Review WUCHANG: Fallen Feathers - Soulslike Rasa Wuxia yang Cukup Memuaskan!

Dengan semakin bertambahnya developer asal China yang masuk ke industri game premium, kini antisipasi akan game-game terbaru di tiap tahunnya juga ikut diisi dengan beberapa judul dari negeri tersebut. Khusus untuk 2025 ini, salah satu game tersebut tentu saja adalah WUCHANG: Fallen Feathers garapan developer Leenzee lewat kerjasamanya dengan publisher 505 Games.

Tim kami sendiri kebetulan sudah berkesempatan untuk memainkan gamenya lebih awal selama beberapa minggu terakhir, dan harus diakui kalau premis yang ditawarkannya berhasil dieksekusi dengan cukup baik, apalagi bagi kamu yang mengharapkan soulslike baru dengan style khas Wuxia. Jika penasaran dengan kualitasnya secara menyeluruh, berikut ini kami telah merangkum review lengkapnya!

Jalan Cerita dan Latar Khasnya

Kamu akan berperan sebagai Bai Wuchang, seorang bajak laut yang terjangkit penyakit Feathering misterius, yang perjalanannya untuk mencari saudara perempuannya yang hilang membawanya ke tanah Shu yang dilanda perang. Penyakit ini mengubah korbannya menjadi monster berbulu dan menghapus ingatan mereka, namun Wuchang secara paradoks masih tetap agak normal (kecuali amnesia), bahkan mampu mengendalikan proses “berbulu” itu untuk mendapatkan kekuatan magis. Karakter lain akan terus menyebutkan bahwa kondisi Wuchang menarik karena dia masih bisa berbicara dengan normal, dan beberapa karakter akan memberi petunjuk bahwa tujuan penyakit ini adalah untuk dikendalikan agar bisa mendapat kekuatan. Twist personal ini memberikan tujuan yang jelas bagi pemain kasual dan misteri yang kaya bagi pemburu lore.

Shu adalah wilayah yang terpecah belah dan terus-menerus dilanda kekacauan: pasukan rival dan bandit bertarung memperebutkan jalur suplai, sementara Penyakit Bulu mengubah para penderita menjadi monster rakus yang tertutup bulu. Melalui petunjuk visual, kuil berlumur darah, pagoda yang hancur, dan medan perang yang porak-poranda, game ini menyampaikan sejarahnya tanpa eksposisi berat, meninggalkan kesan kuat pada pembangunan dunianya.

Jika kamu familiar dengan sejarah dan legenda Tiongkok, terutama sekitar akhir Dinasti Ming, kamu akan menemukan banyak nama yang familier, bukan hanya nama Tionghoa tapi juga beberapa nama asing. Ini benar-benar menjadi hadiah bagi mereka yang memahami sejarah Tiongkok, sekaligus memperkenalkan orang baru pada bagian tertentu dari sejarahnya. Tentu saja ini hanya cerita fantasi dan bukan kisah akurat sejarah, tetapi jika kamu bukan orang yang mengenal cerita Tiongkok, game ini bisa membantu mengenalkannya secara halus.

Tidak ada menu quest tracker, tetapi menu teleport menampilkan potret NPC di dekat titik istirahat saat mereka memiliki dialog baru atau progres ‘quest’ untuk ditawarkan, sehingga kamu tidak akan melewatkannya. NPC akan mengucapkan seluruh kalimat mereka sekaligus, jadi kamu tidak perlu men-spam mereka sampai habis dan tanpa sengaja mengunci diri dari side quest jika ada yang terlewat. Banyak side quest memiliki beberapa pilihan yang dapat mengubah hasil akhir quest tersebut. Dan dengan beberapa ending untuk main quest, pemain bisa menentukan perjalanan Wuchang menuju ending yang mereka inginkan.

Namun, cerita personal Wuchang, terutama pencariannya terhadap saudara perempuannya, terasa seperti berada di kursi belakang. Petunjuk tentang adiknya tersebar di interaksi kecil yang mudah terlewat, dan sebenarnya tidak memberikan petunjuk apa-apa selain gema suara sang adik, yang tidak menambahkan informasi berarti. Veteran Soulslike mungkin menikmati menyusun detail-detail tersembunyi ini, tetapi pemain yang mencari perjalanan emosional yang lebih langsung mungkin merasa motivasi utama Wuchang tertutupi oleh fokus besar pada konflik politik dan misteri Penyakit Bulu.

Sistem Combat dan Mekanik Utama

Mari kita bahas gameplay inti dan sistem pertarungan WUCHANG: Fallen Feathers, yang menjadi daya tarik utamanya. Sebagai game Soulslike, game ini menuntut kesabaran dan presisi. Kamu tidak bisa asal menekan tombol serang. Kamu harus membaca musuh, memikirkan opsi, menghindar ke belakang atau masuk ke serangan, menyerang agresif dari depan atau menyelinap untuk backstab. Kesalahan akan terasa menyakitkan, dan kamu akan benar-benar disiksa sampai bisa mulai bermain dengan lebih cermat.

Kamu bisa membawa dua senjata sekaligus, baik jenis sama atau berbeda. Jenis senjata seperti Long Sword, Axe, Spear, Dual Blade, dan One-Handed Sword memiliki gaya bermainnya masing-masing, hampir seperti sistem kelas ringan. Pertarungan dibangun atas serangan ringan dan berat, ditambah Skill dan Spell. Skill dibagi menjadi dua: Weapon Skill (terkait dengan senjata tertentu) dan Discipline (skill yang dibuka melalui pohon senjata tersebut). Kamu juga memiliki dodge sebagai pertahanan utama, dengan mekanik lain seperti Deflect (parry), Clash (adu senjata dengan musuh), Block, dan bahkan counter spell berbasis Alacrity yang membuatmu menghindar otomatis saat melempar spell, semua tergantung senjata dan setup skill yang kamu pilih.

Untuk menggunakan Skill dan Spell, kamu membutuhkan Skyborn Might, sumber daya yang sebagian besar didapat dengan menghindar serangan musuh dengan sempurna. Setiap senjata memiliki cara masing-masing untuk menambah Skyborn Might, seperti Long Sword yang memberimu charge pada serangan kedua, atau One-Handed Sword yang mengisinya secara pasif, lebih cepat saat mendapatkan buff Biding Time yang kamu dapatkan melalui serangan. Saat kamu membuka lebih banyak node di Impetus Repository (pohon skill), kamu akan mulai menghasilkan dan menggunakan resource ini lebih efisien. Skyborn Might tidak hanya untuk skill, tapi juga untuk Swift Draw (swap senjata instan dan langsung menggunakan weapon skill dalam kombo) dan Swift Strike (melancarkan heavy attack seketika tanpa menahan tombol). Selain itu, game ini juga menawarkan consumable, item buff, cleanser untuk status negatif, dan senjata lempar, tetapi dengan hanya empat slot quick-item, kamu akan terus menyesuaikan apa yang akan dibawa ke pertarungan.

Ada juga sistem Madness. Setiap kali kamu mati, membunuh manusia normal, atau menggunakan item tertentu, Madness-mu naik. Jika di bawah 50% saat mati, kamu hanya kehilangan sedikit Red Mercury (mata uang/XP). Namun jika di atas itu, kamu akan kehilangan lebih banyak, meskipun membuka beberapa efek pasif dari skill tree. Saat berada di atas 90%, kamu mendapat kekuatan serang lebih besar tetapi juga menerima damage lebih besar, risiko kehilangan seluruh Red Mercury meningkat, tapi drop Red Mercury dari kill juga meningkat. Jika terlalu tinggi dan kamu mati, klon jahat dirimu yang disebut Inner Demon akan muncul di titik matimu. Di awal, musuh ini brutal dan hampir pasti membunuhmu lagi, tapi mereka akan hilang setelah membunuhmu, dan di kemudian hari kamu akan mendapatkan alat untuk menghadapinya. Madness juga akan di-reset apakah kamu mati oleh Inner Demon atau berhasil membunuhnya.

Semua sistem ini bersatu menciptakan loop pertarungan yang dalam dan saling terkait. Begitu kamu terbiasa, pertarungan akan mengalir dengan baik: menghindar, counter, spam skill, ganti senjata, seperti adegan film wuxia, apalagi dengan animasi yang bergaya floaty namun tetap stylish tanpa terasa janggal. Namun, tidak semuanya berjalan mulus. Early game-nya terasa sangat keras. Kamu mulai dengan health dan stamina rendah, tetapi musuh sudah menghantam sangat keras sejak awal, dengan delay serangan yang tidak konsisten. Ini mengacaukan muscle memory, terutama jika kamu terbiasa dengan game yang lebih cepat. Boss fight pun tidak merata, beberapa sangat brutal dengan kombo multi-hit tanpa jeda, sementara yang lain hampir terlalu mudah. Kurva kesulitannya melonjak-lonjak dan bisa membuat frustrasi saat kamu masih belajar, ditambah sistem Inner Demon yang di early game membuatmu dihukum mati berkali-kali.

Progression dan Kustomisasi

WUCHANG: Fallen Feathers memiliki sistem progresi yang paling menyenangkan yang pernah kami lihat di Soulslike. Impetus Repository berfungsi seperti pohon skill, terbagi menjadi tree umum dan lima tree senjata khusus yang pada dasarnya berfungsi seperti kelas ringan seperti yang dijelaskan sebelumnya. Ada stat standar seperti Vitality, Endurance, Strength, Agility, Magic, dan Feathering, tetapi yang benar-benar mengubah permainan adalah node besar yang memodifikasi gaya bermainmu. Beberapa membuka mekanik seperti Clash atau Deflect, beberapa membuka Skill baru yang menambah combo, atau meningkatkan Skyborn Might generation dan mengurangi biaya, yang bisa ditingkatkan lebih jauh dengan node tambahan sehingga kamu dapat menggunakan Skill/Spell lebih sering.

Kamu mengkonversi Red Mercury untuk naik level dan mendapatkan Red Mercury Essence untuk dihabiskan di tree ini. Game ini mendorongmu untuk bereksperimen. Kamu bisa menaruh semua poin di satu weapon tree dan menggunakan dual senjata jenis sama, atau menyebarkannya ke dua tree berbeda untuk variasi. Dan bagian terbaiknya? Kamu bisa respec gratis kapan saja. Dari awal permainan, kamu bebas mencoba semua senjata, mengoptimasi untuk boss tertentu, atau hanya sekadar mencari yang paling nyaman.

Upgrade senjata juga terhubung langsung dengan skill tree. Alih-alih upgrade setiap senjata secara individual, kamu membuka node Weapon Mastery yang terbawa untuk senjata jenis sama meski kamu mengganti senjata lain tipe tersebut, Weapon Level tetap sama. Jika kamu sudah menggunakan Dual Blade dan ingin tiba-tiba beralih ke Long Sword, cukup reset tree dan pindahkan node. Tidak perlu grinding, dan kamu bisa mengganti senjata jika mendapat senjata baru yang lebih keren.

Tersedia juga banyak armor set dengan desain unik dan resistance berbeda yang penting tergantung lawanmu, misal ingin menukar dari stab/slash resistance ke elemental/affliction resistance. Kamu akan sering menukar armor, tapi jangan khawatir, transmog tersedia sejak awal. Jadi, apakah ingin tampil keren, elegan, sopan, atau seperti prajurit badass (bahkan dengan celana dalam saja jika itu gayamu), gaya sepenuhnya terserah kamu. Namun meskipun transmog tersedia sejak awal, UI inventory tidak memiliki preview visual bagaimana tampilan Wuchang, dan karena banyaknya armor, kamu tidak bisa melihat hasil kombinasi secara utuh hanya dari inventory, sehingga perlu menutup dan membuka kembali inventory berkali-kali untuk memastikan tampilannya.

Eksplorasi yang Rewarding

Eksplorasi di WUCHANG: Fallen Feathers terasa sangat memuaskan dan selalu memberi reward. Setiap area baru memiliki banyak jalur cabang yang semuanya mengarah ke sesuatu, entah itu item, musuh tersembunyi, atau shortcut yang menghubungkan kembali ke jalan familiar. Cara rute-rute ini terhubung membuat dunianya terasa nyata dan imersif, seperti tempat yang pernah benar-benar dihuni orang. Bahkan di area alami seperti hutan, kamu menciptakan jalanmu sendiri, misalnya menumbangkan pohon untuk dijadikan jembatan. Momen “Wah, ternyata bisa tembus ke sini?” tidak pernah membosankan, dan mencapai titik kematianmu dari Shrine jarang merepotkan berkat penempatan shortcut yang kreatif.

Namun, tidak semua area sama polish-nya. Beberapa zona memiliki layout membingungkan dengan tampilan lingkungan yang mirip satu sama lain, dan jaringan jalur yang padat justru berbalik menjadi hambatan. Kamu mungkin terus berputar di tempat yang sama, bingung jalur mana yang sudah dicek, dan berpotensi melewatkan boss opsional atau NPC jika tidak benar-benar menyisir setiap sudut. Tetap menyenangkan untukmu yang menyukai eksplorasi mendalam, hanya saja bersiaplah untuk beberapa area yang terasa seperti labirin alih-alih ruang yang didesain baik.

Visual, Audio, dan Performa

Secara teknis, WUCHANG berjalan pada fidelity sedang tetapi unggul dalam art direction. Dari kuil mewah, medan perang berlumur darah, hingga puncak kota bersalju, semuanya terasa khas. Desain musuh berkisar dari monster berbulu yang terinspirasi makhluk mitologi hingga prajurit berzirah dengan heraldik yang sesuai periode.

Perpaduan instrumen tradisional dengan elemen modern menciptakan lanskap suara atmosferik yang menyesuaikan setiap lokasi. Pada momen sunyi, alunan string lembut menegaskan keheningan kamp pengungsi yang mencekam; dalam boss battle, musik meningkatkan ketegangan. Sayangnya, meskipun skornya mendalam dan mendukung narasi, tidak ada melodi yang benar-benar membekas bagi kami.

Pada PC mid-range (Core i5-13500, RTX 4070 SUPER, 32 GB RAM pada 1440p), Max Settings dengan DLSS 4 Balance mode menghasilkan 70–80 FPS, jarang turun ke 60 FPS di area besar dan detail. Frame generation dapat lebih menstabilkan performa untuk yang mengincar 120 FPS konstan, mengingat basisnya sudah mantap di 60 FPS.

Kesimpulan

WUCHANG: Fallen Feathers menghadirkan pengalaman Wuxia-Souls yang memukau secara visual, penuh dengan nuansa dunia misterius dengan hutan mengerikan, reruntuhan kuil kuno, dan kota bersalju. Desain creature dan armor mengakar kuat pada mitologi Tiongkok, sehingga semakin memberikan identitas dunia yang khas. Sistem combatnya terasa metodikal yang dibangun dari penggunaan Skyborn Might secara cermat, swap senjata ganda, dan sistem Madness dengan risk reward tinggi. Dengan lima skill tree senjata fleksibel, respec gratis, mastery senjata, serta transmog penuh sejak awal, kamu benar-benar bisa bebas bereksperimen, menyempurnakan build, dan tetap menikmati ragam side quest, eksplorasi, dan ending yang beragam.

Namun terlepas dari scope konten yang solid, game ini lumayan tersandung keras di awal. Kamu memulai dengan stamina dan health rendah, sementara musuh sudah bisa melancarkan serangan brutal seperti truk dengan timing serangan yang aneh dan penuh delay, sehingga mengacaukan ritme terutama jika kamu terbiasa memainkan game yang memiliki tempo cepat. Ini berujung pada pengalaman bermain yang rasanya seperti dihukum sebelum sempat bisa belajar. Beberapa area juga memiliki layout membingungkan dengan lingkungan yang terlalu mirip antar satu sama lain, yang membuatmu mudah tersesat atau melewatkan boss opsional dan NPC penting.

Jika kamu menyukai game menantang yang memberi reward dari ketekunan serta proses trial-and-error brutal, maka WUCHANG pada akhirnya akan terasa klik dengan menawarkan dunia yang kaya dan mekanik gameplay mendalam. Namun pengalaman early-game harus diakui benar-benar tanpa ampun, dan lonjakan tingkat kesulitan bisa membuat beberapa pemain menyerah sebelum sempat merasakan kualitas sesungguhnya dari game ini. Tetapi jika kamu bisa bertahan, ada sesuatu yang benar-benar memuaskan di balik semua rasa frustrasi tersebut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.


Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun Twitter dan YouTube resmi! Langsung saja follow:

 

 




Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!

@gamerwk_id

Artikel ini Rangkuman Dari Berita : https://gamerwk.com/review-wuchang-fallen-feathers-soulslike-rasa-wuxia-yang-cukup-memuaskan/

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *