Preview Akhir Digimon Story Time Stranger - Semakin Memikat Hati!

Sebagai bagian dari partisipasi kami untuk sesi persiapan Tokyo Game Show 2025 bersama Bandai Namco, mereka telah memberi akses hands-on terbaru Digimon Story Time Stranger yang kali ini sukses memberi impresi lebih kuat. Tidak lagi hanya dalam batasan waktu main sebentar, kami akhirnya bisa mengeksplor gamenya secara mendalam hingga tiga jam. Ada lebih banyak hal yang sudah kami bahas dalam preview kali ini, sebelum nanti menyusul dengan review penuh menjelang perilisan gamenya.

Awalan yang Langsung Memikat

Game ini tidak membuang waktu untuk menarik perhatian. Pemain langsung dilempar ke Shinjuku, meski aksesnya masih terbatas dan jalannya dikunci agar kita fokus ke misi utama. Salah satu titik menarik di sini adalah “Wall of Hope,” semacam instalasi misterius yang menjadi pusat penyelidikan. Demi mengungkap kebenarannya, kita harus menyelinap masuk, dan dari situ alur cerita mulai memanas.

Seperti tradisi Digimon Story, konflik pertama langsung memaksa kita memilih partner Digimon. Kali ini pilihannya adalah Patamon, DemiDevimon, dan Gomamon yang masing-masing mewakili Vaccine, Virus, dan Data. Kami menjatuhkan pilihan pada Patamon, dan tak lama kemudian game menghadirkan kejutan besar. MetalGreymon (Blue) muncul mendadak dan mulai mengejar kita. Adegan ini penuh adrenalin hingga membuat kami sempat gagal di percobaan pertama. Setelah tahu kalau kuncinya hanya terus berlari maju, kami berhasil lolos, meski tensinya tetap tinggi.

Saat berada di tengah kekacauan itu, kita bertemu gadis misterius bernama Inori. Dia bertingkah seolah mengenal kita, padahal kita sendiri tidak tahu siapa dia. Kehadirannya menambah lapisan misteri yang kuat. Tak lama, Omegamon turun dengan cara yang begitu ikonik dengan datang tiba-tiba, mengalahkan MetalGreymon, lalu menghilang secepat itu juga. Prolog berakhir dengan pertarungan melawan Kuwagamon, yang kemudian memicu anomali besar. Kita terseret ke Digiworld, bertemu tiga anggota Olympos XII, lalu dipaksa kembali ke dunia nyata setelah kuil tempat mereka berada dihancurkan oleh kekuatan misterius. Sebagai pembuka, prolog ini terasa padat, penuh aksi, dan berhasil menanam banyak pertanyaan yang mendorong pemain untuk terus melanjutkan.

Sistem Combat Kompleks Sekaligus Ramah

Begitu masuk ke sistem battle, hal pertama yang mencolok adalah betapa detailnya model Digimon didesain ulang. Animasi serangan dibuat penuh gaya, dan setiap jurus spesial tampil dengan efek unik. Mekanik dasarnya masih berpegang pada siklus klasik antara Vaccine, Virus, dan Data, ditambah tipe Free yang netral. Namun kali ini jumlah atribut meningkat hingga tujuh dengan hadirnya Variable, Unknown, dan No Data.

Tidak berhenti di sana, game juga menambahkan sistem elemen. Ada setidaknya sebelas jenis, dari Api, Air, dan Es, hingga Cahaya dan Dark. Kehadiran atribut dan elemen membuat pertarungan jauh lebih dalam dibanding seri sebelumnya. Tidak mungkin lagi hanya mengandalkan satu Digimon overpower, karena setiap musuh punya keunggulan dan kelemahannya sendiri.

Beberapa fitur baru benar-benar memberi warna. Character Reversal, misalnya, bisa membalikkan keunggulan atribut lawan seratus persen. Extra Strike menambahkan sentuhan interaktif dengan semacam QTE, yang memungkinkan serangan tambahan atau bahkan efek penyembuhan jika waktunya tepat. Cross-Arts menghadirkan jurus kombinasi yang bervariasi, kami empat mencoba tipe Break yang bisa menurunkan status lawan dan tipe Field yang memberi buff pada tim. Lalu ada Mode Change, yang memungkinkan Digimon berevolusi sementara di tengah pertempuran. Kami juga sempat mencoba Agunimon yang berubah menjadi BurningGreymon berkat skill Corona Blaster, lalu kembali ke bentuk semula setelah battle usai.

Perubahan kecil pada sistem juga terasa signifikan. Kecepatan pertempuran bisa diatur hingga lima kali lipat, grinding jadi lebih cepat berkat opsi Auto-Battle, dan tips atribut serta elemen muncul langsung saat menyerang sehingga kita tidak perlu menghafal semua keunggulan. Item kini hanya bisa dipakai oleh Agent dan tidak lagi memakan giliran Digimon, membuat ritme pertarungan terasa lebih mulus. Semua ini membuat battle system terasa kaya strategi tapi tetap ramah pemain.

Digivolution dengan Sentuhan Personal

Sistem evolusi masih setia pada konsep lama: mengalahkan musuh untuk mengumpulkan data yang bisa dikonversi menjadi Digimon baru. Bedanya, kali ini ada lapisan personalisasi. Digimon bisa menyapa atau mengirim pesan pada kita, dan cara kita menjawab memengaruhi kepribadian mereka. Hal ini bukan sekadar kosmetik, karena kepribadian tertentu membuka skill unik yang benar-benar bisa mengubah gaya bertarung. Evolusi dari Rookie ke Champion memang belum bisa dicoba di versi preview ini karena terkunci oleh level Agent, tapi dari interaksi kecil saja, jelas sistem ini akan memberi dimensi baru yang lebih personal dalam membesarkan Digimon.

Eksplorasi Dinamis dan Penuh Resiko

Eksplorasi juga mendapat banyak penyegaran. DigiAttack kini menjadi salah satu elemen utama. Jika musuh hanya membawa satu Digimon, kita bisa mengalahkannya langsung tanpa harus masuk ke pertarungan penuh. DigiAttack juga berfungsi menghancurkan rintangan atau membuka jalan baru, terutama bila dipadukan dengan elemen yang tepat.

Fitur Analysis menambah lapisan strategi, karena dengan menekan L2 kita bisa melihat objek yang bisa dihancurkan, peti harta, material, atau posisi musuh. Dengan begitu, DigiAttack bukan lagi tebak-tebakan, melainkan keputusan yang bisa direncanakan.

Apa yang membuat eksplorasi makin menarik adalah bantuan traversal dari Digimon. Dalam sesi preview ini, kami melihat Biyomon membantu menyeberangi jembatan rusak dengan terbang, sementara Whamon dan Submarimon membawa kita menjelajahi dunia bawah laut. Variasi ini membuat perjalanan tidak terasa monoton.

Setiap area juga memiliki bos liar berlevel tinggi yang bertindak sebagai ancaman konstan. Chaosdramon, misalnya, muncul di area prolog. Pemain bisa memilih melawannya langsung, menghindar, atau kembali nanti setelah lebih kuat. Kehadiran bos seperti ini membuat eksplorasi penuh ketegangan, karena kita tidak pernah tahu kapan harus bermain aman atau mengambil resiko.

Fitur Tambahan

Selain inti permainan, ada sejumlah fitur kecil yang memberikan sentuhan segar. Salah satunya mini-game kartu Digimon. Bukan TCG, melainkan permainan tebak kartu sederhana di mana setiap kartu berubah menjadi Digimon pixelated yang bertarung di layar ala Digivice klasik. Rasanya ringan tapi adiktif, dan jelas membawa nostalgia bagi penggemar lama.

Ada juga In-Between Theater yang menggantikan sistem telepon untuk bertemu Mirei. Dari sini kita bisa mengakses Digifarm, memindahkan Digimon untuk dilatih atau diberi makan, sekaligus menghias pulau dengan dekorasi. Walaupun belum jelas seberapa besar pengaruh Digifarm terhadap gameplay utama, potensinya untuk menggabungkan fungsi praktis dan kustomisasi visual terasa menjanjikan.

Impresi Sejauh Ini

Preview ini semakin memantapkan kesan Digimon Story terbaru yang memang punya ambisi besar. Prolognya penuh misteri dan aksi, sistem pertarungannya kaya strategi tapi tetap ramah pemain, dan eksplorasinya dinamis dengan fitur-fitur baru yang membuat setiap zona terasa unik. Digivolution kini lebih personal, sementara tambahan seperti mini-game kartu dan Digifarm memberi sentuhan nostalgia sekaligus ruang kustomisasi.

Jika build preview ini benar-benar menjadi gambaran dari game penuh nanti, Digimon Story terbaru berpotensi menjadi salah satu RPG paling menarik tahun ini yang bukan hanya bagi penggemar Digimon lama, tapi juga bagi siapa pun yang menyukai RPG dengan sistem yang dalam, eksplorasi variatif, dan cerita penuh misteri.

Digimon Story: Time Stranger kini sudah dipastikan rilis pada 3 Oktober untuk platform PlayStation 5, Xbox Series, dan PC via Steam. Untuk ragam detail terupdate mengenai gamenya hingga akses pre-order bisa kamu cek lewat website resmi mereka DI SINI. 

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.


Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun Twitter dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/preview-akhir-digimon-story-time-stranger-semakin-memikat-hati/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *