Mantan Bos PlayStation “Game Live-Service Itu Bukanlah Game”

Shawn Layden, mantan eksekutif di PlayStation, mengeluarkan pernyataan yang cukup kontroversial. Menurutnya, game bertipe live-service “bukanlah game betulan”. Ia menyebut genre tersebut sebagai “repetitive action engagement device” atau game engagement aksi berulang.

Santa Monica Studio baru saja merilis update New Game Plus untuk God of War Ragnarok yang berlimpah konten
Credit Image: Santa Monica

Dalam sebuah interview, Layden menjelaskan bahwa bagi dirinya, sebuah game yang layak disebut “game” harus memenuhi tiga unsur utama: cerita, karakter, dan dunianya. Dia mencontohkan seri seperti God of War, Uncharted, dan Horizon yang memiliki ketiganya. Sementara, menurutnya, live-service hanya membutuhkan aksi berulang, fitur sosial, dan keinginan pemain untuk terus kembali bermain.

Layden mengaku keluar dari PlayStation pada tahun 2019 karena merasa arah perusahaan yang sangat fokus ke live-service bukanlah keahliannya. Ia menyebut bahwa banyak perusahaan yang terjun ke genre live-service karena imingan “ladang uang” padahal kenyataannya tidak selalu begitu.

Menurut Layden, industri game kini dipenuhi dengan banyak judul live-service yang mencoba meniru model sukses seperti Fortnite atau Overwatch namun gagal membuat pengalaman yang benar-benar unik. Ia mengibaratkan upaya tersebut seperti fatamorgana.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/mantan-bos-playstation-game-live-service-itu-bukanlah-game/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *