Review Tales of Xillia Remastered - Salah Satu Entry Point Favorit yang Semakin Solid!

Rilisnya Tales of Graces f Remastered di awal tahun ini tidak menahan langkah Bandai Namco untuk terus mengeksplor proyek serupa, dan akhir bulan ini akhirnya para fans kembali dipertemukan dengan salah satu seri mainline terfavorit yaitu Tales of Xillia. Sebagai seri terakhir sebelum fase transisi ke generasi konsol PlayStation 4 yang kembali membawa perubahan besar untuk franchisenya, Tales of Xillia berada di posisi yang terbilang cukup unik apalagi bagaimana gamenya termasuk dalam sebuah duologi. Hanya saja bedanya Bandai merilis kedua serinya secara global daripada Tales of Destiny yang masih menahan seri keduanya sebagai rilis eksklusif Jepang.

Kini dengan adanya Tales of Xillia Remastered, akhirnya para fans terutama pendatang baru kembali mendapat akses ke salah satu entry point terbaik di franchisenya yang sebelum ini masih eksklusif di PlayStation 3. Kami kebetulan sudah memainkan versi remasternya ini sejak minggu lalu dan mendapat impresi yang cukup memuaskan, jadi bagi kamu yang penasaran dengan kualitasnya langsung simak saja rangkuman review Tales of Xillia Remastered dalam artikel berikut!

Lebih dalam Mengenai Gamenya

Fakta kalau gamenya termasuk bagian dari sebuah duologi mengakar pada kurangnya waktu pengembangan sehingga ada porsi konten yang gagal diimplementasikan, serta aspek lore yang tidak dieksplor secara lebih dalam. Normalnya ini menjadikan Xillia sebagai seri yang kurang maksimal dan meski anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, tapi apa yang ditawarkan secara penuh tetap berujung pada game Tales yang berkualitas.

Ada dorongan production value yang lebih tinggi dari semua seri terdahulu, yang mana ini juga jadi kali pertama mereka melibatkan peran ufotable dalam pembuatan animasi serta opening untuk gamenya. Pada saat itu kebetulan ufotable sudah mencapai fase evolusi dramatis hingga dikenal luas berkat kualitas animasinya yang luar biasa seperti sekarang, dan Tales of Xillia pada masa itu jadi salah satu showcase awal dari ufotable yang baru.

Gamenya sendiri berfokus pada kisah dari dua sudut pandang berbeda antara murid sekolah medis bernama Jude Mathis dan inkarnasi dari “Lord of Spirits” bernama Milla Maxwell. Dua karakter dengan latar belakang yang sangat berbeda jauh ini akhirnya dipertemukan secara tidak sengaja, yang mana mereka terjerat dalam konspirasi antara kerajaan Rashugal dan Auj Oule yang mengancam keharmonisan di seluruh wilayah Rieze Maxia. Mengesampingkan ceritanya sendiri, bagian yang paling menarik memang ada di fokusnya pada dua protagonis berbeda, di mana kamu bahkan bisa memilih antara bermain mengikuti rute Jude atau Milla di awal sebelum memulai gamenya.

Dinamisme antara kedua karakter ini, interaksinya, dan bagaimana mereka tumbuh di sepanjang game dalam mengemban misi utamanya benar-benar memberi kedalaman tersendiri pada cerita Tales of Xillia. Pemahamamanmu pada ceritanya juga akan berbeda tergantung dari mana protagonis yang dipilih, seperti bagaimana Jude memiliki porsi yang sedikit lebih padat karena dia termasuk “NPC” dalam cerita besarnya, sedangkan Milla sudah mengemban misi penting sejak awal sebagai Lord of Spirits yang otomatis juga membuatnya lebih paham dengan kondisi di dunia tersebut.

Karena itulah bermain sebagai Jude jauh lebih ideal terutama bagi pendatang baru, sedangkan Milla bisa dipilih saat kembali memainkan gamenya di New Game+ untuk mengisi beberapa celah plot. Keduanya hampir selalu bersama di sepanjang progress gamenya, jadi kamu tidak akan melewatkan banyak konten eksklusif dari masing-masing protagonis. Meski dengan minimnya perbedaan di kedua rutenya tersebut, tapi pendekatan ini tetap sangat menarik karena belum dieksplor lagi di seri Tales lainnya, dan bagaimana para pemain bisa ikut mendapat motivasi lebih untuk kembali memainkan gamenya dari awal.

Seri Mainline yang Masih Sangat Modern

Berbeda dari anggapan kami yang merasa kalau gamenya mungkin sudah terasa usang, Tales of Xillia ternyata masih sangat modern di banyak aspek. Dorongan production value dari Tales of Graces lumayan sukses membuat kesan modernya masih terjaga, dan meski visualnya terasa sedikit kasar dibanding seri yang lebih baru seperti Zestiria dan Berseria apalagi Arise, tapi versi remasternya ini memberi perombakan yang lumayan cukup bagi kami. Model 3D karakter kini terlihat kaya detail, serta bagaimana kontras serta warna gamenya secara keseluruhan tidak lagi terasa pucat sehingga membuat area ikonik seperti Fennmont terlihat jauh lebih indah.

Tidak hanya dari presentasi saja, gameplay yang ditawarkan serta sisi QoL bawaannya masih memenuhi standar game zaman sekarang, yang mana ini bahkan belum kami pertimbangkan dari perombakan baru di versi remasternya. Dari sisi gameplay yang sudah pasti menjadi prioritas bagi banyak fans serta sumber keseruan utama, Tales of Xillia bagi kami tidak terasa ketinggalan zaman sama sekali. Ini adalah seri yang memperkenalkan Dual Raid Linear Motion Battle System yang merupakan variasi baru dari sistem combat linear franchisenya. Ada penekanan lebih dari kerjasama antara karakter dalam party di mana kamu bisa saling menyatukan dua karakter sebagai duo untuk memaksimalkan potensi bertarung.

Selain berguna untuk memberi dukungan pasif yang bervariasi antar tiap karakter, menyatukan dua karakter antar satu sama lain juga berguna mengisi Linked Artes Gauge yang memberi akses ke sekian banyak skill Linked Artes. Karena termasuk sistem gameplay yang sangat esensial, kamu jadinya memang harus memanfaatkannya setiap saat. Sistem ini membuka lumayan banyak strategi tanpa menghilangkan peran esensial dari tiap karakter saat dikontrol sendiri, contohnya bagaimana Jude masih termasuk karakter playable terbaik berkat Snap Pivot yang mungkin masih termasuk salah satu skill combat serta manuver terbaik di franchisenya. Selain itu dia bahkan punya akses ke skill support termasuk healing meski memiliki peran utama sebagai DPS melee, yang mana ini juga lumayan sesuai dengan lore karena dia adalah murid sekolah medis.

Tidak ada banyak evolusi drastis di sistem combatnya jika mengikuti alur progress, kamu akan mendapat gambaran penuh hanya dalam waktu singkat, jadi sisanya lebih mengandalkan eksperimentasi termasuk untuk beragam skill baru yang berhasil didapat. Strategi klasik di mana kamu bisa melancarkan combo panjang untuk menghabisi boss lemah dalam sekejap kini mendapat restriksi, karena mereka bisa lepas dari combo dalam batasan tertentu layaknya sistem combo limit dalam game fighting. Ini menuntut pemain untuk selalu beradaptasi pada perubahan yang terjadi dalam satu pertempuran panjang daripada mengeksploitasi kelemahan boss tanpa banyak resiko. Meski ada sebagian pemain yang kurang suka dengan perubahan ini apalagi setelah rilisnya Tales of Graces yang dianggap memiliki sistem combat terbaik di franchisenya pada saat itu, kami justru melihatnya sebagai balancing yang cukup adil.

Kenyamanan di sisi gameplay semakin dimaksimalkan lewat sistem switch karakter yang jauh lebih fleksibel dibanding semua seri terdahulu. Mungkin terkesan sepele apalagi jika dibandingkan dengan seri-seri barunya, tapi ini terutama sangat membantu flow sistem combatnya yang menekankan sistem linked antar karakter, di mana kamu bisa melakukan switch di banyak momen krusial untuk memaksimalkan potensi sistemnya. Ini juga termasuk salah satu seri Tales di mana kami merasa kalau setiap karakternya seru untuk dimainkan, jadi bagi yang mungkin lebih banyak bermain sebagai protagonis saja akan lebih dibuat betah switch karakter sesering mungkin.

Apa Saja yang Baru di Versi Remaster?

Mengesampingkan basis gamenya yang sudah lumayan solid dan modern, versi remasternya ini tetap membawa beragam perombakan esensial yang membuat pengalaman bermain jadi semakin maksimal. Kami memainkannya di PlayStation 5 dan hampir tidak ada kendala teknis sama sekali, kecuali mungkin di beberapa momen di mana kami mendapati glitch pada bagian visualnya, tapi itu hanya terjadi sesaat dan tidak sampai menganggu pengalaman bermain. Masih berhubungan dengan visual, seperti yang kami jelaskan tadi gamenya kini hadir dengan resolusi lebih tajam hingga 4K yang bisa terlihat jelas di asset model karakter serta dunianya, hingga kontras serta warna visual yang tidak lagi pucat.

Game originalnya sudah terlihat lumayan menawan bagi kami, jadi memang tidak ada banyak yang bisa mereka rombak dari sisi visual jika masih dibatasi untuk remaster. Hanya saja bagian kasar pada asset serta model karakter jadi semakin terlihat jelas karena keterbatasan polygon. Karena termasuk seri Tales yang sudah menyerupai basis versi modern franchisenya saat ini di banyak aspek termasuk proporsi desain karakter, kami jujur merasa kalau seri ini bisa sangat mudah untuk mendapat remake atau perombakan yang lebih drastis daripada sekedar remaster biasa.

Selanjutnya remaster ini ikut memberi akses awal ke Grade Shop sebelum memulai playthrough. Kamu bisa menganggapnya sebagai semacam mode cheat dengan beragam bonus seperti EXP berlipat ganda dari setiap pertempuran, drop item serta uang yang meningkat, tambahan slot untuk kapasitas item, pengurangan resource untuk eksekusi skill Arte, dan lain sebagainya. Kamu bisa bebas memilih bonus apa saja yang ingin diaktifkan dengan biaya Grade berbeda. Jika kamu merasa gamenya jadi terlalu mudah, fiturnya bisa dinonaktifkan kapan saja selama jalannya progress. Berhubung Tales of Xillia termasuk salah satu seri mainline paling mudah di franchisenya, kami lebih rekomendasikan untuk tidak memakai Grade Shop bagi yang baru memainkan gamenya, atau mungkin hanya pakai jika kamu memainkan gamenya di tingkat kesulitan tertinggi.

Remaster ini ikut membawa banyak perombakan spesifik lain di sisi QoL, dengan salah satu yang mungkin paling membantu adalah implementasi fitur auto save sehingga kamu tidak perlu lagi khawatir kehilangan progress semisal lupa melakukan save. Tidak ketinggalan ada lebih dari 40 DLC dari game originalnya yang sudah dibawa termasuk sekian banyak kostum spesial, jadi kamu tidak perlu membayar ekstra kecuali untuk versi Deluxe yang lebih dikhususkan menjual konten digital seperti koleksi soundtrack dan artbook. Sayangnya Bandai tidak bisa membawa semua DLC, karena ada sebagian di antaranya yang dulu perlu lisensi khusus untuk bisa dijual.

Kesimpulan

Setelah sekian lama tertahan sebagai rilis eksklusif PlayStation 3, kini Bandai Namco telah membuka salah satu gerbang masuk terbaik ke franchise Tales lewat Tales of Xillia Remastered. Terlepas dari limitasi yang dibawa seri originalnya hingga mendorong mereka untuk membuat sekuel, ini adalah seri yang di saat bersamaan ikut mendorong franchisenya ke puncak kesuksesan baru sembari membawa perombakan besar di sisi production value. Karena itulah kami merasa kalau pengalaman bermain yang ditawarkan masih terasa modern, dan perombakan yang dibawa versi remasternya jadi pelengkap manis.

Tapi karena aspek gamenya yang masih terkesan modern itulah membuat kami merasa kalau Bandai seharusnya bisa memberi sesuatu yang lebih substansial sebagai nilai jual. Salah satu yang paling kami sayangkan tentu saja karena remaster ini hanya mencakup seri pertamanya saja, dan meski kita tahu kalau remaster Tales of Xillia 2 akan menyusul setelahnya, tapi sudah jelas banyak yang mengharapkan mereka bisa menjual kedua gamenya secara bersamaan.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

The Review

Tales of Xillia Remastered

PROS

  • Game bawaan yang masih terasa modern dan lebih nyaman dimainkan dengan perombakan baru
  • Peningkatan performa yang hampir tanpa masalah teknis
  • Visual yang terlihat lebih menawan terutama pada sisi kontras dan warna
  • Beragam tambahan QoL esensial seperti akses Grade Shop lebih awal, auto-save, dan masih banyak lagi

CONS

  • Nilai jual utama yang kurang begitu menjual dibanding remaster terdahulu, apalagi berhubung gamenya masih terasa modern
  • Sayangnya tidak termasuk Tales of Xillia 2

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-tales-of-xillia-remastered-salah-satu-entry-point-favorit-yang-semakin-solid/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *