Wawancara Pokémon Pokopia - Menelusuri Dunia Pokémon Baru Lewat Kacamata Ditto!

Pokémon Pokopia mewakili salah satu perubahan paling berani dalam sejarah seri Pokémon selama bertahun tahun, karena dibangun di atas genre life sim santau dan sandbox. Dikembangkan melalui kolaborasi antara Game Freak, Koei Tecmo, dan The Pokémon Company, game ini menghapus keberadaan pelatih manusia sepenuhnya dan menempatkan para Pokémon sebagai pusat dari segala pengalaman. Dengan menggabungkan mekanik life sim, eksplorasi lingkungan, serta pembangunan dunia yang kreatif, judul ini menantang pemain dan pengembang untuk memikirkan kembali bagaimana Pokémon berinteraksi, berkomunikasi, dan berkembang.

Kiri ke kanan: Marina Ayano (Art Director), Takuto Edagawa (Chief Director), Shigeru Oomori, dan Kanako Murata (Producer) | Credit: The Pokémon Company

Dalam sebuah wawancara media baru baru ini, tim di balik Pokopia membahas segala hal mulai dari asal usul proyek dan pemilihan Ditto sebagai protagonis hingga mekanik multiplayer, keputusan desain Pokémon, serta tantangan kreatif dalam merancang ulang franchise ini dari awal.

Kami berbicara dengan Shigeru Oomori dari Game Freak yang menjabat sebagai pencipta konsep sekaligus Direktur Senior Pokémon Pokopia; Takuto Edagawa dari Koei Tecmo Software sebagai direktur utama; Marina Ayano dari Koei Tecmo Software sebagai direktur seni; dan Kanako Murata dari The Pokémon Company yang bertindak sebagai produser. Masing masing membawa keahlian mereka untuk membentuk konsep, arahan, seni, dan produksi game ini.

Awal Terwujudnya Kolaborasi

Credit: The Pokémon Company

Kolaborasi antara Koei Tecmo dan The Pokémon Company mungkin tampak mengejutkan pada awalnya, sehingga kami ingin mengetahui bagaimana Pokémon Pokopia bisa terbentuk dan mengapa konsep ini butuh waktu lama untuk muncul. Shigeru Oomori menjelaskan kalau ide ini sebenarnya sudah dikembangkan secara diam diam selama masa produksi Pokémon Scarlet dan Violet.

Oomori mengenang, “Untuk pengembangan game ini, saya sudah memikirkannya saat kami sedang mengerjakan Pokémon Scarlet Violet. Saya ingin membuat sesuatu yang berbeda dari seri utama, sambil memikirkan bagaimana kami dapat menunjukkan daya tarik Pokémon dengan cara yang berbeda.”

Pada tahun 2022, ia mulai bereksperimen dengan prototipe. Setelah konsepnya terbentuk, diskusi dengan The Pokémon Company berujung pada diperkenalkannya Koei Tecmo sebagai mitra. “Dan pada tahun 2023 di bulan Januari, seluruh pengembangan game ini dimulai,” kata Oomori, yang menandai dimulainya proyek tersebut secara resmi.

Fokus Ditto Sebagai Protagonis

Credit: The Pokémon Company

Terkait alasan mengapa game ini menampilkan Ditto yang berbentuk manusia dan seekor Tangrowth yang berperan sebagai profesor, Oomori menjelaskan bagaimana dunia yang hanya berisi Pokémon memengaruhi keputusan kreatif tersebut. Karena manusia tidak lagi bisa berkomunikasi langsung dengan Pokémon, tim menjadikan Pokémon itu sendiri sebagai karakter utama.

“Premisnya adalah, seluruh konsepnya adalah untuk menjadikan Pokémon sebagai protagonis,” katanya. Kepribadian unik Ditto dan kemampuannya untuk berubah wujud dianggap sangat selaras dengan visi ini. Oomori menambahkan, “Ketika memikirkan lingkungan di mana Pokémon muncul dari rumput, memanfaatkan pengalaman itu, menciptakan habitat yang berbeda dan bertemu lebih banyak Pokémon, lalu mempelajari jurus dari mereka adalah sesuatu dari keunikan dan kepribadian yang dimiliki Ditto, sehingga ia adalah protagonis sempurna yang mereka pilih.”

Credit: The Pokémon Company

Absennya manusia juga memengaruhi desain Pokémon, sehingga melahirkan bentuk bentuk baru di dunia Pokopia. “Sebagai contoh, Profesor Tangrowth, karena ia mempelajari semua barang dan hal hal yang ia temukan di dunia, ia secara alami menjadi seorang profesor. Atau untuk Peakychu, Pikachu yang berwarna pucat, itu adalah bayangan tentang bagaimana jika seperti, ‘oh, saya tidak menggunakan banyak listrik, jadi warnanya menjadi sedikit pucat.’” Desain Ditto yang menyerupai manusia sengaja dibuat dengan tampilan kepala besar yang sedikit tidak proporsional untuk membangkitkan nostalgia game Pokémon 2D era awal sekaligus mencerminkan ritme dunia yang lambat dan santai.

Transformasi Penuh dan Sebagian 

Credit: The Pokémon Company

Pemain mungkin akan menyadari kalau Ditto terkadang bertransformasi secara parsial, seperti saat menggunakan jurus Leafage, namun di lain waktu bertransformasi penuh menjadi Dragonite atau Lapras. Edagawa mengklarifikasi kalau perbedaan ini terkait langsung dengan jenis jurus yang dilakukan.

“Jika itu adalah sesuatu yang bisa dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, seperti Leafage, jika itu adalah jurus yang cepat dan mudah, maka itu akan menjadi parsial. Namun, jika itu adalah sesuatu seperti Dragonite atau Lapras yang perlu berselancar di air atau terbang di langit, itu membutuhkan transformasi penuh,” katanya. Transformasi penuh ini juga memiliki konsekuensi karena Ditto tidak dapat menggunakan jurus lain secara bersamaan, sehingga memberikan lapisan strategi bagi pemain.

Spekulasi Mengenai Latar Dunia

Credit: The Pokémon Company

Para fans berspekulasi kalau Pokémon Pokopia mungkin berlokasi di wilayah Kanto karena ada pemandangan yang menyerupai Pulau Cinnabar. Kanako Murata menanggapi teori ini tanpa membenarkan atau membantahnya. Ia mengatakan kalau meskipun sampul game mungkin mengingatkan pada lokasi yang sudah dikenal, game ini kemungkinan besar berada di dunianya yang unik.

“Seiring Ditto melakukan perjalanan atau menjalani petualangannya di dalam game, pemain dapat menemukan beberapa petunjuk tentang apa yang terjadi di latar spesifik yang Anda lihat. Jadi, kami ingin para pemain mengetahuinya melalui permainan,” jelasnya, sambil menekankan kalau penemuan adalah bagian dari pengalaman tersebut.

Pemilihan Pokémon

Credit: The Pokémon Company

Dengan ribuan Pokémon yang tersedia, pertanyaan kuncinya adalah bagaimana tim memutuskan siapa yang akan muncul di Pokopia. Oomori mengakui kalau ini adalah bagian yang paling menyenangkan sekaligus paling menantang.

“Ketika anggota tim pengembang semuanya menyukai jenis Pokémon yang berbeda, mereka semua memiliki perasaan khusus terhadap Pokémon favorit mereka, jadi hampir tidak mungkin untuk memilih Pokémon berdasarkan hal itu,” katanya.

Sebagai gantinya, mereka mengikuti dua prinsip panduan. Pertama, mereka menjaga keseimbangan habitat agar setiap lingkungan memiliki penghuni yang sesuai. Kedua, mereka fokus pada premis utama yaitu memilih Pokémon yang bisa bekerja sama dengan pemain untuk membangun dunia. “Pemilihan dilakukan berdasarkan jenis Pokémon apa yang akan bekerja dengan Anda untuk menciptakan dunia tersebut,” jelas Oomori. Hasilnya adalah daftar karakter beragam yang terasa menyatu dengan ekosistem yang sedang dibentuk oleh pemain.

Integrasi Gameplay Life Sim

Credit: The Pokémon Company

Pokémon Pokopia menyimpang dari formula RPG tradisional dengan mencampurkan mekanik life sim seperti bercocok tanam, membangun pulau, dan merakit barang. Edagawa membahas tantangan dalam menggabungkan sistem ini agar tetap setia pada identitas Pokémon.

“Sangat penting untuk game life sim ini menjadi inti dari Pokémon. Bagaimana setiap Pokémon berhubungan, relevan dengan setiap jurus dan setiap reaksi, apa pun fitur yang ada di dalam game,” katanya.

Dibutuhkan banyak percobaan untuk memastikan jurus jurus Pokémon bisa masuk ke dalam kerangka life sim. “Mencoba mencari tahu bagaimana Pokémon dapat bekerja sama dengan Ditto untuk menciptakan, menciptakan kembali, menghidupkan kembali dunia… Jurus seperti apa yang perlu dipelajari oleh Pokémon? Bagaimana jurus jurus tersebut dapat dimasukkan dalam game life sim? Namun, kami percaya kalau kami mampu menyatukan keduanya,” tambah Edagawa.

Pengalaman bermain kami menunjukkan kalau sistem ini terasa logis dan menawan, misalnya Pokémon tipe api yang membantu menyalakan api unggun atau tipe petarung yang membantu konstruksi bangunan.

Eksklusivitas Nintendo Switch 2

Credit: The Pokémon Company

Muncul pertanyaan mengapa Pokémon Pokopia dipasarkan sebagai game eksklusif Nintendo Switch 2, padahal game ini mendukung fitur GameShare dengan Switch versi orisinal. Murata menjelaskan kalau pemain di Switch lama hanya bisa merasakan versi parsial dari game ini yang terbatas pada area tertentu seperti Pallet Town. “Secara keseluruhan, akan lebih baik bagi semua orang untuk menikmatinya di Nintendo Switch 2,” katanya.

Edagawa menambahkan kalau Nintendo Switch 2 menawarkan fitur yang meningkatkan pengalaman membangun, terutama dengan adanya mode mouse baru. “Bahkan jika Anda memainkan Pokopia dengan pengontrol, Anda juga bisa menggunakannya bersama dengan mode mouse. Sebagai contoh, memilih blok tertentu untuk dihancurkan—itu jauh lebih mudah untuk memilih bagian tertentu dari game. Itu adalah fitur lain yang, karena ini adalah Nintendo Switch 2, akan lebih mudah bagi pemain untuk membangun dunia mereka.”

Perlu diklarifikasi juga kalaufitur GameShare pada level platform hanya bisa dimulai oleh sistem Nintendo Switch 2, sementara Nintendo Switch itu sendiri tidak dapat memulai berbagi game. Dengan demikian, dukungan GameShare tidak selalu berarti kompatibilitas penuh dengan perangkat lama.

Kemajuan Multiplayer

Credit: The Pokémon Company

Poin menarik lainnya adalah bagaimana fitur multiplayer ikut mempengaruhi progress individu pemain. Edagawa mengklarifikasi kalau tamu dalam sesi multiplayer akan tetap menggunakan tingkat akses berdasarkan level mereka sendiri.

“Setiap pemain akan memiliki level mereka sendiri tentang apa yang dapat mereka akses. Pemain lain tidak akan menyamai level untuk apa pun. Fitur apa pun yang dapat Anda gunakan di pulau Anda sendiri juga dapat digunakan pada fitur multiplayer,” jelasnya.

Namun, ia mencatat beberapa batasan bagi tamu dibandingkan dengan tuan rumah: “Berbeda dengan tuan rumah yang dapat menggunakan semua fitur yang telah terbuka untuk orang tersebut, tamu yang datang mungkin memiliki beberapa batasan,” kata Edagawa, guna memastikan kemajuan tetap terasa personal namun tetap kolaboratif.

Pokémon Shiny di Pokopia

Credit: The Pokémon Company

Mengingat Pokopia sangat berbeda dari game tradisional, fans penasaran apakah Pokémon Shiny akan muncul. Saat ditanya tentang fitur ini, Kanako Murata sangat berhati hati untuk tidak mengungkapkan rincian spesifik demi menjaga elemen kejutan. Ia menyatakan, “Sayangnya, saya tidak akan memberikan komentar apa pun tentang Pokémon shiny hari ini.”

Meskipun rinciannya tetap dirahasiakan, tanggapannya mengisyaratkan kalau tim memisahkan mekanik Pokémon shiny dari diskusi utama, membiarkan pemain menemukan kejutan apa pun melalui gameplay.

Tantangan Bagi Desainer Veteran

Credit: The Pokémon Company

Bagi Shigeru Oomori, Pokémon Pokopia menawarkan kesempatan langka untuk keluar dari pakem konvensional. Setelah bekerja untuk Pokémon sejak Generasi 3, ia merasa proyek ini menguji insting kreatifnya.

“Ketika saya pertama kali mulai bekerja untuk Pokémon, yaitu Ruby dan Sapphire, tugas pertama saya adalah membuat… Itu dalam bentuk 2D, tapi tugas pertamanya adalah membuat peta. Ketika saya membuat rumput di peta, Pokémon muncul. Pengalaman itu sangat menyenangkan dan menarik bagi saya.”

Oomori menjelaskan kalau rasa eksplorasi tersebut dibawa ke dalam Pokopia: “Membangun habitat dan bertemu Pokémon akan menjadi sesuatu yang berbeda dari RPG. Saya ingin menantang diri saya sendiri untuk menciptakan jenis game yang berbeda dari biasanya. Setelah Scarlet Violet, saya mulai mengerjakan konsepnya. Hari ini, kami memiliki game ini.”

Art Direction dan Pengalaman Masa Lalu

Mengingat fokus Pokopia pada life sim, tim sangat mengandalkan pengalaman masa lalu mereka dalam membuat game bertema pembangunan. Marina Ayano yang pernah mengerjakan Dragon Quest Builders II menjelaskan bagaimana hal tersebut membantu mereka.

“Ya, pengalaman dari game masa lalu sangat bermanfaat, terutama ketika memikirkan berbagai jenis jurus dan fitur permainan yang disertakan dalam game ini. Pengalaman yang kami miliki dari game masa lalu sangat membantu untuk memikirkan desain yang paling efisien dan terbaik untuk semua hal yang ada di game ini.”

Credit: The Pokémon Company

Ayano menjelaskan kalau karakter Pokémon itu sendiri sangat memengaruhi gaya seni dan pembangunan dunia. “Kami mencoba mendapatkan getaran dari semua Pokémon pada desain berdasarkan video konsep dan materi referensi yang disediakan oleh Game Freak.” Ia menyoroti Ditto berbentuk manusia sebagai elemen sentral: “Ditto bentuk manusia ini memiliki siluet kepala besar yang cocok dengan proporsi Ditto, memberikan dunia tersebut keimutan dan ketenangan dengan tampilan yang kohesif. Untuk efek gerakan dan juga termasuk UI, kami sangat mengandalkan rasa kelembutan, tekstur, dan memberikan nuansa yang menyenangkan.”

Tekstur dan material dipilih dengan cermat untuk membangkitkan keakraban. “Kami berpijak pada material dunia nyata. Juga menyertakan petunjuk warna seperti permen, pola, dan kualitas yang terlihat lezat untuk membuat pemain secara instan merasakan semacam keakraban yang terhubung dengan dunia nyata,” tambah Ayano.

Varian Pokémon di Pokopia

Credit: The Pokémon Company

Lingkungan unik Pokopia menginspirasi bentuk baru bagi Pokémon yang sudah dikenal. Oomori merinci alasan kreatif di balik varian ini, menekankan kalau gaya hidup Pokémon tersebutlah yang membentuk penampilan mereka.

“Seperti yang telah Anda lihat, ada berbagai bentuk Pokémon yang muncul di Pokopia, jadi premis utamanya adalah kalau ini adalah lingkungan yang berbeda. Memasukkan hal itu ke dalam pemikiran… ini adalah kehidupan yang santai, ini adalah lingkungan yang santai, akan seperti apa rupa Pokémon tersebut?”

Ia memberikan contoh bagaimana lingkungan mengubah karakteristik mereka: “Untuk Profesor Tangrowth, karena itu adalah kehidupan santai yang lambat, ia tidak punya banyak pekerjaan, ia banyak belajar, jadi begitu Anda sadari, ia telah menjadi seorang profesor. Untuk Peakychu, Pikachu yang pucat, karena hidupnya sangat santai, Pikachu tidak harus bertarung, jadi ia bersantai, sehingga ia menjadi pucat.”

Musik dan Tema Evolusi

Credit: The Pokémon Company

Desain suara adalah bagian lain di mana Pokémon Pokopia menjembatani pengalaman masa lalu dengan mekanik baru. Edagawa menjelaskan mengapa game ini menggunakan musik latar evolusi klasik saat Ditto mempelajari jurus baru.

“Itu adalah usulan Koei Tecmo untuk menggunakan tema spesifik tersebut, BGM evolusi. Alasan penggunaan BGM evolusi adalah karena saat sebuah Pokémon berevolusi, Anda memiliki antisipasi tentang bagaimana ia akan berevolusi, dan kemudian kejutan tentang bagaimana ia berevolusi. Itu mirip dengan saat Ditto mempelajari jurus baru. Bagaimana ia akan mempelajari jurus baru, dan akan seperti apa bentuknya nanti?”

Musik dalam game juga akan beradaptasi secara dinamis seiring kemajuan pemain. “Selain evolusi, BGM tambahan… semakin dekat Anda menghidupkan kembali dunia tempat Anda berada, BGM tersebut akan semakin dekat dengan suara yang Anda kenal dari judul judul utama. Pada awalnya, itu sedikit diaransemen dalam gaya yang berbeda agar sesuai dengan Pokopia. Namun, setelah kota tempat Anda berada semakin dekat dengan pemulihan, lagunya akan semakin dekat dengan apa yang pernah didengar semua orang sebelumnya dari BGM judul utama.”

Menatap ke Masa Depan

Credit: The Pokémon Company

Pokémon Pokopia mewakili eksperimen besar bagi franchise ini dengan mencampurkan life sim dan elemen inti Pokémon tanpa kehadiran manusia. Melalui desain yang matang dan penceritaan lewat lingkungan, tim telah menciptakan dunia di mana Pokémon benar benar menjadi bintang utama. Dari bentuk Ditto yang unik hingga varian Pikachu yang pucat dan profesor Tangrowth, setiap detail telah dipertimbangkan dengan cermat.

Saat game ini mendekati tanggal rilisnya, pemain dapat menantikan perpaduan antara eksplorasi, pembangunan, dan penemuan yang dipandu oleh nostalgia klasik serta perspektif permainan yang sepenuhnya baru. Kolaborasi antara Game Freak, Koei Tecmo, dan The Pokémon Company menunjukkan bagaimana pengambilan risiko dan kreativitas dapat mendefinisikan ulang franchise yang dicintai sambil tetap setia pada identitas intinya.

Pokémon Pokopia saat ini masih dalam tahap pengembangan dengan rencana rilis di 5 Maret mendatang untuk Nintendo Switch 2. Selain wawancara di atas, kami kebetulan juga sempat merangkum preview lengkap gamenya yang bisa kamu simak DI SINI.

※ Tampilan game berdasarkan dari versi yang masih dalam tahap pengembangan.

Game ini direncanakan dan dikembangkan bersama The Pokémon Company, GAME FREAK inc., and KOEI TECMO GAMES.

©2026 Pokémon. ©1995-2026 Nintendo/Creatures Inc./GAME FREAK inc.

©2026 KOEI TECMO GAMES

Pokémon dan Nintendo Switch adalah trademark dari Nintendo.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/wawancara-pokemon-pokopia-menelusuri-dunia-pokemon-baru-lewat-kacamata-ditto/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *