Lewat ajang Tokyo Game Show 2025, Team Ninja menghadirkan kembali salah satu seri andalan mereka dengan pameran Nioh 3 serta jadwal rilisnya. Sudah lebih dari lima tahun sejak perilisan Nioh 2, dan para fans sudah lama menantikan bagaimana seri ini akan berkembang setelah penantian panjang. Tim kami kebetulan sudah berkesempatan untuk duduk bersama Fumihiko Yasuda selaku pimpinan Team Ninja sekaligus General Producer Nioh 3, yang mana dia berbagi cerita tentang tantangan pengembangan, filosofi desain di balik game ini, serta apa yang bisa diharapkan fans saat rilisnya nanti.

Perjalanan Pengembangan yang Lebih Panjang
Meski terasa seolah Nioh 2 belum terlalu lama dirilis, jarak waktu menuju Nioh 3 menjadi yang terpanjang dalam sejarah seri ini. Yasuda menjelaskan alasannya: “Benar, seperti yang Anda sebutkan, pengenalan peta open-field membuat kami harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk memoles sistem, sehingga wajar jika pengembangan secara keseluruhan lebih lama. Selain itu, setelah perilisan Nioh 2, tim kami juga mengerjakan Wo Long: Fallen Dynasty dan Rise of the Ronin, jadi siklus pengembangan Nioh 3 tidak bisa dipercepat.”
Menemukan Keseimbangan di Open Field

Perubahan terbesar kali ini adalah hadirnya struktur open-field. Tim ingin memperluas eksplorasi, tetapi tetap menjaga nuansa khas Nioh. Yasuda bercerita: “Selama pengembangan, kami melewati banyak proses coba-coba. Pada satu titik, skala peta menjadi terlalu besar sehingga kepadatan konten berkurang dan area terasa kosong. Akhirnya kami sadar, karena Nioh pada dasarnya adalah game berbasis pertarungan, kami harus menambah jumlah musuh dan frekuensi pertemuan. Dengan menjaga kepadatan pertempuran, kami juga menambahkan banyak jalur alternatif di desain open-field, sehingga pemain bisa mengalami beragam cara progresi dengan keseimbangan yang lebih baik.”
Belajar dari Feedback Pemain
Pada bulan Juni lalu, pemain berkesempatan mencoba Alpha Demo. Menurut Yasuda, masukan dari demo itu sangat berharga “Ya, saat Alpha Demo bulan Juni, kami menerima banyak sekali masukan. Desain open-map yang baru serta kemampuan berganti gaya bertarung Samurai dan Ninja umumnya mendapat respon positif. Di sisi lain, ada juga kritik terkait beberapa sistem aksi dari game sebelumnya yang kali ini terasa kurang memuaskan.”

Salah satu contohnya adalah sistem pergantian senjata: “Dalam game sebelumnya, pemain bisa bebas berganti dua senjata saat bertarung. Tapi di Nioh 3, karena adanya perbedaan gaya bertarung Samurai dan Ninja, pergantian senjata awalnya tidak bisa dilakukan. Banyak pemain mengomentari hal ini, jadi kami memutuskan untuk mengembalikannya. Fitur pergantian senjata sudah kami hadirkan di demo TGS, dan kami akan terus melakukan optimasi.”
Samurai vs. Ninja
Nioh 3 memperkenalkan dua gaya bertarung berbeda: Samurai dan Ninja. Yasuda menegaskan hanya dua gaya ini yang tersedia, dengan alasan khusus: “Kami tidak berencana menambah gaya bertarung lain. Kombinasi Samurai, yang selalu menjadi inti seri ini, dengan gaya Ninja yang baru, sudah cukup menjadi fondasi utama game ini.”

Lebih lanjut dia menjelaskan: “Samurai adalah kelanjutan sah dari tradisi seri ini, sementara Ninja menawarkan gaya bertarung cepat, lincah, dan memberi kebebasan lebih. Dengan hadirnya open-field, kami ingin pemain bisa menikmati eksplorasi dan pertarungan tiga dimensi, dan Ninja sangat cocok dengan hal itu.”
Ada juga pertimbangan budaya: “Ninja sudah lama menjadi simbol budaya Jepang, dan di luar negeri, mereka sangat dikenal. Jadi kami ingin memudahkan pemain internasional untuk memahami konsep protagonis — sosok yang menggabungkan kualitas Samurai dan Ninja.”
Tantangan dan Aksesibilitas
Salah satu ciri khas Nioh adalah tingkat kesulitannya. Banyak yang bertanya apakah Nioh 3 akan dibuat lebih ramah pemain. Yasuda menegaskan tantangan tetap ada: “Bagi kebanyakan pemain, fitur terbesar kali ini tentu desain open-field. Soal tingkat kesulitan, Nioh 3 tetap bukan game yang mudah. Namun, karena sekarang pemain bebas mengeksplorasi dan menguatkan karakter sesuka hati, kebebasan dalam gameplay meningkat. Tapi soal tantangan, game ini tidak akan terasa lebih mudah dibanding seri sebelumnya.”

Tentang kontrol, Yasuda menambahkan: “Dengan adanya dua gaya bertarung, kontrol jadi lebih kompleks. Dari feedback demo, bahkan pemain veteran yang sudah bermain ribuan jam ingin skema kontrol lama tetap dipertahankan. Jadi kami sedang mencari cara untuk menjaga esensi sistem lama sekaligus memperkenalkan mekanik baru. Kontrol mungkin tidak jadi lebih mudah, tapi kami berharap pemain bisa terbiasa, belajar pelan-pelan, dan akhirnya menemukan ritme bertarung mereka sendiri.”
Apa Arti Nioh 3 untuk Pemain
Menjelang perilisan, Yasuda menekankan nilai utama dari seri Nioh: kepuasan mengalahkan tantangan. “Satu hal yang selalu kami anggap penting di seri Nioh adalah bagaimana pun cara pemain bertarung, selama mereka bisa mengalahkan musuh, itu sah. Yang terpenting adalah rasa kegembiraan dan pencapaian saat mengalahkan boss sulit atau melewati area berat. Itu inti yang sangat kami hargai.”

Dia berharap Nioh 3 bisa menghadirkan perasaan itu lebih kuat lagi: “Kami percaya di Nioh 3, perasaan tersebut akan lebih kuat daripada dua game sebelumnya, terutama dengan hadirnya open-field yang bebas dan gaya bertarung Ninja yang baru.”
Sebagai penutup, Yasuda menyampaikan pesan untuk para penggemar: “Kalau ada satu hal yang ingin saya sampaikan, meskipun sudah lima hingga enam tahun sejak Nioh 2, entri baru ini bukan sekadar kelanjutan seri — kami berharap ia bisa menjadi fondasi penting untuk masa depan Nioh. Kami akan terus berbagi pembaruan menjelang peluncuran, jadi nantikanlah hingga rilis resmi pada 6 Februari 2026.”
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/eksklusif-wawancara-nioh-3-dengan-fumihiko-yasuda-bahas-pendekatan-baru-dan-masa-depan-franchisenya/