuannya adalah menjelajahi Teyvat untuk mencari saudara kembar yang hilang dan mengungkap rahasia dari dunia tersebut.

Sepanjang perjalanan, kamu akan bertemu dengan karakter unik, konflik politik, dewa, organisasi misterius dan berbagai ancaman.

Gameplay-nya sangat seru, kamu bisa memanjat gunung, berenang, gliding, unlock chest, menyelesaikan puzzle, melawan boss, masuk ke domain dan mengikuti main quest dan side quest.

Sistem combat-nya menggunakan elemen seperti Pyro, Hydro, Electro, Cryo, Dendro, Geo dan Anemo. Setiap elemen bisa dikombinasikan menjadi reaksi yang membuat war lebih strategis.

Kamu memiliki empat karakter dalam satu tim dan bisa berganti karakter secara real-time dan membuat combo skill.

Genshin Impact disebut game grinding karena progress-nya berawal dari aktivitas farming yang berulang.

Kamu mengumpulkan material untuk naik level karakter, farming artifact untuk stat, mencari bahan ascension, melawan boss, mengumpulkan senjata, upgrade talent dan menyelesaikan daily commission.

Semua target di Genshin Impact tidak instan diselesaikan, sehingga harus membutuhkan waktu dan bisa dilakukan setiap hari.

Sistem stamina bernama Resin bisa membuat pemain login setiap hari untuk farming resource sehingga loop daily dan weekly menjadi pengalaman bermainnya.

Adapun yang membuat grinding di Genshin Impact seru karena reward-nya ada dan banyak. Kamu bisa menjadi damage dealer dengan build serius, lalu Artifact bisa mengubah performamu.

Selain itu juga, proses farming-nya lebih seru karena kamu akan melihat dunia yang indah, musik keren, story update dan karakter yang memanjakan mata.

Baca juga:

Nah, itulah informasi tentang daftar Game Grinding yang bisa kamu mainkan saat bosan. Yuk, mainkan sekarang juga!

Rekomendasi Produk MLBB

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://www.vcgamers.com/news/daftar-game-grinding-terpopuler-dan-terseru/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *