Mantan kreator legendaris dibalik feanchise Patapon yaitu Hiroyuki Kotani kembali dengan karya barunya yaitu Ratatan, sebuah game rhythm-roguelike yang ikut datang dengan beban ekspektasi besar. Bagi para fans yang sudah bertahun-tahun menunggu suksesor spiritual Patapon ini, perilisan Early Access Ratatan memberikan kesempatan untuk merasakan kembali apa yang membuat Patapon begitu istimewa, sambil mencoba mendorong formula tersebut ke arah baru. Hasilnya adalah sebuah game yang punya potensi besar, meski di saat bersamaan masih ada bagian kasar di beberapa tempat.
Review kali ini membahas apa saja yang berhasil dan apa yang tidak dari ekskusinya, dan apakah Ratatan sudah layak dimainkan sekarang atau sebaiknya menunggu rilis penuhnya. Jadi ratatan sendiri menempatkanmu sebagai makhluk mirip hewan bernama Ratatan yang hidup damai di sebuah pulau bernama Rataport. Walaupun mereka punya penampilan dan kepribadian yang berbeda-beda, semua Ratatan memiliki satu impian yang sama yaitu mencapai tempat bernama The Everafter untuk bertemu sang Dewi yang tinggal di sana. Sebagai pahlawan yang membawa harapan semua orang, para Ratatan memulai perjalanan ini dengan tekad kuat untuk terus mencoba meski harus gagal berkali-kali.

Pemimpin dan Unit
Game ini menawarkan delapan pemimpin Ratatan yang bisa dipilih, dan masing-masing punya ciri khas tersendiri. Mereka memiliki tampilan, suara, statistik, dan kemampuan pasif unik yang memengaruhi gaya bermainmu. Pyokorappa, misalnya, memperkuat serangan biasa jika kamu menekan tombol tepat sesuai irama, sementara Mashuma memberikan tambahan damage lewat efek status. Perbedaan ini bukan sekedar tampilan, perbedaannya benar-benar mendorongmu untuk bermain dengan strategi yang berbeda.

Para pemimpin ini mengendalikan unit yang disebut Cobuns menggunakan alat musik bernama Melodium. Cobuns terbagi ke dalam berbagai kelas, seperti Soldier untuk jarak dekat, Ranger untuk jarak jauh, dan Bombardier yang menggunakan serangan ledakan. Setiap kelas punya Hustle Tech, yaitu serangan atau kemampuan spesial. Tapi tidak semua pemimpin bisa memimpin semua kelas. Kamonelo, misalnya, hanya bisa menggunakan unit Magical dan Mauler, sementara Harringtan hanya bisa menggunakan Pikes dan Soldiers. Keterbatasan ini memaksamu memikirkan komposisi tim dengan matang serta menyesuaikannya dengan kemampuan pemimpin pilihanmu.
Mendalami Gameplay Inti
Pertarungan dalam Ratatan tetap berpusat pada irama, tapi dengan kontrol yang lebih langsung dibandingkan Patapon. Kamu mengendalikan Hero Ratatan yang bisa bergerak bebas di medan perang sambil memberi perintah kepada Cobuns untuk menyerang, menghindar, atau mengikutimu dengan menekan urutan tombol sesuai irama musik. Kalau kamu salah menekan atau tidak sesuai waktu, Cobuns tidak akan bereaksi dan jadi sasaran empuk. Saat Ratatan-mu mati, misi langsung berakhir, meskipun Cobuns masih bisa respawn, jadi menjaga pemimpinmu tetap hidup adalah kunci.

Ada dua skema kontrol yaitu Default dan Advanced. Default menggunakan kombinasi tiga tombol sederhana, seperti menekan X tiga kali untuk menyerang atau X–jeda–X untuk bertahan. Advanced lebih rumit dengan empat tombol yang kadang mencampur tombol berbeda, seperti B–B–X untuk menyerang atau B–jeda–B–B untuk bertahan. Pilihannya murni tergantung preferensi pemain. Pertarungan melawan boss adalah bagian di mana elemen aksi game ini benar-benar bersinar. Boss bisa mengeluarkan serangan area yang memaksamu melompat atau serangan beruntun yang menuntutmu memikirkan posisi. Ada serangan yang harus ditahan, ada yang harus dihindari, dan ada pula serangan yang hanya bisa diselamatkan dengan lompatan tepat waktu. Kamu harus selalu waspada dan tidak salah input.
Cara Misi Berjalan

Setiap misi dalam Ratatan berjalan layaknya roguelike. Kamu akan menyelesaikan stage, memilih pintu ke ruangan berikutnya, mengumpulkan buff, dan terus maju sampai melawan boss. Multiplayer adalah fitur menarik saat berfungsi dengan baik. Ada matchmaking dan sistem undangan, serta pemain bisa voting pintu mana yang ingin mereka pilih. Kalau ada pemain yang tumbang, mereka bisa dihidupkan lagi secara manual atau otomatis selama tim berhasil menyelesaikan ruangan, dan mereka tetap akan mendapatkan hadiah ruangan itu. Sayangnya, saat multiplayer layar menjadi sangat kacau, memang terlihat seru, tapi juga membuatmu kadang tidak sadar bagaimana kamu mati.
Progression di Luar Misi
Saat berada di luar misi, Ratatan menawarkan sistem crafting dan upgrade sebagai progres jangka panjang. Kamu bisa membuat senjata baru, memperkuat yang lama, dan menggunakan mata uang untuk buff permanen. Semua material didapat dari hadiah ruangan atau drop bos. Bos juga bisa langsung menjatuhkan senjata unik, sebuah kejutan menyenangkan bagi pemain yang suka grinding.

Kamu juga bisa mendapatkan senjata biasa selama misi yang bisa digunakan sebagai bahan upgrade atau sekedar pegangan sementara. Progresi ini terasa memuaskan karena kamu bisa melihat Cobuns-mu menjadi lebih kuat di setiap misi. Bahkan Cobuns dari Ratatan yang jarang kamu pakai pun bisa mendapatkan drop langka yang membuatmu ingin mencoba mereka. Namun, sistem menu terasa rumit dan memperlambat proses, terutama karena kamu tidak bisa upgrade senjata langsung dari layar pasukan dan sulit melihat senjata mana yang sedang dipakai.
Kualitas Visual dan Audio

Secara visual, Ratatan berhasil menangkap gaya khas Kotani. Tampilannya penuh warna dan karakter, tapi sering terlihat blur bahkan pada layar 1440p dengan setting maksimal. Penurunan performa juga sering terjadi, terutama saat multiplayer, ketika efek visual jadi berlebihan. Ini membuat tanda serangan sulit terlihat dan bisa mengacaukan fokus saat bertarung. Selebihnya, soundtrack-nya sangat kuat dan menjaga ketegangan permainan bahkan saat visualnya mulai kewalahan.
Kesimpulan

Ratatan jelas lahir dari kecintaan terhadap akar rhythm-action Patapon sambil mencoba merombak lebih jauh formula tersebut. Struktur roguelike, variasi build, dan elemen multiplayer memberi game ini potensi replayability yang besar. Ketika semuanya berpadu pas seperti saat kamu berhasil menekan beat sempurna, menggabungkan serangan, dan mendengar soundtrack yang meledak dengan vokal penuh, game ini terasa benar-benar ajaib. Tapi momen itu sering terganggu oleh masalah performa, UI yang membingungkan, tingkat kesulitan yang tidak konsisten, dan efek visual berlebihan.
Meski begitu, pondasi yang dimiliki game ini sudah kuat terutama dari sistem pemimpin dan Cobun yang cerdas, progression yang memuaskan, serta visual dan musik yang menawan. Ratatan mungkin belum menjadi kebangkitan megah seperti yang diharapkan para dans Patapon, tetapi ini sudah cukup dekat untuk membuat kita memiliki ekspektasi positif sembari menunggu rilis versi penuhnya.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
Ratatan
PROS
- Wujud modern Patapon dengan gameplay familiar yang lebih disempurnakan
- Combat berbasis rhythm dengan sistem Perfect Input yang memuaskan
- Delapan karakter leader dengan style gameplay dan sinergi unik
- Gameplay loop roguelike yang didukung progression dan reward sepadan
- Seleksi soundtrack berkualitas yang berevolusi secara dinamis di setiap pertempuran
- Art direction menawan yang sukses mempertahankan style khas Kotani
CONS
- Penurunan performa yang lumayan terasa di beberapa tempat
- Akses menu dan sistem upgrade senjata yang kaku
- Map awal yang repetitif dan adanya difficulty spike brutal
- Visual yang masih terasa blurry bahkan saat bermain di resolusi tinggi
Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-early-access-ratatan-pembuktian-hebat-sang-suksesor-spiritual/