Microsoft melalui divisi Xboxnya mengungkapkan bahwa saingan terbesar mereka bukanlah lagi konsol kompetitor lain seperti PlayStation atau Nintendo, melainkan aplikasi seperti TikTok dan juga film. Hal ini karena pasar sudah berubah dan mereka mengincar audiens untuk loyal di platform Xbox melalui streaming service dan sebagainya.

Dalam wawancaranya, Matt Booty sebagai Presiden Konten & Studio Xbox, menjelaskan bahwa “kita semua berusaha menjangkau orang di tempat mereka berada”. Menurutnya, persaingan kini lebih ke siapa yang bisa merebut perhatian publik, bukan sekadar soal hardware. Ia menegaskan bahwa strategi multiplatform Xbox yang membawa judul-judul eksklusif ke platform lain adalah bagian dari upaya untuk bersaing di ranah yang lebih luas.
Booty menyebutkan bahwa Xbox telah berubah fokus dari “perang antar konsol” ke “memaksimalkan jangkauan dan waktu yang dihabiskan pengguna”. Maksudnya, aplikasi media sosial dan layanan streaming telah jadi kompetitor serius bagi game-konvensional. Langkah ini muncul bersamaan dengan perilisan Halo di PlayStation, yang artinya eksklusivitas bukan lagi inti strategi Xbox.

Pendekatan ini kemudian membuat Xbox menganggap bahwa pertarungan untuk “waktu pemakaian” telah berubah bentuk. Sekarang bukan hanya game vs game, tetapi game vs video singkat, vs film, vs konten media sosial. Dengan demikian, platform-game harus lebih fleksibel dan tersedia dimana-mana.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/ps-dan-nintendo-bukanlah-rival-xbox-lagi-mereka-akui-kini-tiktok-dan-film-jadi-saingan/