Nyobain Closed Beta Granblue Fantasy Relink Endless Ragnarok - Crossplay yang Sudah Super Mulus!

Beberapa hari lalu Cygames telah mengadakan Closed Beta untuk persiapan rilis Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok, di mana kami kebetulan juga berkesempatan untuk ikut berpartisipasi. Ini adalah sesi test yang lebih berfokus pada pengetesan implementasi crossplay, sebuah perombakan yang memang sangat krusial dan sudah menjadi salah satu permintaan terbesar fans untuk ditambahkan sejak rilis game originalnya dulu.

Karena itu kami tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mendapat impresi yang matang, dan harus diakui bahkan dengan intipan yang sangat kecil ini, kami bisa melihat adanya potensi dari Endless Ragnarok untuk membuat Granblue Fantasy: Relink kembali hidup dengan komunitas yang lebih kuat.

Konten yang Tersedia

Seperti yang kami bahas tadi, CBT kali ini lebih berfokus pada pengetesan crossplay demi memastikan implementasi yang minim masalah teknis saat rilis expansionnya nanti. Cakupan konten yang tersedia bisa dibilang sangat minim dan mirip dengan versi demo untuk game originalnya dulu. Saat baru login, kamu bisa memilih antara dua mode utama yaitu Tutorial dan Quest. Seperti namanya, Tutorial akan membawamu pada segmen pengenalan sistem gameplay di atas kapal Grandcypher, sementara mode Quest akan menempatkanmu dalam kota hub Folca dengan akses ke tiga misi yang bisa diambil di Quest Counter.

Tidak ada misi yang diambil dari konten terbaru, dan satu-satunya pertarungan boss paling menantang adalah dengan Blizzadile level 25. Tapi untuk memotivasi pemain dalam berpartisipasi di CBT kali ini, Cygames setidaknya sudah menambahkan Beatrix sebagai karakter playable yang bisa dimainkan. Karena itu jika berbicara soal sisi konten, impresi kami di artikel ini lebih berfokus pada kit serta style gameplay dari Beatrix sendiri.

Menjajal Beatrix

Memilih karakter baru untuk ditambahkan ke Granblue Fantasy: Relink tentu jadi sesuatu yang butuh banyak pertimbangan, tapi Beatrix di sini adalah pilihan yang kami yakin membuat banyak fans gembira. Dia termasuk salah satu karakter favorit sejak lama sebagai salah satu agen dari organisasi Society serta kontraktor pedang Embrasque. Dia sering digambarkan sebagai rival Zeta, dan bahkan tidak kalah jauh darinya dari segi popularitas.

Saat berkesempatan memainkannya langsung, kami langsung merasa kalau Beatrix adalah karakter yang sangat ramah terutama sebagai rekomendasi untuk pemula. Dia adalah DPS jarak dekat dengan mekanik unik di mana kamu bisa mengganti buff aktif karakternya dengan memutar “Delta Clock” yang sudah diberi indikator jelas mulai dari warna merah untuk Attack, kuning untuk Defense, dan hijau untuk Healing.

Delta Clock juga memberi bar khusus Embrasque yang memungkinkan Beatrix untuk memasuki mode “Devour Causality,” di mana tempo serangannya akan jadi lebih cepat sekaligus membuka banyak opsi kombo yang tidak bisa diakses saat pedangnya masih berada dalam fase normal. Kamu bisa mengisi bar Embrasque dengan melancarkan berbagai aksi seperti combo finisher serta link attack.

Untuk skill yang tersedia ada lima pilihan, tapi kami mendapati masih ada limitasi karena CBT ini tidak memberi akses ke menu Masteries karakter, sehingga Beatrix tentu punya skill lain yang bahkan belum kami jajal, Berikut ini adalah beberapa skill awal tersebut:

  • Star Chaser – Serangan projectile standar dengan kecepatan yang relatif lambat, tapi dengan damage yang cukup memadai.
  • Unchained – Manuver dodge yang bisa dieksekusi sampai dua kali dengan jangkaun jauh. Efektif untuk menjaga jarak dari area serangan AOE atau saat karakter masih terkunci animasi recovery setelah melancarkan dodge standar sampai dua kali beruntun. Timing yang tepat bahkan bisa diikuti dengan combo finisher.
  • Thunder Bird – Serangan melompat yang diakhiri dengan plunging, bisa digunakan untuk mendekati boss dari jarak aman sembari melancarkan damage.
  • Riding Free – Serangan dash cepat dengan jangkauan jauh yang diakhiri uppercut. Terutama sangat berguna sebagai gap closer saat melawan boss yang suka berpindah ke berbagai tempat dengan gesit.
  • Eternity Loop – Debuff AOE yang membuat musuh disekitar terkena status Slow.

Ok jika Beatrix punya semacam mekanik unik dan rotasi yang perlu diperhatikan dengan mode Devour Causality, bukannya ini membuat dia bisa cukup menantang. Jawabannya tidak juga, karena meski kamu memang harus mengikuti ritme khusus dan sebisa mungkin memanfaatkan potensi terbaik Embrasque, semua ini bisa dicapai dengan sangat cepat, apalagi bagaimana mode Devour Causality berlangsung lumayan lama bahkan meski kamu sedang tidak aktif menyerang.

Jauh berbeda dibanding Katalina misalnya, karena dia punya mekanik serupa di mana bar utamanya dapat memaksimalkan kombo serangan dengan bantuan summon Ares, tapi saat kamu lepas momentum sebentar saja, maka Ares akan menghilang dan bagaimana barnya harus diisi ulang. Begitu pula dengan karakter beginner friendly lain seperti Gran dan Djeeta, karena mereka berdua dibekali banyak skill support khusus yang bisa sangat krusial yang memaksa peran fleksibel selama pertarungan, termasuk memaksimalkan damage skill dengan meningkatkan level Adept Arts.

Beatrix tidak terikat pada beragam skenario yang terlalu spesifik seperti itu, karena kamu dia hanya perlu melancarkan serangan serta combo finisher untuk mencapai potensi terbaiknya di setiap pertarungan. Rute kombo Beatrix sangat fleksibel, di mana kamu bisa menekan tombol serangan normalnya dari satu sampai empat kali beruntun untuk kemudian dikaitkan dengan combo finisher, jadi kamu bisa dengan cepat mengisi bar Embrasque bahkan di skenario paling riskan saat musuh tidak membuka banyak celah.

Ini bukan berarti tidak ada kekurangan, karena Beatrix punya fase transisi yang cukup kaku dibanding karakter lain. Ini merujuk pada saat memasuki mode Devour Causality, yang mana kamu perlu berhenti sejenak dan menekan tombol setiga (jika bermain dengan kontroller) sampai pedang Embraque menyala. Pada saat menekan tombol itu, Delta Clock otomatis akan ikut berputar karena sudah secara khusus diatur pada tombol yang sama, sehingga mungkin kamu perlu menahannya sedikit lebih lama agar berhenti di buff yang ingin dipakai.

Skenario tersebut memang bisa jadi masalah, apalagi pada pertempuran di level tinggi yang mana karaktermu harus terus bergerak, tapi di sini Beatrix memang tidak punya banyak pilihan selain menjaga jarak setiap kali harus memasuki mode tersebut. Aksi switch buff juga kurang intuitif menurut kami, karena kamu harus memutar Delta Clock saat berada dalam mode normal, atau dengan switch instan setalah combo finisher saat berada dalam mode Devour Causality.

Kami rasa tidak ada salahnya untuk membuat karakter yang ramah untuk pemula seperti ini, karena secara keseluruhan Beatrix memang didesain dengan cukup baik untuk mengakomodasinya, tapi di saat bersamaan proses transisi antar mode bertarung serta pergantian buff memang cukup kaku dan bisa sangat beresiko. Secara keseluruhan Beatrix termasuk anggota baru yang sangat seru untuk roster Granblue Fantasy: Relink, dan bagaimana kamu juga bisa melihat adanya “spectacle” yang lebih terasa untuk animasi Skybound Art miliknya.

Implementasi Crossplay Sempurna

Meski bagian ini masih terlalu awal untuk dibahas karena berdasar pada versi CBT, kami setidaknya bisa dengan senang melaporkan kalau implementasi crossplay bekerja dengan sangat baik. Antara membuat room session sendiri atau bergabung ke matchmaking terbuka, kami sama sekali tidak mendapati adanya masalah koneksi sekalipun. Berhubung Granblue Fantasy: Relink adalah game dengan tempo pertarungan cepat dan mengandalkan timing, fakta kalau kami bisa menikmati setiap sesi dengan mulus layaknya sedang bermain offline bersama CPU benar-benar memberi rasa optimis besar akan implementasinya di rilis final nanti.

Hanya saja perlu ditekankan kembali kalau ini masih berdasar pada versi CBT, jadi masih ada banyak ruang bagi pihak developer untuk terus menyempurnakan crossplay.

Perombakan yang Mungkin Tidak Disadari

Kami yakin pasti banyak yang tidak tahu kalau sesi CBT kemarin sebenarnya sudah ikut membawa beberapa perombakan di sisi Quality of Life (QoL) untuk dicoba di opsi pilihan grafis yaitu “Battle Effects Intensity.” Fitur ini berguna untuk mengurangi efek serangan dari karakter dalam party yang sedang tidak kamu kontrol, jadi ini memang lumayan berguna karena efek serangan dalam gamenya bisa sangat berantakan dan sibuk sehingga sulit untuk melihat apa yang sedang terjadi di sekitarmu.

Director Tetsuya Fukuhara kebetulan mengonfirmasi kalau rilis penuh expansionnya punya banyak tambahan fitur dan elemen lain yang akan semakin membuat gamenya lebih nyaman untuk dimainkan.

Impresi Sejauh Ini

Jujur saja kami tidak punya banyak yang bisa diambil sebagai kesimpulan untuk saat ini selain dibuat semakin tidak sabar. Beatrix sangat ramah untuk dimainkan dan seru, implementasi crossplay yang sudah sempurna di sepanjang sesi bermain, dan bagaimana secuil konten ini saja sudah membuat kami ketagihan lagi untuk terjun ke dunia Granblue Fantasy: Relink. Akses konten yang sangat minim seperti ini setidaknya punya nilai plus tersendiri, karena kami jadi bisa menikmatinya tanpa harus terkena spoiler lebih dulu dan kekurangan kejutan untuk dinikmati di game penuhnya langsung.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/nyobain-closed-beta-granblue-fantasy-relink-endless-ragnarok-crossplay-yang-sudah-super-mulus/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *