PRAGMATA akan menjadi salah satu game andalan Capcom di tahun 2026 mendatang. Dari pertama kali diumumin, game ini langsung bikin banyak orang garuk kepala karena berbagai konsep yang unik, gameplay yang menarik, dan masih dikit soal detailnya.
Visualnya unik, suasananya misterius, dan ada hubungan aneh tapi bikin penasaran antara seorang astronaut dengan anak kecil bernama Diana. Setelah sempet lama menghilang tanpa kabar, demo terbaru di Tokyo Game Show 2025 akhirnya kasih gambaran jelas soal apa sih sebenarnya PRAGMATA ini dan kami dapat kesempatan nyobain. Mari simak!
Dunia Futuristis yang Bikin Merinding

Begitu main, PRAGMATA langsung kasih kesan yang beda. Setting-nya futuristis, penuh gedung hancur, jalanan kosong, dan suasana yang agak suram. Kerasa banget rasa sepi yang bikin bulu kuduk berdiri. Tapi, semua itu langsung kerasa lebih hidup waktu Diana hadir. Dia anak kecil yang polos, tapi jelas punya peran penting di dalam cerita dan gameplay.
Dia bukan cuma jadi pendamping yang diem aja. Diana bisa kasih interaksi hangat di tengah dunia yang dingin. Bahkan dari awal udah kerasa kalau dia punya hubungan emosional yang kuat dengan karakter utama. Jadi selain jalan-jalan di dunia penuh misteri, pemain juga diajak ngerasain sisi humanis dari perjalanan ini.
Eksplorasi yang Bebas tapi Tegang

Demo juga nunjukin kalau eksplorasi di PRAGMATA bukan sekadar jalan lurus. Pergerakan karakter kerasa mulus, entah itu lari, lompat, sampai dash di udara buat ngehindarin jebakan. Tidak ada stutter atau frame drop yang ganggu, jadi rasanya bener-bener halus.
Sepanjang jalan, ada peti warna kuning yang isinya acak. Bisa dapet item penyembuh, senjata tambahan, sampai material buat upgrade. Selain itu, ada juga puzzle lingkungan kayak ngubungin rangkaian listrik dalam waktu terbatas biar pintu bisa kebuka. Jadi eksplorasi di sini bukan cuma jalan santai, tapi juga penuh variasi yang bikin penasaran.
Campuran Action dan Puzzle

Yang bikin PRAGMATA unik adalah sistem pertarungannya. Karakter utama memang punya senjata api standar dengan amunisi tak terbatas, tapi semakin jauh eksplorasi, senjata lain bisa ditemuin. Misalnya ada pulse rifle yang nembaknya sakit banget tapi reload-nya lama, atau Stasis Net yang bisa bikin musuh kaku di tempat.
Tapi bagian paling menarik adalah mekanik hacking. Jadi, waktu ketemu musuh, kita bisa “meretas” sistem mereka lewat puzzle berbasis grid. Masalahnya, waktu tetap jalan. Musuh tidak nungguin kita selesai puzzle, mereka tetap nyerang. Jadi pemain harus multitasking, mikir puzzle sambil tetap ngawasin posisi musuh biar tidak tiba-tiba kena hajar.
Kerennya lagi, titik lemah musuh bukan selalu kepala kayak game kebanyakan. Justru kakinya sering jadi target penting. Kalau dilumpuhin, musuh jadi susah bergerak dan itu kasih kita waktu buat nyelesain hacking atau ngasih damage lebih banyak.
Momen Hangat dengan Diana

Di tengah semua ketegangan, ada tempat aman yang disebut shelter. Nah di sini pemain bisa isi ulang item penyembuh, upgrade senjata, atau nambah jumlah barang yang bisa dibawa. Tapi bagian paling berkesan jelas interaksi sama Diana.
Dia bisa kasih reaksi kalau dikasih hadiah atau diajak interaksi kecil. Kadang polos, kadang lucu, dan bikin suasana jadi lebih hangat. Di tengah dunia yang suram, momen bareng Diana ini bikin PRAGMATA kerasa lebih manusiawi, bahkan bisa bikin pemain ngerasa “punya keluarga kecil” di dalam game.
Pertarungan Boss yang Intens

Demo juga kasih kesempatan buat nyobain pertarungan mini-boss. Musuhnya punya berbagai pola serangan, dari nge-charge, ngebombardir, sampai hentakan tanah yang bisa bikin karakter kaget. Tantangannya ada di bagaimana kita harus tetap fokus ngindar sekaligus nyelesain proses hacking.
Enaknya, kalau hacking keburu diganggu, progresnya tidak hilang. Jadi kita bisa lanjutin dari titik terakhir. Selain itu, setiap pertarungan juga ngisi bar spesial. Kalau penuh, Diana bakal turun tangan dengan hacking besar-besaran yang bikin musuh lumpuh. Saat itu, kita bisa ngasih damage gede, bahkan ada animasi eksekusi keren di mana karakter utama loncat ke musuh dan pasang bom. Ledakannya jadi penutup pertarungan dengan super gaya.
Kesimpulan
Dari demo ini, PRAGMATA kelihatan bukan game action biasa. Capcom nyampurin aksi, puzzle, eksplorasi, dan interaksi emosional dengan cara yang segar. Multitasking jadi kunci, karena kita harus bisa bagi fokus antara nembak musuh dan nyelesain hacking. Ditambah lagi, ada atmosfer dunia futuristis yang suram, tapi diimbangi momen hangat bareng Diana.

Kalau suka game yang tidak sekadar tembak-tembakan, tapi juga punya tantangan strategis dan cerita emosional, PRAGMATA bisa jadi salah satu game paling menarik untuk ditunggu. Boss fight-nya intens, desain dunianya unik, dan hubungan karakter bikin penasaran. Tidak salah kalau banyak yang berharap besar sama proyek satu ini.
PRAGMATA akan dirilis pada tahun 2026 mendatang untuk PlayStation 5, Xbox Series, dan juga PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/tgs-2025-nyobain-pragmata-action-futuristis-puzzle-hacking-dan-kelucuan-diana/