Setiap kali seri NBA 2K terbaru rilis, pertanyaan yang selalu muncul di kalangan pemain basket adalah sama: “Apakah ini cuma update roster tahunan, atau benar-benar ada hal baru yang terasa di lapangan?” Untuk NBA 2K26, jawabannya condong ke arah kedua. Memang game ini tidak sepenuhnya mengubah formula, tetapi ada sejumlah perbaikan signifikan yang langsung terasa begitu mulai bermain.
Dari gameplay yang lebih halus, AI yang lebih pintar, sampai detail visual yang makin realistis, NBA 2K26 menunjukkan peningkatan yang cukup berarti dibanding edisi sebelumnya. Mari simak review kami selengkapnya mengenai NBA 2K26!
Gameplay Lebih Halus, Lebih Cepat, Lebih Realistis

Hal pertama dan paling penting dalam membahas NBA 2K26 tentu saja gameplay. Tahun ini, pengalaman bermain di lapangan terasa lebih solid berkat banyak penyempurnaan yang membuat aksi bola basket jadi lebih mulus dan menyenangkan.
Perubahan yang paling terasa ada di Shot Meter. Kalau di NBA 2K25 sistem tembakannya terlihat keren tapi sangat menghukum pemain karena butuh timing hampir sempurna, kali ini semuanya terasa lebih intuitif. Mencapai titik “Excellent” saat melakukan tembakan jauh atau layup jadi lebih mudah dicapai, sehingga pemain lebih percaya diri untuk mencoba tembakan-tembakan sulit.

Animasi juga mengalami peningkatan besar. Gerakan signature dari para pemain bintang terlihat lebih natural dan realistis dibanding seri sebelumnya. Contohnya, point guard seperti Stephen Curry bisa melakukan floater dengan mulus, sementara big man bisa menarik skyhook ala Kareem Abdul-Jabbar dengan autentik. Ditambah hadirnya ProPLAY Motion Engine dan sistem Rhythm Shooting, dribble, tembakan, dan pergerakan pemain terasa jauh lebih hidup dan tidak kaku.
Meski menembak terasa lebih mudah, jangan kira permainan jadi lebih simpel. Justru AI kini jauh lebih pintar, terutama dalam bertahan. Menjalankan pick-and-roll misalnya, sudah tidak bisa sembarangan karena lawan bisa membaca situasi, melakukan rotasi cepat, bahkan menghukum kesalahan dengan tembakan tiga angka.

Kecepatan permainan juga meningkat. Transisi antar serangan lebih cepat, gerakan pemain lebih halus, dan tempo permainan terasa lebih seru. Memang masih ada sedikit masalah “rubber-banding” saat fast break—hal yang sudah lama dikeluhkan—tetapi tidak sampai merusak keseimbangan pertandingan. Justru, sebagian besar game kini terasa kompetitif hingga menit akhir, membuat setiap pertandingan tetap penuh drama ala NBA asli.
Hal lain yang patut dipuji adalah representasi para pemain bintang. Atlet dengan rating 85 ke atas terasa jauh lebih dominan, baik dalam serangan maupun gaya bermain. Mereka bisa menembus pertahanan, melakukan trik, bahkan mengeksekusi tembakan sulit dengan lebih meyakinkan. Ditambah animasi unik dan signature moves yang membuat tiap bintang terasa berbeda, kehadiran superstar benar-benar terasa seperti di lapangan nyata.
MyCareer Lebih Hidup, Tapi Masih Banyak Kekurangan

Mode MyCareer sejak lama jadi daya tarik utama NBA 2K, dan tahun ini mendapatkan perubahan yang cukup besar. Pemain kini tidak langsung dilempar ke NBA Draft, melainkan memulai perjalanan dari level sekolah. Di sini, kamu bisa ikut kejuaraan lokal, membangun reputasi, dan mengumpulkan prestasi sebelum akhirnya dilirik oleh tim NBA.
Yang menarik, perjalanan tidak hanya terbatas di Amerika Serikat. Pemain juga bisa memilih memulai karier di liga Eropa, mengumpulkan trofi dan penghargaan di luar negeri sebelum tampil di panggung NBA. Cerita ini membawa variasi baru, termasuk tantangan unik seperti mengalahkan rival tertentu atau mencapai target statistik spesifik yang akan memengaruhi ranking draft. Semakin baik performa, semakin tinggi pula posisi draft, bahkan bisa menjadi prospek nomor satu yang diperebutkan banyak tim.

Perubahan ini jelas terasa lebih menyenangkan dibanding seri sebelumnya yang sering terasa datar. Kini, pemain bisa merasakan proses menjadi atlet profesional dengan lebih imersif, lengkap dengan drama perjuangan dan ambisi yang lebih terasa.
Sayangnya, kelemahan terbesar MyCareer ada di kustomisasi pemain. Sistem pembuatan karakter terasa ketinggalan zaman dan sangat terbatas. Pilihan hanya sebatas gaya rambut, wajah preset, ukuran dagu, atau bentuk mata. Tidak ada opsi detail seperti bekas luka, posisi tahi lalat, atau slider wajah yang lebih canggih. Jika dibandingkan dengan EA Sports FC, NBA 2K26 terlihat jauh tertinggal di aspek ini.

Masalah lain yang cukup mengganggu adalah keharusan online. Meski koneksi internet stabil, ada kalanya MyCareer tiba-tiba disconnect dari server. Situasi seperti ini merusak flow permainan dan bisa membuat frustrasi.

Di sisi lain, MyCity kembali hadir sebagai pusat sosial dan kompetisi. Kota kali ini lebih ringkas dan padat, tidak lagi luas berlebihan seperti sebelumnya. Hasilnya, navigasi terasa lebih praktis dan tidak melelahkan, sehingga pemain bisa langsung fokus ke kegiatan penting seperti quest, mini-games, atau pertandingan online.
MyNBA Terasa Terlupakan

Kalau ada satu mode yang jelas terasa dianaktirikan, itu adalah MyNBA. Setelah MyEra diperkenalkan di NBA 2K23, inovasi besar hampir tidak ada lagi. Tahun lalu kita mendapat Era Stephen Curry, tapi di NBA 2K26 tidak ada tambahan era baru sama sekali.
Sebagian besar perubahan hanya kosmetik dan minor. Misalnya, UI informasi pemain sedikit diperbarui, banner kejuaraan kini terpajang di arena, atau perayaan khusus saat memenangkan NBA Cup. Memang menambah sedikit imersi, tetapi tidak mengubah pengalaman inti.

Opsi simulasi juga kini bisa diatur ke lambat, sedang, atau cepat. Tapi pada praktiknya, hasil simulasi masih sangat bergantung pada komposisi tim dan level kesulitan, sehingga tidak terlalu terasa perbedaannya.
Singkatnya, MyNBA masih terasa sekadar pelengkap, jauh tertinggal dibanding MyCareer yang selalu jadi sorotan.
MyTEAM Ada Tambahan WNBA

Sejujurnya, MyTEAM bukan mode yang paling sering saya mainkan, karena sejak dulu konsepnya hampir tidak berubah. Pemain hanya mengoleksi kartu, dari edisi biasa sampai edisi spesial, lalu membangun tim untuk bertanding dengan orang lain. Rasanya mirip seperti mode kartu di game olahraga lain.
Untuk NBA 2K26, perubahan paling besar adalah hadirnya pemain WNBA di MyTEAM. Artinya, kini pemain bisa menyatukan tim dengan kombinasi pemain NBA dan WNBA. Dari sisi variasi ini cukup segar dan unik, tetapi jika dipikirkan secara realistis, perbedaan level permainan antara NBA dan WNBA memang terasa jomplang. Tetap saja, sebagai variasi gameplay, langkah ini bisa dianggap menyenangkan untuk beberapa pemain.
Visual – Lebih Hidup, Lebih Imersif

Dari sisi visual, NBA 2K sering dikritik karena terlihat terlalu mirip dari tahun ke tahun. Namun untuk edisi kali ini, ada peningkatan yang cukup jelas. Sistem pencahayaan baru membuat atmosfer pertandingan terasa lebih nyata. Refleksi di lantai kayu, bayangan, hingga pancaran cahaya dari papan LED terlihat lebih autentik.
Detail pemain juga semakin ditingkatkan. Keringat, otot, hingga ekspresi wajah tampak lebih jelas. Cutscene tambahan, seperti momen timeout, perayaan setelah mencetak poin besar, atau perayaan juara, menambah nuansa yang lebih hidup. Semua detail kecil ini mungkin terlihat sepele, tapi ketika digabungkan, mereka menciptakan pengalaman visual yang lebih imersif.

Dari segi performa, NBA 2K26 berjalan mulus di konsol generasi terbaru seperti PlayStation 5.
Kesimpulan
NBA 2K26 memang bukan revolusi, tetapi bisa dibilang sebagai edisi yang berhasil memperbaiki banyak aspek penting. Gameplay lebih halus dan cepat, Shot Meter yang baru lebih ramah pemain, animasi lebih realistis, dan AI lebih menantang. Para bintang NBA juga akhirnya benar-benar terasa seperti dominator di lapangan.
Mode MyCareer kini terasa lebih hidup berkat storyline pra-NBA yang imersif, meski sayangnya masih terganggu masalah kustomisasi pemain yang minim dan keharusan online yang menyebalkan. MyCity yang lebih ringkas jadi nilai tambah, sedangkan MyNBA tetap stagnan dan tidak banyak berubah. Visual juga makin meyakinkan, terutama di konsol generasi terbaru, sehingga pengalaman menonton sekaligus bermain makin terasa seperti menonton NBA asli.
Secara keseluruhan, NBA 2K26 adalah peningkatan nyata dibanding NBA 2K25. Walaupun belum menjawab semua kritik yang ada, game ini tetap menawarkan pengalaman basket digital yang seru dan memuaskan, baik untuk pemain kasual maupun penggemar berat. Game tersebut rilis resmi pada 5 September untuk PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series, dan juga PC, kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
NBA 2K26
PROS
- Shot Meter baru lebih intuitif dan mudah dikuasai
- Gameplay terasa lebih cepat dan realistis
- MyCareer punya cerita pra-NBA yang lebih bermakna
- MyCity lebih ringkas dan ramah pemain
- Visual makin detail dengan pencahayaan yang realistis
CONS
- MyNBA terasa stagnan tanpa inovasi besar
- Kustomisasi pemain masih sangat terbatas
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-nba-2k26-lebih-solid-dengan-gameplay-dan-visual-yang-ok/