Review Virtua Fighter 5 R.E.V.O. World Stage - Bukti Kalau Klasik Masih Bisa Relevan

Virtua Fighter 5 R.E.V.O. World Stage hadir sebagai versi ekspansi dari rilis PC Virtua Fighter 5 R.E.V.O. yang keluar lebih awal di tahun 2025. Versi ini tidak hanya membawa semua pembaruan dari edisi sebelumnya, tapi juga menambahkan berbagai fitur besar yang membuat pengalaman bermain terasa lebih lengkap di semua platform.

World Stage bukan sekadar update kecil. Ini adalah rilis yang membawa Virtua Fighter 5 ke era baru, dengan fitur-fitur yang sudah lama dinantikan pemain. Seperti apa detail menariknya? Mari simak artikelnya!

Fitur Baru yang Paling Penting

Salah satu peningkatan paling besar di World Stage adalah dukungan penuh untuk cross-platform play. Kini, pemain dari PlayStation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC bisa saling bertarung tanpa batasan platform. Dampaknya terasa langsung: matchmaking jadi sangat cepat, rata-rata di bawah satu menit. Pemain tidak perlu lagi menunggu lama di lobi hanya untuk mencari lawan.

Fitur lain yang juga disambut hangat adalah rollback netcode di konsol, sesuatu yang sudah lama diminta oleh komunitas Virtua Fighter. Hasilnya cukup memuaskan. Pertarungan tetap stabil bahkan di koneksi “kuning”, meskipun sesekali muncul sedikit perlambatan pada jaringan yang buruk. Namun secara keseluruhan, performanya jauh lebih baik dari sebelumnya, membuat pengalaman online jauh lebih modern dan kompetitif.

Yang juga menarik adalah kembalinya Costume Type E, kostum klasik yang terakhir kali muncul di Virtua Fighter 5 Final Showdown. Setelah sempat absen di Virtua Fighter 5 Ultimate Showdown (2021) dan versi awal R.E.V.O., banyak penggemar senang akhirnya bisa kembali menggunakan kostum ini.

Tapi yang paling menonjol adalah hadirnya mode single-player baru bernama World Stage, tersedia di semua platform. Mode ini memberikan pengalaman seperti berkeliling arcade SEGA untuk menghadapi pemain CPU dari berbagai lokasi, membawa nuansa nostalgia dari seri klasik Virtua Fighter. Kehadiran mode ini menjawab keluhan terbesar di versi R.E.V.O. sebelumnya — yaitu minimnya konten single-player.

Tetap Sederhana, Tapi Mendalam Untuk Veteran

Secara inti, Virtua Fighter 5 R.E.V.O. World Stage masih mempertahankan sistem pertarungan khas seri ini: tiga tombol utama — guard, strike, dan throw. Kombinasi ini menciptakan dinamika klasik seperti batu-gunting-kertas: guard mengalahkan strike, strike menghentikan throw, dan throw mengalahkan guard.

Setiap ronde berdurasi 45 detik, membuat tempo permainan cepat dan menegangkan. Kemenangan bisa diraih dengan menghabiskan HP lawan atau menjatuhkannya keluar arena.

Yang membuat Virtua Fighter tetap istimewa dibanding fighting game modern lainnya adalah ketiadaan sistem “bantuan” seperti super meter, comeback mechanic, atau aktivasi spesial. Tidak ada faktor keberuntungan di sini — semua murni soal kemampuan pemain. Kemenangan ditentukan oleh pemahaman frame data, posisi, dan reaksi cepat.

Setiap karakter bisa dipelajari dalam waktu singkat, tapi menguasainya butuh waktu berbulan-bulan. Bahkan pemain veteran yang sudah bertahun-tahun main pun masih menemukan teknik baru dari waktu ke waktu. Virtua Fighter benar-benar mempertahankan filosofi “mudah dipelajari, sulit dikuasai.”

Roster dan Penyesuaian Karakter

World Stage menampilkan 17 karakter playable, termasuk dua karakter DLC dari versi Virtua Fighter 5 R. Daftar karakternya mencakup berbagai gaya bela diri — dari yang realistis seperti Jeet Kune Do milik Jacky Bryant atau Karate milik Jean Kujo, sampai yang lebih teatrikal seperti Ninjutsu Kage-Maru atau gulat profesional Wolf.

Untuk pertama kalinya dalam 12 tahun, game ini mendapat pembaruan gameplay besar. Beberapa serangan lama dikembalikan, properti gerakan diubah, dan sistem berat karakter disusun ulang menjadi lima kelas:

  • Super Heavyweight: Taka-Arashi

  • Heavyweight: Wolf, Jeffry

  • Midweight: Akira, Lau, Jacky, dan lainnya

  • Lightweight: Sarah, Shun, Pai, Lion, Vanessa

  • Super Lightweight: Aoi, Eileen, Blaze

Perubahan ini memberi keseimbangan baru pada pertarungan, terutama dalam kombo udara. Banyak pemain lama merasa ini adalah versi Virtua Fighter 5 paling seimbang sejauh ini. Setiap karakter kini terasa punya keunggulan dan kelemahan yang lebih jelas, membuat setiap pertarungan terasa unik.

Mode Single-Player dan Visual

Selain mode World Stage, game ini tetap menawarkan konten solo standar seperti Arcade Mode, Training Mode, dan VS CPU. Tapi semuanya memang lebih ditujukan sebagai latihan untuk bermain online, bukan mode cerita besar. Arcade Mode hanya berupa rangkaian pertarungan melawan CPU tanpa narasi atau tantangan unik.

Secara visual, Virtua Fighter 5 R.E.V.O. World Stage masih mempertahankan tampilan dari Ultimate Showdown dan versi R.E.V.O. awal, hanya dengan sedikit peningkatan pencahayaan dan tekstur. Model karakter masih terlihat detail, tapi sebagian pemain mungkin merasa tampilannya mulai ketinggalan dibanding fighting game modern lain yang lebih bergaya.

Animasi tetap tajam dan responsif — sangat penting untuk kompetisi — namun belum sehalus game seperti Tekken 8 atau Street Fighter 6.

Kekurangan yang Masih Terasa

Sayangnya, beberapa hal dari versi sebelumnya masih terbawa. Sistem kustomisasi karakter masih dikunci di balik DLC berbayar, jadi pemain harus membeli tambahan jika ingin kostum atau aksesoris tertentu. Ini terasa seperti langkah mundur, mengingat Virtua Fighter 5 Final Showdown dulu menawarkan kustomisasi lengkap tanpa biaya tambahan.

Selain itu, user interface hampir tidak berubah. Menu, layar pemilihan karakter, hingga tampilan HUD saat bertarung terlihat sama seperti versi lama. Fungsional, tapi terkesan basi di era modern ini.

Beberapa animasi juga masih terasa kaku, terutama saat transisi antara gerakan. Tidak mengganggu gameplay, tapi cukup terlihat bila dibandingkan dengan fighter modern lainnya.

Kesimpulan

Virtua Fighter 5 R.E.V.O. World Stage adalah versi paling lengkap dan paling matang dari Virtua Fighter 5. Game ini jelas dibuat untuk pemain yang serius ingin mendalami sistem pertarungan teknikal dan berbasis skill.

Keseimbangan karakter yang sangat baik, gameplay murni tanpa gimmick, dan dukungan cross-platform dengan rollback netcode menjadikannya surga bagi pemain kompetitif.

Namun, bagi pemain kasual atau yang mencari pengalaman single-player yang dalam, game ini mungkin terasa terlalu kering. Kurangnya variasi mode solo, kustomisasi yang terkunci di DLC, dan visual yang sudah mulai menua membuatnya terasa kurang menarik bagi yang hanya ingin bersenang-senang tanpa tekanan kompetisi.

Tetap saja, World Stage adalah rilis penting yang akhirnya membawa Virtua Fighter ke panggung dunia lagi — sesuai dengan namanya. Ini adalah bukti bahwa SEGA masih bisa menjaga identitas klasik Virtua Fighter sambil memberi sentuhan modern yang dibutuhkan.

Virtua Fighter 5 R.E.V.O. World Stage sudah resmi dirilis untuk PlayStation 5, Xbox Series, dan juga Nintendo Switch 2 dan juga PC melalui Steam. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

The Review

Virtua Fighter 5 R.E.V.O. World Stage

PROS

  • Versi paling seimbang sejauh ini dengan sistem berat baru.
  • Revisi gameplay besar pertama dalam 12 tahun.
  • Rollback netcode dan cross-platform play yang solid.
  • Mode World Stage baru yang menambah variasi single-player.
  • Komunitas kompetitif aktif dengan turnamen rutin.
  • Roster beragam dengan gaya bertarung realistis dan unik.

CONS

  • Kustomisasi karakter masih terkunci di balik DLC.
  • Konten single-player tetap terbatas.
  • Tampilan dan animasi mulai terasa ketinggalan zaman.

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-virtua-fighter-5-r-e-v-o-world-stage-bukti-kalau-klasik-masih-bisa-relevan/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *