PRAGMATA jadi salah satu game sci-fi yang langsung terasa beda sejak awal, terutama lewat kombinasi aksi tembak-menembak dan hacking real-time yang berjalan bersamaan. Kami mendapatkan kesempatan untuk mencoba dan mereview game ini lebih dulu, dan dari beberapa jam pertama saja sudah terlihat jelas kalau ini bukan game yang bisa dimainkan santai tanpa fokus.
Di balik gameplay yang cukup menuntut, PRAGMATA juga membawa cerita yang lebih personal lewat hubungan antara Hugh Williams dan Diana. Perpaduan antara tekanan saat bermain dan momen cerita yang lebih tenang ini bikin pengalaman yang ditawarkan terasa unik dan cukup membekas. Seperti apa detailnya? Simak review kami selengkapnya!
Cerita Berawal dari Ikatan yang Tidak Terduga

PRAGMATA mengambil setting di masa depan dekat, beberapa tahun setelah umat manusia menemukan lunum ore dan menggunakannya untuk mengembangkan Lunafilament, sebuah material revolusioner yang mampu mereplikasi apa pun selama datanya tersedia.
Suatu hari, seluruh komunikasi dengan stasiun riset di bulan tiba-tiba terputus, dan sebuah tim dikirim untuk menyelidiki. Hugh Williams adalah salah satu anggota tim tersebut, sampai sebuah gempa bulan yang brutal memisahkan mereka dan membuatnya terluka parah. Di titik inilah Diana muncul — seorang android misterius dalam wujud anak kecil, sebuah Pragmata yang tercipta dari Lunafilament itu sendiri.

Menariknya, Hugh tidak langsung digambarkan sebagai sosok pelindung. Dalam timnya, dia terasa seperti anggota baru yang masih gugup, terlihat panik saat gempa terjadi dan kru menghilang, bergantung pada pemimpin tim yang lebih berpengalaman. Pertemuannya dengan Diana jadi titik balik. Ada rasa tanggung jawab yang muncul secara perlahan, membuatnya bangkit: melindungi gadis yang bahkan belum dia kenal, dan mencari cara untuk kembali menghubungi Bumi.
Bulan yang dingin dan sepi ini jadi awal dari hubungan yang tidak terduga. Terjebak tanpa bantuan dan tanpa jalan pulang, koneksi antara “ayah dan anak” dadakan ini semakin kuat di bawah tekanan situasi.
Game ini juga tidak jatuh ke klise “orang dewasa kuat melindungi anak lemah”. Hugh dan Diana ditulis sebagai pasangan setara — Hugh fokus pada tembak-menembak dan pertarungan fisik, sementara Diana meng-hack. Keduanya benar-benar saling bergantung, dan hal ini terasa natural dalam gameplay.
Combat Dua Karakter, Satu Ritme

Hugh punya empat slot senjata yang jadi inti sistem combat. Satu slot selalu diisi Grip Gun, senjata default dengan peluru tak terbatas yang reload otomatis secara perlahan — semacam jaring pengaman supaya pemain tidak pernah benar-benar kehabisan opsi. Nantinya, Pulse Carbine juga bisa digunakan di slot ini, dengan damage lebih kecil tapi rate tembak tinggi. Keduanya punya fungsi berbeda, dan tahu kapan harus ganti jadi skill tersendiri.
Tiga slot lainnya dibagi ke kategori:
- Attack Units
- Defense Units
- Tactical Units
Setiap kategori punya peran masing-masing dan bisa disesuaikan dengan gaya main. Kapasitasnya akan bertambah seiring progres, tapi tidak bisa pakai senjata yang sama dua kali.

Attack Units fokus ke damage langsung:
- Shockwave Gun seperti shotgun jarak dekat
- Charge Piercer butuh charge tapi hasilnya tembakan tembus
- Photon Laser jadi beam berkelanjutan
Defense Units lebih ke survival:
- Decoy Generator memancing perhatian musuh
Tactical Units untuk kontrol area:
- Stasis Net menghentikan musuh sementara
- Riot Blaster seperti grenade launcher
- Sticky Bomb menghapus baris atau kolom di panel hacking
Musuh dan Mekanik Arena

Variasi musuh di full game jauh lebih luas. Robot bola sekarang punya banyak tipe: terbang, jarak jauh, dan melee cepat. Robot humanoid terasa lebih “manusiawi” dan bisa memblokir hacking Diana sampai Hugh menghancurkan pelindung wajah mereka.
Musuh baru seperti robot laba-laba juga muncul. Mereka bisa cloak dan menyerang tiba-tiba. Kalau tertangkap, pemain dipaksa masuk ke sequence hacking cepat atau Hugh akan kena damage tambahan.
Lingkungan juga punya peran penting:
- Laser bisa diaktifkan lewat hacking
- Area listrik bisa dimanfaatkan untuk menjebak musuh
- Jammer adalah ancaman utama karena mematikan semua kemampuan Diana
Boss Fight yang Bikin Setiap Pertarungan Terasa Megah

Setiap boss fight di PRAGMATA terasa seperti momen besar, bukan sekadar variasi musuh biasa. Tidak ada yang terasa diulang atau sekadar pengisi. Pertarungan pertama melawan robot tempur berat di dalam stasiun berfungsi seperti ujian dari semua mekanik dasar yang sudah dipelajari. Pola serangannya beragam, mulai dari charge sampai peluncuran granat yang terus mengejar, memaksa pemain untuk benar-benar memahami ritme permainan.

Pertarungan berikutnya langsung mengubah skala dengan menghadirkan arena berupa rekreasi kota New York di permukaan bulan. Kontras visualnya langsung terasa kuat. Boss di area ini memiliki beberapa fase dengan serangan yang semakin kompleks. Salah satu serangannya bahkan mencakup seluruh area, membuat pemain tidak punya tempat aman sama sekali selain naik ke bangunan yang tersebar di arena. Momen ini terasa sangat intens karena timing yang dibutuhkan benar-benar sempit.

Boss ketiga membawa desain yang lebih aneh dan mengganggu, dengan bentuk gabungan kalajengking dan gurita mekanis. Ada elemen visual yang terasa hampir organik, memberikan kesan yang berbeda dibanding estetika sci-fi bersih di bagian lain game. Semua pertarungan ini didukung oleh efek visual besar dan sound design yang kuat, membuat setiap encounter terasa sinematik tanpa mengorbankan gameplay.
Hacking Jadi Inti Gameplay yang Beda dari yang Lain

Hal yang benar-benar membedakan PRAGMATA adalah sistem hacking-nya. Saat Hugh bertarung secara fisik, pemain juga harus mengontrol Diana untuk melakukan hacking secara real-time. Setiap musuh memiliki panel unik yang harus diselesaikan, menjadikan setiap encounter terasa seperti kombinasi antara aksi dan puzzle.
Proses hacking sendiri melibatkan navigasi dari titik awal ke titik akhir, dengan berbagai node yang bisa dimanfaatkan di sepanjang jalur. Ada node yang meningkatkan damage, ada juga yang memberikan efek tambahan seperti memperlambat musuh atau membuat mereka saling menyerang. Pemain harus memutuskan jalur terbaik dalam waktu singkat, di tengah tekanan pertarungan.

Ketika musuh berada dalam kondisi terbuka, mode tambahan akan aktif yang memungkinkan pemain meningkatkan damage lebih jauh lagi. Seiring waktu, Diana juga mengumpulkan energi yang bisa digunakan untuk Overdrive, sebuah kemampuan yang bisa langsung membalikkan keadaan dengan mengunci semua musuh sekaligus.
Hacking tidak terbatas pada musuh. Banyak elemen di lingkungan yang bisa dimanipulasi, bahkan termasuk misil yang ditembakkan oleh musuh. Momen ketika misil berhasil dibalikkan dan menghantam balik penyerangnya selalu terasa memuaskan.
Eksplorasi dan Progression Loop yang Konsisten Memuaskan

Eksplorasi dalam PRAGMATA tidak terasa seperti kewajiban. Tidak ada checklist panjang yang membebani, tapi tetap memberikan alasan kuat untuk menjelajah. Semua yang ditemukan punya fungsi jelas dalam sistem progresi. Shelter berfungsi sebagai base utama yang terus berkembang seiring permainan. Dari awalnya hanya tempat singgah sederhana, perlahan berubah menjadi pusat operasi lengkap dengan berbagai fitur tambahan. Pemain bisa melakukan upgrade, mempersiapkan diri, dan kembali ke area sebelumnya dengan lebih efisien.

Sistem upgrade sendiri cukup dalam, dengan berbagai sumber daya yang harus dikelola. Pemain bisa meningkatkan kemampuan Hugh maupun Diana, serta membuka opsi baru yang mempengaruhi gaya bermain. Salah satu sistem yang paling unik adalah Cabin, yang menggabungkan elemen koleksi dengan mekanik seperti bingo. Sistem ini memberikan variasi reward yang menarik dan membuat eksplorasi terasa lebih menyenangkan. Bahkan ada elemen tersembunyi berupa figur kecil yang hanya bisa ditemukan jika pemain benar-benar memperhatikan lingkungan.
Ikatan dengan Diana, Emosi yang Terbangun Perlahan

Di balik semua aksi dan sistem kompleks, ada satu hal yang jadi inti: hubungan dengan Diana.
Lewat item REM (Read Earth Memories), pemain bisa membawa “kenangan Bumi” ke Shelter:
Diana akan bereaksi dengan rasa penasaran yang tulus. Hal-hal biasa jadi terasa spesial lagi.

Affinity dengan Diana juga meningkat lewat interaksi:
- Dia akan memberi gambar buatannya
- Shelter perlahan terasa seperti rumah
Visual dan Performa
Secara teknis, game ini berjalan sangat stabil di PlayStation 5. Baik mode Quality maupun Performance sama-sama bisa diandalkan tanpa gangguan berarti. Performance mode berjalan 60 FPS semestinya tanpa ada stuttering tau drop FPS. Tapi yang paling menunjul sebenernya bukan dari performa saja.

Yang paling menonjol adalah variasi lingkungan. Dari fasilitas riset di bulan yang bersih dan futuristik, ke kota New York versi lunar dengan nuansa cyberpunk, sampai area yang dipenuhi vegetasi yang terasa kontras dengan semua yang sudah dilihat sebelumnya. Setiap area terasa punya identitas kuat. Detail kecil seperti animasi rambut Diana juga menunjukkan peningkatan signifikan, membuat karakternya terasa lebih hidup.
Kesimpulan

PRAGMATA adalah game yang punya visi sangat jelas. Kombinasi antara shooting dan hacking, sistem progresi yang dalam, serta hubungan emosional antara dua karakter utama membuatnya terasa berbeda dari kebanyakan game aksi lainnya.
Namun, pendekatan ini juga datang dengan konsekuensi. Koordinasi antara dua karakter dalam waktu bersamaan bisa terasa berat, terutama bagi pemain yang terbiasa dengan gameplay yang lebih sederhana. Beberapa batasan dalam sistem juga bisa terasa membatasi bagi yang ingin kebebasan lebih dalam bereksperimen.
Semua ini bukan kekurangan yang tidak disengaja, tapi bagian dari desain yang memang ingin menciptakan tekanan dan keputusan di bawah kondisi terbatas. Seberapa jauh hal ini terasa menantang atau justru membatasi akan sangat tergantung pada masing-masing pemain.
Dengan segala sisi tersebut, PRAGMATA tetap berhasil menghadirkan pengalaman yang kuat dan berkesan. Bagi yang siap menghadapi game yang tidak selalu memberi kenyamanan, ini jadi salah satu perjalanan paling unik yang bisa ditemukan di permukaan bulan.
Tertarik untuk memainkannya? PRAGMATA akan dirilis pada 17 April untuk PlayStation 5, Xbox Series, Switch 2, dan juga PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-pragmata-unik-menantang-dan-berhasil-beda/