Review Silent Hill f - Horor yang Khas, Rasa Baru yang Tetap Ngeri

Penggemar game horor akhirnya bentar lagi bisa nikmatin Silent Hill f. Game ini jadi langkah baru buat seri klasik yang udah lama dikenal dengan horor psikologisnya. Kami mendapatkan kesempatan nyobain dan review Silent Hill f. Dari awal main, kerasa banget kalau ini bukan sekadar nostalgia, tapi usaha buat ngenalin Silent Hill ke generasi baru tanpa ninggalin ciri khasnya.

Saya nyelesain game ini sekitar 16 jam, termasuk tiga jam stuck di puzzle, dengan pengaturan Story Action dan Story Puzzle sesuai saran developer. Buat yang lebih terbiasa, mungkin bisa beres sekitar 12–13 jam. Endingnya sangat menarik dan tanpa spoiler ada banyak cabangnya. Pertanyaannya, sejauh apa Silent Hill f bisa ngejaga rasa horor khasnya sekaligus kasih sesuatu yang baru? Simak review kami

Pembukaan yang Bikin Merinding

Fans horor survival sudah lama menunggu kabut legendaris Silent Hill kembali menyelimuti layar, dan akhirnya Silent Hill f hadir sebagai bab baru yang berani. Game ini jadi semacam “titik awal generasi baru,” sekaligus penghormatan untuk seri klasik yang sudah puluhan tahun jadi patokan horor psikologis.

Selama memainkan versi penuh hingga ending tetap, saya menghabiskan sekitar 16 jam — termasuk tiga jam terjebak di puzzle — dengan pengaturan Story Action dan Story Puzzle seperti yang disarankan pengembang. Pemain yang lebih mahir mungkin bisa menuntaskannya hanya dalam 12–13 jam.

Sesuai info dari developer, ending pertama memang sama untuk semua orang, sementara empat ending lain menunggu buat dibuka. Pertanyaannya sekarang, apakah game ini berhasil membawa rasa takut khas Silent Hill sekaligus memberi sentuhan baru yang bikin merinding?

Dunia dan Cerita yang Pekat Atmosfer

Silent Hill f mengambil latar era Showa di Jepang, tepatnya di desa pegunungan terpencil bernama Ebisugaoka. Nuansa pedesaan dengan sawah berteras, kuil tua, dan jalanan sepi awalnya terlihat tenang, tapi pelan-pelan disusupi kabut aneh dan bunga-bunga misterius yang menandakan bencana.

Tokoh utamanya, Hinako Shimizu, digambarkan sebagai remaja canggung yang sering diasingkan karena pergaulannya dengan anak laki-laki. Setelah kakaknya menikah, Hinako makin tertekan menghadapi ayah yang keras dan ibu yang pasif, sampai akhirnya kabur dan menyaksikan serangkaian kejadian aneh. Warga desa hilang, meninggalkan Hinako dan beberapa teman untuk mencari jalan keluar melalui kabut.

Hinako bergerak di tiga lapisan realitas: dunia nyata yang terlihat normal, dunia permukaan dengan kejanggalan kecil, dan otherworld yang dipenuhi makhluk mirip yokai dan simbolisme aneh. Sepanjang perjalanan, ia ditemani pria berambut putih bertopeng rubah yang motifnya misterius, serta boneka masa kecilnya yang seolah hidup dan terus memintanya berhenti.

Menurut saya, bagian akhir game ini nyajiin kejutan yang bikin seluruh perjalanan terasa lebih dalam dan penuh makna. Petunjuk yang kamu temuin pelan-pelan nyatu jadi gambaran besar tentang konflik batin dan tekanan mental yang jadi inti cerita.

Gaya cerita Ryukishi07 yang penuh misteri dan tegang nyampur mulus sama ciri khas Silent Hill yang suka ngulik sisi gelap manusia. Kabut Ebisugaoka akhirnya kerasa bukan cuma latar doang, tapi juga jadi simbol emosional yang ngajak pemain mikir soal sisi terdalam manusia.

Eksplorasi dan Puzzle yang Memikat

Desain peta terasa rapi dengan petunjuk lingkungan seperti lampu, susunan furnitur, dan cahaya halus yang mengarahkan tanpa perlu sering-sering lihat map. Koleksi item juga seru dengan sentuhan budaya Jepang, seperti Yokan, Arare, Ramune, Kudzu Tea, dan Inari Sushi yang bisa memulihkan HP, Stamina, atau Sanity. Interaksi lingkungan umumnya lancar, meski beberapa puzzle atau pintu kadang butuh sudut kamera pas supaya prompt muncul, yang sedikit mengganggu imersi.

Puzzle sendiri sangat kental nuansa Jepang — mulai dari persembahan kuil, jimat, hingga pola tradisional. Tingkat kesulitannya meningkat perlahan, tapi beberapa teka-teki belakangan bisa bikin kepala panas karena petunjuk di jurnal terkadang menyesatkan. Bahkan di mode Story Puzzle, saya sempat terjebak hampir satu jam hanya untuk satu puzzle, yang lumayan memutus alur cerita.

Pertarungan dan Manajemen Sumber Daya

Silent Hill f menyingkirkan senjata api dan fokus pada pertarungan jarak dekat yang mengandalkan timing. Ada tiga bar utama: Health untuk nyawa, Stamina untuk lari dan serangan, serta Sanity yang dipakai untuk Focus Mode sekaligus diserang musuh lewat serangan psikis.

Saat Sanity habis, kerusakan mental langsung menggerogoti HP. Sistem combat mengutamakan presisi: musuh akan menunjukkan titik lemah dengan efek slow motion singkat, dan jika kita mendaratkan serangan berat tepat waktu, muncul Perfect Counter yang sangat mematikan. Focus Mode juga bisa melambatkan waktu dan membuka serangan spesial.

Pilihan senjata beragam, dari pipa besi, baseball bat, pisau dapur, sabit, crowbar, hingga sledgehammer dan kapak. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, dari kecepatan serang hingga ketahanan. Persediaan item sangat terbatas, hanya delapan slot di awal dan bisa ditambah jadi sebelas. Item kecil bisa ditumpuk, tapi item besar seperti First Aid Kit tidak. Jika menjatuhkan item, otomatis hilang selamanya, jadi perencanaan sangat penting.

Sayangnya, animasi pertarungan kadang kaku, terutama saat ingin menghindar setelah serangan berat. Bahkan di PS5, haptic feedback terasa minim sehingga benturan senjata kurang terasa. Sistem quick-slot juga kurang praktis karena saat item habis harus pause dan ganti manual, mengganggu tempo.

Horor Masih Khas Silent Hill?

Nuansa horor Silent Hill f lebih banyak mengandalkan jump scare dibanding ketegangan perlahan ala seri klasik. Bagian awal saat tidak bersenjata cukup menegangkan, tapi begitu punya senjata, rasa takutnya mulai pudar. Monster berdesain body horror seperti anggota tubuh terpelintir, bunga yang tumbuh dari daging, hingga tekstur organ memang bikin mual di awal, tapi lama-lama jadi terbiasa.

Final boss terlihat mengintimidasi, namun muncul terlalu terlambat untuk benar-benar meninggalkan trauma. Jika di seri lama monster sering merefleksikan rasa bersalah atau keinginan karakter, di sini desainnya terasa lebih literal, sekadar rintangan.

Musik dan Visual yang Memikat

Akira Yamaoka dan tim kembali menghadirkan musik yang pas banget dengan nuansa cerita. Perpaduan instrumen tradisional Jepang dan nada elektronik menciptakan atmosfer yang aneh tapi indah. Setiap latar dan cutscene diiringi musik yang menambah tegang atau sedih tanpa berlebihan.

Secara visual, detail karakter sangat hidup dengan animasi wajah yang halus. Pencahayaan menawan, terutama panorama awal Yominohama yang menampilkan sawah dan kuil khas Jepang 1960-an. Arsitektur, papan ema, dan jimat omamori bukan hanya dekorasi, tetapi juga bagian penting puzzle dan upgrade, membuat budaya Jepang benar-benar terasa jadi inti permainan. Performa di PS5 Pro stabil, hanya sesekali frame drop di akhir permainan.

Kesimpulan

Silent Hill f adalah percobaan ambisius untuk menata ulang waralaba ini. Cerita yang berani, puzzle yang penuh budaya, dan atmosfer Jepang yang kental jadi kekuatan utama. Sayangnya, pertarungan yang kaku, sistem inventori yang kurang praktis, dan horor yang terkadang terasa dangkal sedikit menahan kilau keseluruhan.

Untuk penggemar lama, ini adalah kebangkitan menarik yang patut dicoba, apalagi melihat sentuhan cerita khas Ryukishi07 pada kabut Silent Hill. Bagi pendatang baru, game ini jadi pintu masuk yang ramah, meski butuh kesabaran untuk menikmati semua lapisannya.

Silent Hill f akan dirilis pada 25 September mendatang untuk PlayStation 5, Xbox Series, dan juga PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.



Borderlands 4 Rilis 12 September!


Ingin mendapat update terkini dari Borderlands 4? Halaman all-in-one kami sudah merangkum berita, gameplay, ulasan, hingga perbandingan edisi penjualan yang bisa membantumu mendapat semua informasi sebelum memutuskan untuk terjun ke gamenya!



Kunjungi Halaman


Sampai jumpa di Kairos!



Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun Twitter dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

The Review

Silent Hill f

PROS

  • Perpaduan horor psikologis khas Silent Hill dengan cerita penuh misteri ala Ryukishi07 bikin narasi jadi tegang dan unik.
  • Desa era Showa dan unsur folklore Jepang kasih atmosfer budaya yang kental dan berkesan.
  • Eksplorasi, puzzle, dan sistem progresnya nyatu rapi sama dunia game, bikin imersi makin dalam.
  • Musik nyampurin instrumen tradisional Jepang dengan sentuhan elektronik yang sukses ningkatin mood.
  • Visual detail dengan pencahayaan ekspresif menghadirkan tampilan yang autentik sekaligus menekan suasana.

CONS

  • Pertarungan terasa kaku dan kurang responsif.
  • Sistem quick-slot dan ganti item agak ribet dan nggak praktis.
  • Beberapa puzzle minim petunjuk, bikin alur cerita sempat terhambat.

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-silent-hill-f-horor-yang-khas-rasa-baru-yang-tetap-ngeri/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *