Di Ending Attack On Titan, Kenapa Mikasa Membunuh Eren?
Ending Attack On Titan: Kenapa Mikasa Membunuh Eren?


Mikasa. Sumber: Deviantart

Ringkasan Artikel

  • Mikasa membunuh Eren untuk menghentikan Rumbling, satu-satunya cara mencegah kiamat dan menyelamatkan dunia.
  • Perubahan Eren jadi antagonis dan rencana Euthanasia memaksa konfrontasi, membuat keputusan Mikasa semakin sulit.
  • Di alternate timeline Mikasa jalani empat tahun damai bersama Eren, lalu rela mengakhiri hidupnya sesuai pesan terakhir Eren.

Di Ending Attack On Titan, Kenapa Mikasa Membunuh Eren?

Yakin deh ada banyak Vicigers fans setia Attack on Titan (AoT) yang masih penasaran kenapa Hajime Isayama menutup serialnya dengan plot Mikasa membunuh Eren.

Padahal, keduanya terlihat cocok banget… Harusnya sih happy ending kan? Tentu sebagian besar fans juga akan berpendapat sama. Nah jika kamu butuh penjelasannya, cekidot yuk!

Baca juga:

Titik Balik Plot Cerita Attack On Titan

MC
Eren. Sumber: Deviantart

Kalau kita mau membicarakan alasan kenapa Mikasa membunuh Eren secara detail, pasti penjabarannya bakalan menjadi terlampau panjang serta sangat kompleks banget sih.

Pasalnya alasan tersebut tak terlepas dari petualangan panjang para anggota Survey Corps, khususnya Korps Latihan ke-104 (angkatan akademi militernya Eren, Armin, dan Mikasa).

Nah untuk memberikan parameter agar bahasan tidak menjadi terlalu luas, maka VCGamers akan meringkasnya dari titik ketika plot cerita AoT berbelok ke arah yang jauh lebih pelik.

Di manga-nya ini bertepatan dengan selesainya arc ketujuh: “Return to Shiganshina”, dan peralihan ke arc delapan. Sedangkan di anime-nya, ini bertepatan dengan awal Final Season.

Menyambung cerita episode terakhir di Season 3, dapat terlihat Eren, dkk. akhirnya berhasil meraih mimpi mereka menjelajahi seluruh daratan Pulau Paradis dan menyambangi laut.

Season terakhir itu dimulai dengan memperlihatkan bagaimana kondisi dunia di luar lingkup Paradis. Ternyata konflik global serta peperangan antar negara masih terus berkecamuk.

Dan ini banyak melibatkan subjek Ymir yang kerap menjadi kaum termarginalkan di bawah digdaya Marley. Di situlah Isayama Sensei lantas merubah trait main character (MC)-nya…

Transformasi Eren dari MC Menjadi Main Villain

kenapa Mikasa membunuh Eren
Transformasi Eren. Sumber: Deviantart

Yap, perubahan terbesar terjadi pada Eren. Diceritaken bahwa sang protagonis ternyata memiliki akar konflik yang jauh lebih dalam dan ditakdirkan untuk menyelesaikan semuanya.

Dari yang awalnya ia hadir sebagai pembawa harapan Paradis dan simbol kebebasan atas konflik selama ribuan tahun, pada akhirnya ia berubah menjadi sosok bencana terakhir.

Lewat berbagai konfrontasi dengan Zeke, ia mulai berkomplot untuk mewujudkan rencana Euthanasia. Namun ternyata ada plot twist: Eren hanya memanfaatkan kakak tirinya itu.

Walhasil, darah bangsawan Zeke yang malah Eren gunakan untuk mengaktifkan Rumbling! Ini didukung oleh kekuatan spesial dari Shingeki no Kyojin yang bisa mengatur masa depan.

Maka terciptalah fenomena lahirnya super villain: sebuah ending yang banyak dikritik para fans AoT. Saking-sakingnya, Isayama Sensei sampai minta maaf atas ending yang ia pilih ini. 

Penolakan Mikasa untuk Membunuh Eren

Attack on Titan
Attack on Titan. Sumber: AoT Wiki

Membunuh Eren demi menghentikan Rumbling sendiri sebenarnya sudah beberapa kali diajukan oleh mereka yang terlibat dalam Aliansi Global pencegahan kiamat.

Yang pertama di Chapter 108, saat Mikasa dkk. sedang membahas skenario terburuk. Di situ Connie dengan lantang bilang bahwa terbunuhnya Eren juga harus masuk pertimbangan.

Lalu, kali kedua datang di Chapter 127. Di malam saat Aliansi Global terbentuk, Annie secara frontal bertanya langsung pada Mikasa dkk., apakah mereka siap jika harus membunuh Eren.

Untuk yang ketiga kalinya ini terjadi di Chapter 133. Eren membawa Aliansi ke dalam Paths dan secara gamblang bilang cara menghentikan Rumbling adalah dengan membunuhnya.

Di ketiga momen itu, tentu yang paling vokal untuk menolak ide tersebut adalah Mikasa yang ingin mencari cara non-lethal. Namun ini berubah saat klimaksnya di pertempuran final.

Alasan Kenapa Mikasa Membunuh Eren

kenapa Mikasa membunuh Eren
Pesan Eren pada Mikasa. Sumber: AoT Wiki

Nah, setelah memahami detail latar belakang di atas, sekarang saatnya masuk ke bahasan utamanya nih, yakni alasan kenapa Mikasa akhirnya memutuskan untuk membunuh Eren.

Jadi ini terjadi di Chapter 138. Tepat pada saat momen pertempuran final di Fort Salta, Eren yang saat itu sudah berwujud Colossus Titan sekali lagi membawa Mikasa ke dalam Paths.

Tapi alih-alih stuck di padang pasir “kandang Ymir”, ia dibawa masuk ke alternate timeline! Di sana, ia menjalani kehidupan berdua – skenario jika Eren enggan menjalankan Rumbling.

Eren bilang bahwa realita inilah yang akan terjadi jika pada malam saat mereka tiba di Marley, Mikasa berani menyatakan cintanya, kala Eren bertanya mengenai status mereka berdua.

Kenyataannya, inilah sesuatu yang selama ini juga sangat Mikasa sesalkan. Dan di timeline itulah Eren menghabiskan empat tahun sisa umurnya dengan hidup berdua bersama Mikasa.

Selepasnya kembali sadar ke dunia nyata, tiba-tiba Mikasa tahu posisi tubuh Eren. Meminta bantuan Levi, ia ingin dibukakan jalan ke mulut Colossus Titan karena di situlah letaknya.

Dengan Ymir sebagai saksinya, di dalam mulut Colossus Titan, Mikasa lalu menebas kepala Eren sembari memberikan kecupan terakhir – menghentikan Rumbling untuk selamanya.

Analisa Ending AoT

kenapa Mikasa membunuh Eren
Perpisahan Mikasa dan Eren. Sumber: AoT Wiki

Dari paparan di atas tentu terdapat cukup banyak spekulasi mengenai alasan kenapa Mikasa pada akhirnya membunuh Eren. Berikut ini beberapa teori dari komunitas mengenai hal itu:

Mikasa masih ingin menyatakan cintanya kepada Eren

Sebenarnya sudah banyak pihak yang terlihat berupaya memberi pemahaman pada Mikasa. Mereka yakin bahwa membunuh Eren adalah satu-satunya cara menghentikan Rumbling.

Tapi Mikasa selalu “keukeuh” masih ingin berdialog dengan Eren dan yakin ia bisa berubah. Nah, para fans percaya, di momen itu jugalah Mikasa turut ingin mengutarakan perasaannya.

Karena di malam itu Mikasa enggan jujur, ia percaya bahwa semua tragedi ini merupakan kesalahannya dan berharap Eren masih mau “tobat” jika ia bisa ngobrol berdua sekali lagi.

Ia sudah merelakan Eren setelah mengalami empat tahun di alternate timeline

Kalau di dunia nyatanya sih hanya berlangsung selama beberapa menit. Namun pengalaman hidup berdua yang Eren berikan pada Mikasa di timeline itu terasa seperti empat tahun.

Meski Isayama Sensei tidak merinci apa saja yang terjadi di timeline itu, tapi satu yang pasti: Mikasa “puas” merasakan pengalaman menemani sisa hidup Eren dengan penuh kedamaian.

Cuan di VCGamers

Komunitas bahkan percaya bahwa di timeline itu Mikasa juga sudah menyemayamkan Eren. Dan lokasi makam Eren yang ia pilih di dunia nyata, sama seperti yang ada di timeline itu.

Karena pada akhirnya pesan terakhir Eren untuk Mikasa adalah untuk melupakannya, maka di situlah Mikasa yakin bahwa ialah orang yang Eren kehendaki untuk mengakhiri hidupnya.

Baca juga:

Maka itulah tadi pembahasan lengkap mengenai alasan kenapa Mikasa membunuh Eren. Jika kamu rasa artikel ini bermanfaat, share juga ke sosial mediamu dan teman lainnya ya!

FAQs:

1. Kenapa Mikasa membunuh Eren di akhir cerita?

Mikasa membunuh Eren karena ia ingin menghentikan Rumbling. Selain itu, Mikasa sadar bahwa ia satu-satunya orang yang dikehendaki oleh Eren untuk mengakhiri hidupnya demi menyelamatkan dunia.

2. Bagaimana perasaan Mikasa saat membunuh Eren?

Mikasa merasa hancur, tetapi ia juga merasakan kedamaian setelah empat tahun bersama Eren di alternate timeline. Dengan demikian, ia bisa merelakan Eren sekaligus menutup kisah tragis mereka.

3. Mengapa Eren membawa Mikasa ke alternate timeline sebelum kematiannya?

Eren membawa Mikasa ke alternate timeline agar ia bisa merasakan kehidupan damai berdua. Selain itu, Eren ingin Mikasa memahami bahwa cinta mereka tetap nyata meski berakhir tragis.

4. Apa hubungan keputusan Mikasa dengan pesan terakhir Eren?

Pesan terakhir Eren kepada Mikasa adalah untuk melupakannya. Oleh karena itu, Mikasa menebas kepala Eren sambil memberikan kecupan terakhir sebagai bentuk perpisahan yang penuh makna.

5. Bagaimana komunitas AoT menafsirkan alasan kenapa Mikasa membunuh Eren?

Komunitas AoT menafsirkan bahwa Mikasa membunuh Eren karena ia akhirnya menerima kenyataan. Selain itu, mereka percaya Mikasa ingin menutup luka masa lalu dengan cara yang Eren sendiri inginkan.

Rekomendasi Produk MLBB

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://www.vcgamers.com/news/di-ending-attack-on-titan-kenapa-mikasa-membunuh-eren/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *