Michael Douse dari Larian Studios menyatakan bahwa studio AAA tergila-gila kepada game indie, karena developer kecil memiliki keberanian untuk mengandalkan naluri mereka, bukan mengandalkan data. Ini menjadi sorotan penting dalam diskusi soal kreatifitas game modern.
Douse menyoroti bahwa industri game besar kini terlalu bergantung pada pengumpulan dan analisis data, yang mana ini adalah suatu pendekatan yang mengikis kemampuan “insting kreatif” dalam pengembangan game. Ia mencontohkan maraknya game yang meniru formula sukses sebelumnya, seperti live-service, open-world, atau crafting.

Menurut Douse, developer indie masih bisa menciptakan ide orisinal tanpa takut gagal besar secara finansial. Studio kecil punya keleluasaan untuk “gagal cepat, menangnya cepat” dan mencoba hal baru dengan risiko rendah namun mendapat hasil yang besar.
Karena itu, Douse menyebut industri AAA kini terobsesi dengan cara developer game indie membuat game. Mereka masih mampu membuat game yang berfokus, tajam, dan inovatif tanpa terpaku pada data.

Larian Studios sendiri menjadi contoh seimbang antara kualitas visual ala AAA dan kebebasan kreatif ala indie, dengan proyek seperti Baldur’s Gate 3 yang sukses tanpa mengorbankan inovasi.
Sumber: GamesRadar+
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/baldurs-gate-3-dev-studio-aaa-terpaku-data-indie-masih-andalkan-naluri/