Atelier kembali lagi dengan seri terbaru yang jadi lanjutan, kini diberi judul Atelier Resleriana: The Red Alchemist & The White Guardian. Kali ini kita dibawa ke daerah baru bernama Hallfein dengan tokoh utama yang segar dan cerita baru. Seperti game Atelier lainnya, game ini tetap mengandalkan sistem pertarungan turn-based dan mekanik alkimia alias synthesis yang sederhana tapi punya kedalaman dan hasil yang memuaskan.
Kami mendapatkan kesempatan untuk nyobain duluan dan review Atelier Resleriana: The Red Alchemist & The White Guardian melalui artikel ini. Apakah ada berbagai fitur baru yang menarik dan apa sebagai gamer baru bisa mainin tanpa harus nyobain game sebelumnya? Mari simak artikel selengkapnya!
Cerita Misteri Lama di Kota Hallfein

Cerita berlangsung di timeline dan semesta yang sama dengan seri sebelumnya, tapi kali ini pindah ke benua baru bernama Lantarna. Yang bikin menarik, cerita The Red Alchemist & The White Guardian ditulis oleh TAKAHIRO, jadi nuansanya cukup berbeda.
Kita bakal mengikuti kisah Rias Eidrese dan Slade Clauslyter, dua orang yang kembali ke kota Hallfein setelah tragedi misterius bertahun-tahun lalu. Rias adalah gadis ceria yang penuh semangat berpetualang dan punya mimpi menghidupkan kembali toko kakeknya.

Sementara Slade lebih kalem dan pendiam, kembali ke kota dengan tujuan mengungkap rahasia dari peninggalan orang tuanya. Pertemuan mereka terjadi secara alami saat sama-sama berpetualang, dan berakhir dengan penemuan Atelier kuno di dalam reruntuhan. Dari sinilah Rias menyadari bakatnya di dunia alkimia.
Hallfein sendiri dulunya kota makmur berkat tambang dan perdagangan, tapi dihantam bencana misterius yang membuat banyak penduduk hilang. Kota jadi area terlarang dan sempat kosong bertahun-tahun. Baru setelah pembatasan dicabut, proyek untuk memulihkan Hallfein pun dimulai. Di sinilah cerita berkembang, karena selain menghidupkan kembali kota, Rias dan Slade juga berusaha menguak apa sebenarnya yang terjadi saat bencana itu melanda.

Alurnya memang terasa lambat di awal karena game berusaha memperkenalkan setiap karakter secara bertahap sambil tetap menjaga misteri. Tapi ketika mulai masuk ke bagian inti, ceritanya jadi jauh lebih seru. Apalagi ada 28 karakter dari seri Atelier lain yang hadir sebagai “wanderer” seperti Ayesha atau Izana. Fans lama pasti langsung ngeh, tapi buat pendatang baru mungkin sedikit bingung. Untungnya, itu tidak mengurangi keseruan menikmati ceritanya.
Fitur Manajemen Toko & Pembangunan Kota

Hal paling segar dari game ini ada di mekanik barunya, yaitu manajemen toko dan pembangunan kota. Seperti biasa, inti gameplay Atelier adalah eksplorasi, kumpulin material, lawan monster untuk drop, lalu bikin item melalui synthesis. Tapi kali ini siklus itu lebih dalam karena dihubungkan langsung ke progres cerita.
Di manajemen toko, pemain bisa benar-benar menjual hasil synthesis mulai dari ingot, alat, sampai senjata. Uang yang didapat bisa dipakai untuk memperbesar usaha. Sementara pembangunan kota memungkinkan kita menginvestasikan uang dan material ke “Star Landing” alias semacam balai kota. Dari sini, level kota bisa naik dan semakin banyak distrik terbuka, dari Merchant, Residential, Manufacturer, Nature, sampai Farming.

Yang menarik, setiap jenis barang yang dijual akan memengaruhi tipe pelanggan. Misalnya kalau lebih fokus bikin perlengkapan tempur, toko akan banyak didatangi petualang. Tapi kalau terlalu fokus ke satu jenis barang, barang lain jadi sulit laku.
Mekanik ini bikin kegiatan alkimia terasa punya tujuan nyata, karena untuk memajukan kota kita perlu strategi di balik apa yang dijual. Rasanya tidak terlalu grindy, justru bikin ketagihan cari resep baru dan eksperimen dengan kombinasi trait biar harga jual lebih tinggi.
Eksplorasi Lebih Hidup dengan Kemampuan Karakter

Eksplorasi di game ini terasa lebih variatif. Dari gerbang kota Hallfein, pemain bisa keluar menuju area sekitar dan bebas berganti kontrol antara Rias dan Slade. Masing-masing punya peralatan unik:
Namun tidak semua bisa langsung digunakan. Ada batu atau titik berpendar dengan warna berbeda yang baru bisa diakses setelah membuka skill di pohon kemampuan masing-masing karakter.

Selain mengumpulkan material, kondisi waktu dan cuaca juga memengaruhi jenis bahan atau monster yang muncul. Jadi eksplorasinya terasa lebih dinamis, tidak melulu repetitif. Ada juga Dimensional Paths, dungeon khusus dengan layout yang selalu berubah tiap kali masuk. Kesulitannya bisa diatur, dan semakin sulit maka hadiahnya semakin bagus. Kadang ada peri yang bisa memberi buff selama dungeon, bahkan bisa direkrut untuk membantu di toko Rias.
Eksplorasi ini bukan hanya jadi aktivitas sampingan, tapi juga kunci untuk dapat material langka yang dipakai memperkuat item synthesis. Alih-alih terasa repetitif, mekanik ini malah bikin penasaran untuk terus balik dan coba lagi.
Pertarungan Turn-Based dengan Sentuhan Baru

Pertarungan tetap turn-based khas Atelier, dengan enam anggota tim (tiga di depan dan tiga di belakang). Yang di belakang bisa dimasukkan ke depan sewaktu-waktu untuk melindungi anggota yang sekarat, sekaligus memberikan bonus lewat kemampuan pasif mereka.
Ada elemen baru yang bikin pertarungan lebih seru. Salah satunya QTE parry, di mana kita bisa menekan tombol pada waktu tepat untuk mengurangi damage musuh. Kalau timing sempurna, bisa masuk ke mode Just Guard yang tidak hanya mengurangi damage, tapi juga memberi Technical Points (TP).

Selain Action Points (AP) untuk mengaktifkan skill tiap karakter, TP bisa dipakai untuk Multi-Actions atau memotong giliran musuh. Multi-Actions memungkinkan hingga tiga karakter melakukan serangan gabungan dengan skill atau item. Ada juga Unite Gauge yang kalau penuh bisa mengaktifkan efek pasif kuat atau bahkan Unite Burst Attack.
Sistem ini bikin pertarungan tidak terasa kaku. Ada strategi dalam mengatur giliran, parry yang bikin tegang, dan kombo yang memuaskan. Jujur kami jadi berasa lebih sering untuk battle, grinding lebih enak dan gak bikin cepet bosen.
Alchemy & Synthesis Makin Mudah Dipahami

Sistem synthesis di sini masih mempertahankan fondasi dari seri sebelumnya, mudah dimengerti tapi tetap dalam. Intinya, proses crafting bergantung pada bagaimana pemain menyambungkan Gift Colours dari bahan yang dipilih.
Pertama, kita harus mengaktifkan inti resep dengan bahan utama. Setelah itu barulah bisa menambahkan bahan lain untuk memberi efek tambahan atau trait khusus. Dari sini lahir item baru dengan kualitas berbeda tergantung seberapa baik kita menghubungkan Gift Colours.

Ada juga sistem Recipe Morph, di mana saat menaruh bahan tertentu, resep bisa berevolusi jadi item baru. Ini membuat pohon resep bercabang dan mendorong eksplorasi lebih jauh. Tidak hanya itu, item bisa di-enhance atau di-remix dengan bantuan teman-teman Rias, menambahkan lapisan strategi dan kolaborasi dalam proses crafting.
Sistem ini bikin alkimia tidak sekadar kewajiban, tapi benar-benar menyenangkan untuk dieksplorasi. Ada rasa puas ketika berhasil menciptakan sesuatu yang lebih baik dari eksperimen sebelumnya.
Visual & Audio Cukup Solid, Tapi Tidak Luar Biasa

Secara visual, game ini terlihat bagus dengan desain karakter yang menarik. Dunia memang tidak terlalu detail atau imersif, tapi tetap berhasil menyampaikan atmosfer yang dibutuhkan. Untuk ukuran game Atelier, grafis bukanlah daya tarik utama, jadi hal ini bisa dimaklumi.
Untuk audio, musiknya sebenarnya tidak terlalu meninggalkan kesan mendalam. Tidak ada soundtrack yang benar-benar membekas di telinga, walaupun saat cutscene atau pertarungan musiknya tetap cocok dengan situasi. Yang lebih menonjol justru voice acting, terutama Rias dengan sikap polos dan cerianya yang sering bikin tersenyum.
Kesimpulan
Atelier Resleriana: The Red Alchemist & The White Guardian terasa seperti langkah maju yang solid bagi seri Atelier. Game ini membangun pondasi dari seri sebelumnya tapi menambahkan setting baru, karakter baru, dan mekanik segar seperti manajemen toko serta pembangunan kota. Pertarungan turn-based tetap seru dengan tambahan elemen parry, Technical Points, dan Multi-Actions. Alkimia juga kembali jadi inti yang dalam sekaligus mudah dipahami.

Memang tidak sempurna—alur cerita lambat di awal, grafis standar, dan musik kurang berkesan. Namun loop eksplorasi, crafting, dan pengembangan kota terasa sangat memuaskan. Begitu cerita mulai berkembang dan Hallfein hidup kembali, perjalanan ini benar-benar terasa layak dijalani.
Untuk pemain lama maupun pendatang baru, ini adalah seri Atelier yang sangat layak dicoba. Atelier Resleriana: The Red Alchemist & The White Guardian akan dirilis pada 26 September untuk PlayStation 4, PlayStation 5, Nintendo Switch dan PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
Atelier Resleriana: The Red Alchemist & The White Guardian
PROS
- Sistem synthesis yang dalam tapi tetap ramah untuk pemula
- Manajemen toko dan pembangunan kota terhubung dengan progres cerita
- Eksplorasi variatif dengan kemampuan unik karakter
- Pertarungan turn-based strategis dengan mekanik baru
- Kehadiran karakter dari seri Atelier lain menambah warna
CONS
- Cerita terasa lambat di awal
- Visual bagus tapi tidak terlalu menonjol
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-atelier-resleriana-the-red-alchemist-the-white-guardian-paket-komplit-ngeracik-jualan-bangun-kota-sampai-lawan-monster/