Wawancara CODE VEIN II dengan Keita Iizuka dan Hiroshi Yoshimura - Bahas Tuntas Sekuel Soulslike Anime yang Siap Rilis Bulan Ini!

Dikemas sebagai sekuel yang lumayan dinanti untuk franchise soulslike anime andalan Bandai Namco, CODE VEIN II terlihat membawa beragam evolusi yang cukup besar dalam aspek desain dunia, cerita, dan fondasi tematik baru dengan tema perjalanan melintasi waktu. Untuk memahami lebih dalam mengenai gamenya, tim kami kebetulan sudah terlibat dalam sesi wawancara dengan produser Keita Iizuka dan director Hiroshi Yoshimura yang sudah berbagi banyak insight menarik mengenai CODE VEIN II.

Hiroshi Yoshimura dan Keita Iizuka

Dua Timeline dalam Satu Dunia yang Menuju Akhir

CODE VEIN II menghadirkan dua timeline yang terbagi antara masa kini dan masa lalu. Keduanya sama-sama berada di dunia yang telah runtuh, tetapi menyampaikan kondisi emosional yang sangat berbeda. Masa kini digambarkan sebagai titik akhir dari kehancuran, sementara masa lalu menunjukkan dunia yang masih bertahan dalam keseimbangan rapuh antara manusia dan Revenant. Keita Iizuka menjelaskan kalau timeline masa kini adalah fase di mana dunia benar-benar berada di ujung tanduk, “Di timeline saat ini, dunia sedang menghadapi kehancuran total, dengan ancaman yang sangat besar dan perasaan kiamat yang kuat.”

Sebaliknya, masa lalu memperlihatkan dunia yang masih berfungsi, meski jauh dari kata utuh. Manusia masih hidup, dan Revenant masih berupaya menjaga tatanan, “Di timeline masa lalu, meskipun dunia juga hancur, dunia tersebut masih dipertahankan oleh Revenant bersama manusia. Saya ingin pemain bisa merasakan perbedaan antara masa kini dan masa lalu, sekaligus merasakan berjalannya waktu.”

Untuk memperkuat ancaman di masa kini, tim menghadirkan simbol visual ekstrem. Hiroshi Yoshimura menjelaskan makna di balik Luna Rapacis, “Bulan memiliki makna penting bagi Revenant. Dengan menunjukkannya dalam kondisi sepenuhnya rusak, kami ingin menunjukkan kalau dunia sedang menuju kehancuran, dan bagaimana baik manusia maupun Revenant sama-sama menghadapi kematian.”

Cerita Baru Tanpa Menghapus Masa Lalu

Meski menyandang angka “2”, CODE VEIN II sepenuhnya berdiri sebagai cerita baru. Keputusan ini tidak diambil secara ringan, melainkan berangkat dari keinginan untuk menghormati pengalaman emosional pemain di game pertama. Menurut Yoshimura, perjalanan waktu menjadi faktor penentu dalam keputusan tersebut, “Jika game sebelumnya dan game ini berada di timeline yang sama, sebagian pemain mungkin ingin mengubah masa lalu dari seri sebelumnya. Namun, kenangan cerita, pengalaman, dan karakter dari game sebelumnya adalah milik pemain.”

Karena itulah tim memilih untuk tidak menyentuh cerita lama secara langsung, “Kami merasa tidak pantas untuk mengubah atau menimpa pengalaman tersebut. Itulah alasan utama kami membangun dunia dan cerita yang sepenuhnya baru.” Pendekatan ini membuat CODE VEIN II tetap terasa akrab secara tema, namun segar dari sisi narasi.

Mengenai Sistem Partner

Partner system kembali menjadi fondasi utama CODE VEIN II. Namun, fungsinya tidak hanya sebagai pendamping bertarung, melainkan sebagai bagian dari proses belajar pemain. Iizuka menjelaskan kalau tingkat kesulitan adalah bagian penting dari identitas seri, “Sisi action di seri ini memang cukup sulit, terutama bagi pemain pertama kali. Partner system bukan dibuat hanya untuk menurunkan tingkat kesulitan, tetapi untuk memberi ruang bagi pemain untuk belajar.”

Melalui percobaan berulang, pemain didorong untuk memahami sistem secara alami, “Dengan mencoba kembali pertempuran, pemain bisa mendapatkan kesadaran dan pemahaman baru. Hal itu mendorong mereka untuk mencoba strategi yang berbeda-beda.” Tapi pada sisi lain, hubungan emosional juga menjadi elemen yang tidak kalah penting. Ikatan dengan partner memberi alasan naratif dan emosional untuk terus melaju, bahkan setelah berkali-kali gagal.

Kebebasan Bertarung dan Filosofi Senjata

Beragam senjata di Code Vein 2 dirancang untuk mendukung berbagai gaya bermain, bukan untuk membatasi pemain pada pendekatan tertentu. Tidak ada senjata “wajib” untuk boss tertentu, dan tidak ada satu strategi yang dianggap paling benar.

Yoshimura menegaskan kalau kebebasan adalah nilai utama, “Kami sangat menghargai kebebasan memilih. Penting bagi pemain untuk membangun gaya bermain favorit mereka sendiri dalam menghadapi berbagai musuh.” Pendekatan ini memungkinkan pemain setia pada satu senjata dari awal hingga akhir, atau terus bereksperimen tanpa merasa dihukum oleh desain game.

Eksplorasi yang Mengandalkan Insting

Code Vein 2 tetap menghindari waypoint konvensional. Alih-alih diarahkan secara eksplisit, pemain dipandu lewat pencahayaan, struktur level, dan jejak lingkungan. Yoshimura menjelaskan filosofi di balik desain ini, “Kami ingin pemain menemukan jalan mereka sendiri tanpa waypoint yang terlalu jelas. Dengan mempelajari geografi area, pemain bisa menemukan hal-hal baru.” Pendekatan ini membuat eksplorasi terasa lebih personal dan memperkuat rasa berada di dunia yang asing dan runtuh.

Revenant, Darah, dan Evolusi Sistem Gameplay

Tema perjalanan waktu juga memengaruhi redefinisi Revenant. Jika sebelumnya fokus pada parasit dan keabadian, kini simbol kekuatan mereka adalah jantung emas dan darah emas. Yoshimura menjelaskan perubahan tersebut, “Simbol kekuatan Revenant adalah jantung emas dan darah emas di dalam tubuh mereka. Protagonis menerima jantung ini, dan itulah yang menjadi inti dari mekanik game.”

Dari sisi gameplay, sistem combat dipadatkan agar lebih fleksibel. Iizuka menegaskan kalau penyederhanaan tidak berarti kehilangan kedalaman, “Combat tetap berpusat pada drain attack untuk mendapatkan ichor, lalu menggunakan ichor untuk mengaktifkan skill. Namun, kami menyempurnakan kontennya agar strategi bertarung lebih bebas.”

Pilihan Pemain dan Skala Petualangan

Meski memiliki alur utama yang jelas, CODE VEIN II memberi pemain kebebasan dalam menentukan urutan beberapa misi besar, terutama yang berkaitan dengan masa lalu karakter tertentu. Pendekatan ini memberi rasa kendali tanpa mengorbankan struktur cerita. Dari sisi durasi, cerita utama diperkirakan memakan waktu 30 hingga 40 jam, dengan potensi lebih panjang bagi pemain yang ingin menjelajahi jalur alternatif dan kembali ke masa lalu.

Pada akhirnya, CODE VEIN II dirancang sebagai evolusi, bukan sekadar pengulangan. Tantangan terbesarnya adalah menjawab ekspektasi pemain modern tanpa menghilangkan identitas seri, sehingga ini jadi sebuah keseimbangan yang ingin dijaga oleh tim pengembang sepanjang proses produksinya.

Yoshimura ikut memberi refleksi mengenai perjalanan panjang pengembangan sekuel ini, “Sudah enam hingga tujuh tahun sejak Code Vein terakhir dirilis, dan pengembangan game ini juga memakan waktu yang hampir sama. Selama periode tersebut, pasar game action telah berkembang pesat dan ekspektasi pemain juga meningkat. Tantangan terbesar kami adalah memenuhi tuntutan tersebut sambil tetap setia pada identitas seri dan mempertahankan pendekatan bercerita yang berfokus pada karakter.”

Bagi yang tertarik dengan gamenya tidak perlu menunggu lama, karena CODE VEIN II sudah ditargetkan rilis pada 30 Januari nanti untuk PlayStation 5, Xbox Series, dan PC.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/wawancara-code-vein-ii-dengan-keita-iizuka-dan-hiroshi-yoshimura-bahas-tuntas-sekuel-soulslike-anime-yang-siap-rilis-bulan-ini/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *