Review REMATCH: Elite Edition - Game Bola yang Unik dan Nagih

REMATCH: Elite Edition jadi salah satu game football arcade yang langsung terasa berbeda begitu masuk ke lapangan. Konsepnya sederhana, kendalikan satu pemain dan bertanding dalam format kecil yang super cepat, tetapi ritmenya benar benar intens. Tidak ada aturan yang memperlambat, semuanya serba langsung, dan setiap detik selalu terasa ada aksi yang harus direspons.

Dari awal saja sudah kerasa kalau game ini memang dibuat untuk bikin pemain tetap tegang tapi senang pada waktu yang sama. Jujur, saya agak ketagihan. Rasanya seperti campuran football cepat dan brawler kompetitif yang tidak pernah kasih waktu buat tarik napas. Tapi apa emang se-seru itu? Dan apa yang ditawarkan Elite Edition? Mari simak review kami!

Gameplay Sederhana dan Nagih

Pada dasarnya, REMATCH dibangun dengan pondasi yang sangat simpel. Ini permainan football, dan pemain hanya mengendalikan satu karakter dalam tim kecil. Pilihan format pertandingannya juga fleksibel. Bisa 3v3, 4v4, atau 5v5 di mode Ranked yang lebih kompetitif. Setiap pertandingan hanya berlangsung enam menit, dan temponya sangat cepat.

Tidak ada waktu untuk bengong karena begitu skor imbang di detik terakhir, permainan langsung berubah menjadi sudden death. Ada juga aturan mercy yang akan mengakhiri pertandingan lebih cepat saat selisih gol lebih dari tiga, supaya pemain tidak terjebak dalam pertandingan timpang yang tidak menyenangkan.

Salah satu keputusan desain paling unik di REMATCH adalah absennya peran yang tetap. Tidak ada posisi permanen dan permainan akan mengacak posisi pemain setiap kali kickoff atau setelah gol tercipta, termasuk posisi penjaga gawang. Artinya semua orang dituntut menguasai semua aspek permainan, bukan hanya tetap menjadi satu peran selamanya.

Untuk menjaga ritme tetap lancar, semua bentuk gangguan football nyata dihilangkan. Tidak ada offsides, tidak ada foul, tidak ada penalti, tidak ada tendangan sudut, tidak ada situasi yang memperlambat pertandingan. Yang tersisa hanya permainan cepat dan serba langsung.

Pertarungan mental juga sama pentingnya dengan mekanik permainan. Setiap pertemuan dengan lawan terasa seperti duel kecil. Apakah mereka akan dribble, melakukan rainbow flick, mengoper, berpura pura, atau mencoba mencuri bola secara agresif. Terlalu agresif saat mencoba steal bisa berubah menjadi jebakan. Selalu ada counter, dan counter untuk counter itu. Benturan antar pemikiran ini menciptakan tarikan menarik tanpa henti yang membuat pertandingan terasa hidup.

Permainannya tidak hanya 5v5. Ada juga 3v3 dan bahkan 4v5. Dipadukan dengan durasi pertandingan yang cepat, REMATCH jadi sangat adiktif. Enam menit terasa pas untuk main beberapa ronde sekaligus, tetapi masih cukup untuk menciptakan momen dramatis dan perubahan momentum yang ekstrem. Menang membuat pemain ingin lanjut. Kalah membuat rasa ingin balas dendam langsung muncul. Setiap operan, intersepsi, sampai gol memberikan rasa perkembangan yang menyenangkan.

Kontrol yang Gampang Tapi Detail

Sistem kontrol di game ini jauh lebih dalam dibanding apa yang terlihat pada awalnya. Bahkan untuk sekadar mengambil bola, pemain harus menekan tombol tepat waktu. Tidak ada sistem magnet otomatis seperti game olahraga lain. Awalnya terasa seperti kendala, tetapi setelah dikuasai, sistem ini memberikan kendali penuh saat menerima dan menggerakkan bola.

Tombol “Tap” yang serbaguna jadi bintang utama. Tergantung arah, lama menahan tombol, dan tinggi bola, tombol ini bisa berubah menjadi tembakan menyusur tanah, backheel cepat, umpan lambung, chip shot, sampai header. Satu tombol punya banyak fungsi. Fleksibilitas ini terasa di semua aksi, mulai dari dribbling, bertahan, sampai menjaga gawang.

Walaupun memiliki tingkat skill yang tinggi, REMATCH tetap ramah pemain baru. Dibandingkan Rocket League yang fisiknya butuh puluhan jam untuk dipahami, gerakan grounded dan mekanik yang intuitif membuat pemain baru bisa mulai menikmati permainan dengan cepat. Mayoritas pemain pemula bisa mulai paham dalam waktu kurang dari satu jam, dan proses menuju mahir terasa alami seiring eksperimen.

Gaya permainan juga berubah tergantung pemain. Kadang ada pemain yang suka melakukan gerakan dribble penuh gaya. Namun pemain level tinggi akan lebih mengutamakan passing yang terencana dan posisi yang cerdas. Permainan menjadi lebih fokus pada koordinasi rapat, pembacaan gerakan, dan pengambilan keputusan daripada sekadar pamer mekanik.

Saat bermain untuk pertama kali, saya hanya ingin menjadi striker. Tetapi setelah beberapa pertandingan, saya mulai tidak keberatan mengambil peran pendukung.

Visual, Audio, dan Kustomisasi yang Menarik Perhatian

Model karakter terlihat ekspresif namun tetap mudah dibaca. Animasi terasa stylish tetapi tetap jelas, dan keseluruhan estetika permainan terasa kohesif. Seperti Sifu, setiap gerakan memiliki berat dan kejelasan, memberikan identitas pada pemain meskipun semua orang punya moveset yang sama.

Kustomisasi juga jadi sorotan. Bahkan sebelum membuka kosmetik tambahan, permainan sudah menyediakan banyak pilihan personalisasi. Pengguna bisa memodifikasi karakter dengan bebas dan bisa dibuat tampil nyentrik, serius, atau dibuat mirip diri sendiri atau karakter lain yang disukai.

Arena pertandingannya juga tidak kalah menarik. Mulai dari stadion neon sampai lapangan interstellar yang surreal, semuanya tampil cerah dan enak dilihat tanpa terlalu mengganggu fokus. Animasi tackle terasa kuat, tembakan terlihat berdaya, dan dribble move punya flair yang pas supaya tetap indah tanpa membuat bingung. Dipadukan dengan fisik bola yang arcade, berada di antara kecepatan Rocket League dan kelonggaran FIFA Street, REMATCH menghadirkan paket audiovisual yang energik dan benar benar punya identitas sendiri.

Audio juga mendapat pujian besar. Musik akan meningkat mengikuti tempo pertandingan. Perkusi, synth, sampai sorakan penonton naik bersamaan dengan meningkatnya aksi. Penyelamatan besar dan gol terakhir terasa sinematik karena tata suara mengangkat momen tersebut dengan sangat baik. Ini jenis permainan yang soundscape nya bisa meningkatkan adrenalin tanpa disadari.

Kekurangan yang Cukup Mengganggu

Meskipun pondasinya kuat, beberapa aspek REMATCH terasa belum selesai. Mode Prologue misalnya, awalnya memberikan kesan bahwa permainan memiliki mode cerita atau mode offline penuh, tetapi tiba tiba berhenti dan ternyata hanya berfungsi sebagai tutorial. Ini membuat pengalaman terasa tidak lengkap, terutama bagi pemain yang ingin pengantar single player sebelum masuk ke online.

Kekurangan lain yang paling terasa adalah tidak adanya AI atau mode melawan CPU. Untuk pemain kompetitif mungkin langsung masuk PvP terasa wajar, tetapi banyak pemain kasual lebih suka pemanasan melawan AI dulu. Tanpa bot, pemain baru bisa merasa kewalahan dan pemain yang ingin berlatih rotasi atau setup tertentu tidak punya tempat yang aman untuk melatihnya. Saya sendiri kalah 5 0 pada pertandingan pertama karena jelas saya butuh latihan dengan AI dulu seperti di EA Sports.

Ada juga masalah teknis yang kadang muncul. Sebagian besar pertandingan berjalan lancar, tetapi ada juga yang terganggu oleh lag spike atau sinkronisasi aneh, terutama saat interaksi sebagai penjaga gawang atau saat tackle. Situasi yang membutuhkan timing paling akurat justru sering terdampak masalah ini, dan jelas perlu diperbaiki. Selain itu, tidak ada sistem laporan di dalam permainan, yang terasa tidak bisa diterima untuk game online modern, terutama untuk melaporkan pemain AFK.

Masalah matchmaking juga jadi kendala, terutama untuk pemain di wilayah Asia. Pemain sering kesulitan mencari pertandingan dan kadang harus mengganti region ke tempat yang lebih jauh untuk menemukan pertandingan dengan cepat. Saya bahkan harus pindah ke region Eropa untuk mendapatkan matchmaking yang cepat, tetapi ping nya sangat tinggi.

Apa yang Ditawarkan Elite Edition

Elite Edition tersedia di semua platform yang didukung dan memberikan kumpulan kosmetik premium serta bonus progresi untuk membuat pengalaman semakin personal. Paket ini berisi dua Captain Pass Upgrade Tickets yang membantu mempercepat progres Battle Pass. Selain itu, edisi ini juga menawarkan satu set kosmetik bertema seperti:

  • 2 Captain Pass Upgrade Tickets
  • Blazon Player Background dan Title
  • Blazon Buckler Tank Top
  • Blazon Pattern untuk outfit atasan dan bawahan
  • Blazon Jewel Set
  • Glitcher Trainers
  • Blazon AR Cage
  • Blazon Cap

Kosmetik ini tidak mempengaruhi gameplay, tetapi menjadi bonus bergaya yang membuat karakter tampak lebih menonjol dan memberikan dorongan motivasi saat progres berjalan. Saya sudah bisa melihat karakter saya jauh lebih mencolok dibanding pemain lain yang tampil biasa saja.

Kesimpulan

REMATCH adalah campuran football arcade dan brawler kompetitif yang sangat cepat, intens, dan sangat menghibur. Permainan ini lebih mengutamakan keseruan daripada realisme dan kuat dalam kerja sama tim, keputusan cepat, serta momentum yang meledak meledak. Saat alur pertandingan berjalan mulus, sensasinya luar biasa. Umpan sempurna, penyelamatan dramatis, sampai gol penentu terasa berurutan dalam ritme yang membuat pemain ingin main lagi dan lagi.

Namun permainan ini tidak sempurna. Beberapa fitur terasa belum selesai, seperti tidak adanya mode melawan CPU, masalah matchmaking di beberapa region, sampai isu teknis dan absennya sistem laporan. Semua ini menahan permainan dari potensi penuh yang bisa dicapainya. Dengan sedikit polesan lagi, permainan ini punya potensi untuk menjadi pilihan utama jangka panjang bagi pemain kompetitif.

Tetapi dengan semua itu, loop gameplay utamanya sangat kuat. REMATCH tetap terasa seperti salah satu permainan multiplayer paling menarik di tahun 2025. Jika pemain menyukai Rocket League, permainan fighting, EA Sports FC, atau game apa pun yang mengandalkan skill mekanik dan koordinasi, REMATCH sangat layak dicoba. Bahkan jika bukan penggemar football, gameplay kreatif dan adrenalinnya mungkin tetap bisa memikat.

REMATCH: Elite Edition bisa kamu mainkan di PlayStation 5, Xbox Series, dan juga PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

The Review

REMATCH: Elite Edition

PROS

  • Intens, fun, dan gameplay yang bikin ketagihan
  • Kontrolnya dalam tapi tetap ramah buat pemain baru
  • Visualnya stylish dengan animasi yang mulus
  • Pilihan kustomisasi yang seru

CONS

  • Tidak ada mode lawan CPU
  • Masalah netcode kadang masih muncul
  • Prologue terasa belum selesai
  • Tidak ada sistem laporan di dalam game
  • Matchmaking bisa lambat di beberapa region seperti Asia

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-rematch-elite-edition-game-bola-yang-unik-dan-nagih/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *