Review MY HERO ACADEMIA: All’s Justice - Arena Fighter Penuh Gaya

MY HERO ACADEMIA: All’s Justice datang sebagai game arena fighter yang langsung ngangkat arc paling klimaks di animenya, Final War. Dari awal main, sudah kelihatan kalau game ini ingin jadi ajang adu kekuatan besar-besaran, penuh jurus pamungkas, ledakan efek, dan momen yang familier buat yang ngikutin ceritanya sampai akhir.

Di sisi lain, All’s Justice juga mencoba ngasih lebih dari sekadar mode versus. Ada cerita, eksplorasi ringan, sampai konten orisinal yang fokus ke keseharian Kelas 1-A. Hasilnya cukup seru, meski di beberapa bagian masih terasa ada hal-hal yang belum sepenuhnya rapi. Kami dapat kesempatan nyoba duluan game tersebut dan akan kami review di artikel ini, mari simak!

Story Mode dan Ragam Mode 

Story Mode menceritakan ulang arc Final War dari sudut pandang versi game. Pemain bisa ikut merasakan momen penting seperti konfrontasi Bakugo dengan All For One dan pertarungan terakhir Deku melawan rival takdirnya. Alur ceritanya mengikuti rangkaian pertempuran yang mengarah ke duel puncak antara One For All dan All For One.

Sayangnya, penyajiannya terasa tidak konsisten. Cutscene sering berganti antara animasi penuh dan gambar diam dari anime. Perpindahan ini cukup mengganggu alur dan ritme cerita, terutama saat sedang berada di momen yang seharusnya terasa intens. Akibatnya, emosi yang dibangun kadang terasa terputus.

Team-Up Mission jadi mode yang paling menonjol dan terasa berbeda. Di sini, pemain berperan sebagai murid Kelas 1-A dalam ruang pelatihan virtual. Mode ini lebih menekankan eksplorasi dibanding sekadar bertarung. Sebelum memulai misi, pemain bisa memilih tim berisi tiga karakter dari Kelas 1-A. Layar pemilihan karakter menampilkan karakter utama dan dua slot pendamping, memberi kebebasan menyusun kombinasi hero latihan sesuai gaya bermain.

Misi disusun lewat menu progresi, dengan beberapa misi terkunci sampai misi sebelumnya diselesaikan. Setiap misi punya tujuan berbeda, mulai dari riset lapangan sampai pertempuran di distrik tertentu.

Yang bikin Team-Up Mission terasa nagih adalah sistem penilaiannya. Setelah menyelesaikan misi, pemain mendapat rincian performa yang cukup detail. Poin didapat dari pertempuran, penyelesaian misi, eksplorasi, bonus penyelesaian misi utama, bonus misi unik untuk pertama kali, bonus sub-misi opsional, jarak pergerakan total di peta, sampai bonus penggunaan karakter pendukung. Semua poin ini digabung jadi satu skor akhir yang mendorong pemain untuk mengulang misi dengan pendekatan berbeda demi hasil yang lebih baik.

Quirk tiap karakter juga sangat berpengaruh di mode ini. Pemain bisa meluncur di atas es, meledakkan diri ke udara, atau memakai kemampuan unik lain untuk menjelajah peta. Contohnya, Zero Gravity milik Ochaco memungkinkan dirinya melayang sementara waktu, membuka jalur eksplorasi yang tidak bisa diakses karakter lain.

Setiap misi menggunakan satu bar kesehatan yang sama, jadi pemain perlu rutin mampir ke fasilitas penyembuhan yang tersebar di peta. Perpaduan eksplorasi, puzzle berbasis Quirk, dan pertempuran membuat Team-Up Mission terasa seperti simulasi latihan pahlawan yang cukup autentik.

Hero’s Diary yang ada di dalam Character Memory menghadirkan momen-momen keseharian Kelas 1-A yang belum pernah ditampilkan sebelumnya. Mode ini memadukan eksplorasi, pertarungan, dan parkour ringan, memberi sudut pandang yang lebih santai tentang kehidupan para karakter di luar konflik besar. Hero’s Diary dan Archives Battle baru bisa dibuka setelah menyelesaikan Team-Up Mission, mendorong pemain untuk lebih dulu menikmati konten orisinalnya.

Archives Battle berfungsi sebagai mode tantangan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Mode ini menghidupkan kembali pertarungan ikonik dari seri, lengkap dengan mekanik khusus yang membuat tiap duel terasa berbeda. Ini jadi tempat yang pas buat pemain yang ingin merasakan ulang pertarungan legendaris dengan tantangan ekstra.

Battle Mode adalah mode paling bebas. Pemain bisa membentuk tim tiga karakter apa pun dan bertarung di semua arena yang tersedia. Semua karakter bisa digunakan, meski beberapa versi spesial baru terbuka lewat progres cerita, seperti Izuku Midoriya Rising, One For All Chaos, dan One For All Rewind. Mode ini cocok untuk latihan, mencoba kombo, dan menikmati sistem combat tanpa batasan misi.

Sistem Gameplay dan Pertarungan

Pertarungan di All’s Justice berputar di beberapa mekanik utama. Rising gauge yang ada di pojok kiri bawah akan mengaktifkan Rising mode saat penuh, meningkatkan kekuatan serangan, kecepatan gerak, dan aksi Quirk. Jika hanya satu karakter tersisa, Ultimate Rising akan aktif otomatis dengan efek yang lebih kuat.

Plus Ultra gauge memungkinkan karakter mengeluarkan jurus pamungkas dengan menekan R1 dan Circle selama minimal satu bar terisi. Dengan dua bar dan sidekick yang masih hidup, pemain bisa merangkai Plus Ultra Combo untuk serangan beruntun yang sangat menghancurkan.

Gerakan dasar mencakup dash dan quick dodge, yang bisa digunakan di darat maupun udara, membuat pertarungan terasa cepat dan dinamis.

Di Team-Up Mission, bahaya lingkungan ikut memengaruhi pertempuran. Setiap area punya ancaman unik yang memaksa pemain lebih memperhatikan posisi dan kondisi sekitar. Hal ini membuat arena terasa lebih hidup dan tidak sekadar lapangan datar.

All’s Justice juga menawarkan roster karakter terbesar dalam game My Hero Academia sejauh ini. Semua anggota Kelas 1-A hadir, ditambah Pro Hero seperti Mirko dan Best Jeanist, serta villain besar seperti All For One, Shigaraki, dan Dabi. Semua karakter muncul dalam bentuk terkuat mereka dari keseluruhan cerita.

Secara keseluruhan, sistem combat terasa responsif dan memuaskan. Serangan punya bobot yang pas, pilihan karakter sangat banyak, dan mekanik pertarungannya cukup dalam tanpa terasa rumit untuk pemain baru.

Kustomisasi dan Aksesibilitas

Game ini menyediakan dua skema kontrol. Normal Control ditujukan untuk pemula, dengan sistem otomatis yang menghubungkan skill Quirk, pergantian karakter, Plus Ultra, dan kombo hanya dengan menekan tombol berulang. Ini membuat game mudah diakses bagi pemain yang tidak terbiasa dengan fighting game.

Manual Control memberi kendali penuh untuk pemain berpengalaman yang ingin mengatur kombo dan timing sendiri. Menariknya, sistem otomatis bisa diatur secara terpisah. Pemain bisa mematikan auto switch karakter tapi tetap menyalakan auto Plus Ultra, atau mengatur kombinasi lain sesuai kenyamanan.

Kustomisasi visual juga cukup luas. Profil pemain bisa dihias dengan emote dan emblem. Setiap karakter punya beberapa kostum, banner, dan pose yang tampil di layar seleksi dan kemenangan. Bahkan tampilan health bar pun bisa disesuaikan.

Game ini mendukung teks dan suara bahasa Jepang serta Inggris. Mode tutorial dan training juga tersedia untuk membantu pemain mempelajari sistem permainan secara bertahap.

Bagian yang Masih Terasa Kasar

Kamera kadang terasa membingungkan, terutama saat bergerak bebas di overworld dan Team-Up Mission. Perpindahan antara cutscene animasi dan gambar diam juga mengganggu alur cerita. Mekanik eksplorasi, seperti ayunan Deku, terasa dibatasi oleh area yang sempit. Selain itu, performa di bagian eksplorasi terbuka meski tidak parah, tetap cukup terasa.

Kesimpulan

MY HERO ACADEMIA: All’s Justice menawarkan pertarungan arena tiga lawan tiga yang solid, roster karakter yang sangat lengkap, dan mode permainan yang cukup beragam. Sistem combat-nya menyenangkan, punya kedalaman untuk yang ingin serius, tapi tetap ramah untuk pemain kasual.

Namun, masalah teknis, kamera, dan penyajian cerita yang tidak konsisten membuat game ini belum mencapai potensi maksimalnya. Buat penggemar My Hero Academia, game ini tetap menyenangkan, terutama untuk menghidupkan kembali Final War dan menikmati konten orisinal Kelas 1-A. Tapi buat yang mencari pengalaman arena fighter yang benar-benar rapi dan halus, beberapa kekurangan ini mungkin cukup terasa.

MY HERO ACADEMIA: All’s Justice akan dirilis pada 6 Februari untuk PlayStation 5, Xbox Series dan juga PC melalui Steam. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

The Review

MY HERO ACADEMIA: All’s Justice

PROS

  • Sistem combat responsif dan memuaskan
  • Roster karakter sangat lengkap dari hero sampai villain
  • Opsi kustomisasi luas untuk profil dan karakter
  • Bahaya lingkungan di Team-Up Mission menambah variasi
  • Skema kontrol ramah pemula dan fleksibel
  • Team-Up Mission memberi variasi eksplorasi dan gameplay

CONS

  • Kamera sering membingungkan saat eksplorasi bebas
  • Cutscene tidak konsisten antara animasi dan gambar diam
  • Eksplorasi terasa dibatasi area yang sempit
  • Performa di area eksplorasi terbuka masih kurang stabil

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-my-hero-academia-alls-justice-arena-fighter-penuh-gaya/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *