Partisipasi Koei Tecmo di ajang Tokyo Game Show 2025 beberapa minggu lalu telah memberi spotlight besar untuk Nioh 3, dan game ini tampaknya siap menjadi penerus yang layak bagi seri sebelumnya. Menyambut rilisnya, tim kami sudah berkesempatan untuk nyobain gamenya langsung dalam dua versi demo berbeda. Satu demo didedikasikan untuk showcase sistem combat melawan Takeda Shingen, sementara demo yang satu lagi lebih berfokus ke sisi eksplorasi di sebuah wilayah bersalju. Dengan waktu bermain yang cukup singkat sekitar 15 menit, kami memilih untuk lebih berfokus ke demo Takeda Shingen untuk merasakan combatnya.

Dalam game ini kamu bermain sebagai Tokugawa Takechiyo yang ditakdirkan menjadi Shogun berikutnya di tengah kekacauan periode Sengoku di Jepang. Segalanya berakhir runyam saat adik laki-lakinya yaitu Tokugawa Kunimatsu merasa iri dan bersekongkol dengan kekuatan supernatural gelap demi menggulingkannya. Kunimatsu akhirnya memimpin pasukan yokai yang menjerumuskan Jepang ke dalam kekacauan. Dengan bantuan roh penjaga Kusanagi, Takechiyo memulai petualangan melintasi berbagai periode waktu untuk memulihkan kedamaian dan memantapkan takdirnya.
Dari sisi combatm Nioh 3 memperkenalkan dua style bertarung demi memungkinkan pemain menghadapi pertempuran dengan cara mereka sendiri. Samurai Style akan terasa familiar bagi siapa pun yang pernah memainkan seri Nioh sebelumnya. Style ini mencakup mekanik baru seperti Arts Proficienc, yang meningkatkan kekuatan serangan bela diri dan Deflect alias teknik untuk menangkis serangan di saat terakhir guna menciptakan duel cepat dan intens.

Sementara itu Ninja Style menawarkan pendekatan yang benar-benar lebih fresh. Fokusnya ada pada kecepatan dan kelincahan, dengan banyak gerakan menghindar hingga serangan udara. Ninja bisa menyerang dari jarak jauh menggunakan berbagai teknik Ninjutsu yang wajib disesuaikan dengan situasi. Kemampuan seperti Mist yang menciptakan clone setelah menyerang dan Evade yang memungkinkan pemain lolos dari serangan musuh, keduanya termasuk contoh yang membuat ninja bisa mengakali lawan serta melancarkan counter dengan serangan kuat.
Jangan harap Nioh 3 memberi keringanan di sisi tingkat kesulitan, karena musuh biasa saja tetap bisa menghabisimu dalam hitungan detik jika lengah. Pelajaran utama di sini adalah kesabaran, dan bagaimana menyerbu langsung ke arah musuh hanya akan membuatmu gugur dalam sekejap. Encounter yang sukses membutuhkan pengamatan terhadap gerakan musuh, mempelajari pola serangan mereka, dan menyesuaikan strategi secara cepat.

Pertarungan boss melawan Takeda Shingen menunjukkan betapa intensnya combat di Nioh 3. Shingen muncul sebagai monster besar menyerupai harimau dengan kekuatan besar dan kecepatan maksimal. Meski tubuhnya besar, dia bergerak cepat dan bisa menembakkan bola api dari jarak jauh. Untuk memiliki peluang melawannya, kamu harus berganti antara dua style bertarung dengan fleksibel, yaitu memanfaatkan kekuatan jarak dekat Samurai dan serangan jarak jauh Ninja. Pertarungan ini menegangkan dan brutal, meski kami sayangnya kehabisan waktu sebelum berhasil mengalahkannya.
Nioh 3 terasa seperti evolusi alami dari seri pendahulunya, tapi juga membawa kembali atmosfer dan ritme permainan yang dicintai fans. Gameplay-nya memberi sensasi rewarding kepada pemain yang mengamati musuh dengan cermat, menentukan waktu serangan dengan tepat, dan bertahan menghadapi tingkat kesulitan tinggi. Dengan mekanik baru, dua style bertarung yang harus dikuasai, serta cerita yang melintasi berbagai era Jepang, Nioh 3 tampaknya akan memadukan esensi dari game terdahulu dengan sisi aksi yang lebih matang seperti yang diharapkan para fans.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/tgs-2025-nyobain-nioh-3-tetap-brutal-dengan-dua-pilihan-style-combat/