[GCAxTHGS25] Wawancara Marvel Rivals dengan Danny Koo - Dari PvP ke Mode Zombie PvE yang Menarik

Marvel Rivals lagi naik daun banget belakangan ini, apalagi setelah mereka ngumumin mode baru bertema zombie yang langsung bikin komunitas heboh. Mode ini bukan cuma tambahan kecil, tapi langkah besar buat game hero shooter ini karena untuk pertama kalinya, pemain bisa ngerasain pengalaman PvE alias melawan musuh yang dikendalikan AI.

Danny Koo, Executive Producer

Kami dapat kesempatan wawancara dengan Danny Koo, selaku Executive Producer dari Marvel Games yang sekarang lagi mimpin proyek Marvel Rivals, dia cerita banyak tentang proses di balik pembuatan mode zombie ini. Mulai dari gimana timnya kerja bareng Marvel Animation, sampai alasan unik di balik pemilihan karakter yang muncul di mode zombie. Seperti apa detailnya? Mari simak artikelnya!

Menjelajahi Dunia Zombie di Marvel Rivals

Marvel Rivals kembali bikin heboh dengan pengumuman mode baru mereka: Marvel Zombie Mode. Mode ini jadi langkah besar karena untuk pertama kalinya game ini menghadirkan mode PvE (Player vs Environment) di mana pemain melawan musuh yang dikendalikan AI. Danny Koo, selaku Executive Producer di Marvel Games, menjelaskan bahwa mode ini masih dalam tahap awal dan berfungsi sebagai “uji coba” untuk melihat bagaimana pemain merespons.

“Sekarang baru ada lima karakter aja,” ujar Danny. “Kita pengin tahu apa yang disukai pemain, bagaimana sistemnya bekerja, dan dari situ nanti kita bisa kembangkan mode PvE lain berdasarkan data yang kita kumpulkan.”

Danny juga menambahkan kalau minggu depan mereka bakal merilis trailer penuh yang menunjukkan seluruh pengalaman dari mode zombie ini. Jadi apa yang ada sekarang masih sekadar teaser dari sesuatu yang lebih besar.

Kolaborasi Seru dengan Marvel Animation

Salah satu hal menarik dari pengumuman ini adalah keterlibatan Marvel Animation. Menurut Danny, kerja sama ini bukan cuma sekadar tambahan kosmetik, tapi benar-benar melibatkan tim animasi untuk memastikan keaslian dan konsistensi karakter di dunia Marvel.

“Kita punya zombie Namor dan zombie Queen of the Dead yang desainnya sangat mirip dengan versi animasinya,” kata Danny. “Kami dikasih akses lebih awal biar bisa siapin aset-aset itu untuk dipakai di mode zombie ini.”

Jadi, bukan hanya sekadar adaptasi bebas, tapi sebuah kolaborasi kreatif yang sinkron antara dua tim besar di dunia Marvel. Bahkan, tim animasi terus diajak berdiskusi sepanjang pengembangan mode ini, supaya hasil akhirnya tetap sesuai dengan tone dan cerita animasinya.

Kenapa Thor, Magik, Jeff, Punisher, dan Blade?

Mode zombie ini memang unik karena cuma menghadirkan lima karakter. Tapi jangan salah, pemilihannya ternyata nggak asal. Danny menjelaskan kalau masing-masing karakter punya peran dan alasan spesifik kenapa mereka dipilih sebagai “starter pack” melawan zombie.

Punisher mewakili arketipe prajurit klasik dengan senjata api, terinspirasi dari mode zombie di game seperti Call of Duty atau Left 4 Dead. Jeff si hiu mungil dipilih karena popularitasnya yang luar biasa di komunitas. “Semua orang suka Jeff,” kata Danny sambil tertawa. “Dan jujur aja, siapa yang nggak penasaran kalau hiu kecil ini harus lawan zombie?”

Thor hadir sebagai representasi dewa yang melawan mayat hidup, sementara Magik punya sisi menarik karena ia sendiri adalah makhluk setengah iblis, menjadikannya lawan alami bagi zombie. Dan tentu saja, Blade wajib ada, sang pemburu vampir legendaris yang kini harus menghadapi invasi zombie. Danny bahkan menyinggung adanya kostum spesial untuk Blade yang terinspirasi dari Moon Knight, menambah bumbu keren di tim anti-zombie ini.

Petualangan di New York yang Diserang Zombie

Cerita mode ini berlangsung di kota New York yang dilanda wabah zombie. Pemain akan melawan gelombang demi gelombang zombie sebelum akhirnya berhadapan dengan Queen of the Dead, sang bos utama yang juga muncul di versi animasinya.

Danny menjelaskan kalau mode ini memang dibuat untuk event terbatas yang bertepatan dengan musim Halloween. “Kami set tiga minggu aja untuk event ini, setelah itu kami tarik dulu buat analisis dan lihat data permainan,” ujarnya. Tapi ia juga membuka kemungkinan kalau mode ini akan kembali lagi tahun depan dengan versi yang lebih besar dan lebih seru.

Mode PvE Jadi Fondasi Masa Depan Marvel Rivals

Bukan cuma soal zombie, tapi mode PvE ini bisa jadi pondasi untuk masa depan Marvel Rivals. Danny menyebut bahwa banyak pemain sudah memberi ide tentang mode PvE lain. “Ada yang bilang, gimana kalau lawan robot-robot Ultron? Atau X-Men lawan Sentinel?” katanya. “Pokoknya, langit adalah batasnya.”

Dengan sistem PvE yang kini sedang diuji, Marvel Rivals tampak siap membuka jalan untuk berbagai skenario pertarungan menarik di masa depan.

10 Bulan Perjalanan, Banyak Pelajaran

Sudah sekitar sepuluh bulan sejak Marvel Rivals dirilis, dan selama itu tim banyak belajar. Salah satunya adalah soal kecepatan konten. Dulu, setiap musim berjalan selama tiga bulan dengan dua hero baru. Tapi kini mereka mempercepat jadi dua bulan per musim dan menambah hero lebih cepat.

“Sekarang pemain bisa dapet satu hero baru tiap bulan,” ungkap Danny. “Itu gila sih, tapi kami pengin terus memenuhi ekspektasi pemain.”

Menariknya, sampai akhir tahun ini sudah akan ada 45 karakter dalam game, jumlah yang luar biasa cepat untuk game sejenis. Selain itu, mereka juga sedang menyiapkan sistem placement matches untuk matchmaking, serta fitur cross-progression yang memungkinkan pemain menyatukan progres di berbagai platform.

Tantangan di Balik Tambahan Karakter

Menambah karakter memang menyenangkan buat pemain, tapi di balik layar, beban kerjanya luar biasa. Danny bilang kalau setiap kali ada karakter baru, otomatis bertambah pula pekerjaan untuk kostum, animasi, dan balancing.

“Contohnya Magik,” jelas Danny. “Kita harus bikin dua versi, Magik dan Darkchild. Cloak and Dagger juga gitu, harus dua kostum tiap kali. Hulk malah tiga, normal, Hulk form, dan ultimate Hulk.”

Dengan banyaknya karakter dan variasi kostum, jelas tim Marvel Rivals punya tantangan berat untuk menjaga keseimbangan gameplay sambil tetap memenuhi ekspektasi visual fans Marvel.

Karakter Favorit Pemain dan Masa Depan Game

Menariknya, Danny mengungkapkan kalau ada beberapa karakter yang selalu populer di tiap musim. “Jeff the Landshark, Luna, Invisible Woman, Cloak and Dagger, mereka selalu masuk top 10,” ujarnya. Popularitas karakter ini menunjukkan adanya fanbase yang kuat dan stabil.

Tim juga terus bereksperimen dengan berbagai mode baru dan event besar. Danny bahkan menggoda bahwa ulang tahun pertama Marvel Rivals akan dirayakan dengan event spesial dan fitur baru.

“Pokoknya tunggu aja anniversary-nya,” kata Danny penuh semangat. “Kami udah siapin sesuatu yang keren banget buat para pemain.”


Marvel Rivals kini sudah bisa dimainkan di PlayStation 5, Xbox Series dan juga PC. Mode Zombie akan dirilis pada 23 Oktober mendatang. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.



Borderlands 4 Rilis 12 September!


Ingin mendapat update terkini dari Borderlands 4? Halaman all-in-one kami sudah merangkum berita, gameplay, ulasan, hingga perbandingan edisi penjualan yang bisa membantumu mendapat semua informasi sebelum memutuskan untuk terjun ke gamenya!



Kunjungi Halaman


Sampai jumpa di Kairos!



Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun Twitter dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/gcaxthgs25-wawancara-marvel-rivals-dengan-danny-koo-dari-pvp-ke-mode-zombie-pve-yang-menarik/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *