Desainer monster untuk Silent Hill 2, Masahiro Ito, mengklarifikasi salah kaprah tentang adegan yang melibatkan Pyramid Head dan dua Mannequin. Beberapa fans Silent Hill mengartikan adegan tersebut sebagai adegan pelecehan seksual, namun Ito menegaskan secara tegas bahwa itu bukan dari maksud sebenarnya.
Adegan kontroversial itu digambarkan secara ambigu, sebab Pyramid Head terlihat bertindak memaksakan dirinya terhadap dua Mannequin, sehingga banyak yang mengasumsikan adanya representasi pelecehan seksual.
Namun Ito, yang juga merancang animasi dan adegan Pyramid Head, menyatakan bahwa meski adegannya terlihat sexual, tujuan cerita sebenarnya tidak seperti yang diinterpretasikan penggemar.
Ito menolak teori bahwa motivasi James terhadap Mary didorong oleh frustrasi seksual. Ia menegaskan, “Siapa yang ingin menggambarkan seorang protagonis dalam game membunuh istrinya karena frustrasi seksual?”, sambil merujuk pada ending In Water sebagai bukti bahwa pandangan tersebut tidak sesuai dengan narasi maupun psikologi karakter tersebut.
Ito menghargai beragam interpretasi dalam Silent Hill 2, namun ia menegaskan teori seksual itu tidak boleh dianggap kanon. Ia mengingatkan bahwa tema pelecehan seksual memang ada di game ini, tapi hanya melalui kisah Angela Orosco dan monster Abstract Daddy.
Serial Silent Hill dikenal dengan simbolisme yang mendalam, karena monster di game ini sering merefleksikan trauma karakter utama seperti James dan Angela. Silent Hill 2 sendiri dirilis tahun lalu untuk PlayStation 5 dan PC melalui Steam.
Untuk mencari tau lebih lengkap cerita James bisa lewat SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/developer-silent-hill-2-luruskan-miskonsepsi-soal-tema-seksual-dalam-cerita/