Melalui ajang Tokyo Game Show 2025 menjelang akhir bulan lalu, developer game indie asal Prancis yaitu Artisan Studios memperkenalkan kepada kami JRPG terbaru mereka berjudul Lost Hellden, sebuah game yang menggali sisi gelap manusia saat mereka kalah melawan kegelapan dalam diri. Meski kami belum sempat mencobanya langsung, tetapi sang produser sudah berbaik hati memberi presentasi demo gameplay di mana kami juga mendengar langsung penjelasan sistemnya.

Lost Hellden berlatar di dunia yang dikendalikan oleh Seven Deadly Sins. Saat seorang anak lahir, pendeta melakukan upacara yang mengikat mereka pada satu dosa yaitu kesombongan, keserakahan, iri hati, amarah, nafsu, kemalasan, atau kerakusan. Sepanjang hidupnya mereka harus melawan dosa tersebut dan jika gagal, mereka akan berubah menjadi monster. Ceritanya sendiri mengikuti Syphil dan Lep, dua saudara kembar pertama yang terlahir di dunia itu, yang mana menariknya syphil tidak menerima dosa apa pun, sedangkan Lep menerima ketujuh dosa sekaligus. Keduanya dibesarkan di ibu kota, namun bertahun-tahun kemudian Lep menghilang dan Syphil memulai pencarian. Pihak developer menegaskan kalau semua monster dalam game dulunya adalah manusia yang menjadi inti dari tragedi dunia ini.
Sistem combat dalam Lost Hellden mengusung basis turn-based dengan mekanik Pressure. Pemain mengisi tekanan dengan menyerang kelemahan musuh dan mengatur posisi secara strategis. Saat tekanan penuh, musuh akan kehilangan giliran sehingga memungkinkan pemain melancarkan serangan berantai. Pertarungan didesain agar pemain yang memahami pola dapat membuat musuh tak sempat menyerang. Fokusnya bukan pada refleks cepat, tapi strategi cerdas dan kontrol tempo.

Game ini menampilkan delapan karakter yang dapat dimainkan serta 21 job, termasuk swordsman, fencer, white mage, dan black mage. Karakter memiliki kelas dasar yang bisa berkembang atau digabungkan kemampuannya. Senjata dan armor dapat diperkuat dengan Ability Orbs untuk menyesuaikan strategi tim. Karena game ini sepenuhnya single-player, balancing difokuskan pada keseruan, bukan kompetisi.
Saat berada di luar jalan cerita utama, pemain bisa menikmati tiga mini-game. Yang paling dikembangkan adalah Hexagon, permainan strategi papan dengan lebih dari 250 token yang bisa dikumpulkan dan digunakan untuk menantang NPC di berbagai kota. Beberapa tester bahkan menghabiskan waktu lama di mini-game ini, sampai lupa melanjutkan cerita.

Secara visual, Lost Hellden menggabungkan kamera statis ala Resident Evil Zero dengan lingkungan 3D yang sangat unik berkat teknologi “Deep 2D”. Tim developer ingin menciptakan nuansa nostalgia tanpa terlihat usang, cocok bagi penggemar JRPG klasik maupun pemain baru yang akrab dengan anime dan RPG modern. Mereka menyebut Baldur’s Gate 3 dan Metaphor: ReFantazio sebagai bukti kalau game turn-based masih sangat diminati jika digarap dengan baik.
Artisan Studios sendiri didirikan oleh mantan developer Ubisoft yang ingin lepas dari tekanan pasar dan fokus pada pengalaman pemain. Filosofi ini sejalan dengan tema Lost Hellden tentang perlawanan terhadap godaan, baik di dalam game maupun dalam industri. Jika tertarik dengan gamenya, Lost Hellden saat ini masih dalam tahap pengembangan aktif dengan rencana rilis di 2026 untuk PlayStation 4, PlayStation 5, Nintendo Switch, Xbox Series, dan PC. Untuk segala perkembangan terupdate mengenai gamenya bisa kamu pantau lewat website resmi mereka DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/tgs-2025-preview-lost-hellden-jrpg-menawan-dengan-teknologi-deep-2d/