ARC Raiders lagi berada di puncak popularitas, bahkan lanjut ke awal 2026. Berdasarkan data dari SteamDB, game live service buatan Embark Studios ini jadi produk premium terlaris di Steam selama pekan liburan akhir Desember, bahkan mengungguli Battlefield 6. Dari sisi jumlah pemain aktif, ARC Raiders juga terlihat lebih lengket, dengan puncak 428 ribu pemain bersamaan dalam 24 jam terakhir, jauh di atas Battlefield 6.
Peluncurannya memang bisa dibilang meledak. Publisher Nexon sebelumnya menyebut ARC Raiders sebagai peluncuran terbesar mereka sepanjang sejarah, dengan lebih dari empat juta kopi terjual dalam 12 hari pertama. Angkanya sekarang diperkirakan sudah mendekati 10 juta pemain lintas platform. Game ini juga sempat jadi game paling banyak dicari di Google sepanjang 2025 dan menyabet gelar Best Multiplayer Game di The Game Awards 2025.

Meski sukses besar, perjalanan ARC Raiders tidak sepenuhnya mulus. Game ini sempat jadi bahan perdebatan karena penggunaan teknologi AI text to speech. Kontroversi ini mencuat setelah sebuah ulasan memberi nilai rendah khusus karena penggunaan AI. Perdebatan tersebut bahkan menarik perhatian tokoh besar industri, termasuk bos Epic Games dan eksekutif Nexon, yang sama sama menyebut penggunaan AI sudah jadi hal lumrah di pengembangan game modern.
Kini, pendiri Embark Studios sekaligus mantan bos DICE, Patrick Söderlund, kembali angkat bicara soal AI dalam wawancaranya dengan GamesBeat. Ia meminta gamer untuk lebih santai dan melihat gambaran besarnya. Menurutnya, AI tidak digunakan untuk menggantikan manusia atau memangkas tenaga kerja, melainkan untuk mempercepat proses dan menghilangkan pekerjaan yang terlalu teknis dan membosankan.
Söderlund menegaskan bahwa Embark tetap bekerja dengan pengisi suara profesional dan tetap membayar mereka. AI hanya dipakai sebagai alat bantu supaya update game bisa dilakukan lebih cepat. Dengan pendekatan ini, tim bisa lebih fokus ke hal yang benar benar penting, seperti desain, ide kreatif, dan kualitas pengalaman bermain. Ia juga menyebut pendekatan serupa sudah dipakai di game sebelumnya, The Finals, yang rutin mendapat update mingguan sejak rilis.
Menurut Söderlund, AI memang topik sensitif, tapi tidak seharusnya langsung dianggap sesuatu yang buruk. Ia yakin AI bisa jadi bantuan besar untuk developer dan ujungnya menguntungkan pemain. Dengan tim sekitar 350 orang, Embark memang sudah masuk kategori studio besar, tapi tetap jauh lebih kecil dibanding tim raksasa di balik Call of Duty atau Battlefield. Bagi Embark, AI bukan pengganti manusia, tapi alat tambahan supaya orang orang di dalam studio bisa bekerja lebih efektif dan tetap kreatif.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/bos-arc-raiders-minta-gamer-lebih-santai-soal-ai-disebut-bisa-bantu-developer-dan-pemain/