Dunia Pokémon selama ini memang selalu identik dengan menjelajah dunia, mengumpulkan Pokémon, dan bertarung. Tapi Pokémon Pokopia memilih untuk melangkah jauh dari formula tersebut. Ini bukan RPG Pokémon konvensional yang biasa kita kenal; sebaliknya, ini adalah pengalaman yang dirancang dengan pendekatan berbeda, dengan fokus utama pada pembangunan, pengelolaan ekosistem, dan interaksi yang bermakna.
Dalam dunia game ini, kamu tidak lagi berperan sebagai Trainer yang berlomba-lomba mengumpulkan Gym Badge. Sebaliknya kali ini kamu memikul tanggung jawab sebagai seorang pembangun yang diberi amanah untuk mengembalikan peradaban ke sebuah dunia yang telah lama terbengkalai. Melalui pekerjaan memperbaiki kota, merancang habitat, serta mengamati bagaimana Pokémon saling berinteraksi secara alami, pemain secara perlahan menghidupkan kembali tanah yang telah lama ditinggalkan.
Ini merupakan perubahan konsep yang berani, dan yang lebih mengejutkan, pendekatan ini terasa lebih mampu menangkap esensi “Pokémon” dibandingkan banyak game dari seri utama.
Dunia Setelah Kepunahan Manusia

Cerita Pokémon Pokopia berangkat dari sebuah premis: setelah manusia menghilang secara misterius sejak lama, dunia perlahan-lahan mulai menjadi usang. Bangunan-bangunan terbengkalai, jalanan retak dan rusak, dan banyak Pokémon tidak lagi memiliki tempat tinggal alami.
Karakter yang kita kendalikan adalah Ditto. Karena Ditto merupakan Pokémon yang mampu berubah bentuk, ia melambangkan tema penciptaan dan adaptasi dengan sangat baik, sehingga proses pembangunan dunia terasa sangat menyatu dengan jalan ceritanya. Tujuan kita bukan untuk menguasai dunia, melainkan untuk menyembuhkannya dengan mengubah lanskap yang hancur menjadi tempat aman bagi semua Pokémon.
Berubah Bentuk dan Mewarisi Kemampuan Pokémon Lain
Sebagai Ditto, mekanik utama permainan adalah memperoleh kemampuan dari Pokémon lain untuk membantu proses pembangunan. Sepanjang permainan, Kamu akan mendapatkan berbagai kemampuan dari Pokémon di sekitarmu. Bulbasaur mengajarkan kemampuan “Leafage” untuk menghijaukan kembali alam, Squirtle berbagi “Water Gun” untuk menyuburkan tanah yang kering, sementara move seperti “Cut,” “Splash,” dan “Rock Smash” menjadi alat untuk menjelajah serta mengumpulkan bahan mentah.

Semua kemampuan ini terintegrasi langsung dengan sistem pembangunan dan pengelolaan sumber daya. Sebagai contoh, Pokémon tipe Fire membantu membakar dan memproses tanah liat serta bijih logam, sementara Pokémon dengan kemampuan “Cut” memudahkan pekerjaan menebang dan memproses kayu.
Bahkan, beberapa bangunan berat membutuhkan tenaga fisik Pokémon tipe Fighting untuk menyelesaikannya. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap Pokémon bukan sekadar elemen latar; mereka adalah rekan kerja, tim pembangunan, dan partner dalam misi menghidupkan kembali dunia ini.
Belajar Membangun Melalui Proses Pemulihan
Sebagai game pembangunan, Pokémon Pokopia sangat ramah bagi pendatang baru. Berbeda dengan banyak game sandbox yang langsung memberikan ruang kosong tanpa arahan, Pokopia mengajakmu melalui proses “pemulihan” terlebih dahulu.

Hampir setiap kota sudah memiliki kerangka dasar seperti fondasi bangunan, jalur jalan, dan tiang penyangga jembatan. Dengan memperbaiki struktur-struktur ini, kamu bisa belajar memahami logika sistem pembangunan secara alami, seolah-olah sedang menyusun ulang sesuatu yang sudah ada, bukan membangun tanpa arah.
Namun bagi kamu yang menginginkan kebebasan penuh, game ini tetap memberikan ruang kreativitas. Kamu bisa menghancurkan bangunan yang ada dan merancang tata kota dari awal sesuai selera. Peta multiplayer “Cloud Island” menambah dimensi baru, memungkinkanmu dan teman-teman membangun dunia besar bersama-sama dari nol.
Setiap Map yang Membawa Mekanik Baru

Meskipun penuh dengan berbagai aktivitas, perkembangan game ini terasa sangat terkontrol. Sistem-sistem baru diperkenalkan melalui alur cerita yang terstruktur di berbagai peta:
- Withered Wastelands: Tempat kita mempelajari dasar-dasar logika habitat, pembangunan rumah, dan crafting awal.
- Bleak Beach: Fokus beralih pada pemulihan kota, dengan pengenalan sistem listrik, jaringan jalan, dan perbaikan jembatan.
- Rocky Ridges: Memperkenalkan logistik sumber daya seperti pertambangan bijih, sistem transportasi minecart, dan mekanik “Cooking” yang memberikan buff statistik sementara.
Seiring perkembangan gameplay, Ditto juga memperoleh “Transmutation” baru yang mengubah cara bermain secara drastis:
- Lapras: Membuka kemampuan bergerak di atas air.
- Dragonite: Memberikan kemampuan meluncur di udara untuk fast travel.
- Graveler: Memungkinkan pembersihan area luas dengan cepat melalui serangan bergulingnya.
- Magnemite: Membuka “Aerial Construction,” yang memungkinkanmu membangun dalam radius 9×9 dan mempercepat proyek-proyek endgame.
Kebebasan Imajinasi

Game ini sama sekali tidak membatasimu untuk menyelesaikan kampanye terlebih dahulu sebelum mengekspresikan kreativitas. Kamu bisa menggunakan Blueprint yang tersedia untuk membangun rumah fungsional dengan cepat. Hanya saja bagi yang lebih kreatif bisa melampaui batasan tersebut dan menciptakan kastil megah, roller coaster yang melintasi lautan, bahkan distrik metropolitan yang luas.
Selain campaign utama, ada juga Sandbox Map khusus yang menyediakan ruang tanpa batas sumber daya, sehingga kamu bisa menguji kreativitas mereka sebebas mungkin.
Menarik Pokémon ke Pulau
Jika pembangunan adalah kerangka tubuh, maka Sistem Habitat adalah jantung yang menghidupkannya. Jadinya kamu merancang lingkungan tertentu menggunakan berbagai elemen alam untuk menarik Pokémon datang ke pulau mereka. Habitat dasar cukup sederhana (misalnya “Tall Grass” atau “Tree-shaded tall grass”) dan bisa menarik 4 hingga 6 spesies Pokémon yang umum ditemukan.

Namun habitat tingkat lanjut memerlukan furnitur dan lingkungan yang lebih spesifik (seperti “Exercise resting spot” atau “Picnic Set”) untuk menarik Pokémon langka atau spesies tertentu. Keindahan sistem ini terletak pada unsur ketidakpastiannya. Pokémon tidak muncul secara terjadwal; ada yang datang dengan cepat, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama.
Kamu bisa memasang kamera di berbagai lokasi peta untuk menerima notifikasi ketika pengunjung baru muncul. Melihat Pinsir dan Heracross bertarung ringan, atau melihat Pokémon berinteraksi dengan furnitur yang kamu tempatkan (seperti berlatih dengan punching bag atau berendam), benar-benar membuat dunia ini terasa hidup.
Spot Pemrosesan dan Perencanaan
Kemampuan Burn bisa mengubah tanah liat menjadi bata, sementara kemampuan Recycle memungkinkanmu memproses sampah yang tidak bisa dibakar menjadi bijih besi dan kertas bekas menjadi kertas yang bisa digunakan kembali. Ada ritme tertentu dalam sistem ini: setiap Pokémon hanya mampu memproses 10 unit bahan dalam satu waktu.

Meskipun batas ini terkadang terasa memperlambat proses, terutama ketika kita sedang membangun rumah besar, hal ini sebenarnya mendorongmu untuk mengelola beberapa stasiun pemrosesan sekaligus dan merencanakan aliran sumber daya dengan lebih baik.
Manajemen inventori juga menghadirkan tantangan klasik ala game survival-crafting. Walaupun kapasitas tas meningkat secara bertahap, kotak penyimpanan bersifat lokal dan tidak bisa diakses dari mana saja secara ajaib. Situasi ini memaksamu untuk lebih strategis dalam mengatur logistik dan tata letak penyimpanan, sekaligus menambah lapisan manajemen dalam gameplay.
Identitas Ditto

Bagi yang suka customization, Sistem Costume memberikan kesempatan untuk mendandani Ditto dengan berbagai pakaian yang ditemukan selama eksplorasi. Game ini memiliki banyak penampilan ikonik dari seluruh sejarah franchise Pokémon, termasuk pakaian protagonis dari game-game sebelumnya, Gym Leader, dan berbagai kelas NPC Trainer.
Ditambah dengan pilihan kustomisasi warna kulit, gaya rambut, dan warna rambut, kamu bisa menciptakan avatar Ditto yang benar-benar unik. Sistem ini juga sangat penting dalam mode multiplayer karena memastikan setiap anggota tim mudah dikenali secara visual dan memiliki identitas masing-masing.
Kanto dalam Bentuk Baru

Game ini terasa seperti surat cinta bagi para penggemar lama Pokémon. Dengan latar wilayah Kanto, kamu bisa menemukan berbagai peninggalan masa lalu seperti bangkai kapal S.S. Anne yang berkarat dan Pewter Museum of Science. Catatan-catatan yang ditinggalkan manusia di masa lalu juga membantu memberikan konteks sejarah dunia ini, menghadirkan nostalgia kuat bagi yang pernah tumbuh bersama franchise Pokémon.
Dari sisi visual, gaya seni chibi dan lingkungan berbentuk blok mengingatkan pada miniatur Dragon Quest Builders. Musiknya juga sangat memikat, menampilkan aransemen lo-fi santai dari lagu-lagu tema klasik Pokémon. Kamu bahkan bisa mengumpulkan berbagai CD musik di seluruh peta dan memutar lagu favorit di kota yang mereka bangun.
Kontrol Joy-Con Praktis, Meski Ada Kelemahan..
Pokémon Pokopia juga mendukung fitur Joy-Con Mouse Mode terbaru yang hadir bersama Nintendo Switch 2. Fitur ini memungkinkanmu menggerakkan Joy-Con seperti mouse komputer untuk mengontrol kursor. Untuk game yang berfokus pada pembangunan, fitur ini sangat berguna dalam praktiknya. Saat menempatkan blok, mengatur furnitur, atau melakukan penyesuaian kecil pada posisi bangunan, Mouse Mode memberikan presisi tinggi.

Fitur ini juga mempermudah proses penghancuran bangunan, sehingga mengurangi risiko secara tidak sengaja merusak bangunan lain di sekitarnya, sebuah masalah yang memang sering muncul dalam game genre ini. Namun metode kontrol ini juga memiliki kekurangan. Sesi bermain yang panjang bisa terasa agak canggung karena kamu harus sering mengangkat dan meletakkan kembali Joy-Con.
Selain itu, ukuran Joy-Con yang kecil mungkin kurang nyaman bagi tipe pemain dengan tangan besar, dan kebutuhan untuk menavigasi tombol ABXY sambil mengendalikan analog stick sekaligus membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Meski begitu, masalah ini lebih merupakan keterbatasan perangkat keras Switch 2, bukan kekurangan dalam desain gameplay. Dalam situasi yang membutuhkan presisi kreatif tinggi, Mouse Mode tetap merupakan alat yang sangat berharga.
Kesimpulan

Pokémon Pokopia adalah hasil dari formula yang dipadukan dengan sangat baik. Dengan mengubah fokus dari menaklukkan dunia menjadi memperbaikinya, game ini menemukan cara baru untuk menampilkan daya tarik IP Pokémon. Baik melalui penggunaan Ditto sebagai karakter utama, ekosistem habitat yang berkembang secara alami, maupun berbagai peninggalan nostalgia yang tersembunyi di balik reruntuhan, game ini benar-benar menghadirkan pengalaman yang berbeda.
Bahkan jika kamu belum pernah memainkan game Pokémon sebelumnya, selama kamu menyukai gameplay pembangunan, koleksi, dan gameplay santai, Pokémon Pokopia adalah pengalaman yang mampu menyita ratusan jam waktu tanpa terasa.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
Pokémon Pokopia
PROS
- Integrasi gameplay builder dan Pokémon yang luar biasa
- Filosofi desain ramah untuk pendatang baru, tapi menantang untuk dikuasai
- Sistem habitat yang selalu engaging dan kreatif
- Konsistensi tema mengenai pemulihan dunia
- Konten yang sangat padat dan siap membuatmu sibuk dalam jangka panjang
- Tambahan mode multiplayer untuk memaksimalkan replayability dan keseruan
CONS
- Pemrosesan material yang relatif lambat
- Pengaturan inventory yabg bisa terlalu strategis
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-pokemon-pokopia-eksperimen-yang-berujung-seru/