Review Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection - Mendefinisikan Ulang Formula MH Stories

Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection menjadi evolusi paling ambisius dari sub-seri RPG koleksi monster milik Capcom sejauh ini. Sebagai entri utama ketiga dalam franchise Monster Hunter Stories, game ini membangun fondasi dari sistem yang diperkenalkan di dua game sebelumnya sambil mendorong formulanya ke arah pengalaman yang jauh lebih matang dan berbasis sistem.

Dengan fokus cerita yang lebih kuat, kustomisasi yang jauh lebih dalam, serta penekanan baru pada pengelolaan ekosistem, game ini terasa semakin mendekati pilar utama dalam semesta Monster Hunter, bukan sekadar spin-off. Setelah menghabiskan lebih dari 100 jam menjelajahi game ini di PlayStation 5, jelas bahwa Monster Hunter Stories 3 menawarkan pengalaman yang sangat dalam dan memuaskan yang berkembang secara perlahan seiring waktu.

Seperti apa detailnya? Mari simak review kami!

Cerita yang Lebih Gelap dan Identitas Baru

Untuk pertama kalinya dalam seri ini, pemain tidak lagi berperan sebagai Rider. Kali ini protagonis dikenal sebagai Ranger, sebuah gelar yang secara langsung mencerminkan tema utama game ini tentang pemulihan lingkungan dan keseimbangan alam. Cerita berlangsung di wilayah Azuria dan Vermeil, di tengah kondisi dunia yang mengalami keruntuhan ekologi akibat fenomena misterius bernama Crystallization.

Menjadi seorang Ranger sangat berkaitan dengan sistem Habitat Restoration dalam game ini, karena sebagian besar peran pemain berfokus pada memulihkan keseimbangan ekosistem yang rusak. Hal ini dilakukan dengan cara menemukan telur monster yang terancam punah, menetaskannya, lalu melepaskan Monstie kembali ke alam liar untuk menstabilkan wilayah yang terdampak.

Crystallization menyebar ke seluruh daratan, menghancurkan alam dan merusak makhluk hidup. Monster yang terinfeksi fenomena ini berubah menjadi Feral Monsters, dengan perilaku yang jauh lebih agresif serta tingkat ancaman yang jauh lebih tinggi. Feral Monsters juga menghadirkan tantangan mekanik baru, karena menyerang bagian tubuh mereka yang telah terkristalisasi pada fase yang salah bisa memicu serangan balasan yang sangat kuat.

Harapan sempat muncul ketika ditemukan sebuah telur Rathalos yang diyakini mustahil untuk ada. Namun harapan itu segera berubah menjadi misteri baru ketika telur tersebut menetas menjadi dua Rathalos sekaligus, keduanya memiliki tanda Skyscale yang terhubung dengan bencana kuno.

Dengan dua negara, dua Rathalos, dan dunia yang berada di ambang kehancuran, Monster Hunter Stories 3 menghadirkan cerita yang terasa jauh lebih percaya diri, lebih fokus, dan jauh lebih emosional dibandingkan dua game sebelumnya. Dari segi presentasi maupun penulisan, kualitas ceritanya jelas lebih kuat dibanding Monster Hunter Stories dan Monster Hunter Stories 2: Wings of Ruin.

Habitat Restoration Jadi Inti dari Seluruh Pengalaman

Fitur paling menentukan dalam Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection adalah Habitat Restoration, sebuah sistem yang benar-benar mengubah cara progres dalam game berjalan. Alih-alih sekadar mengoleksi Monstie untuk bertarung, pemain didorong untuk secara aktif memulihkan ekosistem dengan menetaskan monster lalu melepaskannya kembali ke alam liar.

Setiap wilayah memiliki sistem peringkat spesies yang akan meningkat ketika monster kembali diperkenalkan ke habitat alaminya. Peringkat yang lebih tinggi akan membuka berbagai hadiah penting seperti kualitas telur yang lebih baik, akses ke gene yang lebih langka, serta trait elemen yang lebih kuat.

Ketika sebuah Monstie dilepaskan di wilayah dengan elemen yang berbeda dari elemen aslinya, telur yang dihasilkan bisa mewarisi elemen tersebut. Hal ini menghasilkan perubahan warna pada monster serta peningkatan kemampuan mereka dalam menggunakan elemen tersebut. Monster seperti ini juga akan mulai muncul secara alami di wilayah tersebut, memungkinkan pemain untuk melawannya, mengumpulkan material, atau mengambil telur tambahan.

Dalam kondisi tertentu, proses ini juga bisa memicu mutasi seperti subspecies atau deviant variant. Beberapa mutasi bergantung pada kondisi lingkungan atau keberadaan monster tertentu dalam wilayah yang sama, membuat sistem Habitat Restoration terasa seperti jaringan ekosistem yang saling bergantung, bukan sekadar progres linear.

Ketika berbicara soal memutasi Monstie menjadi subspecies atau deviant variant, Monster Hunter Stories 3 membuat proses ini jauh lebih jelas. Game ini secara terbuka menampilkan semua syarat yang dibutuhkan agar sebuah Monstie bisa bermutasi.

Informasi ini dapat diakses melalui Monsterpedia, sehingga pemain dapat merencanakan strategi habitat dan pengelolaan telur tanpa harus menebak-nebak. Transparansi ini membuat proses mutasi terasa seperti hasil dari manajemen ekosistem yang cerdas, bukan mekanik tersembunyi atau sekadar keberuntungan.

Invasive Monsters dan Risiko dalam Proses Restorasi

Sistem lain yang memperkuat desain berbasis ekosistem dalam Monster Hunter Stories 3 adalah hadirnya Invasive Monsters. Monster kuat ini mengambil alih sarang monster lain, merusak habitat lokal dan menghentikan proses pemulihan alami wilayah tersebut.

Dalam pertemuan awal, Invasive Monsters sengaja dibuat sangat kuat. Mereka tidak dirancang untuk dilawan secara langsung karena jumlah HP dan damage yang mereka miliki membuat pertarungan frontal hampir mustahil dimenangkan pada tahap progres tersebut. Game ini secara jelas menunjukkan bahwa strategi dan kemampuan bertahan hidup jauh lebih penting dibandingkan sekadar kekuatan brute force.

Alih-alih mengalahkannya secara langsung, pemain harus mengusir Invasive Monsters dengan memenuhi kondisi tertentu selama pertemuan berlangsung. Petunjuk tentang kondisi ini biasanya disampaikan secara halus melalui dialog dan perilaku companion, tanpa pernah menjelaskan solusi secara langsung. Memperhatikan reaksi companion, kondisi medan tempur, serta perilaku monster menjadi sangat penting.

Ketika berhasil diusir, Invasive Monster akan kembali ke sarang aslinya dan memasuki kondisi dorman. Hal ini membuka kesempatan singkat untuk menyusup ke sarang tersebut dan mencuri telur. Telur ini biasanya berisi spesies yang tidak dapat ditemukan di alam liar, seperti Nargacuga atau Lagiacrus, sehingga sistem ini menjadi metode penting untuk memperluas daftar ekosistem dalam game.

Memperkenalkan spesies baru ke wilayah lain memungkinkan pemain mengubah komposisi habitat secara aktif, yang kemudian terhubung kembali dengan sistem Habitat Restoration dan peringkat spesies wilayah. Dalam jangka panjang, proses ini juga bisa memicu mutasi tambahan yang membuka lebih banyak subspecies dan variant monster.

Dengan cara ini, Invasive Monsters berfungsi sekaligus sebagai rintangan dan katalis. Mereka menghubungkan tantangan pertarungan dengan perkembangan ekosistem jangka panjang. Meskipun secara teknis pemain bisa kembali menghadapi monster ini di sarangnya, HP mereka yang sangat besar membuat kemenangan hampir mustahil tanpa persiapan matang, menegaskan bahwa mereka lebih cocok sebagai tantangan late game dibanding pertemuan biasa.

Gabungan antara sistem Invasive Monsters dan Habitat Restoration menciptakan desain yang sangat saling terhubung. Menambahkan monster ke sebuah habitat bukan keputusan sederhana karena hal tersebut langsung mempengaruhi egg pool wilayah tersebut. Deviant Monsties, misalnya, akan masuk ke egg pool tetapi tidak muncul di dunia terbuka sehingga tidak bisa dilawan secara langsung.

Setiap keputusan dalam membangun habitat akhirnya menjadi jauh lebih strategis. Pemain harus mempertimbangkan keuntungan jangka pendek sekaligus dampaknya terhadap telur dan skill yang tersedia di masa depan. Progres dalam game ini tidak hanya diukur dari monster yang berhasil dikalahkan, tetapi dari bagaimana dunia perlahan dipulihkan dan dibentuk kembali melalui keputusan yang penuh perhitungan.

Tidak semua Monstie dari Monster Hunter Stories 2: Wings of Ruin kembali hadir di Monster Hunter Stories 3. Sebagian roster lama memang absen, yang mungkin mengecewakan pemain yang memiliki favorit tertentu. Namun Capcom menyeimbangkannya dengan menghadirkan banyak Monstie baru yang terintegrasi dengan sistem baru dalam game ini. Dengan pengelolaan habitat yang tepat, pemain bisa membuka Monstie langka seperti Silverwind Nargacuga, Ivory Lagiacrus, atau Mizutsune.

Monstie baru ini bukan sekadar pengganti kosmetik. Mereka dirancang khusus untuk bekerja dengan sistem Habitat Restoration, Environment Skills, dan mekanik mutasi yang baru. Hasilnya, meskipun roster terasa lebih ramping di beberapa bagian, setiap Monstie yang ada terasa lebih unik secara mekanik dan lebih terhubung dengan progres inti game.

Dalam game sebelumnya, Deviant Variants hanya muncul di konten post-game. Namun di Monster Hunter Stories 3, Deviant Monsties sudah tersedia sejak awal permainan. Hal ini memungkinkan pemain bereksperimen dengan gene langka, environment skills, dan kombinasi telur jauh lebih awal dalam petualangan mereka.

Environment Skills dan Build yang Lebih Cerdas

Habitat Restoration juga berhubungan langsung dengan sistem Environment Skills. Setiap wilayah memiliki skill lingkungan unik yang bisa dipelajari Monstie, tetapi rank spesies di wilayah tersebut menentukan skill mana yang bisa diakses.

Monstie dengan rank rendah tidak dapat menggunakan Environment Skills tingkat tinggi, meskipun mereka tetap mendapatkan perubahan statistik dari habitat. Ketika sebuah spesies mencapai Rank S di wilayah tertentu, semua Environment Skills di wilayah tersebut akan terbuka sepenuhnya.

Hal ini memungkinkan pemain mencampur berbagai kemampuan dari wilayah berbeda, mendorong eksperimen dengan kombinasi gene warna campuran dibanding sekadar mengejar bonus Bingo satu warna. Dengan mengirim Monstie melakukan Excursions ke wilayah lain, pemain bisa memperluas opsi build mereka sehingga bahkan Monstie dari awal permainan tetap kompetitif hingga late game.

Environment Skills juga dapat diaktifkan melalui gene yang sesuai di papan Bingo Monstie. Hal ini berarti kombinasi gene campuran bisa memberikan keuntungan yang jauh lebih besar tergantung kondisi lingkungan.

Setiap habitat dapat menampung hingga sepuluh monster, dengan lima slot untuk spesies asli dan lima slot fleksibel yang bisa diisi atau dikosongkan oleh pemain. Komposisi monster ini secara langsung mempengaruhi ekosistem, menentukan bagaimana telur muncul dan spesies mana yang menjadi lebih kuat atau lebih langka.

Dengan mengirim Monstie ke wilayah berbeda, pemain dapat mencampur berbagai Environment Skills untuk menciptakan build yang jauh lebih fleksibel. Namun setiap Monstie hanya dapat membawa tiga Environment Skills sekaligus, sehingga keputusan tetap terasa penting.

Salah satu dampak terbesar dari sistem ini adalah bagaimana ia mengubah konsep kelayakan Monstie. Monstie yang diperoleh di awal permainan tidak akan menjadi usang seiring progres game. Sebaliknya, mereka bisa terus diperkuat dengan melakukan Excursions ke wilayah lain dan mempelajari skill tambahan dari sana.

Sistem ini memungkinkan pemain menggunakan Monstie favorit mereka sejak awal hingga akhir permainan tanpa merasa tertinggal secara mekanik. Monster Hunter Stories 3 lebih menghargai investasi jangka panjang dan perencanaan dibanding sekadar mengejar monster langka.

Kustomisasi Monstie yang Lebih Luas dengan Gene

Kustomisasi dalam Monster Hunter Stories 3 terasa jauh lebih matang berkat hadirnya Egg Skills. Kemampuan elemental ini terkait langsung dengan progres Habitat Restoration dan membantu menyeimbangkan elemen yang sebelumnya terasa lemah di game sebelumnya, seperti elemen Water.

Egg Skills juga membantu menutup celah ketika jenis serangan tertentu kurang tersedia, memastikan pemain selalu memiliki opsi elemen atau tipe serangan yang sesuai dengan build mereka.

Gene pasif baru juga memperkaya sistem pertarungan. Skill seperti Stamina Surge meningkatkan regenerasi stamina, sementara Dragonbuster meningkatkan damage terhadap Wyvernsoul. Hal ini menambah pertimbangan baru dalam membangun Monstie selain sekadar damage mentah.

Rank Monstie juga menentukan Egg Skills apa yang bisa diwariskan melalui telur. Monstie dengan rank tinggi memiliki peluang lebih besar menghasilkan telur dengan skill langka atau kuat, memberikan fleksibilitas strategi yang lebih luas.

Selain itu, tidak seperti game sebelumnya, slot gene pada Monstie kini terbuka secara alami seiring kenaikan level. Meskipun pemain masih bisa membuka slot menggunakan item, sistem progres alami ini menjadi peningkatan Qualiy of Life (QoL) yang sangat terasa.

Sistem Pertarungan yang Lebih Menuntut Jago

Pertarungan dalam Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection terasa jauh lebih menantang, terutama di awal hingga pertengahan permainan. Monster tidak lagi terlalu bergantung pada pola Power, Speed, dan Technique yang mudah ditebak.

Sebaliknya, banyak pertemuan menghadirkan serangan area tanpa tipe yang tidak bisa dikonter melalui mekanik head-to-head.

Setiap gerakan serangan kini memiliki dua statistik utama: Attack dan Wyvernfell. Attack mengurangi HP monster, sementara Wyvernfell menurunkan gauge Wyvernsoul yang digunakan untuk membuat monster stagger.

Mengatur keseimbangan antara dua statistik ini menjadi kunci strategi dalam pertarungan, karena pemain harus memilih antara memberikan damage langsung atau membangun Wyvernfell untuk menciptakan peluang stagger.

Ketika monster stagger, pemain dapat memilih memicu Syncro Rush untuk memberikan damage gratis dan meningkatkan Kinship, atau mempertahankan kondisi stagger untuk menghasilkan critical damage secara konsisten.

Serangan netral yang sering muncul juga bisa membuat satu tim hampir kehilangan semua heart di awal permainan. Akibatnya, pengumpulan Kinship menjadi lebih lambat dibanding game sebelumnya, meskipun menaiki Monstie tetap sangat kuat karena memberikan kekebalan terhadap debuff dan status abnormal.

Penggunaan item juga kini dibatasi selama pertarungan sehingga perencanaan menjadi jauh lebih penting. Di sisi lain, Capcom mengurangi frekuensi monster bertindak beberapa kali dalam satu giliran, sehingga pertarungan terasa menantang tetapi tetap adil.

Sistem Wyvernsoul dan Wyvernfell menambah lapisan strategi baru. Setiap serangan berkontribusi pada kedua jenis damage tersebut, dan mengelola gauge ini menjadi sangat penting untuk membuat monster jatuh.

Feral Monsters membutuhkan observasi yang sangat teliti. Menghancurkan bagian tubuh yang terkristalisasi dapat melemahkan kemampuan mereka, tetapi menyerang saat fase tenang akan memicu serangan balasan yang sangat kuat. Ketika mereka memasuki fase rage, serangan balasan ini tidak aktif sehingga pemain bisa memilih menyerang secara agresif atau bermain defensif.

Companion yang Berkembang Bersama Pemain

Companion dalam Monster Hunter Stories 3 memiliki peran yang jauh lebih penting dibandingkan game sebelumnya. Setiap anggota tim Ranger memiliki prioritas pertempuran yang jelas.

Thea fokus pada serangan, Kora menarik perhatian musuh, Gaul berperan sebagai healer, Eleanor memulihkan stamina, dan Ogden ahli dalam memberikan status efek.

Pemain tidak bisa mengontrol tindakan mereka secara langsung, tetapi perilaku companion dapat dipengaruhi melalui equipment, Monstie yang mereka gunakan, serta prioritas strategi.

Sebagian besar anggota tim juga memiliki pengalaman lebih lama dibanding protagonis. Hal ini tercermin dari dialog mereka. Ogden, misalnya, terkadang mempertanyakan keputusan protagonis bukan karena niat buruk, tetapi karena pengalamannya dalam melindungi kerajaan.

Anggota party bisa diganti secara bebas dan perilaku mereka dalam pertempuran tetap konsisten. Kehabisan semua heart tidak langsung menyebabkan game over karena companion akan kembali setelah dua giliran dengan heart penuh.

Side mission yang berfokus pada companion juga membuka cerita tambahan, skill baru, senjata baru, serta Monstie tambahan yang bisa mereka gunakan.

Senjata, Gems, dan Kebebasan Build

Varietas senjata dalam Monster Hunter Stories 3 meningkat secara signifikan. Setiap tipe serangan kini memiliki dua senjata.

  • Slash terdiri dari Great Sword dan Long Sword.
  • Blunt terdiri dari Hammer dan Hunting Horn.
  • Pierce terdiri dari Gunlance dan Bow.

Setiap senjata memiliki skill tree, mekanik unik, dan peran tempur yang berbeda.

Long Sword menghadirkan sistem stance dan teknik counter yang mengutamakan timing presisi. Great Sword lebih fokus pada charge dan buildup Wyvernfell untuk strategi stagger.

Hammer unggul dalam menghancurkan bagian tubuh monster, sementara Hunting Horn menjadi hybrid support yang memberikan buff kepada seluruh tim.

Gunlance menggabungkan serangan shelling dengan kemampuan menghancurkan Wyvernsoul secara cepat, sementara Bow berfokus pada tekanan elemen dan manipulasi giliran melalui serangan charge serta debuff.

Sistem gem juga mengalami perubahan besar. Slot gem pada senjata kini digunakan untuk skill aktif yang memodifikasi perilaku serangan atau manajemen resource. Sementara itu, gem pada armor memberikan efek defensif atau bonus stamina.\

Pemisahan ini menciptakan sistem build yang jauh lebih fleksibel. Senjata menentukan gaya bertarung Ranger, armor menentukan daya tahan, dan Monstie menentukan sinergi elemen.

Sistem Meal untuk Persiapan Bertahan Hidup

Lapisan strategi lain hadir melalui sistem meal. Pemain dapat membuat platter makanan yang terdiri dari empat kategori bahan.

  • Daging memulihkan stamina.
  • Ikan memulihkan HP.
  • Sayuran meningkatkan kemampuan eksplorasi.
  • Biji-bijian meningkatkan EXP yang didapat.

Setiap kategori memiliki berbagai bahan dengan potensi efek yang berbeda. Beberapa jenis daging memulihkan stamina lebih banyak, sementara jenis ikan tertentu memberikan pemulihan HP yang lebih tinggi.

Sayuran dapat memberikan buff eksplorasi seperti memanjat lebih cepat atau meningkatkan kemampuan mengumpulkan item. Biji-bijian juga memiliki variasi yang mempengaruhi jumlah EXP yang didapat.

Setelah makanan dikonsumsi, game akan menampilkan efek yang aktif serta durasi yang tersisa. Hal ini memungkinkan pemain merencanakan strategi sebelum menghadapi pertarungan sulit atau melakukan eksplorasi panjang.

Kesimpulan

Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection menjadi entri paling lengkap dan percaya diri dalam seri ini. Fokus pada pemulihan ekosistem, mekanik pertarungan yang lebih dalam, serta presentasi cerita yang lebih kuat membuat game ini terasa jauh melampaui pendahulunya. Visual dan art-nya juga sangat mengesankan dengan lingkungan yang detail, desain Monstie yang ekspresif, serta model visual yang sangat menarik.

Banyak pertemuan menantang tersebar bahkan pemain bisa bertemu monster kuat seperti Espinas atau Brachydios sejak awal permainan jika cukup berani dan menggunakan Paintball dengan strategi yang tepat untuk mendapatkan telurnya lebih awal.

Berbagai peningkatan Quality of Life (QoL) juga menghilangkan banyak friksi yang ada di game sebelumnya, termasuk kemampuan bereksperimen dengan gene tanpa kehilangan Monstie selama Rite of Channeling.

Memang ketiadaan mode multiplayer mungkin akan mengecewakan sebagian pemain. Namun kedalaman sistem, tantangan gameplay, opsi kustomisasi, serta kualitas presentasi single player yang ditawarkan lebih dari cukup untuk menutupi kekurangan tersebut.

Bagi pemain baru, ini adalah titik masuk yang sangat bagus ke seri Monster Hunter Stories. Bagi pemain lama, ini adalah visi paling matang tentang seperti apa Monster Hunter Stories seharusnya berkembang.

Tertarik? Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection ini rilis pada 13 Maret. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

The Review

Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection

PROS

  • Pertarungan di game ini terasa konsisten menantang dan menuntut strategi.
  • Sistem kustomisasi build sangat dalam dan fleksibel, baik untuk Monstie, senjata, maupun gear.
  • Monstie terasa jauh lebih ekspresif dan menarik secara mekanik, baik dalam pertarungan maupun progres ekosistem.
  • Art direction dan presentasi visualnya membuat Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection terlihat sangat indah.

CONS

  • Tidak adanya mode multiplayer membuat daya tarik jangka panjangnya terasa lebih terbatas, terutama bagi pemain yang dulu menikmati mode co-op atau kompetitif di seri sebelumnya.

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-monster-hunter-stories-3-twisted-reflection-mendefinisikan-ulang-formula-mh-stories/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *