Ketika nama Onimusha disebut, pasti banyak yang langsung teringat pada sosok Samanosuke Akechi, jurus Issen counter yang ikonik, atau kekuatan misterius dari Oni Gauntlet. Seri legendaris yang sempat lama menghilang ini akhirnya bangkit lagi lewat Onimusha: Way of the Sword yang hadir dengan berbagai fitur baru yang menarik.
Pada Gamescom 2025 kemarin, kami berkesempatan menjajal langsung versi demo Onimusha: Way of the Sword selama kurang lebih 25 menit di PlayStation 5. Dari pengalaman singkat itu, satu hal yang langsung terasa jelas: Onimusha benar-benar kembali dengan penuh percaya diri.
Game ini menghadirkan semua elemen nostalgia yang dicintai penggemar, mulai dari duel pedang penuh darah, kombo yang mulus, sampai atmosfer langit gelap yang menekan di atas Kyoto. Namun, kali ini kita tidak lagi berperan sebagai Samanosuke, melainkan melangkah dengan sandal seorang Miyamoto Musashi.
Karakter ini digambarkan berdasarkan aktor legendaris Toshiro Mifune, lengkap dengan karisma dan wibawa yang membuat setiap langkahnya terasa berat dan bermakna. Musashi jadi wajah baru yang menyuntikkan energi segar pada dunia Onimusha yang penuh kegelapan.

Pertarungan yang Berat, Namun Memuaskan
Salah satu hal yang langsung terasa begitu memegang kontrol adalah bagaimana sistem pertarungan terasa fluid tapi tetap berat. Ada perbedaan yang jelas antara serangan ringan dan serangan berat, membuat pemain harus berpikir cepat kapan harus menyerang dengan cepat atau justru menghantam dengan kekuatan penuh.
Musashi juga dibekali dengan variasi senjata pedang, mulai dari blade satu tangan yang lincah hingga blade dua tangan yang lebih lambat tapi sangat mematikan. Perbedaan ini bukan hanya kosmetik, tapi benar-benar memengaruhi strategi di medan pertempuran.

Dan tentu saja, Issen counter tetap hadir, menjadi mekanik yang paling memuaskan ketika berhasil dilakukan. Timing yang pas akan memberikan tebasan brutal yang instan menghabisi musuh, memberikan rasa kepuasan luar biasa. Walaupun game ini tidak mencoba menjadi “souls-like”, kurva pembelajaran soal timing dan eksekusi tetap terasa menantang sekaligus rewarding.

Kembalinya Sistem Souls
Satu lagi yang bikin nostalgia adalah hadirnya kembali soul absorption system. Setiap musuh yang kalah akan meninggalkan jiwa berwarna, masing-masing punya fungsi berbeda:
-
Red Souls → jadi sumber experience.
-
Yellow Souls → memulihkan health.
-
Blue Souls → dipakai untuk kemampuan spesial.

Selain itu, ada juga makanan atau item buff pertahanan yang bisa ditemukan sepanjang permainan. Bedanya dengan action RPG lain, di sini tidak ada jalan pintas instan untuk kebal. Bertahan hidup tetap murni soal skill dan kemampuan membaca situasi.
Guard Gauge Jadi Mekanik Baru yang Menarik
Salah satu tambahan baru yang terasa unik adalah Guard Gauge. Baik Musashi maupun musuh memiliki bar ini, dan setiap kali menerima serangan atau menahan, bar tersebut akan terkuras. Begitu habis, karakter akan stagger alias goyah, membuatnya terbuka untuk execution move yang sangat mematikan.
Musuh biasa bisa dihabisi cepat dengan teknik ini, tapi untuk bos, seperti Sasaki Ganryu, pemain harus lebih cerdas. Ada beberapa titik lemah yang harus diserang secara presisi sebelum bisa memberikan pukulan penutup. Sistem ini bikin pertarungan terasa lebih taktis dan menegangkan.

Variasi Musuh yang Bikin Tetap Waspada
Dalam demo singkat, sudah terlihat variasi musuh Genma yang cukup beragam. Ada yang memakai pedang, ada pemanah, bahkan pasukan khusus dengan pola serangan unik. Mereka memang tidak selalu muncul dalam jumlah besar, tapi posisi dan timing serangan mereka bikin pemain harus pintar mengatur langkah.
Salah sedikit saja, Musashi bisa terkepung atau dihujani serangan proyektil dari jarak jauh. Pertarungan melawan pasukan biasa saja sudah cukup bikin keringat dingin kalau tidak hati-hati.

Duel Intens Melawan Sasaki Ganryu
Puncak dari demo jelas ada di pertarungan bos melawan Sasaki Ganryu di dalam Kiyomizu Temple yang suram dan penuh bayangan. Pertarungan ini brutal dan tidak memberi ampun bagi pemain yang ceroboh.
Sasaki punya moveset yang bisa menghukum kebiasaan buruk pemain. Misalnya, kalau terlalu sering menghindar ke belakang, ia akan melancarkan tebasan vertikal atau tendangan keras yang langsung mengenai target. Dalam percobaan kami, Musashi mati tiga kali sebelum akhirnya bisa menemukan strategi yang lebih efektif.
Menghancurkan pertahanan Sasaki tidak semudah musuh biasa. Butuh beberapa kali eksekusi titik lemah dengan timing presisi. Tapi saat akhirnya berhasil melakukan counter bersih ke arah Sasaki, rasa puasnya luar biasa. Itu adalah momen Onimusha sejati yang bikin darah berdesir.

Visual yang Gelap, Atmosfer yang Kental
Secara visual, Onimusha: Way of the Sword benar-benar memanjakan mata. Kyoto yang dipelintir oleh malapetaka iblis terlihat menegangkan dan mencekam. Dari koridor kuil yang gelap, pertarungan pedang yang penuh percikan darah, hingga suasana langit yang suram, semuanya sukses membangkitkan esensi klasik Onimusha.
Model karakter Musashi dibuat dengan detail yang mengesankan, termasuk animasi wajah dan ayunan pedang yang terasa berwibawa. Ada juga fitur Oni’s Eye, yang mendorong eksplorasi di area penuh bayangan dan memberi lapisan fantasi gelap bercampur nuansa sejarah Jepang.

Kesimpulan
Setelah menjajal langsung demonya, jelas bahwa Onimusha: Way of the Sword bukan hanya sekadar nostalgia. Game ini membangun identitasnya sendiri lewat kombinasi combat berbasis parry, Guard Gauge, dan sistem penyerapan jiwa yang khas.
Pertarungan bos yang menegangkan, visual sinematis, serta mekanik gameplay yang rewarding bikin game ini terasa seperti kebangkitan sejati bagi seri Onimusha. Musashi sebagai protagonis baru memberikan sudut pandang yang segar, sambil tetap menghormati akar seri ini.
Dengan rencana rilis di tahun 2026, Onimusha: Way of the Sword sudah terlihat sebagai salah satu action RPG yang wajib dipantau. Kyoto yang diliputi darah dan bayangan siap menantang pemain. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/nyobain-onimusha-way-of-the-sword-di-gamescom-2025-semakin-terlihat-potensi-yang-mantap/