Dunia open-world yang luas, visual yang indah, performa yang solid, dan kebebasan penuh dalam menentukan bagaimana kamu menjalani petualanganmu. Di atas kertas, Crimson Desert terdengar seperti salah satu game yang “terlalu bagus untuk jadi kenyataan,” apalagi jika melihat bagaimana rilis game belakangan ini sering kesulitan menghadirkan bahkan dua dari hal tersebut sekaligus.
Tapi setelah menghabiskan waktu memainkannya, jelas kalau hal ini bukan sesuatu yang mustahil. Bahkan, game ini sudah melampaui ekspektasi di beberapa aspek penting. Jadi, apakah kamu siap untuk melangkah ke dalam salah satu dunia paling ambisius di Pywel? Langsung saja simak review lengkapnya!
Jalan Cerita
Kamu bermain sebagai Kliff Greymane, seorang anggota Greymanes, kelompok pejuang terampil yang dikenal karena mengambil tugas-tugas yang mustahil dan membangun nama mereka di seluruh penjuru negeri. Namun, reputasi itu hancur setelah sebuah penyergapan oleh faksi Black Bears membuat kelompok tersebut kalah dan tercerai-berai di seluruh Pywel.
Kliff selamat dari serangan tersebut meskipun mengalami luka yang seharusnya mematikan, lalu terbangun setelah sebuah penglihatan aneh dan pulih di wilayah Hernand. Dari sana, ia mulai membantu berbagai faksi lokal sambil mencoba membangun kembali reputasi Greymanes dan melacak rekan-rekannya yang hilang.

Perjalanannya berkembang menjadi lebih besar ketika ia didekati oleh makhluk-makhluk kuno yang menjaga Abyss, sebuah pulau misterius yang melayang tinggi di atas dunia, dipenuhi teknologi canggih yang mengawasi daratan di bawahnya. Tokoh-tokoh seperti Alustin dan White Crow merekrut Kliff untuk membantu memulihkan keseimbangan antara Abyss dan dunia, sekaligus memberinya kekuatan baru dan akses ke Abyss Artifacts.
Sejak awal, game ini langsung melemparmu ke dalam dunia yang terasa padat, bahkan terkadang terasa berlebihan. Setiap wilayah dipenuhi dengan faksi, ketegangan politik, dan perebutan kekuasaan masing-masing, menunjukkan ambisi yang jelas dalam membangun narasi berskala besar. Namun, ambisi tersebut tidak selalu tersampaikan dengan rapi, karena terus-menerus diperkenalkannya nama dan faksi baru bisa terasa sulit untuk diikuti.
Hanya dalam beberapa jam awal saja, kamu sudah harus menghadapi konflik di Hernand, di mana faksi lokal berjuang melawan Goldleaf Merchant Guild, sebuah organisasi kuat yang dijalankan oleh goblin dan dipimpin oleh Kailok the Hornsplitter, yang keserakahan pribadinya menciptakan dampak berantai di seluruh wilayah tersebut.

Hal yang menonjol adalah bagaimana cerita ini tidak sepenuhnya berpusat padamu. Kliff dan Greymanes memang memiliki alur cerita pribadi, tetapi sebagian besar yang kamu alami justru berfokus pada dunia itu sendiri, konflik-konfliknya, orang-orangnya, dan bagaimana semuanya terus bergerak maju terlepas dari keberadaanmu. Ini menciptakan perasaan kalau kamu adalah bagian dari dunia yang hidup, bukan pusat dari segalanya.
Hal ini semakin diperkuat oleh cara game menyajikan dunianya. Banyak cutscene dirender secara real-time, dan dialog bisa dimulai bahkan sebelum kamu benar-benar berinteraksi sepenuhnya dengan NPC, membuatnya terasa seperti perjuangan mereka ada secara independen darimu. Ini menambah imersi, tetapi juga memperlihatkan beberapa kekurangan, karena transisi antar adegan bisa terasa canggung dan tempo dialog sering kali kurang natural, membuat karakter terdengar lebih seperti NPC yang diskript daripada manusia nyata.
Ada juga beberapa pilihan desain yang patut dipertanyakan, seperti adanya opsi fast-forward tetapi tidak ada fitur untuk skip dialog sepenuhnya, serta memaksa pemain untuk menonton ulang cutscene boss saat mencoba kembali, yang dengan cepat bisa terasa menjengkelkan. Secara keseluruhan, ceritanya terasa imersif dan menarik, terutama jika kamu menyukai konflik politik dan narasi berbasis faksi. Namun, ini bukanlah elemen terkuat dari game ini, dan Crimson Desert jelas masih memiliki banyak hal lain untuk ditawarkan di luar penceritaannya.
Kebebasan Eksplorasi yang Gila
Pada bagian inilah Crimson Desert menunjukkan daya tarik terkuatnya sekaligus kelemahannya yaitu bagaimana dunianya sangat besar. Dalam 15 jam pertama saja, kamu masih terjebak di wilayah pertama, yang sudah menunjukkan skala yang sedang dihadapi. Ada aliran aktivitas yang terus-menerus, mulai dari side quest, permintaan warga, berburu buronan, berburu hewan, membebaskan kamp, mencari artefak dan point of interest, hingga life skill seperti memancing, menebang kayu, atau menambang—kamu bahkan bisa bertani dan mendekorasi rumahmu. Di atas kertas, rasanya selalu ada sesuatu untuk dilakukan.

Dunia itu sendiri dibangun dengan rasa skala yang hampir 1:1. Geografinya terasa masuk akal, lingkungannya terlihat natural dan grounded, kecuali Abyss yang melayang di langit yang hanya bisa kamu lihat dari lokasi tertentu, memberikan petunjuk akan adanya lapisan yang lebih maju, hampir seperti magis, di balik dunia tersebut. Namun, skala ini juga memiliki dua sisi.
Pergerakan terasa lambat, bahkan saat menggunakan kuda. Fast travel memang ada, bahkan dari Abyss kamu bisa langsung turun ke area yang diinginkan, tetapi terasa jarang berada di tempat yang benar-benar kamu butuhkan—biasanya di luar kota atau jauh dari tujuan quest, sehingga kamu tetap menghabiskan banyak waktu berjalan atau meluncur dari langit. Dan meskipun dunianya terlihat luar biasa, sering kali kurang memberikan reward yang berarti. Eksplorasi lebih sering memberikan pemandangan dibandingkan substansi. Peti tersembunyi, rahasia, atau penemuan berharga terasa cukup jarang.

Side quest juga menjadi poin yang campur aduk. Jumlahnya sangat banyak, bahkan bisa dibilang terlalu banyak, dan sebagian besar mengikuti struktur yang familiar—fetch quest, membersihkan kamp, atau investigasi sederhana dari satu tempat ke tempat lain. Sistem bounty memang menambahkan sedikit variasi dengan target bernama yang memiliki kepribadian dan tampilan unik, tetapi secara mekanik tidak berkembang jauh selain melacak, menangkap, dan mengambil hadiah. Sistem ini cukup baik dalam mendorongmu ke area baru karena sering kali lokasi target jauh dari tempat kamu menemukan poster bounty, tetapi tidak berkembang lebih jauh dari itu, dan kamu tetap harus berjalan kembali sambil membawa tubuh mereka yang sering kali jauh dari titik penjaga tempat kamu menyerahkannya.
Meski begitu, game ini melakukan pekerjaan yang baik dalam memperkenalkan sistem secara natural. Beberapa side quest membuka life skill seperti memancing atau menambang tanpa tutorial berat, yang membantu dunia terasa lebih organik, atau kamu bisa langsung mengambil alat yang ditemukan dan bereksperimen sendiri.

Tempat di mana game ini benar-benar bersinar adalah pada imersinya. Detail kecil yang tampaknya tidak penting justru memberikan kontribusi besar. Kamu bisa menggendong hewan, mengelusnya, bahkan menangkapnya hidup-hidup dan melihatnya di tanganmu. Kehidupan sekitar bukan sekedar latar belakang, karena kamu benar-benar bisa menemukan burung yang kamu dengar, melihat hewan bergerak dalam kelompok, atau bertemu makhluk magis yang terbang di area tertentu. Aksi sederhana seperti bersandar di dinding atau sekadar berjalan sambil mendengarkan NPC bergosip menambah rasa grounded tersebut. Ada momen di mana berjalan santai terasa lebih tepat daripada berlari, hanya untuk menikmati dunia.
Ada juga aktivitas ringan seperti mini-game, gulat tangan, suit dengan anak-anak, hingga perjudian melalui permainan kartu bernama Duo, campuran antara Blackjack dan Poker dengan aturan unik yang membutuhkan waktu untuk dipahami. Selain itu, ada juga sistem pasar saham sederhana yang memungkinkanmu berdagang untuk mendapatkan keuntungan dari dana Camp yang bisa kamu kontribusikan. Sistem ini tidak dijelaskan secara mendalam di awal, tetapi memberikan cara lain untuk berinteraksi dengan ekonomi dunia selain melalui combat atau quest.

Secara mekanik, traversal memiliki kedalaman lebih dari yang terlihat. Sistem memanjat dan lompat presisi (yang memungkinkanmu mengarahkan lompatan) memberi kontrol lebih dalam pergerakan dan platforming, sementara mekanik Sword Light Reflection membantu menemukan point of interest atau bahkan membutakan musuh setelah ditingkatkan. Seiring progres, alat seperti grappling hook Axiom Force dan kemampuan Force Palm memperluas cara kamu bergerak di dunia, menambahkan vertikalitas dan lebih banyak opsi dalam eksplorasi.
Interaksi dengan NPC juga menambah imersi. Kamu bisa menyapa mereka, mereka bereaksi, bahkan tindakan kecil seperti menabrak mereka akan memunculkan respons, termasuk anak-anak yang bereaksi jika kamu mengganggu mereka. Ini hal kecil, tetapi memperkuat kalau dunia ini reaktif. Eksplorasi di Crimson Desert terasa seperti kontras. Dunia terasa hidup, detail, dan sangat imersif, tetapi pada saat yang sama tidak selalu memberikan reward yang berarti untuk rasa penasaranmu.
Combat Berlapis yang Solid
Combat terasa sangat baik dan cenderung ke arah Character Action Game tetapi tetap terasa grounded. Di awal, sistemnya tidak terlalu kompleks dengan kombinasi basic light attack dan heavy attack, dodge, serta parry. Namun, sistem ini memiliki rasa “learning curve,” di mana memahami mekanik dan meningkatkan skill secara bertahap membuka kedalaman lebih.
Hal ini sendiri sudah membuatnya menarik seiring waktu. Setelah kamu memahami mekanik grab, pertarungan tangan kosong, tendangan, kombinasi lain seperti Stab, Evasive Slash, Shield Charging dan Bashing, atau bahkan menggunakan senjata jarak jauh, alur combat menjadi sangat lancar. Kamu bahkan bisa membanting musuh dan menendangnya untuk crowd control.

Axiom Force dan Force Palm menambahkan lapisan tambahan. Force Palm membuka opsi untuk parry, counter, dan dodge yang lebih baik dengan biaya Spirit (seperti mana), serta memberikan berbagai jenis Powerful Palm Strike untuk mengurangi pertahanan musuh atau menyerang mereka sekaligus bertahan dari beberapa serangan. Axiom Force di sisi lain memberikan opsi grappling seperti menarik musuh ke arahmu atau mendekat ke musuh, memberikan elemen pada senjatamu, atau menggunakan berbagai skill elemental mulai dari single target, AoE, hingga opsi evasive.
Hal ini menghasilkan banyak pilihan dalam combat untuk menghadapi berbagai jenis musuh. Namun, masih ada beberapa kekurangan seperti bagaimana terkadang adanya input delay atau tidak terpicu yang membuatmu terkunci dalam animasi. Jumlah musuh dan frekuensi serangan mereka juga bisa terasa tidak adil di beberapa situasi. Bahkan beberapa mekanik boss di awal terasa terlalu berat dengan kemampuan yang tersedia saat itu. Namun secara keseluruhan, combat tetap terasa sangat memuaskan, terutama jika kamu suka bereksperimen dengan kombinasi dan mekanik.
Variasi Pada Sistem Progression dan Karakter Playable
Sistem progression di Crimson Desert bersifat berlapis, dan tidak hanya sekadar meningkatkan skill karakter utama. Kamu terus membangun kekuatan melalui skill, gear, life skill, dan bahkan karakter lain. Skill menggunakan sistem Abyss Artifact, yang merupakan salah satu mekanik paling menarik di sini. Alih-alih skill tree yang kaku, kamu diberi fleksibilitas untuk membuka node di berbagai jalur sesuai gaya bermainmu. Memang tidak sepenuhnya bebas karena beberapa skill membutuhkan prasyarat, tetapi tetap memberi ruang eksperimen.

Kamu mendapatkan poin Abyss Artifact dari berbagai sumber seperti quest, eksplorasi, tantangan Artifact, bahkan dari combat melalui bar progres di sisi kiri minimap yang berfungsi mirip EXP dengan mengalahkan musuh. Selain itu, kamu bisa melakukan respec sejak awal gamenya yang mendorong pemain untuk mencoba berbagai build.
Apa yang membuat sistem ini menonjol adalah keterkaitannya dengan mekanik belajar. Kamu bisa mempelajari kemampuan baru dengan mengamati musuh, memberikan nuansa progresi yang lebih organik. Progression gear juga dalam. Kamu bisa mendapatkan equipment dari membeli, loot, crafting, atau reward quest. Resep tersebar di seluruh dunia, dan variasi gear sangat banyak dengan efek berbeda yang memengaruhi cara bermain. Gear juga bisa di-upgrade dan diperkuat. Meningkatkan level faksi juga memberikan Contribution Point yang bisa ditukar dengan gear khusus faksi.

Combat jarak jauh juga terintegrasi dengan baik. Busur bukan sekadar gaya bermain terpisah, tetapi bagian dari flow combat, dengan berbagai jenis panah dan skill. Saat berada di luar combat, life skill memiliki peran penting. Mengumpulkan material mendukung upgrade gear, sementara makanan sangat penting untuk bertahan di combat. Memasak menjadi cara utama memulihkan Health dan Spirit. Kamu bisa memancing, bertani, berburu, bahkan memanfaatkan makhluk kecil seperti serangga. Beberapa makanan juga memberikan efek khusus, seperti sup yang memberi efek hangat untuk menjelajah daerah dingin.
Progression juga melampaui Kliff. Ada karakter lain yang bisa dimainkan, masing-masing dengan skill dan gear sendiri. Mereka bukan sekadar reskin, tetapi memberikan gaya bermain berbeda. Kamu bahkan bisa memanggil mereka untuk membantu dalam pertarungan sulit. Bahkan kudamu juga memiliki progression seperti bisa naik level, meningkatkan atribut, dan membuka kemampuan baru seperti drifting. Secara keseluruhan, sistem progression sangat fleksibel, saling terhubung, dan mendorong eksperimen, tetapi juga cukup kompleks dan tidak selalu langsung mudah dipahami.
Visual dan Performa yang Terasa Mustahil
Dengan setup Intel Core i5-13500, RAM 32GB, dan RTX 4070 Super, game ini secara default berjalan di pengaturan Ultra pada 60 FPS native. Tanpa DLSS, tanpa FSR, dan penggunaan VRAM tetap di bawah 7GB. Itu saja sudah terasa tidak biasa, terutama untuk game dengan skala sebesar ini bahkan bisa dibilang hampir tidak pernah terdengar di era gaming saat ini.
Secara visual, Crimson Desert secara konsisten terlihat mengesankan. Dunianya bukan hanya detail, tetapi juga terasa hidup. Pepohonan bereaksi terhadap angin, padang rumput bergerak secara natural, lampu kota bersinar di kejauhan saat malam hari, dan satwa liar memenuhi lingkungan dengan cara yang mendukung rasa realisme dalam game. Rendering air juga menjadi salah satu hal yang menonjol. Puluhan NPC dapat ditemukan di mana pun kamu melihat, masing-masing melakukan aktivitas mereka sendiri, mulai dari berpatroli, berbicara satu sama lain, hingga memancing. Ini adalah jenis presentasi visual yang benar-benar memperkuat skala yang ingin dicapai oleh game ini.

Dari sisi performa, setidaknya pada setup ini, game berjalan stabil. Selama waktu bermain kami, tidak ada masalah framerate besar atau penurunan signifikan yang memengaruhi gameplay. Namun, ini bukan berarti pengalaman bermainnya sepenuhnya bersih. Masih ada beberapa masalah teknis, seperti crash saat melakukan respec pada skill tree (meskipun hanya terjadi sekali), kasus di mana karakter pemain terkadang tersangkut pada objek, konflik input seperti misalnya saat berinteraksi justru memicu lompat meskipun tombol Square ditahan, serta masalah timing dialog yang memengaruhi penyajian cerita.
Tidak ada dari masalah tersebut yang benar-benar merusak permainan, tetapi cukup sering muncul hingga terasa menonjol. Hal ini menciptakan kontras, di mana secara teknis game terasa solid dalam skala besar, tetapi masih terasa kasar dalam interaksi-interaksi kecil. Secara keseluruhan, Crimson Desert menghadirkan salah satu kombinasi kualitas visual dan performa yang paling mengesankan dalam beberapa waktu terakhir, meskipun masih belum sepenuhnya dipoles dengan sempurna.
Kesimpulan

Crimson Desert adalah salah satu game langka di mana ambisinya terdengar tidak realistis pada awalnya, tetapi setelah menghabiskan waktu memainkannya, kamu mulai melihat kalau ada banyak dari hal tersebut benar-benar berhasil. Ini adalah game yang berusaha menggabungkan skala, imersi, sistem, dan kebebasan sekaligus. Dan yang mengejutkannya, game ini berhasil menghadirkan sebagian besar dari hal tersebut.
Dunia yang ditawarkan sangat luas dan secara visual mengesankan, performanya stabil bahkan tanpa upscaling, dan banyaknya sistem yang berlapis dalam pengalaman bermain mulai dari combat, progression, life skills, hingga interaksi dengan dunia yang memberikan tingkat kebebasan yang jarang dicoba oleh banyak game, apalagi dieksekusi dengan sebaik ini.
Hanya saja ambisi tersebut juga membawa beberapa kompromi. Dunia ini memang tidak diragukan lagi indah dan imersif, tetapi eksplorasinya tidak selalu terasa sepadan dengan usaha yang dikeluarkan. Ceritanya menghadirkan ide yang kuat dan world-building yang solid, tetapi pacing dan penyampaiannya terkadang terasa tidak merata.

Hal yang sama juga berlaku untuk berbagai sistem dalam game, karena banyak yang menawarkan kedalaman yang mengesankan, tetapi terkadang terasa berlebihan atau sedikit kurang halus, terutama ketika dipadukan dengan masalah teknis kecil seperti konflik input. Ini menciptakan kontras yang konsisten sepanjang pengalaman bermain: dunia yang terasa hidup tetapi tidak selalu memberikan reward yang memuaskan, combat yang memuaskan tetapi terkadang membuat frustrasi, dan sistem yang dalam serta beragam tetapi tidak selalu dijelaskan dengan jelas.
Meski begitu, Crimson Desert tetap berhasil menonjol. Karena ketika semuanya berjalan dengan baik dan itu memang sering terjadi, game ini mampu menghadirkan momen yang terasa benar-benar unik. Momen di mana eksplorasi, imersi, dan mekanik berpadu dengan cara yang terasa natural. Ini adalah sesuatu yang sulit dicapai oleh banyak game open-world modern.
Untuk game sebesar ini, ada kemungkinan masih ada banyak hal yang belum kami lihat, terutama terkait bagaimana progression berkembang, bagaimana skala dunia terus bertambah, dan apakah masalah yang ada saat ini akan membaik atau justru semakin terasa di tahap akhir permainan. Saat ini kami bisa pastikan kalau Crimson Desert adalah game yang melakukan lebih banyak hal dengan benar dibandingkan yang salah sasaran dan yang paling penting, game ini berani melakukan lebih banyak daripada kebanyakan game lainnya.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
Crimson Desert
PROS
- Open-world yang masif, terasa hidup, dan selalu bereaksi dengan karaktermu
- Optimalisasi performa yang luar biasa di set tertinggi bahkan meski tanpa upscaling
- Combat sederhana yang terus berevolusi dengan kedalaman sistem solid
- Kesan imersif yang kuat termasuk interaksi dengan NPC
- Ragam aktivitas sampingan yang bisa dinikmati di sela-sela progression
- Adanya opsi karakter playable berbeda untuk menambah variasi dan menghindari gameplay repetitif
CONS
- Eksplorasi yang terkadang bisa tidak begitu rewarding
- Banyaknya sistem dan elemen bisa terasa membingungkan karena penjelasan terbatas di awal gamenya
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-crimson-desert-open-world-ambisius-yang-mencoba-terlalu-banyak-hal/