Sisa liputan kami di ajang Tokyo Game Show 2025 kemarin juga mencakup sesi hands-on Hyrule Warriors: Age of Imprisonment di Nintendo Switch 2. Game spin-off musou ini akan kembali membawa pemain ke Imprisoning War, sebuah periode waktu yang hanya diperlihatkan secara singkat dalam The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom. Seri Warriors terbaru ini bertujuan untuk menceritakan kisah lengkap pertempuran melawan Demon King pada masa awal berdirinya Hyrule sekaligus menjawab pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di era kuno tersebut dan bagaimana peristiwa itu membentuk masa depan kerajaan.

Kami mendapat jatah bermain selama sekitar 30 menit dan dimulai dengan Princess Zelda, Rauru, dan Mineru yang menjelajahi sebuah gua tersembunyi. Bagian ini dikemas sebagai tutorial untuk memperkenalkan mekanik dasar gamenya. Selain itu, kami belajar cara menggunakan senjata Flame Emitter dan cara kerja Batteries untuk memulihkan energi, sebuah sistem yang pasti sudah familiar bagi pemain Tears of the Kingdom. Tentu saja karena mengambil latar di masa lalu, spotlight utama dari game ini memang lebih dikhususkan untuk Zelda dibanding Link seperti di seri Age of Calamity.
Sistem combatnya mengikuti style klasik Musou yang sudah menjadi ciri khas seri Warriors. Tombol Y digunakan untuk serangan normal, X untuk serangan charge yang bisa dikombinasikan menjadi combo. Tombol B berfungsi untuk menghindar, ZL untuk block, sementara R mengaktifkan Zonai Devices yang memberi empat skill unik yang dimapping ke Y, X, A, dan B. Dalam versi demo ini, kami mencoba Flame Emitter, Bow of Light, dan Piercing Light yang kesemuanya memberi serangan area atau damage yang efektif melawan musuh kuat.

Boss pertama yang kami hadapi adalah Captain Construct. Untuk menang, kami harus menggunakan serangan khusus untuk menghancurkan perisainya. Pertarungan ini terasa seperti tutorial, tapi juga memperlihatkan fitur penting dalam game yaitu bagaimana boss menampilkan kelemahan elemen di perisainya, sehingga pemain bisa merencanakan serangan berdasarkan elemen yang efektif. Setelah perisai hancur, kita bisa melancarkan Weak Point Smash untuk memberi damage besar dan melumpuhkan mereka.
Bagian penting lainnya adalah kemampuan untuk berganti karakter saat bertarung. Sambil menggunakan D-pad, kami bisa switch antara Zelda, Rauru, dan Mineru. Rauru tampil menonjol dengan serangan elemen cahaya yang berfungsi seperti tombak sihir, sehingga memungkinkannya menyerang dari jarak jauh sambil menjaga jarak aman dari musuh.

Dari waktu singkat kami dengan demo ini, Hyrule Warriors: Age of Imprisonment sudah terasa seperti kelanjutan solid dari seri Warriors terdahulu. Game ini menggabungkan pertarungan Musou berskala besar yang memuaskan dengan koneksi langsung ke salah satu periode paling misterius dalam sejarah Legend of Zelda. Jadi bagi kamu yang mungkin tertarik untuk menggali lebih dalam lore yang belum diungkap sepenuhnya lewat Tears of the Kingdom, maka game ini bisa jadi rekomendasi yang wajib dilirik.
Untungnya para fans juga tidak perlu menunggu terlalu lama, karena Hyrule Warriors: Age of Imprisonment sudah direncanakan rilis pada 6 November mendatang untuk Nintendo Switch 2.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/tgs-2025-nyobain-hyrule-warriors-age-of-imprisonment-musou-zelda-yang-memang-fokus-ke-zelda/