Baldur’s Gate 3 Dev: Studio AAA Terpaku Data, Indie Masih Andalkan Naluri

Michael Douse dari Larian Studios menyatakan bahwa studio AAA tergila-gila kepada game indie, karena developer kecil memiliki keberanian untuk mengandalkan naluri mereka, bukan mengandalkan data. Ini menjadi sorotan penting dalam diskusi soal kreatifitas game modern.

Douse menyoroti bahwa industri game besar kini terlalu bergantung pada pengumpulan dan analisis data, yang mana ini adalah suatu pendekatan yang mengikis kemampuan “insting kreatif” dalam pengembangan game. Ia mencontohkan maraknya game yang meniru formula sukses sebelumnya, seperti live-service, open-world, atau crafting.

Credit Image: Team Cherry

Menurut Douse, developer indie masih bisa menciptakan ide orisinal tanpa takut gagal besar secara finansial. Studio kecil punya keleluasaan untuk “gagal cepat, menangnya cepat” dan mencoba hal baru dengan risiko rendah namun mendapat hasil yang besar.

Karena itu, Douse menyebut industri AAA kini terobsesi dengan cara developer game indie membuat game. Mereka masih mampu membuat game yang berfokus, tajam, dan inovatif tanpa terpaku pada data.

Clair Obscur: Expedition 33 baru aja mencetak milestone yang unik banget — 3,3 juta copy terjual dalam waktu 33 hari.
Credit Image: Sandfall Interactive

Larian Studios sendiri menjadi contoh seimbang antara kualitas visual ala AAA dan kebebasan kreatif ala indie, dengan proyek seperti Baldur’s Gate 3 yang sukses tanpa mengorbankan inovasi.

Sumber: GamesRadar+

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.


Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun Twitter dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/baldurs-gate-3-dev-studio-aaa-terpaku-data-indie-masih-andalkan-naluri/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *