Selang beberapa bulan sejak pengumuman awalnya yang pada waktu itu diberi judul TAL: The Arcane Lands, game open-world RPG besutan WEMADE MAX dan MADNGINE ini telah kembali dipamerkan dengan judul berbeda lagi yang masih belum final yaitu “Project TAL”. Kali ini ada lebih banyak detail menarik yang dibagikan termasuk rilis trailer perdana yang terlihat sangat mengagumkan, terutama dari sisi combat hingga visualnya. v
Sohn Myun-seok selaku CEO WEMADE MAX mengatakan kalau game ini mengombinasikan cerita emosional mengenai tema memulihkan dunia dengan keseruan gameplay action RPG mengunggah. Dengan memanfaatkan kapabalitas MADNGINE terutama pada sisi teknisnya, mereka percaya diri meracik game AAA yang bisa berkompetisi di kelas dunia. Mengambil latar di dunia fantasi yang terinspirasi dari era Joseon, pihak developer ingin memadukan konsep supernatural demi memperkaya keunikan dunianya, jenis lawan yang harus dihadapi, hingga style gameplay yang ikut berkutat pada sihir.
Pihak developer sempat memberi konteks mengenai arti dari kata “TAL” sendiri yang ternyata merujuk pada topeng tradisional Korea, yang juga merepresentasikan sebuah petualangan untuk mencari jati diri dan melawan takdir. Sementara “The Arcane Land” sudah pasti berhubungan dengan latar utama gamenya yang melebur elemen dunia nyata serta fantasi. Kebetulan pihak developer ikut menjelaskan bagaimana game ini akan melibatkan aksi dari sang protagonis dan rekan-rekannya, yang akhirnya juga ikut dikonfirmasi lewat trailer baru di mana kamu akan ikut ditemani dengan karakter lain dengan dukungan sistem companion mendalam.
Selebihnya Project TAL masih ditargetkan rilis pada 2027 mendatang untuk konsol dan PC. Karena masih terpaut jauh, mungkin pihak developer belum siap berbagai detail lebih lanjut secara bertahap atau bahkan kita bisa saja masih harus menunggu sampai tahun depan.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/project-tal-open-world-rpg-menawan-dari-dev-korea-akhirnya-dipamerkan/