Beberapa minggu setelah rilis, Crimson Desert mulai menghadapi keluhan yang cukup unik dari pemain. Setelah menghabiskan ratusan jam, sebagian pemain Crimson Desert justru merasa dunia game ini jadi terlalu “damai” karena hampir semua musuh sudah dibasmi.
Hal ini ternyata berkaitan langsung dengan desain game dari Pearl Abyss. Berbeda dengan banyak game open-world lain, musuh di Crimson Desert pada umumnya tidak respawn. Camp musuh yang sudah dibersihkan juga tidak akan terisi lagi, dan misi tidak bisa diulang seperti sistem quest dinamis di game lain.

Di awal permainan, hal ini memang terasa fresh karena setiap aksi pemain punya dampak permanen terhadap dunia. Tapi ketika sudah masuk endgame, beberapa pemain mulai merasakan efek sampingnya. Dunia yang tadinya penuh konflik perlahan jadi kosong, sampai akhirnya hampir tidak ada lagi pertarungan yang bisa dicari.
Beberapa pemain bahkan mengaku kesulitan mencoba build karakter atau menyelesaikan challenge karena kekurangan musuh. Ada yang sampai harus “akalin” situasi, seperti mencari target alternatif atau bahkan sengaja memancing konflik dengan NPC hanya supaya bisa bertarung lagi.
Kalau dibandingkan dengan game seperti The Elder Scrolls V: Skyrim atau Dragon’s Dogma 2, biasanya musuh dan dungeon akan respawn atau ada sistem event acak supaya dunia tetap hidup. Di Crimson Desert, setiap area yang sudah dibersihkan benar-benar jadi aman, dan itu membuat gameplay berubah dari action-adventure jadi lebih ke eksplorasi saja.
Meski begitu, tidak semua pemain melihat ini sebagai masalah besar. Ada juga yang menganggap ini hal wajar karena game memang punya “akhir”. Namun melihat respon komunitas yang cukup ramai, bukan tidak mungkin Pearl Abyss akan menambahkan sistem baru di masa depan, seperti respawn area, event dinamis, atau bahkan konten tambahan supaya endgame tetap terasa hidup dan menantang.
Sumber: reddit
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/crimson-desert-terlalu-sepi-di-endgame-pemain-mulai-keluhkan-dunia-yang-terlalu-damai/