Review Tales of Berseria Remastered - Nilai Jual yang Cuma Menonjol di Harga!

Hanya dalam hitungan bulan sejak rilisnya Tales of Xillia Remastered, Bandai Namco sudah menyiapkan proyek remaster Tales selanjutnya yang sudah bisa kamu mainkan mulai minggu ini. Berbeda dari ekspektasi fans yang mengira kalau remaster selanjutnya adalah untuk Tales of Xillia 2, pilihan ternyata jatuh ke Tales of Berseria yang tentu saja mengundang tanda tanya besar.

Bagaimana tidak? Tales of Berseria termasuk seri mainline yang relatif baru dan masih bisa kamu beli sekarang juga di platform generasi sekarang, jadi untuk urusan aksesibilitas memang tidak ada masalah, tidak terkecuali dengan kualitas grafis dan performa. Lalu apa sebenarnya yang berusaha dijual Tales of Berseria Remastered? dan apakah gamenya masih layak untuk dibeli? Langsung saja simak bahasan lengkapnya pada review berikut.

Lebih dalam Mengenai Gamenya

Sebelum terjun ke pembahasan soal remasternya, akan lebih baik untuk mengenal Tales of Berseria lebih dulu. Rilis pada 2016 lalu sebagai seri mainline Tales yang masih kebagian versi PlayStation 3, pada saat yang sama gamenya tersebut juga rilis langsung di PlayStation 4 yang tentu memberi pengalaman bermain lebih baik dan masih terbawa hingga ke PlayStation 5 berkat dukungan backward compatibility. Meski sudah hampir 10 tahun sejak rilisnya tersebut, game ini masih terbilang sangat modern untuk standar Tales, karena setelah itu Bandai Namco baru sempat merilis satu game mainline lagi lewat Tales of Arise yang membawa awal baru bagi franchisenya, terutama dari dorongan production value tinggi.

Tales of Berseria terbilang cukup istimewa karena game ini memiliki koneksi dengan Tales of Zestiria, yang mana ceritanya bisa dianggap sebagai prolog dengan referensi jelas di sana-sini. Ini memang terbilang sangat langka, karena Tales cenderung dibangun sebagai game standalone kecuali yang mendapat sekuel langsung seperti Tales of Destiny atau Tales of Xillia. Tidak hanya itu, ini jadi seri mainline pertama yang menghadirkan protagonis wanita tunggal. Meski sudah ada beberapa seri yang mengeksplor pendekatan tersebut, tapi spotlight Velvet Crowe di seri yang satu ini dibuat lebih dominan dibanding karakter lain.

Terlepas dari koneksinya dengan Tales of Zestiria, kamu tetap bisa memandang kedua game sebagai seri standalone, jadi tidak masalah meski kamu sudah memainkan salah satunya lebih dulu. Khusus untuk Berseria, ceritanya sendiri mengambil tema lebih gelap yang berkutat pada ambisi balas dendam sang heroine utama Velvet Crowe atas kematian adiknya di tangan orang terdekatnya. Perjuangan yang harus dilewati Velvet untuk mencapai misi tersebut tidak mudah, apalagi bagaimana dia mendapat kutukan dari kekuatan baru yang membuat tangan kirinya bertransformasi dan bagaimana dia harus terus mengonsumsi monster / daemon untuk bertahan hidup.

Mengikuti resepsi kurang positif dari Zestiria dan bagaimana seri tersebut bahkan disebut banyak fans sebagai salah satu yang terburuk di franchisenya, nasib serupa berhasil dihindari Berseria, karena seri ini memang harus kami akui memiliki karakter hingga cerita yang lebih superior. Tidak hanya itu, sistem combat bahkan ikut mendapat perombakan yang membuatnya lebih intuitif, terutama kebebasan untuk membuat combo Arte daripada mengikuti set linear seperti di seri sebelumnya.

Apa Saja yang Baru di Versi Remaster?

Jika kami merasa kalau Tales of Xillia saja tidak terasa usang seperti yang dibahas di review kemarin, maka percayalah kalau Tales of Berseria apalagi jelas lebih jauh dari kata tersebut. Karena itu mendapat kesempatan untuk kembali mereview game ini memang aneh, karena kami jujur tidak tahu apa yang perlu dibahas selain perombakan baru yang dibawa. Tapi bedanya kali ini, Bandai membuat sebuah remaster dari game yang masih bisa diakses di platform modern dan hanya sempat diikuti satu seri mainline baru sejak saat itu.

Fakta kalau kamu bisa memainkan Tales of Berseria dengan grafis resolusi tinggi dan gameplay 60 FPS di PS4 sudah mengurangi ruang lingkup untuk membawa perombakan besar di sisi teknis, kecuali jika Bandai Namco mau membuat remaster dengan upgrade visual besar-besaran yang mendekati kualitas Tales of Arise. Tapi sayangnya mereka tidak sampai mempertimbangkan hal itu. karena prioritas mereka memang lebih merilis remaster Tales sebanyak dan secepat mungkin.

Karena itu berbeda dari semua remaster yang sempat mereka buat, mungkin ini adalah satu-satunya yang tidak sampai membawa peningkatan grafis dan performa signifikan, karena nyatanya sekali lagi game ini memang tidak butuh. Mengesampingkan hilangnya dua nilai jual dari sebuah remaster tersebut, apa yang ditawarkannya kali ini lebih berfokus pada perombakan Quality of Life di banyak tempat.

Seperti biasa, mereka kembali memberi akses awal ke Grade Shop sebelum memulai playthrough. Ini dikemas layaknya mode cheat dengan beragam bonus seperti EXP berlipat ganda dari setiap pertempuran, drop item serta uang yang meningkat, tambahan slot untuk kapasitas item, peningkatan Max HP, dan lain sebagainya. Kamu bisa bebas memilih bonus apa saja yang ingin diaktifkan dengan biaya Grade berbeda. Semisal gamenya dirasa jadi terlalu mudah, fiturnya bisa dinonaktifkan kapan saja selama jalannya progress.

Selebihnya ada banyak fitur lain seperti penambahan indikator objective, opsi untuk mengatur encounter dengan musuh, opsi retry semisal kalah di tingkat kesulitan rendah, fitur skip yang lebih dioptimalkan, gerakatan karakter yang jadi 20% lebih cepat, efek suara yang lebih dipoles, hingga implementasi auto-save yang bisa sangat membantu semisal kamu lupa menyimpan progress atau saat ada momen tidak terduga di mana gamenya crash.

Tidak lupa, hampir semua DLC dari game originalnya kecuali untuk beberapa konten juga sudah termasuk dalam paket pembelian, Karrena itu kamu tidak perlu membayar ekstra untuk konten tambahan lagi, kecuali bagi yang tertarik untuk membeli Deluxe Edition yang membawa tambahan konten opsional termasuk set item untuk semakin memudahkan progressmu.

Rilis Ulang Tanpa Faedah, Tapi Setidaknya Murah 

Dari penjelasan tadi, kami yakin pasti banyak yang merasa kecewa dan melihatnya sebagai remaster tanpa faedah. Meski kami setuju, di saat bersamaan ini justru adalah versi yang bisa dibilang punya value terbaik. Ini karena game original Tales of Berseria masih dijual di harga yang lebih mahal, setidaknya jilka merujuk pada region Indonesia. Belum lagi harga yang lebih mahal untuk seri originalnya tersebut belum ditambah dengan DLC terpisah yang harga totalnya bahkan bisa lebih mahal lagi. Karena itu bermodal harga standar lebih murah, ditambah perombakan QoL serta bundle hampir semua DLC yang sudah jadi satu, ini otomatis membuat Tales of Berseria Remastered jadi sangat mudah untuk direkomendasikan.

Tapi ini lebih dikhususkan bagi mereka yang belum sempat memainkan gamenya dan berencana ingin beli, sementara bagi fans yang sudah punya game originalnya maka ini tidak akan memberi banyak nilai tambahan, kecuali jika ingin memiliki versi yang lebih praktis dengan bundle DLC di dalamnya. Meski dengan alasan itu pun, kami masih lebih sarankan untuk menunggu sampai gamenya mendapat diskon. Perlu diketahui juga kalau ini jadi kali pertama Tales of Berseria mendapat jatah rilis di Nintendo Switch dan Xbox Series, jadi para pemain di kedua platform tersebut otomatis juga masuk target konsumer yang bisa direkomendasikan untuk membeli remaster ini.

Kesimpulan

Membuat remaster untuk salah satu seri mainline terbaru Tales yang masih bisa diakses di platform modern dan tidak membawa perombakan di sisi teknis memang sangat disayangkan. Karena itu bergantung dari ekspektasi yang ada, Tales of Berseria Remastered bisa berujung sangat mengecewakan, atau bahkan dilihat sebagai purchase yang menarik. Mengecewakan karena berbagai alasan yang sudah kami jelaskan tadi, sementara menarik karena secara value ini adalah versi yang jauh lebih baik dibanding versi originalnya, apalagi dengan tambahan rilis di platform Xbox Series dan Nintendo Switch untuk pertama kalinya.

Daripada dipandang sebagai remaster, kamu bisa melihatnya sebagai repackaging dengan harga lebih bersahabat, tapi semisal sudah terlanjur punya gamenya, maka kamu tidak perlu meliriknya. Tapi karena mereka memasarkannya sebagai “remaster”, kami jujur merasa ini adalah contoh paling mubazir. Memasuki era di mana ada sebagian developer yang mengupgrade engine dari game mereka dan hanya menyebutnya sebagai versi “Deluxe” daripada embel-embel remaster, apa yang ditawarkan Bandai Namco kali ini memang jauh di bawah dari standar yang diharapkan dan sebaiknya lebih mereka arahkan pada seri-seri klasik yang masih tertahan di platform lama.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

The Review

Tales of Berseria Remastered

PROS

  • Secara value memang lebih baik dibanding versi originalnya
  • Akhirnya kebagian rilis di Xbox Series dan Nintendo Switch untuk pertama kali
  • Ragam perombakan QoL esensial dan sudah membawa bundle hampir semua DLC lama

CONS

  • Remaster yang lebih terasa seperti “repackaging” tanpa peningkatan teknis serius
  • Perombakan yang dibawa tidak terasa begitu substansial, apalagi berhubung gamenya masih terasa modern
  • Hampir tidak ada nilai jual berarti untuk menarik fans lama yang sudah terlanjur memiliki gamenya

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-tales-of-berseria-remastered-nilai-jual-yang-cuma-menonjol-di-harga/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *