[TGS 2025] Wawancara Final Fantasy VII Remake dengan Naoki Hamaguchi - Game Key Card di Switch 2 Bukan Cuma Soal Storage

Final Fantasy VII Remake Intergrade akan segera rilis di Nintendo Switch 2, bersamaan dengan versi Xbox One. Tapi proses membawa game sebesar ini ke Switch 2 jelas nggak semudah tinggal port begitu saja. Ada banyak cerita menarik di balik layar tentang bagaimana sang director, Naoki Hamaguchi, menyesuaikan teknis, performa, sampai fitur baru supaya pengalaman main tetap maksimal.

Naoki Hamaguchi
Naoki Hamaguchi – Director

Dalam wawancara ini, Hamaguchi buka-bukaan soal apa saja yang dia kerjakan bersama timnya. Dari sistem progresi baru yang lebih fleksibel, tantangan optimisasi di mode handheld, detail visual karakter yang nggak boleh hilang, sampai keputusan kontroversial pakai game key card sebagai media fisik. Mari simak artikelnya!

Progresi Baru untuk Semua Gaya Bermain

Naoki Hamaguchi

Salah satu hal paling menarik dari versi Switch 2 adalah adanya pengaturan progresi yang lebih sederhana. Berbeda dengan mode mudah atau head-start yang sudah ada sebelumnya, pengaturan ini dibuat supaya pemain benar-benar bisa menyesuaikan gaya main mereka. Hamaguchi menjelaskan kalau ada pemain yang tidak ingin terkena damage HP, ada juga yang merasa tidak masalah soal itu tapi lebih suka punya MP tanpa batas.

“Kami ingin menghadirkan opsi yang bisa mencerminkan berbagai gaya bermain dan preferensi pengguna,” jelas Hamaguchi. Dengan begitu, pemain bisa lebih bebas memilih cara bermain tanpa harus kehilangan fokus ke jalan cerita yang jadi inti pengalaman Final Fantasy VII Remake.

Mengejar Performa di Switch 2

Pertanyaan besar berikutnya tentu soal performa. Switch 2 jelas punya perbedaan dari PS5 atau Xbox, tapi Hamaguchi memastikan kalau versi port ini tetap nyaman. Ia menjelaskan bahwa targetnya adalah 30 FPS yang stabil bahkan di mode handheld.

Menurutnya, tantangan sebenarnya justru ada di perbedaan mode. “Untuk mode handheld dan TV, performa konsol memang berbeda. Tapi tujuan utama kami adalah memastikan game ini tetap terlihat halus dan lancar dimainkan, terutama di handheld,” kata Hamaguchi. Dari pengalaman rilis demo di Gamescom, PAX West, hingga Tokyo Game Show, ia cukup percaya diri bahwa port ini adalah salah satu yang paling optimal sejauh ini, bahkan hampir setara dengan PlayStation dan Xbox berkat optimisasi grafis yang sudah dilakukan.

Tantangan Teknis dan Solusi

Membawa kualitas grafis setara PS5 ke konsol mobile tentu bukan pekerjaan mudah. Salah satu masalah terbesar adalah soal penyimpanan, memori, dan waktu loading. Hamaguchi memutuskan untuk menggunakan sistem key card khusus di Switch 2, bukan cartridge biasa.

“Alasan utamanya bukan soal ukuran penyimpanan, tapi kecepatan loading. Cartridge tidak cukup cepat untuk game dengan spesifikasi setinggi ini,” jelasnya. Dengan pendekatan itu, waktu loading bisa tetap singkat dan pengalaman bermain jadi lebih mulus. Dari masukan di Gamescom maupun PAX West, keputusan ini terbukti mendapat banyak respon positif karena game tetap berjalan stabil meskipun ada kekhawatiran soal media penyimpanan baru.

Menjaga Detail Visual Karakter

Naoki Hamaguchi

Banyak fans yang sensitif soal detail, mulai dari wajah Cloud sampai ekspresi Sephiroth. Bagaimana Hamaguchi memastikan hal-hal kecil ini tetap terjaga di Switch 2?

Kuncinya ada di pencahayaan. Ia mengakui bahwa lighting adalah faktor utama yang menentukan ekspresi wajah karakter. “Kalau kami langsung menerapkan mode grafis PS5, framerate tidak akan bisa mengejar di handheld. Tapi kalau kami menurunkan kualitas lighting, ekspresi karakter jadi kurang hidup. Jadi solusinya adalah optimisasi lighting dengan menyeimbangkan efek kabut dan post effect khusus untuk Switch 2,” jelas Hamaguchi.

Dengan cara itu, ia tetap bisa mempertahankan kualitas ekspresi karakter setara PS5, sambil menghindari beban berlebihan pada hardware.

Nintendo dan Masa Depan Final Fantasy

Naoki Hamaguchi

Apakah pengalaman ini memengaruhi arah pengembangan seri Final Fantasy VII Remake ke depannya? Naoki Hamaguchi menegaskan tidak ada perubahan besar pada roadmap. Part 3 tetap berjalan sesuai rencana. Namun, rilis di Switch 2 jadi kesempatan untuk menjangkau audiens baru.

Ia sadar kalau pemain Nintendo umumnya lebih muda dibanding basis penggemar RPG HD. Dengan adanya Cloud dan Sephiroth di Super Smash Bros, karakter-karakter ini sudah dikenal luas. Kini, ia berharap Intergrade bisa jadi pintu masuk untuk mengenalkan Final Fantasy VII dan bahkan seluruh franchise ke generasi baru.

Tantangan Porting & Game-Key Card

Menurut Hamaguchi, secara umum Switch 2 punya memori dan penyimpanan yang udah cukup kuat buat jalanin game besar kayak Intergrade. Tantangan yang paling bikin pusing biasanya muncul kalau game dijalankan di mode handheld, karena otomatis spesifikasi konsol agak diturunkan. “Ini hal yang tricky, dan saya tahu banyak gamer online yang sering bahas perbedaan performa antara handheld dan TV mode. Jadi prioritas saya sejak awal adalah memastikan pengalaman terbaik di kedua mode,” jelasnya.

Tapi topik yang paling rame justru soal penggunaan game key card. Kalau dulu cartridge Switch tinggal colok langsung main, sekarang dengan key card pemain harus instalasi dulu ke memori Switch 2. Nah, perubahan ini bikin banyak diskusi di komunitas. Ada yang bilang ini langkah maju karena akhirnya game-game gede bisa masuk ke Switch 2, tapi ada juga yang agak kesel karena kehilangan sensasi “plug and play” khas Nintendo.

Hamaguchi nggak menghindar dari topik ini, malah langsung jelasin. Menurutnya, keputusan pakai key card bukan semata-mata karena data gamenya kegedean, tapi lebih ke masalah kecepatan loading. Cartridge biasa nggak bisa baca data secepat yang dibutuhkan game dengan level detail setinggi Final Fantasy VII Remake Intergrade. “Alasan utamanya bukan soal kapasitas penyimpanan, tapi soal loading speed. Cartridge lama nggak cukup cepat buat game kayak gini,” tegasnya.

Ia juga paham kalau sebagian pemain ngerasa ribet karena harus instalasi dulu. Tapi, menurutnya, ini konsekuensi natural dari game modern yang makin kompleks. “Saya sadar format ini bisa dianggap merepotkan. Tapi seiring waktu, saya percaya key card bakal lebih diterima, apalagi Switch 2 udah punya hardware yang sanggup nge-handle game berat kayak Intergrade,” jelas Hamaguchi.

Yang menarik, ia juga ngeliat key card ini bukan cuma solusi darurat, tapi bisa jadi standar baru ke depannya. Format ini bikin loading jadi lebih cepat, bisa mengurangi bottleneck hardware, dan kasih alternatif buat pemain yang nggak mau download digital penuh. Kalau dipikir-pikir, ini mirip evolusi media fisik sebelumnya—dulu cartridge, terus CD, lanjut ke Blu-ray, dan sekarang bisa aja key card.

“Buat saya, key card hanyalah salah satu cara baru supaya pemain bisa akses game. Mau itu instalasi dari key card atau download digital, yang penting pengalamannya tetap maksimal,” tutup Naoki Hamaguchi.

Sentuhan Joy-Con dan HD Rumble

Meskipun tidak ada kontrol Joy-Con spesifik, versi Switch 2 tetap mendukung fitur HD Rumble. Menurut Hamaguchi, ini memberi pengalaman baru terutama di handheld. “Biasanya pemain merasa ada jarak antara layar TV dan controller. Tapi di Switch 2, controller dan layar jadi satu. Rasanya benar-benar berbeda, sangat dekat, bahkan sampai terasa di ujung jari. Saya ingin pemain mencoba sendiri sensasi ini,” ujarnya dengan antusias.

Fitur Progresi untuk Platform Lain

Banyak yang penasaran apakah pengaturan progresi baru ini akan hadir juga di PS5 atau PC. Hamaguchi mengonfirmasi bahwa memang ada rencana ke arah sana, meskipun saat ini prioritas utamanya adalah Remake Part 3.

Ia menambahkan, “Secara umum, kami berusaha supaya semua platform punya fitur yang sama. Namun, prioritas dan waktu pengembangan juga perlu dipertimbangkan. Saat versi PC rilis, kami menambahkan fitur lighting improvement yang membuat ekspresi karakter lebih bagus. Ini akan segera kami coba terapkan ke PS5 juga.” Jadi walaupun belum ada tanggal pasti, sepertinya update ini hanya tinggal menunggu waktu.

Awal yang Baru dengan Nintendo

Bagi Naoki Hamaguchi, kehadiran Final Fantasy VII Remake Intergrade di Switch 2 adalah semacam momen pulang kampung. Setelah dua dekade lebih mengerjakan seri ini, ia melihat kerja sama dengan Nintendo bukan sekadar proyek sekali jalan, tapi awal dari hubungan yang lebih panjang. “Ini baru permulaan, bukan akhir. Saya ingin kemitraan ini terus berlanjut agar semakin banyak pemain di seluruh dunia bisa mengenal Final Fantasy,” ungkapnya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan harapan agar pemain lama maupun baru bisa ikut merasakan seri Remake ini di berbagai platform. “Kami sudah mengumumkan bahwa seri ini akan tersedia secara multiplatform. Untuk yang penasaran, saya sangat mendorong kalian untuk mencobanya di Switch 2 atau Xbox ketika rilis nanti. Akan luar biasa kalau semakin banyak orang bisa ikut menyaksikan bagaimana trilogi ini berakhir.”


Final Fantasy VII Remake Intergrade versi Xbox dan Switch 2 akan dirilis pada 22 Januari 2026. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.



Borderlands 4 Rilis 12 September!


Ingin mendapat update terkini dari Borderlands 4? Halaman all-in-one kami sudah merangkum berita, gameplay, ulasan, hingga perbandingan edisi penjualan yang bisa membantumu mendapat semua informasi sebelum memutuskan untuk terjun ke gamenya!



Kunjungi Halaman


Sampai jumpa di Kairos!



Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun Twitter dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/tgs-2025-wawancara-final-fantasy-vii-remake-dengan-naoki-hamaguchi-game-key-card-di-switch-2-bukan-cuma-soal-storage/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *