Review METAL GEAR SOLID Δ: SNAKE EATER - Makin Perkasa dan Tetap Menantang!

Dibalik reputasi gemilang yang dimiliki franchisenya, Metal Gear sempat berada dalam masa vakum yang cukup lama sejak rilisnya The Phantom Pain hampir satu dekade lalu. Harapan untuk melihat kebangkitannya kembali terbuka lebar di tahun ini, karena Konami telah menyiapkan METAL GEAR SOLID Δ: SNAKE EATER yang merupakan remake penuh dari seri game ketiganya di PlayStation 2 dulu. Bergantung dari seberapa suksesnya game ini di pasaran, maka tidak menutup kemungkinan kalau mereka akan kembali mengeksplor franchisenya dengan remake lain atau seri mainline baru.

Tapi sebelum berandai-andai terlalu jauh, apakah METAL GEAR SOLID Δ: SNAKE EATER berhasil memenuhi harapan fans sebagai remake ideal yang juga masih menghormati source materialnya? Tim kami akhirnya telah mendapat jawaban pasti setelah berkesempatan memainkan game penuhnya selama beberapa hari terakhir, dan dalam artikel review ini kami telah merangkum impresi lengkap dari pengalaman yang didapat.

Petualangan Awal Franchise

Meski hadir sebagai remake untuk seri ketiganya yang mungkin dirasa random oleh orang awam, cerita dalam METAL GEAR SOLID Δ: SNAKE EATER justru adalah yang paling awal jika ingin mengikuti franchisenya secara kronologis. Franchise ini apalagi memiliki beberapa versi karakter Snake yang berbeda dan mungkin akan sulit dibedakan karena kemiripan pada desain kostum bahkan hingga wajah, tapi khusus untuk seri ketiganya ini kamu akan mengikuti cerita dari Naked Snake alias Jack.

Berlatar pada masa perang dingin di tahun 1964, Naked Snake yang merupakan anggota unit FOX dalam misi untuk mengamankan ilmuwan sekaligus pembuat senjata asal Soviet bernama Nikolai Stepanovich Sokolov ke Amerika Serikat. Sokolov jadi kunci penting dalam pembuatan senjata nuklir berbahaya bernama Shagohod yang bisa menjadi kunci untuk mengakhiri perang dingin, dan jika jatuh ke tangan yang salah bisa memicu perang dunia baru. Karena termasuk misi yang penuh resiko hingga bisa mengancam hubungan antar kedua negara, CIA hanya bisa mengirim satu orang untuk menyusup masuk ke wilayah Soviet, sehingga stealth tentunya jadi opsi terbaik untuk ditempuh Snake yang ikut terefleksi kuat di gameplay.

Secara garis besar, cerita di game ini masih sama persis dan ada beberapa spoiler besar yang bahkan sudah muncul di bagian awal sehingga kami tidak bisa membahasnya terlalu dalam. Gamenya yang jelas adalah pembuka dari cerita franchise Metal Gear Solid, terutama pada masa lalu Naked Snake sebelum dia dikenal sebagai sosok legendaris dengan julukan Big Boss. Ini tidak hanya terbatas pada sang protagonis, melainkan juga karakter kunci lain yang masih relevan di game-game selanjutnya.

Sebelum memulai petualanganmu, kami cukup suka dengan bagaimana pihak developer menyelipkan pertanyaan mengenai seberapa familiar pemain dengan franchise Metal Gear Solid atau seri mana yang paling disukai. Ini tidak hanya sekedar gimmick saja, karena bergantung dari jawabanmu, maka gamenya akan memberi bonus equipment khusus. Ini tentunya semakin menambah replayability selain mendapat akses ke tingkat kesulitan lebih tinggi yaitu “European Extreme” yang hanya bisa dibuka setelah menamatkan gamenya di “Extreme.”

Dobrakan Grafis yang Memukau

Sebelum masuk ke inti gamenya, kami ingin lebih dulu memberi highlight pada dobrakan paling mencoloknya yang tidak lain ada pada grafis. Menggunakan basis Unreal Engine 5, kami rasa pihak developer berhasil memanfaatkan teknologi barunya untuk menciptakan wujud game yang jauh lebih imersif. Seluruh asset gamenya telah dibuat dari awal dengan kualitas tinggi, sisi pencahayaan terlihat sangat menawan dan kaya efek visual, serta ruang bermain yang didominasi hutan lebat kini penuh dengan detail yang bisa diapresiasi. Daripada terburu-buru menyelesaikan misi, ada beberapa momen di mana kami sengaja berhenti di beberapa area untuk mengabadikan keindahan lingkungan sekitar, yang untungnya sudah ikut difasilitasi fitur Photo Mode dengan opsi memadai.

Tapi mengesampingkan semua itu, bagian yang paling kami sukai dari upgrade grafis gamenya ada pada model 3D karakter dan kualitas animasinya. Kami masih ingat betul dengan wujud Metal Gear Solid 3 di PS2 dulu, dan game ini menurut kami berhasil menghadirkan versi terbaik dari masing-masing karakternya. Snake terutama nampak sangat cocok dengan apa yang ada di bayangan kami, karena rasanya tidak ada model 3D yang lebih sempurna untuk mewakilinya. Ini berlaku juga untuk hampir semua karakter lain, mereka semua nampak sangat berbeda, tapi di saat yang sama seolah hadir sebagai versi yang jauh lebih superior. Mengkreasikan ulang karakter ikonik dalam wujud remake selalu menjadi tantangan besar bagi banyak developer karena adanya ekspektasi dan kesan familiar kuat akan versi lamanya, karena itu apa yang berhasil dicapai tim desainer untuk gamenya ini tentu patut mendapat apresiasi.

Selain dari model karakter, seperti yang kami sebut tadi ada peningkatan besar pada kualitas animasi yang terbagi antara cutscene cerita dan gameplay. Khusus untuk cerita mereka masih menggunakan basis motion capture lama dan terlihat cukup natural saat dikonversi ke grafis barunya. Pergerakan karakter terasa mulus, dan beberapa momen masih nampak sangat keren seolah datang dari game AAA buatan era modern sekarang. Meski begitu, ada momen di mana karakter terlihat sedikit kaku, terutama dalam mencurahkan emosinya yang tidak tersampaikan karena pergerakan yang kurang natural atau ekspresi aneh. Tapi secara keseluruhan, pihak developer sudah memaksimalkan cutscene cerita dengan kualitas jempolan hingga ke raut wajah yang lebih ekspresif.

Sementara itu dari sisi gameplay, inilah bagian yang animasinya terasa sangat berbeda. Salah satu komplain terbesar dari game originalnya ada di pergerakan karakter yang kaku, sehingga aksi mengendap-endap terkadang bisa kurang fleksibel dan memicu kecerobohan. Gamenya kali ini membuat Snake bergerak dengan jauh lebih mulus, yang mana kami bahkan bisa bilang kalau sensasinya lumayan mirip seperti saat memainkan The Phantom Pain. Selain agar enak dilihat, perombakan pada animasi gameplay memberi kenyamanan pada kontrol yang juga membuat gamenya secara keseluruhan lebih seru untuk dimainkan.

Fokus Gameplay Stealth dan Survival

Setiap seri mainline Metal Gear Solid selalu membawa style uniknya sendiri pada sisi gameplay, tapi apa yang saling menyatukan semuanya ada pada elemen stealth. Setiap encounter memaksamu untuk berpikir dengan lebih strategis daripada sekedar langsung menghabisi semua musuh layaknya game action shooter. Ini tidak hanya pada cara untuk menaklukan musuh seefisien mungkin, tapi juga kelihaianmu dalam bergerak di seluruh ruang bermain yang dipenuhi dengan jebakan serta jalan rahasia. Kami memainkan gamenya di tingkat kesulitan Normal dan meski masih relatif mudah, apa yang membuat gamenya begitu menantang ada pada seberapa mulusnya kamu dalam menyelesaikan setiap encounter.

Kami bisa saja langsung melancarkan headshot dan berlari ke sana-sini untuk menghabisi semua musuh tanpa banyak tantangan, tapi di saat yang sama ini membuat kami terlihat seperti seorang noob, apalagi saat musuh berhasil memberi serangan balasan yang membuat Snake langsung terkapar dengan posisi aneh. Bayangan kami akan sosok keren karakternya seolah hilang di saat itu, dan dari sinilah kamu mungkin akan dibuat sadar kalau game ini tidak cocok untuk dimainkan secara barbar. Meski opsi tersebut memang ada dan sangat terbuka, melakukan infiltrasi ke markas musuh tanpa terdeteksi layaknya hantu terasa berkali-kali lipat lebih memuaskan dan seru.

Kebetulan juga Snake Eater adalah seri yang membawa dobrakan paling menarik pada elemen stealth, karena kali ini kamu bisa menggunakan Camouflage untuk menyembunyikan keberadaan Snake dengan lebih baik bergantung pada kondisi lingkungan. Sebagai contoh musuh masih bisa mendeteksimu saat menyelam di bawah air, sehingga kamu perlu menyesuaikan kamuflase dengan mengganti style seragam Snake dengan corak Water, lingkungan hutan dengan corak Tiger Stripe, area penuh bangunan dengan Splitter, dan lain sebagainya. Ini tidak sepenuhnya membuat musuh jadi buta akan keberadaanmu, karena fungsi dari sistem ini lebih sebagai peningkatan stats yang diindikasikan dengan angka plus minus di samping tiap corak. Selain seragam, kamu masih bisa memaksimalkan kamuflase dengan memberi cat wajah.

Bagian menarik lainnya dari gameplay Snake Eater ada di fokusnya ke elemen survival di mana kamu harus berburu resource termasuk makanan untuk memulihkan stamina. Karena latar utama gamenya yang dipenuhi hutan lebat, ada banyak hewan dan tanaman liar yang bisa diburu sebagai sumber makanan mentah sehingga kamu tidak akan pernah sampai kekurangan resource. Kondisi lingkungan yang keras juga bisa membuatmu terkena cedera dan luka, contohnya saat melewati genangan lumpur di mana lintah akan menempel di badan, sehingga kamu perlu mengobati luka yang diderita Snake lewat sistem pemulihan HP unik, di mana kamu harus memulihkan luka dengan beberapa item khusus sesuai dengan kondisi spesifiknya.

Semua elemen tadi berkontribusi pada sensasi gameplay survival yang lebih imersif dan meski bisa terkesan merepotkan, gamenya sudah memastikan agar sistemnya tetap bisa memberimu resource yang cukup serta tidak terlalu menghambat tempo gameplay, termasuk juga adanya shortcut saat ingin mengganti kamuflase daripada harus mengakses menu Backpack. Demi bertahan hidup, karaktermu dibekali dengan persenjataan lengkap dan gadget khusus yang terutama bisa sangat membantu untuk melakukan navigasi serta mendeteksi keberadaan musuh. Karena fokusnya pada aksi stealth, kamu mungkin akan lebih banyak menggunakan pistol yang terbagi antara peluru asli dan tranquilizer, tapi mengamankan sebanyak mungkin senjata serta amunisi juga sangat penting karena pastinya ada momen di mana kamu akan terlibat dalam pertempuran terbuka serta saat melawan boss tangguh.

Struktur level di gamenya masih sama di mana map terbagi antar beberapa area yang saling terhubung dan dibatasi dengan loading screen. Tidak ada mini map untuk membantumu, sehingga kamu harus sering membuka map di menu utama untuk mengetahui keberadaan spesifik karakter. Tapi jika hanya ingin mengetahui arah dari objective utama, maka sudah ada gadget Compass yang bisa jadi pemandu efektif. Eksplorasi dalam game ini terbukti sangat rewarding dan bahkan bisa dibilang wajib, karena ada banyak equipment seperti gadget hingga senjata yang bisa kamu lewatkan, di mana sebagian bahkan berada di area opsional. Jadi meski pacing gamenya terasa linear di awal, akan ada saat di mana tanpa sadar kamu sudah mendapat kebebasan lebih untuk mengeksplor dunianya.

Jika merujuk pada sensasi gameplay secara keseluruhan, remake ini bagi kami sudah jauh lebih baik meski di saat bersamaan tidak bisa dibilang sempurna. Mengesampingkan kontrol yang memang terasa jauh lebih mulus, kesan kaku nyatanya masih ada di sana-sini yang berujung membuat kami melakukan beberapa kesalahan. Bagian yang paling menjengkelkan adalah aksi menyergap musuh yang tidak konsisten, di mana eksekusinya terkadang memicu takedown atau mencekik tanpa pola yang jelas terlepas apakah musuh sudah mengetahui keberadaanmu atau tidak.

Selain itu kami mendapati kalau aksi menembak dari cover masih sangat restriktif, karena kamu hanya bisa berada di sudut khusus untuk membuat karaktermu bisa membidik saat berlindung di cover, dan itu pun terkadang masih tidak konsisten saat ingin dipicu. Dari sisi AI pun masih ada masalah, seperti musuh yang bisa tiba-tiba mendeteksi keberadaanmu meski seharusnya sudah aman, dan bagaimana semua anjing patroli yang kami temyi di game ini selalu berlagak bodoh seperti membisu di tempat atau tiba-tiba kembali bangkit meski sudah dihabisi.

Ragam Fitur Baru yang Cukup Memadai 

Remake ini tentunya kurang lengkap tanpa ragam fitur baru untuk memaksimalkan kenyamanan bermain termasuk di sisi aksesibilitas. Dimulai dengan mode gameplay, pihak developer sudah menyediakan opsi Legacy yang mengikuti basis dari seri originalnya dengan sudut pandang kamera fixed, dan New Style yang dibuat mirip dengan game modern sekarang. Meski banyak yang mungkin akan memainkan gamenya dalam New Style, masing-masing mode ini menurut kami punya kelebihannya masing-masing.

Dimulai dari Legacy, sudut pandang kamera fixed membuat sudut pandangmu jadi lebih terbatas yang otomatis membuat gamenya lebih susah, tapi mode ini lebih mengandalkan mode menembak secara first person yang menurut kami jauh lebih akurat dibanding third person. Sementara itu untuk New Style kami bisa lebih menikmati eksplorasinya, tapi aksi membidik dengan third person tidak seakurat first person apalagi karena crosshairnya yang kurang bisa diandalkan.

Selebihnya game ini telah membawa banyak fitur tambahan seperti Photo Mode dengan opsi cukup lengkap dan bisa kamu gunakan saat berada di tengah cutscene cerita, hingga tambahan aksesibilitas baru untuk skema kontrol serta penanda visual. Untuk semakin menjaga kesan nostalgia, ada seleksi Filter yang bisa merubah nuansa visualnya secara keseluruhan dengan style berbeda. Kami memainkan gamenya secara penuh dengan Filter Legacy yang menjaga sebagian efek visual dengan dominasi di warna kehijauan / kuning, tapi efeknya sudah disesuaikan agar tetap terasa natural tanpa kontras yang terlalu berlebihan.

Konten Sampingan Seru

Untuk semakin memaksimalkan jam bermain, gamenya telah menyediakan beragam konten sampingan. Salah satunya yang paling utama adalah Snake vs. Monkey. Ini adalah minigame yang membawa karaktermu dalam misi untung menangkap monyet-money dari kolaborasi dengan franchise Ape Escape. Struktur minigamenya masih sama persis dengan dulu di mana kamu harus menyelesaikan berbagai stage dengan tantangan yang semakin terasa. Daripada menggunakan jaring seperti di game Ape Escape, kali ini kamu harus menangkap monyet-monyet yang ada dengan perlengkapan khusus Snake yang lumayan memberi sensasi seru berbeda. Dengan menyelesaikan minigame ini, kamu bisa mendapat reward untuk dibawa ke campaign utama.

Ini adalah minigame yang relatif mudah karena monyetnya kurang begitu sensitif dengan situasi di sekitarnya, terutama saat mencoba mendeteksi keberadaanmu. Jadi aspek tantangannya lebih pada seberapa cepat kamu bisa menyelesaikan tiap stage. Astro Bot juga muncul sebagai cameo, dan kamu perlu menangkapnya sebagai target bonus di mana dia bisa berlari ke sana-sini sambil melakukan emote.

Berbicara soal konten sampingan, kami juga cukup terkejut ketika menemukan kalau game ini bisa berubah menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda saat memuat save data. Entah bagaimana, kami dibuat masuk ke sebuah game hack and slash dengan estetika gothic, di mana kami harus melawan gerombolan monster dengan karakter utama yang menggunakan dua pedang sembari mengeksekusi kombo keren. Ini adalah fitur rahasia baru yang bisa diakses dalam remake ini melalui kondisi tertentu. Bagaimana cara memicunya? Kamu harus menemukannya sendiri, karena bagian yang membuatnya begitu spesial ada di momen tidak terduga saat kamu tidak sengaja menemukannya.

Kesimpulan

Jika membuat METAL GEAR SOLID Δ: SNAKE EATER adalah langkah serius yang ingin ditempuh Konami dalam membangkitkan franchisenya, maka mereka telah berhasil mengambil pijakan solid. Datang dari kacamata pemain lama, kami dibuat puas dengan beragam peningkatan yang dibawa mulai dari sisi visual, perombakan di sisi gameplay dengan style baru dan animasi lebih mulus, dan beragam penyesuaian lain demi memastikan pengalaman bermain yang memuaskan. Sulit rasanya untuk kembali ke game originalnya dulu, dan setelah puas memainkan remake ini kami jadi dibuat ingin melihat perlakuan serupa ke seri klasik lainnya, apalagi yang masih tertahan eksklusif di konsol lama seperti Guns of the Patriots.

Tentu saja impresi yang kami dapat bisa berbeda jauh dari pemain lain, karena game ini memang tidak begitu mudah untuk direkomendasikan begitu saja, terutama karena masih adanya sensasi jadul pada gameplay hingga fokus besar pada stealth yang sangat butuh perhatian khusus, apalagi dari adanya penekanan di elemen survival juga. Tapi jika merujuk dari pengalaman kami sendiri, kekurangan terbesar justru ada di restriksi serta tidak konsistennya pkontrol cover based, akurasi tembakan, aksi khusus, hingga kualitas AI musuh yang kesemuanya menurut kami masih perlu untuk kembali dirombak dengan lebih serius.

Jika tidak sabar menantikan gamenya, Metal Gear Solid Delta: Snake Eater dijadwalkan rilis pada 28 Agustus mendatang untuk PlayStation 5, Xbox Series, dan juga PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.


Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun Twitter dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

The Review

METAL GEAR SOLID Δ: SNAKE EATER

PROS

  • Dobrakan kualitas visual dan animasi dengan Unreal Engine 5 yang luar biasa
  • Setiap karakter diterjemahkan dengan sempurna ke model 3D barunya
  • Mode Legacy dan New Style yang sama-sama esensial
  • Sensasi gameplay yang jauh lebih mulus dan seru
  • Sesi eksplorasi yang selalu rewarding
  • Replayability solid, ditambah dengan mode Fox Hunt baru yang akan tiba

CONS

  • Beberapa cutscene cerita yang aneh saat direka ulang dengan visual barunya, terutama saat karakter berusaha memperlihatkan emosi
  • Ketidakkonsistenan pada gameplay yang cukup membuat frustasi
  • Kualitas AI musuh bisa lebih dirombak

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-metal-gear-solid-%CE%B4-snake-eater-makin-perkasa-dan-tetap-menantang/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *