Setelah sukses besar dengan Returnal, studio Housemarque kembali dengan proyek terbaru mereka, sebuah dark sci-fi thriller berjudul SAROS. Sebagai proyek besar pertama mereka di bawah PlayStation Studios, game ini tetap mempertahankan “pure action DNA” khas studio, tapi sekarang dipadukan dengan combat penuh peluru yang intens dan storytelling yang lebih sinematik.
Kebetulan kami mendapatkan kesempatan untuk nyobain duluan dalam sesi hands-on preview yang diberikan sang developer. Pemain akan mengikuti Arjun Devraj menjelajahi planet Carcosa yang terbengkalai dan diselimuti fenomena Eclipse, sebuah dunia yang penuh misteri mematikan dan ancaman alien.
First Impressions Menjelajahi Carcosa

Dalam sesi preview media sekitar tiga jam, pengalaman difokuskan pada dua biome awal, dengan perhatian utama di level pertama bernama Shattered Rise. Di area yang terasa benar-benar sunyi dan hancur ini, Arjun harus menghadapi pola peluru musuh yang padat sambil mulai beradaptasi dengan senjata, pergerakan, dan eksplorasi level.
Dalam sesi tersebut, boss pertama berhasil dikalahkan dan level awal berhasil diselesaikan. Walaupun level kedua belum sempat dieksplorasi sepenuhnya, preview ini sudah cukup memberikan gambaran jelas soal combat loop, sistem progression ala roguelite, dan fondasi gameplay di awal permainan.
Combatnya Aktif, Agresif, dan Penuh “Bullet Ballet”

SAROS benar-benar menekankan gaya bermain yang aktif, baik dalam menyerang maupun bertahan. Banyak yang menyebut sistem combat-nya sebagai “bullet ballet”, karena pemain benar-benar seperti menari di tengah hujan peluru.
Kontrolnya terasa responsif dan penuh variasi. Serangan utama Arjun ada di tombol R2, sementara L2 punya beberapa fungsi berbeda. Menekan setengah L2 akan mengubah mode tembakan senjata, misalnya shotgun bisa berganti antara sebaran horizontal dan vertikal. Menekan penuh L2 akan mengaktifkan Power Weapon yang jauh lebih kuat, tapi membutuhkan energi dari shield.
Untuk jarak dekat, R1 digunakan sebagai melee, dengan tekan cepat untuk serangan biasa dan tahan untuk mengaktifkan shield. Sistem defensif juga tidak kalah penting, di mana dodge di L1 memberikan invincibility frames, sementara shield bisa menyerap peluru dan mengubahnya jadi energi untuk serangan balasan yang lebih brutal.

Musuh sendiri punya tiga jenis peluru yang harus dipahami:
- Peluru biru bisa diserap shield untuk menghasilkan energi
- Peluru kuning memberikan efek Corruption yang menurunkan Max Armor Integrity dan harus dihapus dengan Power Weapon
- Peluru merah tidak bisa diblok sama sekali dan wajib dihindari
Semua ini membuat combat terasa seperti permainan risiko dan keputusan cepat, apakah ingin menghindar atau justru menyerap serangan untuk keuntungan jangka panjang.
Lawan Boss yang Selalu Butuh Adaptasi

Boss di level pertama hadir dalam bentuk makhluk mirip tanaman dengan tiga fase pertarungan. Untuk bisa memberikan damage ke inti, pemain harus menghancurkan flora di sekitarnya terlebih dahulu.
Setiap fase membawa perubahan ritme serangan yang cukup terasa, sementara arena juga dipenuhi obstacle yang membatasi pergerakan. Posisi jadi sangat krusial di sini. Boss ini juga menggunakan kombinasi peluru biru dan kuning, jadi pemahaman soal sistem shield dan energi benar-benar jadi kunci kemenangan.
Mekanisme Antara Risiko dan Reward

Salah satu sistem paling menarik di SAROS adalah Eclipse. Ketika aktif, lingkungan berubah jadi jauh lebih berbahaya dan agresivitas musuh meningkat drastis. Ini menurut kami cukup menyulitkan namun menantang disaat yang sama untuk bisa menyelesaikannya.
Musuh mulai mengeluarkan peluru kuning yang bersifat “corrosive”, memaksa pemain berpikir cepat apakah harus menghindar atau menyerapnya. Di sisi lain, reward yang didapat juga meningkat, karena drop dari musuh jadi lebih bernilai.
Eclipse juga bisa mengaktifkan efek khusus pada equipment tertentu, jadi pemain yang berani mengambil risiko justru bisa mendapatkan keuntungan besar. Sistem ini benar-benar memperkuat filosofi risk versus reward yang jadi inti permainan.
Roguelite Progression Antara Loop dan Upgrade yang Terasa Jelas

Setiap loop permainan berlangsung sekitar 30 menit, dengan sebuah hub bernama The Passage yang berfungsi sebagai tempat upgrade Arjun menggunakan resource bernama Lucenite. Ini akan menjadi progress utama kamu selama bermain SOROS.
Di sini, pemain bisa meningkatkan stat dasar, membuka skill seperti Second Chance, dan secara bertahap meningkatkan daya tahan karakter. Struktur ini membuat setiap run terasa punya progres, bukan sekadar ulang dari awal.
Narrative dan Karakter yang Mulai Terbangun

Meskipun baru di awal permainan, SAROS sudah mulai membangun tensi lewat pendekatan ensemble storytelling. Anggota Echelon IV mulai menunjukkan tanda stres dan paranoia akibat pengaruh Eclipse.
Sementara itu, Primary AI berperan sebagai pusat interaksi, mulai dari upgrade, teleportasi, hingga fungsi base lainnya. Kepribadiannya yang terasa santai tapi juga mengintimidasi memberikan warna unik, sekaligus membuat pemain terus mempertanyakan apakah AI ini benar-benar bisa dipercaya.
Kesimpulan

Dari tiga jam pengalaman hands-on, preview yang dikasih oleh sang developer ke kami level pertama SAROS sudah menunjukkan evolusi yang signifikan dalam hal strategi combat, keterlibatan pemain, dan struktur roguelite.
Kombinasi pola peluru, sistem Eclipse, pertarungan boss, dan mekanik upgrade menciptakan pengalaman yang menantang tapi tetap rewarding. Loop permainan yang singkat tapi padat juga mendorong eksperimen, sementara eksplorasi opsional dan bahaya lingkungan menambah kedalaman gameplay.
Bahkan dari tahap awal ini, SAROS sudah terlihat punya potensi besar untuk jadi salah satu benchmark baru di 2026 untuk genre action roguelike dan sci-fi shooter. Meskipun masih ada kekurangan, masih ada ruang untuk dieksplorasi dan diperbaiki hingga ke perilisannya nanti.
SAROS akan dirilis pada 30 April 2026. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/nyobain-saros-evolusi-baru-dari-kreator-returnal-yang-lebih-agresif-dan-sinematik/