Genre game simulasi transportasi akan kedatangan karya baru yang benar-benar sangat menarik lewat Transport Fever 3. Dikembangkan oleh Urban Games, sekuel terbaru di franchisenya ini mengundang para pemain untuk merancang dan mengoptimalkan jaringan logistik berskala besar demi mendorong pertumbuhan ekonomi dari awal abad ke-20 hingga era modern. Untuk mendapat insight lebih dalam mengenai gamenya, tim kami berkesempatan untuk berbincang dengan Mikael Oehler selaku Senior 2D/3D Artist dari Urban Games di ajang Tokyo Game Show 2025 lalu.

Awalan yang Lebih Cepat dan Seru
Salah satu perubahan terbesar dalam Transport Fever 3 adalah pada garis waktu awal permainannya. Jika seri sebelumnya dimulai pada tahun 1850 untuk menangkap awal era kereta api, tim di Urban Games memutuskan untuk menggeser garis waktu awal tersebut ke depan.
“Kami menyadari bahwa bagian awal game ini terasa agak lambat,” jelas Oehler. “Untuk memperbaiki alur permainan, kami memutuskan untuk memulai Transport Fever 3 pada tahun 1900-an. Dengan cara ini, pemain mendapatkan akses ke kereta api dan teknologi yang lebih baik dengan lebih cepat, membuat gameplay pada tahap awal menjadi lebih menarik.”

Game ini akan terus berkembang hingga ke era modern dan sedikit mengintip masa depan, meskipun Oehler sambil tertawa menegaskan kalau mereka tidak akan “memasukkan mobil terbang untuk saat ini!” Filosofi desain yang berfokus pada pemain ini juga mencakup lanskap kota yang sangat detail. Pemain akan dapat melihat penduduk kota menjalani kehidupan sehari-hari mereka, namun simulasi ini dirancang untuk mendukung tujuan utama gameplay.
“Simulasi ini disederhanakan di mana para penduduk pada dasarnya pergi bekerja, berbelanja, dan pulang ke rumah. Ini dirancang untuk mendukung aspek gameplay transportasi, bukan menjadi simulasi kehidupan kota yang lengkap” kata Oehler. Meski begitu, sistem ini telah ditingkatkan dengan fitur tingkat kebahagiaan baru, sebuah elemen dalam game simulasi bisnis yang memberikan umpan balik lebih mendalam mengenai efektivitas sistem transportasi pemain dan dampaknya terhadap pertumbuhan kota.
Seni dan Tantangan Desain Kendaraan
Membangun ulang sejarah transportasi yang mencakup lebih dari seratus tahun adalah tugas yang sangat besar. Tim seni di Urban Games telah melakukan riset dan merancang koleksi kendaraan klasik yang sangat luas dengan cermat. Oehler mengakui adanya tantangan besar, terutama dengan model-model kendaraan lama.
“Beberapa kendaraan lama memang rumit karena sulit menemukan referensi yang akurat,” ujarnya. Meskipun ada hambatan tersebut, pengalaman luas tim memungkinkan mereka mengisi celah dengan sedikit interpretasi kreatif. Dia menambahkan, “Ini tidak sehiper-realistis game simulator murni, jadi kami memiliki sedikit kebebasan kreatif dalam mendesainnya agar cocok dengan gameplay.”

Ketika ditanya kendaraan mana yang paling sulit untuk dirancang, Oehler menunjuk pada ukuran kapal besar dan kerumitan pesawat terbang. Tantangan terbesar terletak pada menemukan keseimbangan antara realisme dan kenyamanan bermain.
“Bagian paling rumit dari kapal adalah ukurannya yang sangat besar di dunia nyata, tetapi karena dunia game kami tidak dibuat dengan skala sesungguhnya, kami harus menemukan keseimbangan yang tepat saat mengecilkannya untuk game,” jelasnya. Proses yang cermat ini memastikan setiap kendaraan baik itu mulai dari truk kecil hingga kapal kargo terbesar bisa menyatu secara harmonis dalam dunia simulasi permainan.
Peran Komunitas dalam Visi Global
Urban Games selalu menjaga hubungan erat dengan para pemainnya, dan Transport Fever 3 merupakan cerminan langsung dari semangat kolaboratif tersebut. Studio ini secara aktif mendukung komunitas modding yang besar dan antusias, menyediakan alat serta sumber daya yang dibutuhkan untuk memperluas game ini dengan cara yang kreatif. Dialog terbuka ini menciptakan lingkungan yang sangat positif.
“Salah satu rekan saya, yang sebelumnya bekerja di studio besar, pernah mengatakan bahwa dia belum pernah bekerja pada game yang disambut dengan begitu hangat oleh para pemain,” kata Oehler dengan bangga. Hubungan dengan komunitas ini juga mendorong ekspansi game ke skala global. Setelah sebelumnya berfokus terutama pada Eropa dan Amerika, kini seri ini memperluas jangkauannya ke Asia dengan menghadirkan kereta api dari Tiongkok dan Jepang.

Langkah ini sebagian terinspirasi oleh meningkatnya jumlah pemain dari kawasan tersebut. “Kami melihat peningkatan jumlah pemain di Tiongkok, dan hal itu mungkin akan memengaruhi rencana kami di masa depan,” ungkap Oehler.
Dia menutup perbincangan dengan undangan tulus untuk mendapatkan lebih banyak masukan dari para pemain internasional, khususnya dari penggemar baru. “Kami benar-benar ingin mendengar lebih banyak suara dari pemain Malaysia! Terkadang pemain berkata, ‘Hei, kenapa tidak tambahkan kereta api ini?’ dan hal itu membantu kami menemukan kendaraan baru yang menarik dari seluruh dunia.”
Jika tertarik dengan gamenya, Transport Fever 3 sudah dijadwalkan rilis pada tahun 2026 untuk PC (Steam, Epic Games Store), PlayStation 5, dan Xbox Series X/S. Untuk informasi lebih lanjut mengenai gamenya bisa kamu pantau lewat website resmi mereka DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/tgs-2025-wawancara-transport-fever-3-dengan-mikael-oehler-tantangan-meracik-game-transportasi-impian/