SHINOBI: Art of Vengeance hadir sebagai kebangkitan kembali dari seri ninja klasik yang sudah lama absen dari sorotan. Game ini menawarkan fokus pada pertarungan cepat dengan sistem combo yang mulus, cocok banget untuk penggemar game aksi 2D modern.
Setelah sekian lama tidak terdengar kabarnya, seri SHINOBI akhirnya kembali dengan pendekatan baru yang terasa lebih segar, tapi tetap mempertahankan inti aksi ninja yang membuat game aslinya begitu memorable. Kami dapat kesemaptan untuk main dan review SHINOBI: Art of Vengeance melalui artikel ini. Mari simak!

Cerita dan Latar yang Sederhana
Kisahnya mengikuti perjalanan Joe Musashi yang bertekad membalas dendam pada Lord Ruse. Sang antagonis ini menjadi dalang penyerangan ke desa dan keluarganya demi memperluas kekuasaan. Alur ceritanya memang sederhana, khas kisah balas dendam yang tidak banyak memberikan kejutan. Walau begitu, cerita ini tetap memberikan alasan yang jelas bagi pemain untuk melanjutkan pertarungan dari awal hingga akhir.
Jangan berharap narasi yang dalam atau penuh plot twist, karena fokus utama jelas ada di gameplay. Cerita lebih berfungsi sebagai kerangka yang menggerakkan pemain dari satu adegan aksi ke adegan berikutnya.

Inti Pertarungan Ninja yang Solid
Bagian paling menarik dari SHINOBI: Art of Vengeance ada di sistem pertarungannya. Pemain bisa merangkai berbagai jenis serangan secara mulus, mulai dari tebasan katana, lemparan shuriken, hingga dash cepat untuk menghindar sekaligus membuka combo baru. Ada serangan ringan dan berat, lalu hadir pula Ninpo, Ningi, dan Ninjutsu yang semakin memperdalam variasi serangan.
Ninpo berfungsi sebagai jurus inti ninja yang terisi seiring bertarung. Contohnya Thunder Ninpo untuk dash jarak dekat atau Bomb Ninpo yang bisa memberikan damage besar pada musuh berarmor.
Sementara itu, Ninjutsu menjadi jurus pamungkas dengan serangan layar penuh yang punya damage luar biasa. Ningi lebih ke arah peralatan ninja yang bisa didapat sepanjang progres permainan, dan fungsinya tidak hanya untuk pertarungan tapi juga eksplorasi.

Salah satu fitur paling standout adalah Ninja Flip. Dengan ini, setelah mengenai musuh, Joe bisa langsung dash, menghindar, lalu memulai combo baru tanpa jeda.
Rasanya natural dan membuat alur serangan lebih mengalir, apalagi untuk menjaga combo panjang tetap hidup. Keempat mekanik ini—Ninpo, Ninjutsu, Ningi, dan Combo Moves—saling melengkapi dengan sangat baik, memberikan banyak ruang untuk kreativitas.
Kontrol terasa responsif, tanpa input lag, sehingga setiap aksi pemain langsung terwujud di layar. Sistem dash juga bekerja mulus, baik di darat maupun udara, bikin Joe selalu lincah.

Manajemen sumber daya pun seimbang, misalnya shuriken terbatas tapi bisa diisi ulang lewat kotak di level, dan Ninpo terisi secara natural lewat pertarungan sehingga tidak ada kesan menahan-nahan jurus keren. Game ini mendorong pemain untuk terus agresif dan unjuk gigi dengan gerakan paling spektakuler.
Progres Terasa Memuaskan, Gak Repetitif
Sistem progresi terasa memuaskan karena membuka banyak insentif untuk terus maju. Ningi yang baru tidak hanya menambah variasi serangan, tapi juga membantu akses ke area rahasia. Belajar teknik dasarnya mudah, cocok untuk pemula, tapi menguasai mekanik lanjutannya butuh latihan serius. Perbedaan antara pemain pemula dan mahir sangat terlihat dari bagaimana mereka merangkai combo dan mengatur sumber daya.
Musuh-musuh yang muncul juga cukup beragam, mulai dari tipe jarak dekat hingga jarak jauh dengan pola serangan unik. Ada musuh yang rentan setelah melakukan serangan tertentu, ada juga yang butuh kesabaran untuk dilawan.

Variasi ini menjaga pertarungan tetap segar dan memaksa pemain beradaptasi dengan strategi combo yang berbeda. Rasanya memuaskan saat berhasil mengubah pola serangan musuh menjadi celah untuk melancarkan combo dahsyat.
Untuk menjaga tempo permainan, SHINOBI juga menyelipkan variasi stage. Ada level auto-mover di mana karakter terus bergerak maju sehingga pemain hanya fokus pada menghindar dan menyerang.
Ada pula momen kejar-kejaran yang memang sedikit memutus ritme combo, tapi memberikan ketegangan ala adegan film. Selain itu, terdapat area rahasia bernama Ankou Rift, yaitu bonus stage dengan platforming sulit yang menuntut penguasaan penuh mekanik permainan. Bagi yang suka tantangan, mode Arcade juga tersedia dengan skor dan time attack, cocok buat yang ingin adu skill atau speedrun.

Visual dan Musik yang Menawan
Secara visual, SHINOBI: Art of Vengeance tampil menawan dengan animasi 2D bergaya hand-drawn. Setiap tebasan katana, lemparan shuriken, hingga jurus Ninpo punya bobot dan efek visual yang membuat serangan terasa mantap. Gaya seni ini berhasil menangkap nuansa klasik ninja sekaligus terasa modern. Variasi lingkungan di tiap stage juga cukup menarik tanpa mengganggu fokus pertarungan.
Musiknya memadukan melodi Jepang tradisional dengan sentuhan elektronik modern, menciptakan atmosfer penuh energi di setiap pertarungan. Efek suara serangan pun dibuat tajam dan memuaskan—mulai dari bunyi tebasan, parry, hingga dentuman jurus pamungkas yang memenuhi layar. Ketika Ninpo atau Ninjutsu dilepaskan, baik visual maupun audio benar-benar membuat momen itu terasa spektakuler.

Tapi Masih Ada Kekurangan
Sayangnya, SHINOBI: Art of Vengeance juga punya beberapa kelemahan. Pacing menjadi masalah utama, terutama di level yang lebih besar. Navigasi terasa melelahkan dan bisa memutus momentum aksi. Beberapa bagian platform bergerak memaksa pemain menunggu, bertolak belakang dengan identitas game yang serba cepat.
Hitbox musuh kadang terasa tidak konsisten. Di momen-momen sulit, hal ini bisa bikin frustrasi karena kesalahan kecil justru mematahkan aliran combo. Ada juga bagian backtracking yang membuat progres jadi terasa diperlambat. Perpaduan antara aksi cepat dan eksplorasi lambat kadang menimbulkan kesan tidak selaras. Saat semuanya klik, game ini benar-benar menghadirkan momen ninja yang luar biasa, tapi sayangnya tidak selalu konsisten.

Kesimpulan
SHINOBI: Art of Vengeance berhasil memberikan apa yang paling penting—sistem pertarungan dalam yang penuh variasi combo dan sangat memuaskan untuk dieksekusi. Kombinasi kontrol responsif, aliran serangan mulus, dan efek visual spektakuler membuat pemain benar-benar merasa seperti ninja legendaris. Sayangnya, masalah pacing dan desain level yang kadang membingungkan menahan game ini untuk mencapai level yang lebih tinggi.
Namun, untuk penggemar game aksi 2D dengan sistem combo berat, SHINOBI: Art of Vengeance adalah sebuah comeback solid yang paham apa yang diinginkan pemain modern, meski belum sempurna di semua aspek.
SHINOBI: Art of Vengeance akan dirilis pada 29 Agustus untuk PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series, Nintendo Switch dan juga PC melalui Steam. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjtu.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-shinobi-art-of-vengeance-aksi-ninja-klasik-dengan-sentuhan-modern-seru/