[TGS 2025] Nyobain Phantom Blade Zero - Ternyata Bukan Cuma Soulslike Biasa

Pada Tokyo Game Show 2025, kami mendapatkan kesempatan nyobain Phantom Blade Zero. Dari menit pertama bermain, terasa jelas kalau game ini sudah jauh lebih matang, lebih responsif, dan lebih pede dengan gaya uniknya sendiri. Game ini adalah campuran antara Action RPG dan Soulslike, tetapi dibungkus dengan nuansa wuxia yang super stylish.

Dalam demo, tingkat kesulitan disetel ke Gamechanger (setara normal) dan kita langsung diajak eksplorasi serta melawan tiga boss besar. Hal pertama yang terasa adalah gerakan karakter yang sangat halus serta visual dipoles sampai terlihat seperti adegan film wuxia.  Seperti apa detailnya? Mari simak artikelnya!

Pertarungan  Tegang, Stylish, dan Penuh Strategi

Bagian terbaik dari game ini jelas sistem pertarungannya. Karakter utama bisa membawa dua senjata utama dan dua senjata Phantom Edge sekunder, dan setiap senjata utama punya Sha-Chi gauge, semacam stamina yang menentukan kapan pemain bisa parry atau dodge. Ketika Sha-Chi habis, pemain tidak bisa bertahan, tetapi berganti senjata langsung mengisi ulang gauge, menciptakan ritme tarung yang agresif dan fleksibel.

Pemain bisa bebas berganti longsword, dual blades, whipsword, serpent blade, atau ring blade, dan masing-masing punya animasi counter serta execution yang unik. Lalu ada sistem Precise Parry dan Precise Dodge. Jika musuh mengeluarkan serangan warna biru (Brutal Move), parry tepat waktu akan memicu Ghostep, counter yang menyedot Sha-Chi musuh. Jika musuh keluar warna merah (Killer Move), serangan itu tidak bisa ditahan dan wajib dihindari. Begitu paham pola musuh, pertarungan jadi seperti tarian silat penuh gaya.

Yang menarik, combo dalam game ini tidak asal spam. Serangan ringan dan berat bisa dirangkai, tetapi animasinya punya tempo, jadi pemain harus menunggu timing yang pas sebelum melanjutkan combo. Hal ini membuat pertarungan melawan boss terasa lebih defensif dan penuh timing, tetapi melawan musuh biasa justru jadi ajang untuk pamer combo keren.

Ada juga Concentration Mode, semacam mode fokus. Saat diaktifkan, gerakan pemain melambat tetapi otomatis menahan sebagian besar serangan musuh, dengan biaya Sha-Chi yang terus berkurang. Jadi pilihan antara menyerang atau bertahan benar-benar terasa penting. Ketika Sha-Chi musuh habis, pemain bisa melakukan execution dengan animasi finisher yang luar biasa keren dan berbeda tiap senjata.

Ritme pertarungan Phantom Blade Zero berada di tengah-tengah: tidak seberat Soulslike klasik, tetapi tidak seliar ARPG biasa. Rasanya seperti aliran antara agresif dan defensif, dan momen ketika Sha-Chi habis lalu pemain langsung mengeluarkan senjata kedua dan lanjut menyerang tanpa henti benar-benar menggambarkan inti game ini: pertarungan yang terasa seperti tarian kematian yang indah sekaligus brutal.

Tiga Boss yang Bukan Sekadar Musuh, Tapi Pertunjukan

Bos pertama, Wan Jun “Coppermaul,” adalah raksasa dengan palu besar yang serangannya luas. Yang membuatnya keren adalah sistem counter dinamis. Setiap animasi serangannya bisa dipatahkan dengan Ghostep yang berbeda-beda tergantung timing. Contoh paling gokil: saat ia mengayunkan palu, parry tepat waktu membuat karakter pemain melompat ke gagang palu, lalu menebas dari atas dengan gaya super sinematik. Rasanya seperti adegan film yang tiba-tiba muncul karena refleks kita sendiri.

Bos kedua, Red Wraith, bertarung di atas menara tinggi. Gerakannya cepat dan duel pedangnya mengingatkan pada adegan hutan bambu dari Crouching Tiger, Hidden Dragon. Menariknya, pertarungan ini sepenuhnya opsional. Bisa dilewati. Fakta bahwa boss sekeren ini tidak diwajibkan menunjukkan kepercayaan diri developer dalam memberi pemain kebebasan.

Phantom Blade Zero

Bos terakhir, Chief Disciple of the Seven Stars, adalah klimaks gila demo ini. Ia mengendalikan tujuh boneka yang membentuk berbagai formasi selama pertarungan. Setelah fase pertama, suasana berubah total. Ia terangkat ke udara oleh empat tali merah dan menjadi boneka itu sendiri. Latar berubah merah, musik erhu bercampur riff metal, dan serangannya menjadi brutal tanpa jeda. Tekanan mentalnya luar biasa.

Phantom Blade Zero

Dan di sinilah kejutan terbesar: kalau pemain melewatkan Red Wraith sebelumnya, ia akan muncul dan bertarung bersama boss ini. Artinya, pemain harus melawan dua boss lincah sekaligus, masing-masing dengan pola sendiri, dalam arena yang penuh tekanan. Kekacauan total, tetapi terasa sangat seru dan menegangkan. Pertarungan ini adalah definisi “sakit tapi nikmat”.

Visual Berkualitas dan Presentasi Gila Detail

Dari sisi visual, Phantom Blade Zero memberikan kesan produksi kelas atas. Arsitektur dunia terasa detail, pencahayaan multilayer, refleksi halus, kabut atmosferik, dan animasi senjata yang penuh gaya. Semua ini membuat dunia wuxia gelap terasa hidup.

Yang lebih penting, demo berjalan sangat stabil tanpa penurunan frame. Umpan balik serangan pedang, efek partikel, hingga suara senjata saling bersentuhan terasa berat dan nyata. Semua elemen visual tidak hanya keren, tetapi juga mendukung gameplay dan intensitas pertarungan.

Phantom Blade Zero

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Phantom Blade Zero menunjukkan lompatan kualitas yang sangat besar. Sistem pertarungan semakin dalam, mekanik Sha-Chi dan Ghostep semakin halus, pergantian senjata terasa natural, dan desain boss menunjukkan kreativitas tinggi. Visualnya tidak hanya cantik, tetapi menguatkan identitas wuxia yang jarang dieksekusi sebaik ini di game modern.

Jika pengembang terus menyempurnakan aliran combo dan responsivitas boss, Phantom Blade Zero berpotensi keluar dari bayang-bayang Soulslike dan berdiri sebagai standar baru ARPG fantasi timur. Setelah Black Myth: Wukong membuka jalan, game ini bisa menjadi penerus yang mendorong genre ini lebih jauh lagi.

Demo ini bukan hanya membangun harapan, tetapi juga memberikan rasa percaya. Phantom Blade Zero bukan sekadar game yang stylish, tetapi punya kedalaman sistem, visi artistik, dan jiwa seni bela diri yang kuat. Jika versi finalnya setara atau bahkan lebih baik dari demo ini, kita mungkin sedang menyaksikan lahirnya salah satu game action paling ikonik dalam generasi ini.

Phantom Blade Zero belum memiliki jadwal rilis tapi yang pasti game tersebut akan rilis untuk PS5 dan PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.



Borderlands 4 Rilis 12 September!


Ingin mendapat update terkini dari Borderlands 4? Halaman all-in-one kami sudah merangkum berita, gameplay, ulasan, hingga perbandingan edisi penjualan yang bisa membantumu mendapat semua informasi sebelum memutuskan untuk terjun ke gamenya!



Kunjungi Halaman


Sampai jumpa di Kairos!



Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun Twitter dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/tgs-2025-nyobain-phantom-blade-zero-ternyata-bukan-cuma-soulslike-biasa/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *