[TGS 2025] Wawancara Final Fantasy Tactics The Ivalice Chronicles dengan Square Enix - Memahami Proses Remaster yang Begitu Menantang!

Sudah jadi pengetahuan umum rasanya kalau Final Fantasy Tactics menjadi bagian legenda selama hampir 30 tahun di industri game, dan versi terbarunya yang diberi judul Final Fantasy Tactics – The Ivalice Chronicles berupaya menghadirkan pengalaman klasik tersebut ke platform modern tanpa kehilangan esensi aslinya. Dalam wawancara terbaru yang tim kami hadiri di minggu ini, Director Kazutoyo Maehiro dan Producer Shoichi Matsuzawa telah berbagi insight menarik mengenai proses pengembangan, tantangan yang dihadapi, dan keputusan kreatif yang membawa game ini hingga bisa kembali hidup.

Proses Pemilihan Pengisi Suara

Salah satu aspek yang paling banyak dibicarakan penggemar adalah bagaimana karakter akan dihidupkan melalui suara. Banyak pemain memiliki ekspektasi tertentu, terutama untuk versi bahasa Jepang. Maehiro menjelaskan, “Sulit untuk memenuhi 100% ekspektasi setiap pemain, tapi kami berusaha semaksimal mungkin agar suara karakter sesuai dengan gambaran yang ada. Kami juga melibatkan Matsuno-san, penulis naskah versi original. Jadi untuk versi Jepang, kami merasa berhasil memilih pengisi suara yang cocok dengan karakter.”

Untuk versi bahasa Inggris, pengisi suara ternama seperti Ben Starr dan Brianna White ikut ambil bagian. Maehiro menambahkan, “Kami memilih pengisi suara yang sesuai dengan visi kami untuk karakter ini. Bahkan jika mereka sudah bekerja di judul Final Fantasy lain, fokus kami adalah bagaimana suara mereka membawa karakter Final Fantasy Tactics hidup.”

Shoichi Matsuzawa ikut menekankan pentingnya pemilihan aktor British, “Kami ingin British English karena latar game abad pertengahan terasa lebih sesuai, memberikan nuansa yang lebih autentik pada dunia Ivalice.” Proses casting versi bahasa Inggris dilakukan secara cermat, dengan audisi yang dipandu oleh Tom Mills di Jepang, memastikan bahwa karakter tetap konsisten antara versi Jepang dan Inggris.

Mempertahankan Esensi Klasik dan Menambahkan Fitur Baru

Membuat remake dari sebuah seri klasik bukanlah hal mudah. Tantangannya adalah mempertahankan gameplay yang dicintai sambil menambahkan fitur modern yang meningkatkan kenyamanan bermain. Maehiro menjelaskan, “Tujuan utama kami adalah agar pemain lama maupun baru dapat menikmatinya. Kami tidak ingin merusak gameplay dan cerita mendalam Final Fantasy Tactics. Fokus kami adalah menambahkan fitur yang meningkatkan playability dan QoL pemain.”

Selain itu, mereka menyesuaikan mekanik dan sistem job agar lebih mudah diakses, tanpa mengubah keseimbangan asli. Tiga level kesulitan ditambahkan untuk pemain yang ingin fokus pada cerita atau mencari tantangan maksimal. Matsuzawa juga menyoroti kemudahan bermain, “Bahkan mekanik pertempuran seperti perkiraan damage sekarang ditampilkan di layar, membuat gameplay lebih intuitif dan mudah dipahami, terutama untuk pemain baru.”

Cerita, Dialog, dan Voiceover

Salah satu inovasi terbesar adalah penambahan voiceover penuh. Maehiro menjelaskan bahwa ini bukan sekadar menambahkan suara, “Versi original tidak memiliki voiceover; dialog ditulis untuk dibaca. Jika dibacakan langsung, bisa terasa tidak alami. Kami memperbaiki naskah, menambahkan interaksi antar karakter, dan memastikan pacing terasa alami untuk menonjolkan emosi karakter.”

Sistem kompleks seperti Zodiac dan Bravery/Faith juga diperjelas. Panduan, tips, dan penjelasan parameter kini tersebar di seluruh game, memudahkan pemain baru memahami mekanik tanpa harus menebak. Ini membuat pengalaman bermain lebih menyenangkan, sambil tetap mempertahankan kedalaman strategis.

Pendekatan Visual Baru dan Identitas Game 

Final Fantasy Tactics dikenal dengan kombinasi unik antara grafis pixel dan peta 3D asimetris. Maehiro menekankan, “Art pixel dan peta asimetris 3D adalah identitas visual Final Fantasy Tactics. Untuk versi baru, kami memakai gaya HD-2D agar tetap mempertahankan pesonanya sekaligus menambah kehangatan visual.” Tujuannya adalah memberikan pengalaman visual yang segar bagi pemain baru, tetapi tetap membuat penggemar lama merasa seperti berada di dunia Ivalice yang mereka kenal dan cintai.

Mengenai Versi Nintendo Switch 2

Salah satu hal yang sangat disayangkan untuk pemasaran versi Nintendo Switch 2 termasuk yang ikut dialami sekian banyak game lain adalah ketersediannya dalam bentuk kode download. Menanggapi hal ini, Matsuzawa menjelaskan, “Kami ingin memastikan jalur upgrade dari Switch 1 ke Switch 2. Membuat cartridge fisik lebih mahal, jadi dengan kode unduhan, kami bisa menghadirkan versi fisik sekaligus tetap memudahkan upgrade.”

Langkah tersebut juga memungkinkan pihak developer untuk menjaga kualitas game sekaligus menjangkau lebih banyak pemain tanpa hambatan distribusi versi fisik. Jadi meski memang sangat disayangkan, ternyata ada berbagai faktor yang harus dipertimbangkan dalam hal ini.

Inspirasi Remake dan Dukungan Global

Maehiro membagikan motivasinya dalam pembuatan remake, “Bermain versi original Final Fantasy Tactics menguatkan kesan kalau game ini timeless. Meski hampir 30 tahun, desain dan ceritanya tetap luar biasa. Kami ingin pemain baru yang belum pernah mencoba dapat merasakan pengalaman ini.”

Selain itu, pihak developer juga mempertimbangkan dukungan bahasa tambahan, terutama untuk Asia. Matsuzawa menyampaikan, “Kami aktif mempertimbangkan menambahkan bahasa untuk wilayah Asia. Respons positif dari komunitas sangat membahagiakan, dan kami ingin sebanyak mungkin pemain bisa merasakan Final Fantasy Tactics.”

Maehiro kemudian menambahkan, “Kami berharap semua orang dapat merasakan desain game dan cerita luar biasa yang ditawarkan Final Fantasy Tactics. Kami sungguh tidak menyangka mendapat respon positif sebesar ini, dan kami sangat berterima kasih atas dukungannya.”

Pesan Penutup 

Respon komunitas jelas jadi bagian penting dari perjalanan Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles. Square Enix pun menyadari betul arti dukungan ini dan menutup wawancara dengan pesan langsung untuk para pemain. Shoichi Matsuzawa memberi pesan “Terima kasih banyak atas dukungan semua orang. Kami masih meninjau kemungkinan menambahkan dukungan bahasa tambahan untuk wilayah Asia, dan berharap informasi resmi akan diumumkan segera.”

Sementara itu Kazutoyo Maehiro berpesan “Seperti yang disampaikan Matsuzawa-san, kami sedang aktif mempertimbangkan dukungan bahasa tambahan untuk Asia. Kami ingin semua orang dapat merasakan desain game dan cerita luar biasa dari Final Fantasy Tactics. Sekali lagi, terima kasih atas dukungan yang luar biasa ini.”

Dengan kombinasi visual baru, voiceover, penyesuaian mekanik, dan kesetiaan pada gameplay asli, Final Fantasy Tactics – The Ivalice Chronicles menjadi bukti kalau game klasik pun bisa dihidupkan kembali dengan cara yang segar tanpa kehilangan identitasnya.

Final Fantasy Tactics – The Ivalice Chronicles rencananya akan rilis global mulai 30 September untuk PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 1 & 2, dan PC. Detail lebih lengkap terutama untuk seleksi paket penjualannya bisa kamu cek lewat website resmi mereka DI SINI.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.



Borderlands 4 Rilis 12 September!


Ingin mendapat update terkini dari Borderlands 4? Halaman all-in-one kami sudah merangkum berita, gameplay, ulasan, hingga perbandingan edisi penjualan yang bisa membantumu mendapat semua informasi sebelum memutuskan untuk terjun ke gamenya!



Kunjungi Halaman


Sampai jumpa di Kairos!



Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun Twitter dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/tgs-2025-wawancara-final-fantasy-tactics-the-ivalice-chronicles-dengan-square-enix/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *