Capcom di Tokyo Game Show 2025 membawa Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection yang langsung bisa dimainkan di booth mereka. Begitu sampai, suasana stand Capcom sudah penuh dengan penggemar yang antusias, dan setelah dapat giliran, pengalaman main sekitar 30–40 menit di PlayStation 5 Pro langsung kasih gambaran jelas tentang betapa ambisiusnya seri terbaru ini.
Sejak awal main, dunia Azuria langsung memikat. Peta yang super luas, hutan yang hidup, dan efek cahaya yang menawan bikin suasana petualangan terasa lebih besar dari dua game sebelumnya. Seperti apa detailnya? Mari simak artikelnya!
Awal Perjalanan di Dunia Azuria

Sesi demo dimulai dengan sang karakter utama—bisa dipilih jadi pangeran atau putri mahkota, yang jalan bareng dua teman dekatnya, Simon dan Thea, di hutan lebat Azuria. Dari awal langsung kelihatan kalau Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection tetap bawa vibe eksplorasi khas seri sebelumnya, cuma sekarang skalanya jauh lebih besar. Dunia yang dibuka benar-benar luas, dari hutan raksasa, gua penuh misteri, sampai area terbuka yang warna-warni. Rasanya kayak jalan-jalan di dunia fantasi yang detailnya gila-gilaan.
Yang bikin tambah asik, banyak banget tantangan platforming yang minta bantuan Monstie, monster sahabat yang bisa jadi partner petualangan. Ada jalur rahasia, item tersembunyi, sampai Poogies yang bisa ditemukan kalau pintar cari jalan.
Sekarang juga bisa ganti Monstie tanpa harus turun dari punggungnya, jadi pas mau pindah dari Tobi-Kadachi ke Rathalos di tengah udara tinggal klik aja. Lebih keren lagi, Rathalos, ikon Monster Hunter, langsung jadi Monstie awal, jadi bisa terbang bebas dari awal game tanpa harus nunggu cerita selesai dulu.
Eksplorasi yang Bebas dan Bikin Betah

Main sekitar 30–40 menit di PlayStation 5 Pro, dunia di game ini kelihatan jauh lebih detail dibanding seri sebelumnya. Monstie yang bisa ditunggangi juga ukurannya lebih gede, bikin suasana makin megah.
Rasanya seru banget bisa melayang bareng Tobi-Kadachi dan Rathalos, pindah area dengan mulus tanpa loading lama. Yang seru, pas naik Rathalos bisa langsung nembak fireball pakai R2 atau hajar musuh dengan tombol O. Sementara Tobi-Kadachi lebih fokus ke serangan jarak dekat.
Cara mulai pertarungan juga beda banget. Kalau dulu tinggal nabrak monster dari belakang, sekarang harus nyerang diam-diam atau langsung kasih serangan kejutan sebelum musuh sadar. Perubahan kecil tapi bikin eksplorasi jadi lebih menegangkan, soalnya setiap ketemu monster liar rasanya kayak siap-siap adu strategi dulu.
Pertarungan Klasik dengan Sentuhan Baru

Sistem battle tetap pakai gaya batu-gunting-kertas: Power ngalahin Technique, Technique ngalahin Speed, dan Speed ngalahin Power. Tiap Monstie punya kecenderungan sendiri ke tipe serangan tertentu. Kalau berhasil menang dalam “Head-to-Head”, kinship gauge bakal langsung naik banyak. Ini penting banget buat bisa pakai jurus pamungkas sambil menunggangi Monstie.

Yang keren, sekarang ada stamina gauge buat Rider. Di game sebelumnya, semua skill Rider dan serangan Monstie rebutan pakai kinship gauge. Sekarang stamina gauge bakal terisi pelan-pelan tiap giliran, jadi Rider bisa pakai skill tanpa ganggu pengisian kinship energy. Efeknya, pertarungan jadi lebih fleksibel dan kita bisa nyusun strategi tanpa takut kehabisan energi buat jurus besar.
Synchro Rush dan Feral Monsters yang Ganas

Fitur baru paling seru di sini adalah Synchro Rush. Begitu musuh berhasil dijatuhkan, bisa langsung aktifin serangan kombo yang melibatkan semua anggota tim. Damage-nya gede banget dan bikin kinship gauge cepat penuh. Selain satisfying dilihat, fitur ini juga kasih alasan tambahan buat cari cara kreatif ngejatuhin monster.
Ada juga tantangan baru dari Feral Monsters, monster ganas yang kena fenomena aneh bernama Crystal Encroachment. Di demo, muncul Feral Chatacabra yang super brutal dan punya serangan unik Feral Attack. Serangan ini nyebarin Great Thunderbugs dari kristal di tubuhnya, bikin tim bisa kesetrum dan lumpuh. Buat ngehentikannya, harus hancurin bagian tubuh kristalnya, tapi musuh bakal otomatis balas kalau diserang sembarangan. Jadi harus pinter cari momen aman buat ngehajar.

Kesimpulan
Dari sesi singkat di Tokyo Game Show 2025, Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection terasa kayak lompatan besar buat seri ini. Visual ala anime jadi lebih tajam dan detail, eksplorasi bebas, plus sistem pertarungan yang makin seru. Sensasi terbang bareng Rathalos dari awal, ganti Monstie di udara, sampai fitur stamina gauge dan Synchro Rush bikin game ini terasa segar sekaligus familiar buat penggemar lama.
Memang di build demo ini belum sempat nyoba senjata longsword, tapi kesan pertama udah luar biasa. Dengan Monstie yang lebih besar dan indah, dunia yang luas penuh rahasia, serta kehadiran Feral Monsters yang bikin adrenalin naik, Twisted Reflection kelihatan siap jadi RPG petualangan yang bikin betah lama-lama main. Buat penggemar Monster Hunter atau pendatang baru, game ini bakal jadi pengalaman yang sayang dilewatkan.
Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection akan dirilis untuk PS5, Xbox Series, Switch 2, dan juga PC melalui Steam. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/tgs-2025-nyobain-monster-hunter-stories-3-ekplorasi-makin-masif-battle-seru-visual-fantastis/